Senin, 15 Mei 2017

Review: Mendalami Cinta Anya dan Ale dalam Film Critical Eleven

"Ale jahat, ya."
"Ale tega bisa ngomong gitu sama Anya.."

"Tapi kan Anya nggak tahu kalau jadi Ale tu juga nggak gampang.."

"Tapi kamu harus tau jadi cewek dan merasakan posisi kayak Anya itu sakitnya bukan main.."

"Gitu yaa"
source image: Google

Dwiseptia - Pembicaraanku dan temanku selepas film Critical Eleven memang sedikit bertolak belakang. Maklum, dari sisi wanita maupun pria masing-masing memiliki perspektif sendiri. Critical Eleven. Ketika bandara menjadi lebih dari sekadar rumah. Saat kesibukan menjadi teman dan ketika cinta dipertemukan dari sebuah ketidaksengajaan. Lalu pernikahan menjadi labuhan.
Pertama kali disajikan bagaimana Anya dan Ale bertemu aku sudah jatuh cinta. Terlebih-lebih Critical Eleven mampu menampilkan kisah cinta yang manis ketika dua insan manusia jatuh cinta lalu memilih untuk bersama. Hingga mereka menikah dan Anya mengorbankan karirnya untuk menemani Ale ke New York, aku terhipnotis bukan main. Waaa baper abisss pas scene ini hahahaha.




Temenku bilang, siapin tissu katanya. Dari awal sampai tengah menuju akhir masih belum nemu. Semuanya baik-baik saja, hingga kemudian konflik muncul ketika Aidan meninggal sebelum sempat bernafas. Saat-saat Ale dan Anya terpukul, namun saling menyalahkan.

Saat mereka merasa diri merekalah yang paling benar dan mereka merasa bahwa pasangan mereka bersalah. Di situlah aku mulai merasa bahwa pernikahan itu bisa rusak karena ketidaksiapan diri kita untuk menerima setiap ketidaksesuaian yang kita dapatkan, terutama sesuatu yang negatif dalam dunia pernikahan. Aih, rasanya disini ngerasa banget kalau si Ale itu egois pol.


Dari Critical Eleven aku belajar bahwa tidak mudah untuk menjalin sebuah hubungan dan berharap mulus padanya. Satu dua tiga hingga beberapa kali indahnya pernikahan akan dipertemukan dengan permasalahan yang berat, yang menjadikan cinta lebih indah menjadi rumit seketika.

Baca Juga: Berteman dengan Komunitas: Local Guides Jakarta

Film ini reviewnya 7/10 menurut aku. Bagus, karena pemerannya Reza Rahardian dan Adinia. But, i think this movie is to vulgar for Indonesian people especially for teenager. Film Indonesia sekarang memang makin bagus kualitasnya dan ini didukung dengan pengemasan yang lebih buka-bukaan dan entahlah aku merasa rada-rada gimana pas liat adegan begituan wakakak. Ini bukan baper, malah lebih nahan pandangan soalnya setannya banyak huahahahha.

Oh ya, aku suka ketika Ibunya Ale bilang,

Kalau ada keluarga, kenapa harus sendirian?
Ini ketika Ale dan Anya sedang bertengkar dan Anya merasa bahwa kehidupannya setelah menikah yang terbiasa menjadi wanita mandiri harus ia lanjutkan sendiri ketika Ale menyalahkannya saat kepergian Aidan. Kalau aku jadi Anya pun akan sulit untuk menerima Ale kembali karena omongannya itu loh nyelekit hahahah. 

Beruntungnya, Ale hidup di keluarga penuh cinta di mana Ibu dan Bapak begitu menyayangi mereka berdua dan masing-masing menasehati dengan cara yang baik. Hingga munculah kalimat tersebut. Kalimat yang aku merasa jika menjadi Anya aku akan sangat bersyukur karena memiliki keluarga yang begitu peduli dengan kondisi mental anaknya yang tengah dirundung sedih karena kepergian Aidan.

Mereka akhirnya kembali, menjadi satu setelah melewati waktu yang cukup lama. Dan ini mengajarkanku untuk tetap tidak menjadi egois meskipun dalam kondisi apapun. Ini konteks halal lho ya nggak untuk pacaran hahahaha. Kalau pacaran mah aku nggak tanggung jawab. Tapi, untuk konteks menikah, ya itu. Jadi yang lebih punya penerimaan lebih karena nggak cuma cewek, cowok pun bahkan punya tingkat sensitivitas yang tinggi. Ah, film ini juarak abiiiisss.

Alenya Anya dan Anyanya Ale. Awwwwwww baper abiiisss!!! Recomended? Iya, tapi untuk 20an ke atas yaa. Anak SMA jangan dulu, adegannya berbahaya soalnya wkwkwk..

Salam,

6 komentar:

  1. WAh, siap2 nonton sebelum puasaan nih :) kindly visit my blog ya --> bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. this so romatic mbaaa, harus banget liat!! ^^

      Hapus
  2. Kamu udah 20 belum, Sep? wkwkwk

    BalasHapus
  3. Eh aku gagal lihat ini, ditinggal Mara Soo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha bagus lhooo bu watiiii :D Bikin laperrrr eh bapperrrrr :DDD

      Hapus

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^