Hal-Hal yang Selalu dan Akan Kurindukan Bersama Sahabat

Dwi Septia - Ngomongin tentang sahabat, pasti hampir semuanya memiliki sahabat. Mungkin, beberapa menyebutnya bukan sebagai sahabat, melainkan teman dekat yang dijadikan prioritas dalam hidupnya. Sedari dulu, aku bahkan tidak pernah menyebut bahwa diriku memiliki sahabat karena aku tidak tahu apa definisi dari sahabat itu sendiri. Tapi, memang tidak bisa dipungkiri bahwa sejatinya manusia itu tidak dapat hidup sendiri. Mustahil rasanya kalau benar-benar manusia merasa dirinya bisa sendirian karena sejatinya memang kita terlahir sebagai makhluk sosial.

Seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai menemukan kenyamanan bergaul dengan beberapa orang yang bisa disebut sebagai sahabat, mmm aku lebih suka menyebut mereka teman dekatku. Teman yang bisa diajak untuk berbagi tentang cerita hidup. Menyenangkan maupun menyedihkan, apapun itu, mereka bisa mencoba mengerti dan memberikan tanggapan dari perspektif mereka. Dan ini adalah 3 hal yang membuatku selalu rindu ingin bertemu dengan teman-teman tersayangku:

Turun ke Jalanan Sembari Membahas Masa Depan Sama Ngucing di Baiturahman




Jadi, aku punya kebiasaan turun ke jalanan untuk sekadar bagi-bagi teh hangat atau nasi bungkus. Dan melalui kegiatan ini aku menemukan teman baru dari jurusan lain yang juga memiliki passion yang sama. Deddy namanya. Dia adalah teman satu angkatan SMK jurusan Teknik Mesin, sedangkan aku berasal dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Tidak pernah tahu dia sebelumnya karena kelas kami memang terpisah.


Aku lupa bagaimana kronologisnya, yang aku ingat karena kami suka turun ke jalanan, lalu kami memutuskan untuk rutin turun ke jalanan bersama-sama. Aku dengan Nia, teman terdekatku di kelas dan Deddy dengan Agus, teman dekatnya di kelas juga. Kami berempat mulai sering turun ke jalanan, lalu pulangnya melipir ke kucingan depan Masjid Baiturahman di kawasan Simpang Lima Semarang.

Biasanya kami turun ke jalanan sore gan pulang hingga larut malam. Sekitar pukul 10 malam hingga 11 malam kami baru bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Kami duduk sembari memakan bungkusan nasi kucing dan ngopi di pinggir jalan. Syahdu sekali diiringi suara pengamen atau suara knalpot motor. Kami tidak punya topik khusus karena yang kami paham hanyalah "waktu itu berharga" dan tidak bisa ditukar dengan apapun itu. Kami bisa membahas tentang pekerjaan, jodoh, kehidupan, dll. Sampai pada akhirnya kami lulus dan masing-masing bekerja, semuanya berubah. Aku rindu untuk bisa berkumpul dengan teman-temanku lengkap berempat. Aku, Nia, Deddy dan Agus.

Hahhh sudah hampir 4 tahun kami tidak bisa berkumpul lengkap karena aku sempat ke Jakarta, Agus di Cilegon, Nia di Semarang dan Deddy terbang ke Jepang. Rindu sekali rasanya bisa bersama mereka untuk sekadar bernyanyi di ruang tamu rumahku. Saling cerita tentang gebetan atau hanya sekadar makan camilan seadanya.

Berkumpul, Bercengkrama Membahas Kuliah




Kalau yang ini lain lagi. Ini tentang geng sarden, geng kelas kuliahku yang tercetus karena kami pernah seranjang bertiga, umpel-umpelan sambil bercerita. Yes, kami terdiri dari tiga wanita, Aku, Cilla dan Tita. Dua orang teman dekatku dari bangku kuliah ini adalah teman-teman yang masih 'terjaga' setelah aku DO dari kampus karena bekerja.

Tidak ada yang khusus dari mereka berdua. Aku hanya paham bahwa mereka berdualah yang masih bisa menerimaku yang sudah tidak lagi duduk di bangku kuliah. Tidak banyak yang peduli denganku setelah aku tidak lagi kuliah dan merekalah yang masih suka menanyai kabarku hingga saat ini. Ah, ini bikin mewek sih, terima kasih ya, Cilla dan Tita. Kalian luar biasa.

Setiap kali kami kumpul meskipun jarang, kami selalu membahas tentang perkuliahan, dosen hingga teman-teman dan tugas. Suka duka kuliah yang tidak sempat aku rasakan mereka ceritakan. Aku seolah menjadi bagian dari kampus ketika sedang berkumpul bersama mereka. Ada rasa ingin tinggal dan kembali ke kampus, namun tidak bisa. Ah, pokoknya terima kasih yaaa, sardenkuu. Luvv

Doing Nothing with Nia and Hardi


Kalau yang ini teman-teman yang agak-agak nyebelin, sih. Tapi, meski demikian mereka ini adalah teman-teman yang paling nggak bisa kebeli kehadirannya karena saking sibuknya mereka. Meski aku sendiri yang nggak kuliah diantara kami bertiga, tapi aku suka godain mereka yang tak kunjung lulus dari bangku kuliah. Kadang juga baper sih karena aku nggak bisa seperti mereka yang bisa berkesempatan menikmati bangku kuliah.



Kami suka sekali bercengkrama tentang kehidupan kami masing-masing. Cerita tentang suka duka yang kami alami. Diantara teman-teman yang lain, mereka berdua ini yang paling tahu tentang aku. Hal yang lebih mendalam dan intim seperti bagaimana kondisi keluargaku, ya mereka ini yang tahu. Pun sebaliknya. Kami pernah tertawa bersama sampai habis kata. Kami pernah saling bungkam sampai tak bisa bicara, lalu menangis bersama. Indah pokoknya.


Dan aku pribadi paling suka berkumpul dengan mereka dan doing nothing. Literally doing nothing karena buatku, berkumpul dengan Hardi dan Nia itu precious banget. Keduanya sibuuuukkkkk banget. Super sibuuuukkkkkkk pokoknya. Its like a jackpot bisa berkumpul bertiga sama mereka pokoknya. Miss them so bad lahhh.

Dan ini adalah ujung dari kuliah mereka. Mereka lagi skripsi, akunya fokus ke kerja dan mereka fokus cari kerja. Ada ketakutan kalau kami jadi susah kumpul. Karena bakalan kangen sok sibuknya Nia dan super puelitnya Hardi. Btw, Hardi ini pinter banget masak dan masakannya superrrrr, juaraaakk pokoknya. Dan Nia, doakan dia segera menemukan tambatan hatinya biar nggak galau-galau lagi ya, temans. Aamiin

Itu dia ceritaku tentang sahabat, tema yang diingikan oleh mba Agustina dan Mba Nunung, teman komunitas Gandjel Rel ini. Makasih ya mba-mba sudah membuatku menuliskan kisahku dengan teman-teman baikku ini. Semoga kebaikan selalu menyertai kalian jugaaa.

Salam,

15 komentar

  1. Cuma dengan sahabat, kita bisa asyik "doing nothing" :)

    BalasHapus
  2. Wah senangnya mba, punya teman dekat..semoga pertemannya akan selalu langgeng yaa..Aamiin

    BalasHapus
  3. seru banget ya temen temenmu Sep... aku geli sm namanya geng sarden, hihi

    BalasHapus
  4. Semoga langgeng yaa persahabatannya aamiin

    BalasHapus
  5. seruuuu *inget zaman masih gadis :)

    BalasHapus
  6. Mohon maaf lahir batin mbak Dwi, baru bisa BW arisan ini :)

    Sahabat adalah orang-orang terpilih yang dihadirkan untuk kita ya mbak. Mereka akan selalu ada buat kita meskipun sudah berjauhan. Banyak kenangan indah bersama sahabat ya mbak. Semoga persahabatan mbak Dwi tetap terjalin sampai tua nanti, aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Anjar, mohon maaf lahir batin juga yaah :))

      Iya mbaa aamiin semoga mba anjar juga menemukan sahabat2 yang baiak juga yaaa :))

      Hapus
  7. Akan selalu ada kehangatan di hati tiap kali ngebahas soal sahabat. Bersyukurlah memiliki sahabat yg selalu bisa menghangatkan hari2mu ��

    BalasHapus
  8. sahabat memang paling oye :D

    BalasHapus

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^