Sabtu, 22 Juli 2017

Gedong Songo, Candi di Tengah-tengah Kabut Pegunungan

Kalau di Bogor  punya Puncak yang selalu diagung-agungkan, maka Semarang, Jawa Tengah juga tak kalah ciamik soal menyajikan pemandangan dari kaki gunung Ungaran. Ibaranya, belum lengkap rasanya kalau main ke Semarang, tetapi belum mnejamah kawasan kabupaten Semarang yang terletak di sekitaran kaki gunung Ungaran. Yes, ada satu kawasan di Kabupaten Semarang yang nggak kalah menyajikan pemandangan yang ciamik dan super cantik. 


Sekilas Tentang Candi Gedong Songo


Kali ini, aku akan sedikit mengulas tentang perjalananku ke Candi Gedong Songo. sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. (Wikipedia)


Candi ini awalnya ditemukan oleh Raffles pada thaun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9, yaitu sekitar tahun 927 masehi. Candi yang terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut ini memiliki suhu yang cukup dingin, berkisar antara 19 - 27 derajat celcius.

Lama Tak Jumpa, Candi Gedong Songo Hadir Berbeda


Sudah sekitar 3 tahun lamanya aku tak menginjakkan kaki di kawasan Semarang atas. Kali ini aku yang biasanya membonceng kalau naik ke Semarang atas jadi supir dan guide salah seorang temanku yang jauh-jauh datang dari Bogor. Yaassss, i'm the guide right now. Monggo yang mau jalan-jalan bisa PM PM saya tanya harga wuahahahha (ala ala jualan yaaa).

Sekitar 45 menit lamanya waktu yang kutempuh untuk bisa sampai ke lokasi. Medan untuk bisa menuju ke Candi Gedong Songo cukup memacu adrenalin. Kemiringan sudutnya bisa mencapai 40 derajat. Biasanya yang telat ambil ancang - ancang (duh ini Bahasa Indonesianya apa yaa) akan kalah dan akhirnya satu orang yang membonceng turun untuk berjalan kaki. Sebegitu seramnya memang hihi.

Sampai di lokasi, kawasan ini tampak berbeda. Tempat parkir yang lebih luas dan lebih terkoordinir dan ada semacam welcoming board mmm nggak sih, semacam tulisan Candi Gedong Songo yang besar dan mencolok di sebelah kanan. Waaawwww, aku ternyata sudah jadul sekali yaa sampai sekian tahun lamanya nggak kesini (padahal dekat) dan ketinggalan akan perkembangan kawasan Candi Gedong Songo yang kian ciamik.

Suhu Mencapai 19 Derajat Cukup Membuat Menggigil


Pernah melihat orang-orang dengan jaket tebal, sweater, syal atau penghangat lainnya? Yaa, mungkin pakaian-pakaian inilah yang harus kalian siapkan jika akan menuju ke Candi Gedong Songo. Pasalnya, begitu kami (aku dan temanku) sampai di lokasi, cuaca seperti berubah 90 derajat. Berkabut dan dingin tentu saja. Dinginnya pun tidak sekadar dingi, lebih dingin daripada terakhir kali aku ke sini. Sedikit terlihat seperti mendung dan seolah-olah akan turun hujan.



Meski terletak di pucuk dan cukup jauh dari kota, Candi Gedong Songo dipadati oleh ratusan wisatawan lokal, loh. Entah pergi bersama keluarga, sahabat, hingga pacaar. Rameee pokoknya. Sayangnya, keramaian ini justru membuat Candi Gedong Songo terlihat tidak terlalu bagus. Bayangkan saja bila setiap tempat dikerumuni oleh orang-orang yang berfoto. Mau motret candinya saja Masya Allah, nggak bisa hahahahaha.


Tiket Masuk yang Tidak Terlalu Mahal

Untuk bisa masuk ke wahana Candi Gedong Songo, kalian cukup mempersiapkan uang 10.000 per orang saja. Cukup murah, bukan? Untuk turis lokal ada harga khusus tersendiri tentu saja. Tidak sama dengan harga turis lokal.


Track Cukup Menanjak yang Juga Menjadi Jalur Pendakian


Untuk bisa mendapatkan view seluruh candi, kami harus melewati track yang cukup terjal dan mendaki. Cukup persiapkan fisik saja jika ingin sampai ke puncak dan sampai ke titik awal. Namun, jika dirasa fisik tidak cukup kuat atau ingin merasakan sensasi lain, kalian bisa lho sewa kuda untuk mendaki Candi Gedong Songo. Yaass, kalian akan disambut oleh para pemandu, mmm apa ya sebutannya. Pokoknya bisa banget deh naik kuda sampai ke Candi ke I, II, III atau IV. Harganya tentu berbeda, ya untuk pencapaian ke setiap candi.


Tapi sebagai seseorang yang suka backpack, aku memilih untuk berjalan kaki dengan temanku. Nggg nggak deng, sayang uang sebenarnya buahahahah. Just a little intermezzo, yah XD. Belum pernah selama ke sini aku merasakan naik kuda. Biasanya ya jalan, mendaki, menikmati  alam Candi Gedong Songo tentunya.

Sinyal Lancar Meski di Daerah Pegunungan


Ini nih yang menjadikan kawasan Candi Gedong Songo terbilang ramai. Lokasinya, meski jauh dari kota tetap saja membuat yang datang tetap nyaman. Pasalnya, selama di Candi Gedong Songo, sinyal XL tetep kuat dan lancar. Jadi ada yang mainan IG Story, live Instagram, Live Facebook atau sekadar update status biasa. Menyenangkan deh, pokoknya. Bisa update kapan pun da di manapun yang jelas.


Itu dia perjalanan singkatku dan temanku ke Candi Gedong Songo. Ceritanya nggak lengkap sih, hopefully besok-besok kalo kesana bisa nyobain naik kudanya hihi. Ndeso banget soalnya belum pernah nyobain naik kuda meskipun udah 3x-an kesana.

Salam,

13 komentar:

  1. Mbak ini jalan-jalan terus ya hehe

    BalasHapus
  2. Kecehhh euy Mba Digital Nomad satu ini

    BalasHapus
  3. Whalah, ternyata murce juga ya mbak tiket masuknya. Boleh nih masuk list jalan2 ku tahun ini. Nice post mba :)

    BalasHapus
  4. Kayak di film lord of the rings😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah iyakah? Aku belum nonton malahan mba :")

      Hapus
  5. Wah jadi pengen kesini. Boleh juga nih jadi alternatif kunjungan ke semarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap berkabar ya kak kalau kesini nanti saya guide hihi

      Hapus
  6. pemandangannya bikin tenang dan membahagiakan, hidup jadi tenang

    BalasHapus

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^