Pesan Moral Drama Korea: It's Okay To Not Be Okay

 "Istirahatlah bila merasa lelah

Menangislah bila merasa sedih.

Semuanya nggak harus baik-baik saja."

sumber gambar: Google

Mendengar pesan moral yang ada dalam film ini, saya jadi ingat. Setiap kali saya merasa lelah, saya selalu membaca mantra untuk diri saya sendiri, "kalau capek, istirahat dulu. Nggak semuanya harus cepet, kok. Nggak semuanya harus dipaksa selesai saat itu juga." Atau kalau lebih keren sih istilahnya sekarang, "sabar, satu persatu - NKCTHI"

Jauh, sebelum film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini tayang bahkan sebelum bukunya booming, mantra tersebut sudah mendarah daging dalam diri saya. Apa sih yang dikejar? Kata saya pada bayangan saya dalam cermin setiap kali saya merasa lelah. Dan film "it's okay to not be okay" telling me so much things hidden gem in life wkwkkw. Lebay amat ya kayaknya.

Tapi beneran loh, pas saya nonton ini pikiran saya jadi semakin terbuka bahwa nggak semua yang terlihat dari luar itu memang seperti itu aslinya. Seperti, nggak semua orang yang dingin itu nggak punya perasaan. Nggak semua yang mengalah itu karena kalah. Nggak semua hal bisa kita nilai hanya dari raut muka dan gesture saja. Karena semua itu terbentuk dari kebiasaan dan pembiasaan.

sumber gambar: Google

Ko Mun Yeong

Awal-awal pasti rasanya pengen nge-judge si Ko-Mun-Yeong ini adalah seorang psikopat karena sikapnya yang dingin dan duh tindakannya itu bikin deg-degan! Tapi, semakin film ini berjalan, jalan cerita makin terbaca bahwa Ko-Mun-Yeong terbentuk menjadi karakter tersebut karena dibentuk oleh sang ibunya yang ingin menciptakan Ko-Mun-Yeong versi dirinya yang lebih sempurna.

Terlebih lagi, ada rasa takut dalam diri Ko-Mun-Yeong ketika menjadi seseorang yang normal karena bayangan ibunya. Ngeri sih, meskipun lumayan kebaca plot twistnya, tapi aku suka sama karakter Ko-Mun-Yeong yang kayak "aku udah biasa kayak gini dan aku nggak pengen orang di sekitarku ganggu karena itu bakalan bahaya buat mereka."

Btw, pemeran K Mun Yeong mirip sama chef renata moelek ga sih? Hahahaha Terus terus dia itu pinggangnya kecil amat makan apa weyyyyy!!! Cryyy banget lihat pinggangnya hahaha

sumber gambar: Google

Moon Gang Tae

Perawat tampan ini memang di highlight buat jadi primadona di drama korea ini. Moon Gang Tae digambarkan sebagai perawat yang pandai menahan diri setidaknya selama 10 tahun menjadi seorang perawat. Sering pindah RS karena melindungi pasien tapi sering jadi korban playing victim juga. Hm, menariknya ternyata dia ternyata sangat kesepian.

Dia bertindak sok cool karena memang dia dituntut seperti itu. Karena dia memiliki kakak yang maaf autis, dia mau tidak mau harus membuat ekspresi yang membuat kakaknya nyaman dan tidak merasa takut. Karakter Moon Gang Tae bisa dibilang adalah karakter yang cukup kasian, karena dia dipaksa untuk dewasa sebelum waktunya. 

Ini pemerannya seriusan umur 30an? Kek anak SMP mukanya wkwkkw kek masih bocah banget malahan menurutku wkwkwk gila ya Korea umurnya tua-tua tapi kelihatan muda banget. Ke Korea aja apa kita?

sumber gambar: Google

Do Hui Jae

Ibu dari Mun Yeong ini adalah sebenar-benarnya psikopat. Entah apa yang ada di pikirannya, tapi ini orang menurut aku saya gila, sih. Dia bisa bunuh orang cuma karena pertanyaannya ga masuk di akalnya dan dirasa nggak sesuai sama dirinya. Omaigat!!!

Tapi saya nggak mau menghakimi dia sih, karena dia pasti punya masa lalu yang bikin dia jadi pribadi yang seperti itu. Kira-kira apa ya yang dirasakan Do Hui Jae dulu sampai dia begitu? Apakah akan ada sekuel filmnya? HAHAHAHA

Menurut saya karakter Do Hui Jae cukup kuat di film ini dan lumayan mengagetkan. Dan karakternya memang dark banget sih sampe kebawa di saya tiap dia muncul ikutan deg-degan. Penasaran banget dia itu bisa keluar dari gudang pas habis jatuh dari tangga itu dia kemana? Dia operasi wajah pake duitnya siapa? Hwaaaa penasawan wkwkkw

sumber gambar: Google

Moon Sang Tae

Kakak dari Gang Tae ini memang ditakdirkan untuk jadi autis. Tapi sebagai anak yang autis, dia ini keren. Dia punya bakat buat gambar ilustrasi yang super keren sampai bisa dapat mobil van hahaha. Saya belajar banyak dari Sang Tae yang bisa dibilang memiliki kekurangan ini. Rasa-rasanya dalam diri Sang Tae yang diingat olehnya hanya bagaimana caranya bisa mendapatkan mobil van untuk adiknya Gang Tae agar mereka tidak perlu berpindah-pindah lagi. Dan tujuannya ini mengantarkannnya untuk bertemu dengan orang-orang yang bisa menghargai bakatnya dan akhirnya dia bisa mendapatkan mobil van impiannya.

Gambaran cerita dari film it's okay to not be okay adalah gambaran real kehidupan nyata yang saya rasakan. Tentang bagaimana seseorang bisa menjadi orang lain karena masa lalu dan kehidupan yang dijalaninnya selama ini.  Tentang bagaimana inner child bisa sangat memengaruhi plola perilaku dan kehidupan seseorang. Tentang bagaimana sikap seseorang yang terbentuk bukan karena ingin, tetapi karena memang harus begitu. Tentang bagaimana seharusnya hidup memang tidak hanya tentang diri kita sendiri, melainkan ada orang lain di luaran sana yang mau tidak mau dan suka tidak suka akan bersinggungan dengan diri kita.

Entah bagaimanapun menggambarkannya, buat saya film ini lumayan juara untuk pengemasan karakternya. Kaya akan emosi dan plotnya enak buat diikutin. Tapi endingnya saya justru penasaran sama ibunya Mun Yeong, si Do Hui Jae yang bisa sebegitunya sama anak perempuannya. Kira-kira kenapa ya ya dia bisa begitu? Apa masa lalu yang dialaminya sampai dia berbuat sedemikian rupa dan ingin membentuk anaknya sedemikian sempurna?

Entahlah, apakah perlu penulis skripnya menulis cerita baru untuk menuntaskan rasa penasaran saya ini? Wahahahaha

Selamat menonton! 


Salam,

Dwi Septia

Tidak ada komentar

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^