Tentang Gala Bunga Matahari - Sal Priadi

Sebagai manusia yang nggak pernah ngerti gimana caranya komunikasi sama orang lain karena nggak pernah diajarin di rumah, Aku selalu melting sama padanan kata, syair atau cerita orang lain yang bisa dibahasakan dengan indah.
Aku selalu merasa bahwa bisa dibahasakan dalam tulisan itu salah satu next level yang indah banget karena nggak semua orang bisa menyampaikan semua rasanya lewat tulisan. Dan sebagai manusia yang nggak pernah ngerti gimana caranya ngomong, nulis bisa jadi media yang bisa bantu Aku untuk release perasaan apapun itu. Entah sakit, kecewa, happy, bersyukur, sedih, sampai ngerasa kesepian.


Lalu, akhir-akhir ini, lagunya Sal-Priadi yang judulnya Gala Bunga Matahari bener-bener asem banget buat Aku. Meski trend yang bertebaran di TikTok dan media sosial menceritakan kesedihan-kesedihan yang mereka rasakan karena ditinggal oleh orang tersayang sudah pergi terlebih dahulu, tapi berbeda denganku.

Lagu ini terasa akrab dan menusuk justru karena tokoh-tokoh yang terbayang untuk divisualisasikan sedih dalam lagu ini masih ada, tapi rasanya asing sekali. Dekat, tapi terasa begitu jauh. Ada, tapi rasanya kayak nggak ada.

Rasanya kayak, mereka pas ada aja rasanya seasing dan se-sendirian itu di sini. Gimana kalau mereka nggak ada, ya? Pasti lebih kangen kan ya, rasanya?

Dan kebetulan, wallpaper laptopku bunga matahari yang aku potret sendiri beberapa tahun silam saat lagi jalan-jalan sendirian, seperti judul lagunya Sal Priadi.


Mungkinkah
Mungkinkah
Mungkinkah
Kau mampir hari ini
Bila tidak mirip kau jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai sungai itu benar benar
Dilintasi dengan air susu
Juga badanmu tak sakit sakit lagi
Kau dan orang orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan
Temukan jawaban
Hati yang gembira sering kau tertawa
Benarkah orang bilang ia memang suka bercanda
Mungkinkah
Mungkinkah
Mungkinkah
Kau mampir hari ini
Bila tidak mirip kau jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Kan ku ceritakan padamu
Bagaimana hidupku tanpamu
Kangennya masih ada disetiap waktu
Kadang aku menangis bila aku perlu
Tapi aku sekarang sudah lebih lucu
Jadilah menyenangkan seperti katamu
Jalani hidup dengan penuh suka cita
Dan percaya kau ada dihatiku selamanya
Mungkinkah
Mungkinkah
Mungkinkah
Kau mampir hari ini
Bila tidak mirip kau jadilah bunga matahari
Mungkinkah
Mungkinkah
Mungkinkah
Kau mampir hari ini
Bila tidak sekarang janji kita pasti kan bertemu lagi
Translate to English

Tidak ada komentar

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^