Senin, 18 Maret 2019

Menulis Sebagai Proses Self Healing

Aku nggak pernah mau menyalahkan seseorang yang menulis tentang kehidupan pribadinya baik di blog, di social media dan di statusnya, baik Instagram Story atay WhatsApp Status sebagai hal yang buruk dan tidak patut dicontoh. Karena bisa dibilang, aku hidup dan besar karena menulis. Dan aku pernah menjadi seseorang yang menulis tentang permasalahan pribadi di beberapa media tersebut di atas.


Salah nggak ngumbar kehidupan pribadi?


Secara personal, aku jawab enggak. Karena buatku, orang punya caranya masing-masing untuk melakukan self healing terhadap setiap permasalahan yang menimpa dirinya. Believe it or not, setiap manusia pasti punya masing-masing tekanan yang kita nggak akan ngerti kalau kita nggak ngalamin sendiri. Karena memang kapasitas diri yang nggak mungkin buat jadi orang lain dan kapasitas diri juga memang dibatasi hanya bisa menampung masalah pribadi, bukan masalah orang lain.

Sejak zaman SMP, aku sudah mengenal tentang sosial media dan mulai mengenal blog ketika duduk di bangku SMK. Awalnya, hanya sekadar untuk tugas belaka. Tetapi, lama-lama curhat di blog terasa menyenangkan. Meski tidak bisa berdialog dengan tulisan, tetapi menuliskan kegelisahan seperti mendapatkan energi dan kekuatan yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Rasanya plong kalau bisa nulis. Seolah semuanya sudah tercurah dan masalah lebur begitu saja. Lepas shayyyy rasanyaaa ~~

Akupun jadi mulai sering menulis seiring dengan berjalannya waktu. Dan sebagai anak alay pada masanya, aku merasa bangga karena mengenal blog. Pasalnya, aku tipe orang yang nggak gampang kasih kepercayaan ke orang. Parahnya, Aku tidak pernah membiarkan orang tahu menahu tentang aku dan kehidupan pribadiku terlalu dalam. Semuanya aku simpan rapat-rapat sampai akhirnya aku menemukan mas, sebagai pendamping dan suamiku.

Dulu, teman-temanku memang tahu aku, tetapi aku selalu memberi batas dan membiarkan mereka hanya tahu aku sebagai aku, bukan aku sebenar-benarnya aku. Karena memang ingin menjaga privasi, aku juga tidak suka ditertawakan atau dikasihani.

Lucu, ya? Nggak Suka Dikenal Orang Lain Terlalu Jauh Kok Malah Ngeblog dan Membiarkan Orang Lain yang Bukan Siapa-Siapa Membaca Bebas Ceritaku?


I know it might be weird.
Dulu aku juga pernah kepikiran seperti itu. Tapi pernah coba lihat sudut pandang lain, nggak? Orang asing yang tidak tahu apa-apa tentang kita akan selalu berusaha lebih obyektif, daripada berpikir subyektif terhadap kita.

Kok bisa?
I don't know. Empati dan simpati orang asing biasanya lebih besar daripada mungkin keluarga sendiri atau teman-teman terdekat yang ada di sekitar kita. Nggak sekali dua kali, aku disalah-salahkan, bahkan dibanding-bandingkan sejak kecil. Dan mental itu membuatku merasa teramat sangat tersiksa. Ngapain sih harus dibanding-bandingkan? Padahal tiap anak punya istimewanya masing-masing. Again, itu dulu.

Dan sekarang, aku jadi orang yang antipati karena dibentuk seperti itu.
Karena aku sering dibandingkan sewaktu kecil dan itu pernah membuatku tertekan. Akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seseorang yang antipati. Seseorang yang akhirnya yaudah bodo amat deh sama lu lu pada toh nggak bakalan ngefek sama hidup gue.

Dan jujur, sekarang sedih kalau lihat ada yang terlalu self expose di tulisan atau sosial media, bahkan kadang aku juga mengasihani diriku sendiri. Pasalnya, semua itu tidak akan terjadi ketika ada telinga yang siap mendengar, bahu yang siap menampung sandaran dan tangan yang senantiasa memeluk. Jadi, nggak perlu jauh-jauh lari ke sosial media dan blog buat curhat nggak penting.

Teruntuk kalian yang mungkin merasa harimu terlalu berat, boleh kok ngobrol dan ceritakan di septsepptt@gmail.com. Aku akan berusaha mendengarkan dan memberikan sudut pandang yang mungkin akan berguna.

Teruntuk kamu yang merasa belum ada telinga,
Semangat, ya!
Sajadah selalu siap untuk tempatmu bersujud dan menangis sejadi-jadinya.
Tetap bertahan, apapun yang terjadi, ya!


Minggu, 10 Maret 2019

Tentang Perjalanan yang Menemukan dan Ditemukan, Lalu Berlabuh dan Berjalan Beriringan

"Aku adalah tipe orang yang kalau diajak ke gunung hayuk, di ajak ke pantai juga hayuuuukkkk. Selama itu tentang perjalanan, aku akan bersedia melakukannya dengan senang hati."

Apalagi kalo dibayariiinnnn eeehhh hahahaha
tentang perjalanan


Ya, gimana, ya, anaknya memang se-enggak bisa diem itu. Diajakin jalan dikit, mau. Diajakin jalan bentar mau, diajakin jalan lama juga mau. Pokoknya kalau diajakin jalan aja dah pasti mau. Nggak mikir panjang emang anaknya. Bahkan nggak sekali dua kali malam ini pengen, besok paginya berangkat cuuusss tanpa mikir panjang. Gilaaaaa bener memang hahaha. Gampangan dasar! Hahahaha...

Tapi justru ini mungkin yang membuatku bisa sampai kemana-mana. Mungkin, kalau aku nggak berani nekat di awal saat itu, aku nggak akan kenal sama yang namanya Jakarta, Bogor, Bali, Belitung, Lampung, Banten, bahkan sampai Turki segala. Yaaassssss, kalau dibilang nekat, bisa dibilang aku cewek yang nggak punya udel kalau kata orang Jawa yang artinyaaaaaa nggak punya capek.

Saking seringnya jalan tanpa mikir, banyak yang bilang katanya aku gila. Bahkan, parahnya adalah beberapa menolak ajakan jalanku yang suka kayak tahu bulat alias dadakan seenak jidat. Akunya juga bingung, wong memang ngidam jalannya tiba-tiba ya masa harus ditunda ya, kan?
Wkwkwk alibi ae lu, Sep!


Aku nggak ingat betul apa yang melandasi diriku untuk melalang buana dan jadi kayak anak ilang. Yang aku ingat, dulu aku hanya kenal sekolah dan kantor. Pulang sekolah cuma ke kantor buat kerja bahkan di weekend sekalipun. Maklum, anaknya masih introvert dan takut ketemu sama orang asing. Insecurity masih sangat tinggi. Dan bisa dibilang aku nggak punya banyak teman sewaktu sekolah saking jarang bergaulnya.

Hingga tiba di suatu masa, sewaktu liburan semesteran, aku diajak oleh Nico dan Poci anak mapala yang juga temanku sekelas untuk naik gunung merbabu. "Ayo, ikut. Asyik pokoknya." Begitu kurang lebih katanya waktu itu. Karena aku lagi nggak ada tanggungan dan memang penasaran sama rasanya naik gunung, aku mengiyakan ajakan mereka kala itu. Resiko? Duh, nggak mikir sama sekali! Nekat aja udah berangkat gitu hehe jangan ditiru ya yang ini.

Ternyata, meskipun mengalami lelah yang luar biasa ketika mendaki gunung dan kejadian mistis yang menakutkan, aku justru ketagihan untuk naik gunung dan nggak merasa kapok sama sekali. Sampai-sampai, pas pengumuman kelulusan, aku diajak oleh Syahreza, kawan latihan bela diriku untuk ke gunung merapi padahal besoknya pengumuman kelulusan. Dan yaaaa Septi memang gila, bukannya nolak, tapi malah di-iyain gitu aja. Akhirnya, dengan persiapan suffeeerrrr meffeeetttt, kami berangkat keesokan harinya.

kamu tahu alasanku mendaki? sederhana sebenarnya. aku ingin kembali mengingatkan diriku untuk tidak mudah menyerah pada apa-apa yang membuat lelah dalam perjalanan. - lelah itu pasti, tapi itu tidak bisa kujadikan alasan untuk berhenti. sebab kala aku memutuskan untuk berhenti, mana bisa aku menikmati pemandangan seindah ini? - bukankan puncak akan lebih berarti ketika kita mengalami begitu banyak rintangan di jalan? coba kalau biasa aja -- jalannya datar, tanpa rintangan, tanpa hambatan -- pasti sampai puncak rasanya biasa aja. - tapi berbeda -- perjalanan mendaki adalah proses penaklukan ego diri yang mana aku harus bertempur -- mau lanjut atau berhenti? - aku harus merelakan banyak hal jika aku memutar balik langkahku untuk turun. tiada sunrise tiada negeri di atas awan tiada kenikmatan udara tanpa polusi tiada bahagia sebab mampu meraih titik tertinggi dan banyak hal menyenangkan lainnya tentu saja. - nah, kalau kamu nih, bagian mana yang paling menyenangkan dari mendaki?
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dwi Septia (@septsepptt) pada

Sampai di gunung, terjadi lagi tragedi kaki kaku nggak bisa jalan saking karena lelahnya mendaki dan cuaca dingin yang menusuk tulang. Bahkan, aku sempat bilang udahan aja alias nyerah. "Aku tunggu di sini aja, kalian ke puncak aja. Aku nggak kuat." Weh! Udah bilang nggak kuat segala lho, saking beneran kaki nggak bisa gerak.


Sebuah kiriman dibagikan oleh Dwi Septia (@septsepptt) pada

Tapi memang aku salut sama teman-teman naik gunungku karena mereka juga yang membuatku percaya bahwa aku itu nggak papa. Pegelnya bakalan ilang kalau akunya juga bisa ngasih sugesti ke diriku sendiri bahwa aku baik-baik aja. Daaaannnn mereka memang punya prinsip "Puncak itu bonus, inti dari naik gunung adalah kebersamaan dan keselamatan anggota tim." Ah, terharu aku.


Singkat cerita, aku akhirnya mengucap mantra bismillahi tawakkaltu alallah, aku harus bisa dan nggak boleh kecewain teman-teman yang sudah membersamai perjuanganku. Alhamdulillah, mantranya bekerja sempurna. Meski harus tertatih dan tergopoh-gopoh, aku bisa sampai ke puncak dengan selamat. Menyaksikan indahnya sunrise di puncak gunung merapi dan memandangi indahnya cakrawala langit pagi itu dengan latar gunung merbabu, gunung ungaran, gunung andong, gunung sindoro dan gunung sumbing. Mau nangis rasanya kalau inget.

Perjalanan-perjalanan tersebut benar-benar membuat seorang Septi jadi gemar naik gunung dan melalang buana untuk menjelajah ke pelosok negeri dan mengenal dunia kerelawanan. Lagi-lagi hanya karena iseng, aku ikut dalam program kelas inspirasi untuk pertama kali. Memang hanya di Semarang, tapi pengalaman ini membuatku jadi kenal semakin banyak orang. Aku menjadi lebih percaya bahwa dunia tidak sekejam bayanganku di masa lalu -- bahwa dunia tidak sekejam omongan tetangga wkwkw.

Dunia yang awalnya kukira sesempit itu, kini terlihat begitu lebar karena semakin sering aku ikut kegiatan, entah mendaki gunung, menikmati ombak di lautan, atau ikut kelas kerelawanan, aku semakin menemukan diriku yang baru. Bukan lagi aku yang introvert, tetapi aku yang senang bergaul, aku yang katanya asyik diajakin nongkrong atau sekadar cerita haha hihi sama siapapun. Dan dunia bagiku kini tidak sesempit rumah dan kantor yang menjadi hari-hariku.



Aku tidak mengira bahwa ikut kegiatan kerelawanan akan seajaib ini. Kupikir aku hanya akan menemukan secuil bahagia, hingga ternyata aku menyadari ada begitu banyak yang kutemukan dalam dunia kecil bernama kelas inspirasi. Aku jadi mengenal Yogyakarta, Blora, Kudus, Surabaya, Semarang dan Klaten lebih dari sekadar kota besar dengan wisatanya yang membahana.

Aku tidak mengira bahwa perjalananku sebagai "anak ilang" berakhir setelah aku mengenal dunia kerelawanan. Aku yang biasanya tidak pernah percaya dengan cinta pada pandangan pertama, kini berubah seketika hanya karena kelas inspirasi. Dulu aku berpikir bahwa kepercayaan dan harapan itu tidak bisa dibangun hanya dengan satu kali dua tatapan saja. Aku harus tahu orang-orang di sekelilingku lebih dalam dari yang orang lain tahu sebelum aku berani mendeklarasikan bahwa aku memercayainya.

Tapi, semuanya berubah begitu saja ketika aku bertemu dengan salah satu teman relawanku dan ia mengenalkanku kepada sahabatnya semasa kuliah. Katanya, "ia beda." Dan aku hanya terkekeh mendengarnya tanpa berekspektasi apapun. Mungkin bak beli kucing dalam karung jatuh cinta pada pandangan pertama itu, semacam menjebak diri sendiri karena sok tahu bahwa dia yang terbaik. Tapi ternyata, tidak demikian adanya.

Sejak pertemuan malam itu, aku melihatnya dan mendengar suaranya untuk pertama kali secara langsung, tidak dari mulut temanku. Menariknya, aku tertarik hahahaha memang sepertinya aku dilarang sombong sampai hatiku dibolak-balikkan begitu saja seketika, pada malam itu. Ada harapan yang melambung dan harapan itu justru ingin mengajaknya berjalan beriringan bersamaku. Aiihhhhhhh

Nggak, aku nggak genit. Aku justru ingin menertawakan diriku sendiri ketika aku terlalu bersahabat dengan stasiun, bandara, dan terminal kala itu tiba-tiba menjadi ingin berhenti begitu saja. Bukan untuk berhenti berjalan, tetapi ingin dibersamai bersamanya melakukan perjalanan bersama.

Menarik. Kupikir takdir hanya akan mempertemukan kami sementara, namun ternyata tidak begitu adanya. Kami justru terikat dalam satu janji untuk selamanya. Untuk tidak memimpin dan tidak dipimpin, melainkan untuk berjalan bersama beriringan berdua. Sejak saat itulah, perjalananku menjadi semakin berwarna.

Aku tak lagi kenal dengan yang namanya jalan sendirian bak mbak-mbak hilang arah yang membawa kamera dan backpack-nya sendirian, tergopoh-gopoh di stasiun karena membawa terlalu banyak barang atau justru lemah dan tetap berusaha kuat karena terlalu lelah berdesakan dengan penumpang kereta lain yang berlomba-lomba ingin segera meletakkan barangnya. Bahkan tak jarang, aku tertidur di sudut stasiun karena tak ada teman bercakap di saat begitu banyak yang berjalan bersama tandemnya sedangkan aku hanya sendirian saja.



Ternyata, Tuhan mengejutkanku dengan kehadirannya. Kini perjalananku terasa begitu lengkap karenanya yang selalu ada dan bersedia membersamai langkahku yang kadang gontai dan tak tahu arah. Karenanya aku tak lagi merasa iri sebab penumpang di sebelahku bisa bersandar di bahu pasangannya. Pun tak perlu merasa kewalahan membawa banyak barang karenanya yang selalu siap membantuku membawakan backpack-ku dan menggandengku agar aku tak merasa sendirian lagi.

Kini, aku punya teman perjalanan sepanjang masa yang dengan hadirnya, aku berani mendeklarasikan kepada dunia bahwa aku tak takut untuk kemanapun. Asalkan bersamanya, perjalananku akan terasa berharga dan sempurna.

Tidak ada seribu langkah yang dimulai dari satu langkah
Sedari awal kebersamaan kami, mas sudah sadar betul bahwa aku anaknya memang nggak bisa diam di rumah. Aku terbiasa berjalan dan oleh sebab itu, ia bersedia berjalan mendampingi, dan ia menjadi pengingat terbaik ketika aku lepas kendali. Dan kami memulai perjalanan kami dari satu tempat ke tempat lain dengan teramat sangat menyenangkan. Bali, Majalengka, Cirebon, Nusa Penida, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Pati, Jepara dan Kudus pastinya. Dari yang hanya satu langkah berubah menjadi berkilometer jauhnya.



Kami pernah mendaki gunung bersama, menyusuri semak-semak untuk bisa menikmati debur ombak, hingga mendaki dengan medan yang sederhana untuk bisa sekadar melihat air terjun yang seolah turun dari langit di pagi itu. Kami punya banyak kenangan dan akan menciptakan kenangan manis lainnya. Sebab, kami langkah kami hari inilah yang akan membentuk kami di masa depan agar menjadi lebih baik sebab kami telah berdamai dengan alam tentu saja.

Kalau kalian mengira bahwa melakukan perjalananan berdua adalah soal asyik-asyikan aja, kalian salah! Ada begitu banyak yang rumpang, yang mendadak harus disesuaikan karena tidak lagi bisa sembarangan memutuskan. Ini soal biaya, ini soal dana perjalanan yang tiba-tiba membengkak.

Kalau aku biasanya setiap kali melakukan perjalanan menjadi sok kenal dengan teman-teman relawan agar bisa menginap kapan saja dan gratis, kini semua itu tidak bisa terjadi lagi fergusoooo. Aku harus menghitung dana menginap karena aku tidak lagi sendiri, melainkan sudah berdua. Sebagai pasangan yang baik, aku harus memastikan bahwa kebutuhan travelling kami berdua aman dan terkendali. Dan hotel, yang semula tidak pernah terpikirkan untuk dipesan, kini jadi hal utama sebelum kami sampai ke kota tujuan.


Nggak munafik, nggak mau sok-sokan kaya dan bilang aku nginep di hotel bintang lima karena memang kenyataannya aku nggak seperti itu. Tapi aku cukup bangga karena menemukan hotel sederhana dengan fasilitas yang nggak kalah untuk disandingkan dengan hotel mewah yang fasilitasnya wah!


Pertama kali nyobain RedDoorz sama mas itu sewaktu kami ada di Yogyakarta. Dan sama sekali nggak bayangin kalau hotel dengan harga cuma 99ribu punya fasilitas sekeren itu. Bayangin dong, linennya bersih paraaaahhhh, kamar mandinya pun bersiihh, perlengkapan mandi rapi dan lengkap ada tasnya lucu gituuuu, ada TVnya seperti kamar hotel pada umumnya, disediakan air mineral dan kecenya lagi Wi-Finya kenceeeeenggggg. Yhaaaa sebagai anak milenial zaman sekarang kami begitu merasa diistimewakan karena menginap di RedDoorz.



Karena kebutuhan kami menginap adalah untuk istirahat dari lelahnya melakukan perjalanan, maka bisa kami bilang RedDoorz adalah pilihan yang tepat bagi kami. Apalagi dari semasa jalan sendirian aku ini anaknya low budget banget alias teramat sangat perhitungan sampai detail terkecil. Kalau RedDoorz berani kasih harga murah dan fasilitah mewah, kenapa harus mikir buat nginep di sini? Iya, nggak?



Beberapa kali menginap di RedDoorz, akhirnya aku menemukan cara yang cukup super untuk memilih kamar RedDoorz yang bagus dan nyaman untuk menginap. Sederhana, tapi kamu bisa juga cobain caranya berikut ini!


Gampang banget, kan? Cara ini ampuh untuk mengatasi tipe-tipe pejalan yang suka pulang mepet-mepet waktu kayak aku. Yang mageeeerrrr banget buat nunggu di stasiun, bandara dan terminal lama-lama dan lebih suka eksplorasi alam lebih lama dan baru pulang mepet-mepet, tetapi langsung dapat tempat duduk alias nggak nunggu di waiting room. Meski hal ini beresiko besar, tapi aku yakin teman-teman nggak mau kehilangan waktu semasa jalan-jalan, kan? Hayooo ngaku aja!!



Dulu awal mula menginap di RedDoorz nggak kebayang kalau hotel di RedDoorz bakalan ngasih cashback berupa RedCash. Apa itu RedCash? Jadi,  setiap kali menginap di RedDoorz, kita akan dapat cashback berupa saldo deposit di akun kita yang bisa dipakai untuk menginap selanjutnya. Jadi lebih muraaaaahhhh alias nggak perlu khawatir bakalan bengkak budgetnya! Hahahaha dasar perhitungan!

Belum lagi nih, RedDoorz punya DISKON GEDE-GEDEAN yang bisa didapatkan setiap minggunya. Bahkan, untuk yang baru daftar, RedDoorz langsung kasih Rp.100.000,- dan menyenangkannya lagi, kita bisa pakai kode promo NEW20 untuk dapat 20% OFF yang bisa dipakai untuk pemesanan hotel pertama. Gilaaaakkk nggak tuuhhhh?! Jangan khawatir, promonya bukan cuma itu, kita masih bisa main SPIN and WIN dan dapat EARLY BOOKING OFFER lainnya kayak dapetin diskon 25% OFF setiap hari Selasa. Uuuuuuhhh ngiler nggak loh!


Thanks to RedDoorz karena bisa membuatku seakan menjadi Sultan yang kaya raya dan nggak takut keabisan duit wkwkwk. Tiap kali ketahuan jalan sama teman-teman, mereka selalu bilang "Gilaaa ini anak duitnya nggak ada serinya.." "Ini bocah jalan mulu duitnya nggak abis-abis kayaknya..." Dan aku cuma bisa mengaminkan dan meng-wkwkwk-an aja. Mereka nggak tahu aja kan kalau aku ketolong banget sama adanya RedDoorz yang nawarin begitu banyak promo menarik dengan fasilitas yang juga waaah banget.

Jadi sekarang tahu kan rahasia Septi bisa jalan-jalan melalang ke satu kota ke kota lain seolah-olah banyak duit? Nginepnya di RedDoorz shay! Cukup buat istirahat berduaan sama mas dan kalau mau sama teman malah bisa bagi 2. Pilih yang 99ribu, terus dibagi 2! Hahaha seorang cuma bayar 49.5ribu ajaaaa alias 50ribu aja sisaaaaaaaa. Masa iya sih masih perhitungan buat bayar hotel segini murahnya? Keterlaluan itu mah wkwkwk.

Udah, buruan download aplikasinya sekarang, deh! Sudah ada di Android dan iOS, kok! Kalau males download ya buka aja di www.reddoorz.com. Tapi yakin deh kalian bakalan nyesel karena banyak promo yang bisa didapet di aplikasi smartphone daripada di websitenya hihi. Aku aja awalnya mals download, tapi gara-gara banyak promo, akhirnya ngiler juga wkwkwk.

Udah, daripada kalian masih nggak percaya, gih download aplikasi RedDoorz dan rasakan sendiri rasanya jadi Sultan yang bisa jalan-jalan loncat sana loncat sini tanpa takut duitnya abis gitu aja :)


Berkat RedDoorz, kini impian bisa jalan-jalan keliling Indonesia sama suami bukan lagi mimpi karena sama mas aku bisa kemana saja dengan budget yang bisa ditekan karena menginap di RedDoorz. Travelling dengan budget bengkak? Nggak lagi-lagi, deh karena RedDoorz adalah pilihan yang tepat untuk teman-teman yang ingin keliling Indonesia, tapi khawatir dengan budget menginap yang membengkak.

Sekarang, aku bisa mewujudkan list jalan-jalan impian yang sudah kusimpan sejak sekian lama dan ingin kuwujudkan bersama suamiku! :)



Sekarang, aku dan mas menyatakan siap untuk keliling Indonesia untuk melakukan eksplorasi lebih luas sampai ke pelosok negeri bersama RedDoorz. Doakan terwujud, ya!! :)

Salam,

Rabu, 26 Desember 2018

Pengen Nonton Bioskop di FLIX Cinema, Tapi Mager. Untung Ada Traveloka!

Nonton film sekarang makin gampang karena ada Traveloka. Sejak ada fitur pesan tiket di FLIX Cinema, lewat aplikasi semua jadi beres, deh.

image source: moeslim choice

Biasanya kalau pengen nonton melipir ke bioskop terdekat sama suami. Tapi, makin lama makin males karena banyak anak-anak SMP-SMA nonton dan antri tiketnya jadi riweuh banget. Akhirnya, tiap ada film baru lebih milih nunggu rilisnya di aplikasi atau skip nonton aja daripada harus antri lama hahahah dasar.

Tapi, sejak dibukanya FLIX Cinema Agustus 2017 lalu, aku sama mas jadi tergoda untuk nonton lagi. Yaaaa gimana dooonggg FLIX Cinemax hadir dengan dekorasi ruangan yang minimalis dan cozy abis. Bikin betah nonton. Bahkan, FLIX Cinemax ini mengklaim dirinya sebagai lifestyle cinema hmmmm keren uga.

Jadi, selain nonton, di FLIX Cinema, bisa juga loh lihat karya-karya seni yang ada di Art Exibition, ada juga bar dan kerennya lagiiiiiii studionya bahkan bisa disewa untuk keperluan pribadi seperti seminar. PARAH BANGET, KAN! Nah, mumpung Desember masih ada beberapa hari lagi, nih. Ada beberapa film yang bisa kalian tonton di FLIX Cinemax.

Bumblebee

Bumblebee bercerita tentang masa lalu anggota Autobots yaitu Bumblebee yang pernah muncul di sekuel film Transformer. Dalam di film ini, Charlie (Heilee Steinfeld)  diceritakan bertemu dengan Bumblebee dengan keadaan penuh goresan di penampungan barang rongsokan. Saat akan memperbaikinya, Charlie tahu bahwa Bumblebee bukanlah mobil VW biasa.

Aquaman

Di adaptasi dari DC Comic, Aquaman bercerita tentang Arthur Curry, anak penjaga mercusuar dan dewi laut. Meski memiliki darah Atlantis, Arthur Curry lebih memilih tinggal sebagai manusia biasa di daratan. Kehidupannya pun berubah ketika bertemu Hera yang mengatakan bahwa kehidupan manusia dalam kondisi terancam akibat ulah saudara tirinya, Orm. Merebut takhta kerajaan bawah laut menjadi satu-satunya jalan bagi Arthur.

Spiderman Into The Spider-Verse

Film ini merupakan versi animasi dari sekuel film Spiderman. Bercerita mengenai seorang anak bernama Mile Morales yang punya keinginan menjadi Spider-Man. Ia pun bertemu Peter Parker yang berasal dari Spider-Verse. Spiderman Into The Spider-Verse juga menceritakan petualangan Morales bersama Paker, Spider-Gwen, Spider-Ham untuk menghadapi serangan para musuh.

Coming Soon.........

Milly & Mamet

Milly & Mamet merupakan film bergenre komedi yang disutradarai Ernest Prakasa dan akan tayang pada tanggal 20 Desember. Film ini bercerita tentang kisah Milly dan Mamet yang disibukkan dengan kegiatan mengurus bayi. Suatu hari Mamet bertemu dengan Alexandra, teman dekat sewaktu kuliah. Dulu ia dan Alexandra berkhayal untuk membangun restoran bersama. Kini Alexandra datang dengan membawa kabar bahwa ia sudah menemukan investor. Apakah Mamet menerima tawaran Alexandra untuk mengejar impiannya sebagai chef?

Mary Poppins Returns

Film ini bercerita mengenai kembalinya Mary Poppins di tengah-tengah keluarga Banks. Dengan menggunakan kekuatan magis yang unik, Mary Poppins hadir untuk membantu keluarga Banks menemukan kebahagiaan serta keajaiban yang hilang dalam keluarga mereka. Film Mary Poppins Returns merupakan kelanjutan dari sekuel Mary Poppins yang tayang pada 1964 silam. 

Asal Kau Bahagia

Asal Kau Bahagia bercerita tentang kisah Ali yang mengalami kecelakaan sehingga ia terbaring koma. Ali pun berjuang untuk sembuh demi Aurora, pacar yang dicintainya. Meski tubuhnya koma, namun jiwa Ali tetap hidup layaknya manusia normal. Dalam perjalanannya, Ali menemukan rahasia besar yang  berhubungan dengan kisah cintanya bersama Aurora.

Gimana, nggak kalah keren kan filmnya sama yang udah tayang di bioskop-bioskop tempat kalian biasa menonton? Yuk, nonton sekarang! Dan jangan lupa pesan tiketnya di Traveloka, aja! :)

Jumat, 16 November 2018

Berkat happyOne, Travelling Kemanapun dan Kapanpun Jadi Happy

Selain punya julukan digital nomaden, aku ini bisa dibilang juga sebagai kutu loncat yang kerja dan mainnya bisa pindah-pindah tempat, pindah kota, bahkan pindah propinsi. Nggak kenal waktu dan nggak kenal jarak jauh. Selama masih bisa dijangkau dengan kereta api, pesawat dan moda transportasi lain ya aman-aman aja. GASKEEEEUUUUUUNNNN.


Dibilang capek, ya capek. Dibilang bosan emm kalo ini enggak, sih hehe karena anaknya suka jalan pakai banget. Bersyukur banget lah kerjanya bisa sambil jalan-jalan dan bisa sambil hepi-hepi. Tapi suka tiba-tiba badmood kalau misalkan ketemu sama jadwal pesawat delay, macet di jalan, atau mendadak harus ganti jadwal keberangkatan. Ribet banget soalnya harus ngurus sana-sini. Mana waktu kan nggak bisa nyesuaiin aku kan alias aku yang harus pontang-panting untuk ngurusin delay atau keberangkatan yang batal.

Tapi itu dulu, zaman ketika aku masih belum kenalan sama happyone.id. Sekarang mah, udah nggak perlu khawatir lagi kalau ada kendala di perjalanan karena ada produk happyTrip dari happyOne yang memberikan perlindungan atas resiko sebelum dan selama perjalanan dalam negeri.


happyTrip Punya Segudang Manfaat Untuk Para Traveller


Mendapatkan Perlindungan Pembatalah Perjalanan
Kebayang nggak sih udah beli tiket ternyata nggak jadi berangkat dan harus batalin tiket, tapi ternyata kuasa tertanggung nggak mau tanggung jawab? Kesel kan pasti? Tenaaaanggg, happyTrip akan melakukan penggantian biaya perjalanan yang telah dibayar di muka bila adanya pembatalan perjalanan karena hal-hal di luar kuasa tertanggung.

Perlindungan Terhadap Bagasi dan Barang Pribadi
Aku masih inget banget keril temanku rusak dan kopernya rusak di bandara, tetapi pihak bandara nggak mau tanggung jawab sama sekali. Nah, di happyTrip ini aku bisa mendapatkan perlindungan atas kehilangan dan kerusakan bagasi termasuk barang-barang di dalamnya serta barang yang dipakai atau dibawa selama melakukan perjalanan. Enak banget, kan? YATAPI HARUS TETAP HATI-HATI, ya.

Biaya Medis Akibat Kecelakaan
Biaya kecelakaan memang selalu jadi hal yang tidak diinginkan terjadi dalam perjalanan. Dan sebagai traveller cerdas, aku harus dong punya asuransi yang bisa mengganti biaya medis yang diperlukan akibat kecelakaan selama perjalanan. Naudzubillah.. Tapi waspada tetep harus, yah!



Perlindungan Keterlambatan Penerbangan
Dulu pas ke Belitung pernah delay pesawat. Ya nggak sampai lama, sih cuma sejam. Tapi kan bosen dan kesel ya, nunggunya. Dan kasus lain, temanku delay ke Jepang sampai 12 jam. Capek banget sih itu pasti. happyTrip mengerti hal ini dan memberikan santunan untuk setiap 8 jam keterlambatan pada pesawat, kereta api atau kapal laut (sampai batas maksimum yang tertera dalam sertifikat polis) akibat kejadian di luar kuasa tertanggung serta pertanggungan atas biaya pembatalan, biaya akomodasi, dan biaya tambahan lainnya yang muncul akibat adanya perubahan jadwal.

Evakuasi Medis Darurat dan Repatriasi
Pengaturan dan pembiayaan evakuasi dan repatriasi apabila traveller mengalami keadaan darurat medis akibat sakit ataupun kecelakaan yang dijamin dalam polis. Duh, serem, ya. Tapi memang harus jaga-jaga, sih.

Fitur Lengkap dari happyOne


Gimana, lengkap banget kan fitur happyTrip dari happyOne.id ini? Ya jelas karena lengkap makanya aku merekomendasikan ke teman-teman semuanya. dan dan dannnn, nggak cuma happyTrip aja. happyOne.id juga punya fitur lain. Beberapa di antaranya, yakni: Asuransi Kecelakaan diri dan Asuransi Kebakaran.

Untuk asuransi Kecelakaan Diri ada 4 produk yaitu,

happyMe yang memiliki manfaat utama yaitu santunan meninggal dunia / cacat tetap keseluruhan karena kecelakaan. Sedangkan manfaat tambahan santunan rawat inap di rumah sakit karena kecelakaan minimal 5 hari berturut-turut, tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan, dan santunan biaya pemakaman. Untuk usia yang tertanggung lebih dari 17 tahun hingga 64 tahun. dan range premi dari Rp. 50.000 - Rp. 180.000. 

happyEdu yang memiliki manfaat utama santunan biaya pendidikan anak jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan. Sedangkan untuk manfaat tambahannya berupa santunan meninggal dunia / cacat tetap keseluruhan karena kecelakaan, santunan rawat inap di rumah sakit karena kecelakaan minimal 5 hari berturut-turut, santunan biaya pemakaman dan tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan. Untuk usia yang tertanggung lebih dari 17 tahun hingga 64 tahun dan usia anak kandung 1 - 21 tahun. Range premi dari Rp. 100.000 - Rp. 180.000. 

happyMeMicro yang memiliki manfaat santunan meninggal dunia karena kecelakaan, santunan biaya pemakaman, santunan kedukaan karena kecelakaan. Untuk usia yang tertanggung lebih dari 11 tahun hingga 64 tahun. dan range premi untuk produk ini lebih terjangkau yaitu Rp. 10.000 - Rp. 30.000.

happyEduMicro yang memiliki manfaat santunan biaya pendidikan anak jika tertanggung meninggal karena kecelakaan, tunjangan perlengkapan sekolah jika tertanggung meninggal, dan santunan pemakaman. Untuk usia yang tertanggung lebih dari 17 tahun hinggak 64 tahun, usia anak kandung 1 - 21 tahun. Untuk range premi yang sangat terjangkau yaitu dari Rp. 10.000 - Rp. 50.000.

Asuransi Rumah memiliki jaminan berupa asuransi ketika tejadi kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang dan asap; kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat dan hura-hura; kecelakaan diri akibat kebakaran; biaya pengobatan akibat kebakaran; tanggung jawab hukum pihak ketiga; biaya tempat tinggal sementara; tertabrak kendaraan; biaya pemadam kebakaran; biaya pembersih puing; biaya arsitek, surveyor, konsultan; santunan biaya pemakaman akibat kebakaran; dan santunan pembelian perabotan kembali akibat kebakaran. Untuk range premi dari Rp. 98.750 - Rp. 750.000. Sangat terjangkau, bukan?



Di antara banyak produk dari happyOne.id, aku paling cocok sama happyTrip karena pekerjaanku sebagai digial nomaden dan melipir jadi sok-sokan traveller. Jalan-jalan jadi aman, tenang dan nyaman tentu saja. Kerjaan jadi beres, delay nggak jadi masalah, mau batal pun juga nggak rugi.

Biaya Premi Sangat Murah dan Terjangkau!


Tau nggak sih kenapa aku pakai happyOne.id? Karena murah dan terjangkau! Wkwkw anaknya kan low budget tapi maunya banyak yaaa *dasar! Jadi si happyTrip yang aku pilih ini hanya perlu membayar premi Rp. 10.000 saja. Gimana, terjangkau, kan?

Kamu cukup mengakses Asuransi Astra ini di www.happyone.id dan kenalan sama konsep OneID. Apa atuh OneID? Jadi, setiap kali kamu mendaftarkan email, maka kamu akan tercatat sebagai OneID. Setelah mendaftar, kamu langsung bisa melakukan transaksi pembelian polis dengan lebih mudah hanya dengan melihat status riwayat polis yang ada di akunmu.

Secara singkat, proses pemeblian happyTrip di website happyone.id, yaitu dengan:

1. Memilih Perlindungan - kamu bisa memilih perlindungan sesuai dengan kebutuhanmu.
2. Mengisi Form Daftar - di sini kamu akan diminta untuk mendaftarkan One ID-mu dan melengkapi form yang dibutuhkan.
3. Membayar - tahap ini kamu akan diminta untuk untuk membayar premi sesuai dengan paket yang kamu pilih.
4. Menerima Polis - setelah proses selesai, kamu akan mendapatkan email berisikan polis yang telah kamu daftarkan sebelumnya.

Dannnn selamatt!!! Kamu sudah langsung terdaftar dan mendapatkan polis dari Astra Asuransi happyOne.id

Aku sudah pakai happyOne.id  Kamu, kapan jadi #BeTheHappyOne? :)

Selasa, 25 September 2018

Tentang Perspektif: Menjadi Generalis Atau Spesialis

Photo by: Unsplash - @Arjunsyah_

Beberapa waktu yang lalu, aku dihadapkan pada suatu statement, yakni:

Menjadi spesialist itu memang penting, tetapi akan lebih baik bila kita bisa menjadi seorang generalist.
Well, noted. I'm trying so hard to understanding this statement while other of my friend said this kind of sentences to me:

Sudah, kamu itu cukup jadi penulis saja. Jangan merambah ke dunia lain yang "bukan kamu." Beri kesempatan orang lain untuk unggul di bidang lain, seperti apa yang sudah kamu dapatkan saat ini. Beri mereka kesempatan yang sama untuk bertumbuh sepertimu.
I'm not trying do defense all the things I get.
Actually, after I hear the statement, it really made me suck in the deep though. Tahu alasannya? Ada kontradiksi yang menarik dari dua statement yang muncul dari dua kepala yang berbeda.

See, dua kepala yang artinya adalah ada perbedaaan perspektif yang memengaruhi tentang pandangan-pandangan seseorang terhadap sesuatu atau seseorang yang lain.

Being An Ambitious Person is Kinda Sucks


Honestly, aku terjebak dalam insecurity lingkungan yang selalu menekanku tak tidak habis-habisnya "mengataiku" bahwa aku adalah seseorang yang terlalu ambisius. Yes, u read it well. Septi is an ambitious girl. Seseorang yang penuh dengan ambisi dan teramat sangat visioner. But hey! Jangan dikira menjadi seseorang yang ambisius itu semenyenangkan itu. Ada banyak hal yang membuatku takut untuk tetap menjadi diriku sendiri akibat terlalu banyak di sekitarku yang bilang, bahwa:

Jangan terlalu menggebu-gebu jadi cewek, nanti cowok pada takut deketin, lho.
Jangan pinter-pinter, kasian nanti pada nggak bisa ngimbangin, lho.
Mbok ya jadi orang tuh yang biasa-biasa aja biar yang mau ngajak temenan nggak takut kalah pinter sama kamu. 
And so many statement like this yang buat aku jadi bener-bener mikir sekadar cuma nanya ke diri sendiri, "Memangnya salah ya kalau aku pengen pinter?" "Memangnya salah ya kalau aku ingin unggul dalam satu bidang?" "Memangnya salah ya kalau punya visi misi buat masa depan?" "Memangnya salah ya menjadi seorang cewek yang penuh dengan ambisi?" 

I'm getting tired of this dan akhirnya memutuskan untuk, baiklah, aku akan menjadi biasa saja demi bisa hidup dengan tenang dan tidak tersiksa dengan judgement yang terlalu banyak dari lingkungan di sekitarku.

---

And Now Life Dragging Me To Contradiction Perspective

Sebut saja, rekan kerjaku terang-terangan bilang bahwa being spesialist is good, but it better for me if I can be a generalist too. It drag me into the feeling like "WHAT THE KIND OF THIS SITUATION?" Setelah bertahun-tahun aku bersusah payah untuk, baiklah, aku harus menyadari bahwa aku punya kapasitas untuk tidak menganggap bahwa aku bisa di semua hal dan semua bisa. Sebab, ada orang lain yang lebih bisa untuk menguasai hal tersebut dan dia pekerjaan itu lebih efektif jika bukan aku yang handle.

Entah mengapa aku merasa ada yang salah, pada diriku mungkin. Ada pemikiran yang menjebakku pada lingkaran berpikir bahwa

Setiap orang itu terlahir menjadi perfeksionis dengan standar masing-masing yang mereka buat dan mereka jalani untuk diri sendiri atau untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan dia.

No, ini tidak sama dengan "Lah, berarti kamu nggak bisa terima masukan, dong?" Bukan! Bukan itu maksudnya... Tapi, lebih ke andai memang kita dipaksa untuk menjadi seorang generalis, lalu kita menguasai berbagai bidang sedangkan kita bekerja sama dengan orang-orang yang lebih ekspert di bidang tersebut, yang terjadi bukan malah kita jadi belajar hal baru, melainkan kita jadi buang-buang waktu karena sebenarnya kita unggul di bidang lain, tetapi kita memaksa diri kita untuk ada di kondisi yang kita tidak bisa, namun memaksa diri kita untuk bisa. Hanya untuk sekadar mendapat predikat bahwa: Kita bisa melakukan apapun. 

Aku merasa bahwa menyelesaikan pekerjaan bukan hanya sekadar "menyelesaikan pekerjaan", melainkan seharusnya bisa memberikan value, impact atau perubahan yang bisa membuat kita menjadi spesialist yang nggak cuma sekadar punya title.

Simply way, let me said that done the task is not only about say to the world that "I'VE BEEN DONE THIS TASK," but I feeel I have to say "I'm done with this, I am doing this because of....... and after this i'm gonna doing...... for a better result."

Seperti yang aku percaya dan tanamkan pada diri sendiri bahwa melakukan kesalahan itu tidak sesederhana trial and error, tetapi adalah tentang trial and measure. Apakah kesalahan yang kita lakukan menjadikan kita sebagai seseorang yang lebih berkembang atau justru menjadikan kita sebagai seseorang yang penuh dengan makian karena terlalu memaksakan keadaan?

Silakan menjawab dengan perspektif masing-masing.

Salam.

Jumat, 21 September 2018

Life As A Content Creator: Nggak Cuma Harus Bisa Nulis, Tapi Harus Bisa Lebih dari Itu



Flashback
Jakarta, 2015

Aku menantang diriku sendiri untuk bisa menjadi bagian dari salah satu digital creative agency yang pernah mendapatkan best agency of the year di Jakarta. Alasannya sederhana, aku ingin mematahkan stereotipe bahwa anak SMK itu nggak akan bisa kerja kantoran di Jakarta karena background pendidikan yang cuma sampai pada sekolah menengah alias bukan sarjana. Iya, aku cuman lulusan SMK komputer yang bahkan nggak paham kalau disuruh ngulangin pelajaran itu lagi HAHAHA emang dasar gadungan ya aku ini :D

Aku yang keras kepala dan nggak suka diremehkan lantas menantang diriku sendiri untuk bisa ke Jakarta dengan uang pas-pasan dan bekal seadanya. Numpang nginep di kosan teman sampai kecopetan HP pun pernah aku alami hanya demi bisa membuktikan bahwa Jakarta tidak sekeras itu untuk anak sekolah menengah sepertiku.

But, hey! Jakarta keras bung.
Hari dimana aku interview dan kehilangan handphone-ku, aku bertemu dengan salah seorang pelamar yang dari perawakannya sudah jauh lebih dewasa dariku. Waktu itu aku masih berusia 20 tahun. Waks! Masih sangat muda ya ternyata.. Sekarang juga masih muda, kok! Muehehehe :))

Back to the topic
Aku masih ingat betul ketika mas-mas pelamar (sebut saja begitu) ngobrol denganku, kira-kira seperti ini:

"dari mana, Mba?""saya dari Semarang, mas.""wah, jauh sekali ya Semarang. Lulusan kampus UND**, ya?""Oh, enggak kok, mas. Saya cuma lulusan SMK.""Hah, jauh-jauh dari Semarang dan cuma lulusan SMK? Memang bisa ya mba masuk kantor sini?" "Hahahaha, bismillah aja, mas. Emang masnya lulusan mana?""Oh, saya baru S2 di ....... dan sudah berpengalaman sebagai content writer selama 7 tahun di perusahaan X.""Waaa hebat. Keren dong, ya. Punya blog?""Ada, dong di www.xxxx.blogspot.com""Woh, masih blogspot ya, mas?""Emang mba ngerti blog? Punya emang?""Ada, mas di www.dwiseptia.com :)"
Daebak! Aku minder bukan main ketika diajak ngobrol. Tapi di sisi lain, aku semakin tertantang untuk menunjukkan kepada semesta bahwa aku nggak harus jadi sarjana dulu untuk bisa dapat kesempatan bergabung ke perusahaan yang aku impikan sejak lama, yaitu bekerja di Jakarta.

Singkat cerita, ketika aku dipanggil keruang interview, aku bertemu dengan senior content, manager dan HRD perusahaan. Guess what??!! Managerku bilang "Septi, sebenarnya saya mau test Septi nulis, tapi lihat blog Septi saya yakin banget pasti Septi cinta banget sama nulis, kan?" Aku tersipu sekaligus bersyukur telah mengenal dunia blogging saat aku tengah duduk di bangku SMK.

Dan, aku diterima karena aku seorang blogger dan suka nulis di blog! Awwwww... Sebagai syarat wajib, aku diminta untuk menuliskan kisah sederhana sebagai syarat sah interview siang itu. Aku lantas memiliki jabatan sebagai content writer di perusahaan di Jakarta pada hari dimana aku interview tanpa harus menunggu sampai 2 minggu hingga 1 bulan karena aku seorang blogger. I'm proud of being blogger! ^^


Jakarta mengenalkanku pada banyak hal tentang dunia kepenulisan yang aku alpa di dalamnya. Aku belajar banyak hal baru semenjak bergabung menjadi bagian dari tim konten. Aku belajar tentang bagaimana memilih dan memilah istilah yang tepat, bagaimana menulis singkat rapi atau menulis panjang tetapi tidak bertele-tele dan bagaimana membuat pembaca jatuh cinta dengan karakter tulisan kita. Yaaa, kayak yang kalian baca sekarang ini gengs! Heheu :) Kalian jatuh cinta nggak sama tulisanku? Ah elah genit amat ini bocah HAHAHA

But, seriously! Jakarta teach me a lot of things. I'm feeling like I'm the new one. Lebih dari apa yang aku bayangkan, aku jadi mengerti tentang dunia periklanan yang teramat sangat dekat dengan dunia kepenulisan. Satu yang nggak bisa aku lupa adalah ketika managerku bilang "Konten itu cuma dasar, pengembangannya banyak sekali. Jadi, kalau Septi mau benar-benar jadi hebat, Septi harus jadi penulis hebat dulu." Well noted, mas! I've been do it and here I am right now :)

Setelah memahami tentang dasar-dasar kepenulisan dengan caci maki sebagai makanan sehari-hari, aku dihadapkan pada dunia Search Engine Optimisation, Search Engine Marketing, Social Media Management dan Digital Marketing alias dunia periklanan yang sejak dulu kala aku idam-idamkan. Yup, aku mengincar posisi ini sejak lama. Aku belajar dengan otodidak demi bisa duduk di kursi panas dan menjabat sebagai seorang Digital Ads Specialist. Uwuwuwuw rasanya kayak naik roller coaster ternyata menjadi seorang pengiklan yang mengelola konten klien untuk bahan iklan demi bisa meningkatkan awareness, reach, engagement dan impression. Duuuuhhh ini istilah emang bikin pusing :)



Time flies..
Ibuku memintaku untuk kembali ke Semarang. Dan bagiku tidak mudah untuk kembali dari perantauan ke tempat asal yang tidak jauh lebih maju dari Jakarta. Sedih, depresi dan tentu saja bingung harus menjadi seperti apa. Tapi bersyukur, aku sudah mengantongi cukup ilmu untuk bisa membuatku menjadi seseorang yang cukup bisa berdikari dengan profesiku, yaitu menjadi seorang blogger dan digital nomaden. Euuuhh istilahnya aneh-aneh banget, ya! Hahaha maapkeun. Dunia digital marketing memang sungguh bikin pusing tujuh keliling :))

People Change..
Ada beda dari Semarang dan Jakarta. It feels like Jakarta beat drive me crazy and Semarang make me crazy because I can't doing anything here. Oh God! I'm feeling so down live back to Semarang. Aku beradaptasi setengah mati, sebab biasanya di Jakarta hidupku penuh tekanan, aku dipaksa untuk bisa hidup dengan pace yang luar biasa cepat, waktu yang hampir tiada liburnya dan tentu saja lingkungan yang membuatku harus bisa menguasai banyak hal karena aku tidak akan menjadi siapa-siapa jika aku tidak menguasai apa-apa.

Tapi, Semarang membuatku menjadi seseorang yang lebih santai untuk bisa menikmati hidup. Bebas dari hiruk pikuk kota yang macet, orang-orang yang 24 jam hidupnya di jalan dan tentu saja Semarang tidak membuatku tertekan akan istilah-istilah aneh dalam dunia digital marketing ini. Eheu ternyata semua kota memang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing ya :))

Digital Improve..
Digital yang kukenal dulu dan sekarang berbeda. Aku sungguh seperti terseret arus dan harus bertahan demi bisa berenang ke tepian *halah drama HAHAHAHA. Aku mengenal digital sebagai tempat dimana personal branding dibentuk, portfolio disampaikan tanpa harus bertatap muka dan tentu saja membangun sosialisasi lewat social media tanpa harus saling tahu dalam dunia nyata.

It's time to challenge myself to be a better me. Sebagai manusia yang cinta dengan tantangan aku menantang diriku sendiri untuk bisa belajar lebih dan lebih dan lebih lagi sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seorang freelancer alias digital nomaden, yaitu orang yang bisa bekerja di berbeda tempat. Yesss, bekerja dimanapun, masuk ke bidang apapun untuk bisa mengerti segala macam hal dan bertemu dengan orang dengan berbagai macam bentuk. Yeah, please let me introduce myself that I'm a content creator. Someone who create content in any way. 


Punya basic sebagai seorang blogger tidak lantas membuat pekerjaan sebagai content creator lebih mudah. Heeeyyyyyy!! Ngeblog itu nggak cuma sekadar nulis, apalagi jadi content creator :))))
Kadang suka gemas sama teman-teman yang menganggap bahwa pekerjaan sebagai seorang content writer, copy writer, advertiser dan content creator itu cuma sebatas NULIS DOANG. Yaiyasih cuma nulis, tapi nulis itu juga butuh skill alias nggak bisa sembarangan nulis :))

Apalagi, setelah memutuskan menjadi seorang digital nomaden alias orang yang kerjanya pindah-pindah, aku jadi punya tuntutan kepada diriku sendiri untuk bisa bekerja secara mandiri dimanapun dengan laptop yang harus selalu on setiap waktu karena aku harus siap kapanpun klien atau partner kerjaku membutuhkanku.


Selain itu, aku juga harus punya kemampuan yang nggak cuma sekadar nulis. Aku dituntut untuk bisa fotografi, videografi, editing foto dan video, desain grafis sampai harus bikin sketch atau typography ala ala untuk bisa mendukung segala sesuatu yang bisa menjadikan kontenku makin kece dan ciamik.

Yaaahhhh for the sake of content I have to be a good content creator too, right? Simple, kenapa harus bisa semuanya? Karena ngrepotin orang lain itu nggak gampang, belum lagi kalau yang direpotin pas nggak bisa. Duh, pokoknya jadi content creator itu nggak bisa bergantung sama orang lain. Belum lagi idealisme diri yang kadang gede banget. Uh! Minimal kalau mau jadi content creator itu menguasai basic dari berbagai macam hal, deh pokoknya heheu :))

That's why, biarpun nggak professional banget, setidaknya aku bisa membuat produksi kontenku semakin kaya dengan beragam jenis konten, seperti tulisan, foto, video, atau sekadar desain infografis apa adanya mueheheh yang penting nggak kosongan aja! :))

Pernah nggak sih punya pengalaman yang super duper mengesalkan saat laptopan? Yes, tiba-tiba laptop force close padahal banyak file yang belum disimpan! Nyesek beb :") Sedihnya nggak ketulungan kalau sampai harus mengulangi segala sesuatu dari awal. Aku selalu halu punya laptop yang dibekali dengan processor AMD APU A10-8700P dan GPU AMD Radeon R6 M340DX 2GB.

Boro-boro force close, kalau laptopnya sudah dilengkapi dengan processor ciamik tersebut nge-lag aja udah nggak mungkin banget hahahaha. Prosesornya aja bisa buat main gaming. Kebayang kan kalau cuma buat software content creator macam rentetan keluarga Adobe mah keciiiillll. Apalagi buat nonton film atau video? Wuuuhhhhhh jangan salahhhh bisa wuswuswus ini mah.. Enteng pisaaannnn :))


Cuma aku suka parno kalau laptop bagus itu biasanya berat dan bikin capek kalau dibawa kemana-mana alias nggak bisa menunjang mobilitasku yang luar biasa kayak belut kepanasan ini heheu. Iyak! Anaknya nggak bisa diem banget buset dah hahahaha. Pagi dimana, siang dimana, sore dimana, malam dimana, hari ini dimana, besok dimana, lusa ehhh udah pindah kota lagi. Emang dasar cacing kepanasan! Heheheu :))

Makanya aku punya angan-angan banget bisa punya laptop yang slim, desainnya kece dan hmmm harus bikin aku ngerasa prestige karena laptopnya membuat setiap pasang mata jatuh cinta. Cieeeee ah ini obrolannya kemana-mana banget yah hahaha. Jadi kebayang sama desain ASUS X555 seriesyang luar biasa menggoda kannnn hmmmm...


Ya gimana dong, nggak cuma unggul di performa, laptop ASUS X555 nggak cuma unggul di performa dan desain yang nyaris sempurna. Laptop ini bahkan punya keyboard yang terbuat dari alumunium dan bisa menyerap panas. Nah loh, makin betah laptopan nggak tuh ceunah!!! Belum lagi, baterai laptop ASUS X555 ini non removable yang artinya nggak ada tuh laptopnya benjol karena ada bagian baterai yang menonjol terlihat dan kadang justru mengganggu. Ringkas banget, kan?

ASUS X555 punya baterai jenis Li-Polimer yang daya tahannya 2,5 kali lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion Silinder. Bahkan setelah diisi ulang hingga ratusan kali, baterai ini tetap dapat menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya. Kita nggak sering cari colokan deh kalo mau kerja.

Parahnya, si ASUS X555 series ini baterainya adalah jenis Li-Polimer yang tahannya bisa 2.5 kali lipat lebih kuat dibandingkan dengan baterai Li-Ion Silinder di pasaran. Nggak ada ceritanya nyari colokan pas lagi nongkrong-nongkrong cantik deh pokoknya! :))

Gokilnya lagi, Asus X55 ini sudah dilengkapi dengan teknologi IceCool yang dirancang untuk mengatasi overheat yang biasa menyerang laptop pada umumnya. Teknologi ini mampu menjaga temperatur notebook di antara 28-35 derajat. Suatu suhu yang bahkan lebih rendah dari suhu yang dihasilkan oleh tubuh manusia. Kebayang kan nyamannya bisa berduaan dengan laptop berlama-lama tanpa takut laptop jadi panas atau overheat? :))

Detailnya performanya bisa dicek di gambar di bawah ini ya, gengs!



Bisa dibilang, ini laptop impian content creator banget banget banget, sih! Mau diajak nulis hayuk, mau diajak bikin desain hayuuukkk, mau diajak olah digital foto hayuuukkk, mau diajak edit video dan render video ya hayuuuukkk. Pokoknya semuanya hayuuukkk dah!!! Udah paket lengkap pake telor ini mah bisa nulis, ngedit dan olah konten dalam satu perangkat. Yang penting, entengnya itu lhooo bikin cintak!!! Bisa dibawa-kemana mana, tapi tetap bisa diandalkan kapanpun tanpa takut berat dan bikin nggak nyaman heheu.

Anyway gengs, kalian kalau penasaran bisa lihat-lihat Asus X555 ini d Tokopedia, lho! Karena eh karena si ASUS X555 juga dijual di Tokopedia! Asyik kaaann bisa review dulu sebelum beli dan jangan lupakan baca testimoni dan review tentang ASUS X555 ini yaaa. Dijamin kalian yang nggak pengen beli jadi pengen beli dan yang pengen beli jadi tambah nggak tahan buat beli sekarang juga! Ya gimana dong, bagus banget sih barangnyaaa heheu :))


Ini nih yang nggak boleh ketinggalan! KAMERA! Yes, as a content creator kamera harus banget aku bawa kemana-mana. Setiap kali aku menuju suatu tempat barangkali untuk jalan-jalan atau memang khusus untuk take foto aku selalu menyiapkan jepretan terbaik. Tapi yaa kadang memang hasil tidak sesuai ekspektasi kan, ya? HAHAHA

Makanya aku butuh laptop canggih buat membantu aku olah digital foto agar hasilnya makin bagus dan makin siap untuk diunggah ke blog atau social mediaku. Heheu, hidup di sosial media harus sempurna, bukan? Dan Laptop ASUS X555 akan membantu mewujudkanku menjadi sesempurna itu karena kemampuannya yang luar biasa mumpuni bagi content creator sepertiku :))



Last but not least, I always admire a content creator di bidang apapun itu. Bagiku, jadi content creator itu nggak gampang dan bisa jadi bagian mereka itu such a gift, sih karena nggak semua orang bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Repot beb kalau nggak bisa bagi pikiran dan waktu dalam satu waktu. Apalagi kalau deadline menyerang. Euuuhhh jangan ditanya pusingnya heheu!

Aku paling seneng sama content creator yang bisa menciptakan desain dan video. Aku nggak bisa soalnyaaa huhu, nggak pernah bisa bikin desain semaksimal yang mereka bikin :") Pokoknya content creator itu emang juarakkk!!! Btw, kalau sambil ngerjain jangan lupa siapkan cemilan biar nggak bosen, ya! Menghadapi deadline juga butuh tenaga bruh!!! HAHAHAHA

Salah satu proses content creator - sketch gambar dan menemukan ide sebelum akhirnya memvisualisasikan ide tersebut ke dalam gambar yang lebih matang


Tapi tenang, kalau sudah pakai ASUS X555 mah semuanya jadi bereeeeessssss ~


Mau deadline lagi kenceng-kencengnya, semuanya bakalan aman. Laptop X555 kan udah ciamik banget dilengkapi dengan baterai jenis Li-Polimer, Teknologi IceCool, dan Prosesor AMD®Quadcore A10 yang mantap banget untuk mendukung kegiatan content creator yang nggak jauh-jauh dari dunia blogging, editing gambar, rendering video, dan membuat infografis untuk kebutuhan content masa kini.

Jadi kapan kamu punya laptop ASUS X555? :))

Salam,