Rabu, 26 April 2017

Belajar Membatik di Museum Batik Pekalongan

Who said that belajar membatik itu susah? Nyatanya, membatik itu nggak susah. Tapi, susah banget hahaha. Yes, dibalik karya-karya indah yang sering kita pakai selama ini, mulai dari kebaya, rok, pakaian sarimbit, selendang dan ragam batik lainnya itu terdapat wanita-wanita yang sudah expert di bidang seni. Yang kalau boleh aku bilang, mereka itu tidak hanya mencurahkan seni yang ada dipikirannya. Mereka, para pengrajin batik membuat batik dengan cinta. kok bisa? Aku sudah nyoba dan ternyata susaaaahh, eh nggak susah bangeeettt hahahha..

Jadi ceritanya, aku dapat freepass dari Mas Haris dan Mas Aryo untuk ke Pekalongan. Yaudah deh, pas lagi kosong juga akhirnya aku ke Pekalongan. Daaaaannnnnn di hari H di mana aku naik kereta pagi, ternyata ketinggalan kereta, hm hm hm.. Ditinggal kereta di depan mata lagi, nyeseeeek puolll hahahah..

Singkat cerita, awalnya yang aku harusnya sudah berangkat setengah 7 jadi molor ambil kereta jam 9. Daaannn tiketku yang dibayarin jadi hangus dan beli tiket baru huhu *dasaranakgratisan* yhaaaaa. Akhirnyaaa setelah menempuh satu jam perjalanan sampailah aku di kota yang sebelumnya aku belum pernah ke sana, Pekalongan. Kota Batik yang memang terkenal karena koleksi batiknya yang luar biasa bagusnya.

Mampir ke Museum Batik Pekalongan

Tempat pertama yang aku kunjungi bareng mas-mas tour guide-ku ini adalah ke museum batik. Kata mereka,
"Kamu belum pernah kan ke museum batik?"
"Belum,"
"kesana, yuk..."
"Manuuttttt...."
Akhirnya, sampailah kami ke museum batik Pekalongan. Tiketnya murah, cuma 5.000 saja perorang dan hanya diminta mengisi buku tamu. Gampang, kan?






Di museum batik Pekalongan itu isinya per ruangan yang isinya batik-batik sendiri-sendiri macamnya. Alias beda-beda dan nggak sama antara ruangan satu dan ruangan yang lainnya. Tempatnya rada creepy, sih. Mungkin karena sepi dan di dalamnya ada manequin cewek pake batik. Kan serem yha kalau di ruangan yang remang-remang gitu mbaknya terus gerak hahahahah *lupakan*...

Belajar Membatik di Museum Batik Langsung Menggunakan Malam

Oiya, di awal, di ruangan pertama, ruang pamer 1 namanya, aku juga disuguhkan beragam kain, ukuran canting sampai bahan utama untuk membatik. Jadi tu banyak banget. Dan ada juga kok pewarna pewarna alami dan buatan yang dipamerkan di ruang pamer. Ada jenis jenis batiknya juga. Kece sih, cuma ya itu creepy-nya nggak tahan aku hahah. Apalagi pewanginya masih pakai pewangi alami yang baunya kayak menyan. Jadilah makin creepy huahahahahha..



Penakut? Nggak, aku cuma parno kok. Ngeles banget, ya? hahaha padahal mah aslinya emang takut-takut gitu. Karena kalau sendirian kerasa banget sepinya. Aku aja bertiga rasanya sepi banget, gimana kalo sendiri yak.

Oh ya, untuk bisa mencoba membatik pengunjung tidak dikenakan biaya, lho. Di ruang membatik sudah disediakan kain sampel, canting berbagai ukuran, dan malam untuk membatik. Tinggal gambar pola, dan belajar membatik, deh. Kesulitan bagi pemula adalah menggambar pola di atas kain. Jelas dong, gambar di media kain nggak semudah gambar di media kertas. Jadi, harus hati-hati.






Apalagi, membatik langsung dengan canting itu harus siap panas. Soalnya, malamnya dipanaskan di atas api langsung. Nggak da negosiasi, deh. Hahahaha..

Rabu, 05 April 2017

Leker Paimo, Cita Rasa Jajanan Semarang yang Bikin Rindu Untuk Pulang

Semarang, kota yang penuh dengan kuliner lezat ini memang menjadikanku yang pernah merantau jadi rindu untuk pulang. Sebut saja Leker Paimo, salah satu jajanan hits di Semarang yang kalau mau beli harus rela antri ini memang melegenda. Sejak zaman aku SMK dan sejak aku nggak ngerti sama sekali ini jajanan apa enaknya, Kedai Leker Paimo memang telah memiliki nama yang cukup populer di Semarang.

Sampai pada akhirnya aku lulus dari SMK dan bekerja di salah satu perusahaan, aku baru bisa mencicipi kenikmatan Leker Paimo yang hakiki hahaha. Jadi, kebetulan kantor tempatku bekerja jaraknya dekat dengan Leker Paimo, jadilah kalau pulang mampir atau pesan lewat Go-Food. Ah, teknologi memang selalu memudahkan.

Pertama kali mencoba rasa dari Leker Paimo adalah Leker Tuna Keju Mozarela. Kombinasi komplit makanan favoritku ini berhasil memanjakan lidah dan perut yang mulai kelaparan. Aku tahu menu ini dari social media dan dari mulut ke mulut. Katanya memang aseli enak banget! Dan parah, setelah mencoba, ini leker memang ajib banget rasanya.




Di Kedai Pak Paimo, selaku pemilik ini sebenarnya hanya berupa gerobak saja. Benar-benar jajanan pinggiran dan nggak sewa ruko. Tapi, kalau ngomongin antri, beuhhh tahan-tahanin aja deh panas-panasan sama yang lain. Panjaaaaaaaaaang banget kalau sampai telat jam hahahhaha....

Menu dan Harga Leker Paimo Semarang


Menu yang ditawarkan oleh Kedai Leker Paimo ini juga sangat variatif, kok. Mulai dari leker coklat, keju, susu, hingga mulai leker telur, sosi, tuna hingga campuran keju mozarela yang mellting parah di mulut. Ngiler deh pokoknya kalau sudah nyobain leker Pak Paimo ini. Dijamin numero uno!

Soal harga, jangan mikir mahal-mahal. Lekernya Pak Paimo ini harganya start from 1.500 rupiah hingga 17.000 saja. Murah banget, kan? Yaaa, kalau kalian jauh-jauh dari Jakarta, Bandung, Bogor dan ke Semarang nyobain ini leker punya pasti worth it. Sudah nggak mahal, enak pula. Daaaan kalau kalian pesan yang menu komplit tuna mozarela tadi, dijamin kenyang, deh. Tapi kalau buat aku sih teteup kurang karena rasanya memang tiada duanya.

Istimewanya lagi, Pak Paimo ini sudah jualan jauh jauh sebelum aku lahir di dunia. Alias lebih dari 22 tahun dari umurku yang sekarang ini XD. Tua banget, kan? Kebayang dong pasti gimana cita rasa khas dari leker ini?

Nah, daripada ngiler-ngiler, kuy lihat penampakan menu favoritku di Leker Paimo Semarang:

kuliner murah di semarang

leker paimo semarang


Lokasi Leker Paimo Semarang


Nah, kalau kalian yang di Semarang atau luar Semarang pengen icip-icip Leker Paimo, kuy mampir! Alamat kedainya tepat berada di depan SMA Loyola Semarang. Kalau cari di Google Maps gimana? Nggak nemu, dong? Tenaaaaang.. Kalau mau cari di Google Maps, cari aja SMA Loyola Semarang. Sudah pasti ketemu kalau ini. Atau, kalian langsung bisa search address Leker Paimo dan taraaaaa selamat datang di kedai Pak Paimo yang jam bukanya dari jam 11 siang sampai jam 7 malam XD.

Salam,

Senin, 03 April 2017

Jadi Gini Rasanya Ngebolang Tanpa Persiapan Ke Anyer!

Orang pikir aku gila. Menjadi serang wanita yang suka jalan-jalan nekat dan selalu tanpa persiapan. Rasa-rasanya aku memang sudah gila. Hal ini terbukti dengan jam terbang mainku yang sudah nggak tahu aturan. Mungkin memang ini yang namanya menghabiskan waktu kali, ya. Biasanya setiap kali weekend aku lebih suka di kosan istirahat.



Tidur kek, nonton drama korea, kek atau apapun itu. Tapi kali ini,beda. Punya limit waktu di suatu tempat itu benar-benar membuatku ingin menjadi manusia yang bisa ke mana-mana. Pengen kali kalau bisa jadi amoeba yang membelah diri jadi banyak biar bisa bawa banyak hal ketika pulang.

Merencanakan Perjalanan Anyer dengan Sangat Matang


Sepulang dari perjalanan gila ke Ciletuh Sukabumi, tepatnya saat mengembalikan tenda ke mas chef, aku dan Dimaz diajak untuk menikmati sunset di Anyer. Karena belum pernah kesana juga ya kan, akhirnya kami mengiyakan dan membuat itinerary. Karena merasa kurang ramai, akhirnya aku mengajak Dadang. Dadang mengajak Ken dan 1 temannya yang lain. Oh ya, aku juga ngajak Dewi, sahabatku dari SMK untuk bisa bergabung dengan perjalanan kali ini.

Tapi, hakikatnya manusia yang memang hanya bisa berencana dan takdir yang tetap menentukan. Tiba-tiba mas chef dan mba nisa ada acara. Dimaz kehabisan uang. Dadang membatalkan dan memilih dengan yang lain. Sedangkan aku masih ingin ke sana karena kalau aku sudah punya satu tujuan, ya itu harus terlaksana wehehehe. Aku nggak suka nanggung soalnya.

Buget Mepet, Tapi Tetap Nekat


In the end, akhirnya hanya aku dan Dewi yang berangkat. Karena ini perjalanan jauh dan cewek-cewek, akhirnya aku memutuskan untuk naik bus dan mencari penginapan di pinggir pantai. Budget pas-pasan dan kami nekat. Di kantongku hanya ada 150 ribu itupun belum dipotong dengan ongkos naik bus selama perjalanan.

Untuk bisa sampai ke Anyer, kami juga naik angkutan umum. Sempat nyasar dan salah jalan juga :) Tapi, seruuu abiiisss. Capek? Lumayan karena ternyata Cilegon itu panas bangeet dan kering. Hahahaha.



Selama perjalanan, kami melewati beberapa pabrik gitu, maklum Cilegon kan Kawasan Pabrik. Jadi, kalau daerah ini panas ya wajar. Etapi sungguh, panas banget. Boleh banget untuk bawa sunscreen dan semacam sunblocknya kalau takut item.

Sampai di TKP, kami berdua langsung mencari penginapan yang murah. Karena biasa main di daerah pinggiran pantai, harga yang kami patok untuk semalam berdua adalah 150 ribu per malam yang mana seorang hanya kena 75 ribu saja. Cukup murah, kami pikir pada awalnya.

Sayangnya, manusia memang hanya sebatas merencana dan takdir yang tetap menentukan. Sampai di TKP, penginapan paling murah jatuh di harga 400ribu. Murah? Murah dari HONGKONG ._________. Aku lantas hopeless. Kami berjalan menyusuri jalanan mencoba mencari penginapan di rumah warga yang mau menampung kami. Dan hasilnya, nihil!

Masuk Secara Ilegal di Kawasan Pantai

Tiket masuk ke kawasan Pantai Anyer sebenarnya sangat murah, yaitu 5 ribu rupiah saja. Tapi, dengan kondisi budget yang pas-pasan, kami akhirnya mencari jalan yang bisa membuat kami sampai ke pantai tanpa harus mengeluarkan uang sedikitpun. Akhirnya, kami masuk lewat pintu gerbang hotel. Dan kebetulan, satpam sedang tidak ada. Jadilah kami akhirnya masuk lewat pintu hotel dan sampai di Pantai.



Lebih gilanya, demi bisa sampai di sisi timur, kami turun ke pantai dan menyusuri pantai di bebatuan demi menghindari penjaga hahahahaha. Hingga akhirnya munculan Plan B dalam kepala untuk tektok langsung pulang ke Jakarta hari itu juga. Anak gila memang aku ini XD.

Pokoknya kalau ngomongin anyer, ini adalah backpack paling gilaku selama ini hahha. Karena biasanya tiap jalan selalu ada 1 laki-laki yang bisa diandalkan tapi kali ini enggak sama sekali. Dan bahkan aku yang jadi laki-laki karena aku bersama dengan Sahabatku Dewi wuakakakaka. That was an amazing journey XD.

Pantai dengan Mercusuar

Kawasan anyer yang kami pilih adalah pantai dengan mercusuar. Alasannya karena memang kami nggak tahu mau ke mana. Jadilah setelah direkomendasikan, pantai mercusuar jadi labuhan terakhir. Awal dateng ke sini cuma keingetan sama Belitung. Maklum, pertama kali lihat dan naik ke mercusuar itu di Belitung. Jadinya ya ingetnya ke sana hehehe..



Sedikit kecewa sama pantainya. Soalnya, airnya nggak bersih-bersih amat dan nggak seperti bayanganku yang pasir putih gitu. Ternyata ini memang kawasan pantai berbatu. Apalagi, aku pas ke sana pas airnya lagi pasang-pasangnya. Jadilah kekecewaan itu menjadi.

Kami memutuskan untuk beristirahat sambil ngecharge energi dengan makan dan ngecharge energi smartphone yang sudah mulai engap-engapan. Sambil rebahan, kami menikmati debur ombak pantai yang lumayan ganas sambil lihatin bapak-bapak yang mancing sampe ciblon ke tengah.

Makanan Lumayan Mahal

Buat kami, jajanan di kawasan pantai ini tergolong mahal dan kurang enak, sih. Sebenernya nggak apa apa kalau rada mahal tapi enak. Nyatanya, mahal dan nggak terlalu enak. Dan karena kami lapar, ya mau dikata apalagi coba? Makan seadanya, dong. Dewi pesan nasi goreng dan aku pesan gado-gado. Kami bertukar makanan. Romantis, kan? HAHAHAHA

Kami menunggu sampai matahari terbenam. Supaya kami nggak kecewa-kecewa banget gitu.