Sabtu, 30 September 2017

Mendeskripsikan Surga Bernama Bali

Rasa-rasanya beribu kata tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan bagaimana indahnya Bali di mata para penikmatnya. Keindahan alamnya, adat budayanya yang kental serta keramahan penduduknya selalu menjadi alasan mengapa Bali pantas untuk dijadikan destinasi liburan. Bagi traveller sepertiku terutama, Bali punya sejuta tempat yang bisa membuat kaki ini terus melangkah dari satu titik ke titik yang lain. Titik yang membuat langkah kaki tak ingin berhenti, melainkan ingin berjalan lebih jauh lagi karena terlalu sayang untuk melewatkan perjalanan hanya dalam sekejap di kota yang menjadi surga dunia ini.

Lebih dari itu, memutuskan untuk menuju Bali bukanlah suatu pilihan yang sulit. Beberapa kali aku ke sana, aku tak pernah kehabisan destinasi. Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, suasana malam di Legian hingga jalan setapaknya selalu ramah untuk menyambut kaki-kaki ini.

Entah harus menjabarkan Bali seperti apa untuk menunjukkan rasa banggaku menjadi bagian dari warga negara Indonesia. Meski tak bisa dipungkiri bahwa turis asing lebih mengenal Bali daripada Indonesia, bagiku, Bali tetaplah Bali. Tetaplah menjadi Pulau yang bisa menggambarkan betapa Indonesia itu adalah negara yang kaya. Kaya akan budayanya, seninya, dan tentu saja keanekaragaman alamnya yang jika ditelusuri dari ujung ke ujung akan membuat mata tak berhenti berdecak kagum.

Sayangnya, Bali itu candu. Ia selalu membuat siapapun yang belum pernah atau sudah pernah ke sana rindu. Untuk menapakkan kaki lagi, berjalan di pinggir pantai sambil menikmati matahari senja di ufuk Barat. Dan aku, selalu rindu malam di Bali di mana semua orang berjalan di jalan setapak bersama-sama tanpa memandang ras, suku, agama dan bangsa yang berasal dari banyak negara. And welcome then to the heaven of Indonesia, Bali.

Jikalau ada kesempatan untuk bisa ke Bali lagi, pengn banget menjelajah keindahan alam dan kearifan lokal budaya Bali yang kental hingga dikenal sampai mancanegara. Dan jangan salah, meskipun seringnya menjadi traveller dadakan yang apa-apa tanpa persiapan alias cah ndadak-an, aku juga punya beberapa wishlist tempat yang ingin aku kunjungi kalau aku bisa dapat kesempatan ke Bali, lho!

Menonton Tari Kecak dan Tari Pendet dari Radius Terjauh 30 Meter


Beberapa kali ke Bali nyatanya tak lantas membuatku bisa menikmati indahnya budaya Bali yang sering diperebutkan momennya oleh para turis lokal maupun asing. Waktu yang singkat setiap kali berkunjung Bali membuatku mau tidak mau merelakan segala harap dan ingin untuk duduk di depan sembari menonton para penari Bali yang telah terampil memperagakan Tari Pendet dan Tari Kecak. Duh, baru bayangin aja sudah merinding. Bukan merinding takut, tettapi lebih ke merinding takjub. Pasti kalau bisa dapat kesempatan nonton Tari Kecak dan Tari Pendet dari dekat makin bisa menghormati dan menghargai kesenian yang berasal dari Bali ini.

Image Source: Google

Tari Pendet adalah tari yang melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Tari ini awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.(Wikipedia)

Sedangkan Tari Kecak merupakan pertunjukan tarian seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Image Source: Google

Yang menarik dari Tari Kecak dibandingkan dengan tari-tari lainnya adalah posisi para penari yang duduk melingkat dengan menggunakan kain kotak-kotak, seperti papan catur yang melungkari pinggang mereka. Tak kalah menariknya lagi, ada beberapa tokoh yang bisa membantu kita semua belajar tentang sejarah Ramayana, beberapa diantaranya adalah Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman dan Sugriwa. Aih, jadi pengen ke Bali cepet-cepet, deh XD

Menyegarkan Mata dengan Memandang Hamparan Hijau dan Birunya Nusa Penida

Image Source: Google
Kesel banget rasanya lihat timeline para travel blogger yang sudah pernah ke Nusa Penida. Angel's Billabong terutama,selalu menjadi primadona mata yang tidak bisa dielakkan keindahannya. Hijau dan birunya alam yang berpadu sempurna membentuk hamparan yang membuatku hilang kendali untuk bisa segera ke sana. Selama ini selalu berdoa,

"Ya Allah, jauhkan hamba dari timeline traveller yang suka share foto-foto di Nusa Penida dan sekitarnya ya Allah"
Image Source: TelusurI
Angel's Billabong sendiri merupakan muara akhir dari sebuah sungai di  Nusa Penida yang bermuara terlebih dahulu sebelum air sungai tersebut sampai ke lautan lepas. Di muara sungai ini permukaan airnya sangat tenang dan jernih. Selain itu terdapat pula cerukan-cerukan yang membentuk kolam secara alami yang sangat indah dan cantik. mungkin tempat seperti ini belum tentu dapat ditemukan di tempat lain. Tapi ada sih yang agak mirip-mirip, letaknya di Pantai Kedung Tumpang, Tulungagung. Angel’s Billabong ini terlihat lebih eksotis dengan batu karangnya yang sangat artistik.

Bayanginnya aja udah adem banget Ya Allah, gimana kalau beneran bisa sampai sana, yak? Pasti seneng banget, deh. Pengen gitu bisa duduk-duduk sambil liatin pemandangan yang Masya Allah surga dunia banget itu T_T

Menjelajah Ubud, Mencecap Alam Bali yang Masih Alami


Ubud, Ubud, Ubud. Selama ini telinga dan jari jemariku selalu akrab dengan Ubud, namun tidak ragaku. Selama ke Bali, aku tak pernah sekalipun menginjakkan kaki di Ubud. Padahal, bagian dari Bali ini menyimpan segudang pemandangan alam yang luar biasa mengagumkan.

Aku, yang tidak tahu menahu betul tetang Ubud bahkan jatuh cinta terhadap setiap cuilan cerita dari teman yang baru saja menjelajah wilayah sana. Kondisi alamnya, kesenian dan budayanya masih kental, katanya.

Image Source: Google

Yang membuat semakin penasaran akan Ubud adalah, katanya Ubud ini mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai seorang seniman, mulai dari seniman lukis, kerajinan tangan dan seniman tari. Ah, nggak kebayang deh betapa sepanjang perjalanan bisa menikmati karya masyarakat lokal Bali dengan segala identitasnya yang masih kental yang tersirat dalam setiap karya seninya.

Monkey Forest Ubud
Image Source: Google

Pura Taman Saraswati
Image Source: Google

Terasering Ubud
Image Source: Google

Iya, aku emang sebegitu pengennya pergi ke Ubud sampai aku selalu menyimpan stiap foto Ubud dan berharap someday beneran bisa ke sana dan mengabadikan momen di Ubud langsung. Beberapa tempat di Ubud yang pengen banget aku sambangi, diantaranya adalah Monkey Forest Ubud, Pura Taman Saraswati Ubud, Nonton Pementasan Tari Kecak di Ubud, dan Sawah Terasering Tegalalang Ubud. Menikmati hari-hari di Ubud  lah, pokoknya!

Jangan kaget ya baca ke-halu-an Septi di atas. Aku memang suka halu, berangan dan banyak maunya. Tapi tenang, jalan sama aku itu enak, kok. Biarpun cewek gini, tapi nggak ngrepotin. Bisa bawa keril sendiri, bisa diajakin jalan jauh, naik kereta ekonomi dan bisa diajak makan pinggir jalan meskipun nggak nolak kalau diajakin tidur mewah, makan makanan mahal dan ditawari tasnya di-porterin hihihi.

Itu dia sederet wish list tentang Bali yang disemogakan dengan teramat sangat supaya bisa tercapai. Aku selalu belajar mempercayai mimpiku sendiri, menggenggamnya, dan membiarkan semesta mengaamiinkan harapan-harapanku supaya bisa tercapai satu persatu. Doakan, ya! Sampai jumpa di Bali! ^^,

Jumat, 22 September 2017

Apa Saja Sih Aplikasi Andalanku Tiap Kali Ngeblog? Yuk, Baca!

Ngeblog bagiku bukan cuma sekadar hobi, ngeblog - alias nulis adalah kebutuhan yang kalau nggak aku lakuin bisa bikin hidupku rasanya kurang. Bak sayur tanpa garam gitu, deh. Candu banget pokoknya. Dan emang wajib banget rasanya cerita apapun di blog setiap kali pulang dari melakukan perjalanan, entah dari luar kota atau cuma muter-muter di kota aja.

Ngeblog itu kayak stress healing buatku. Bisa banget bikin pikiran yang lagi penat jadi kembali sehat seperti semula. Ngeblog itu semacam stimulan yang bisa membuat bahagia karena jari jemari bisa bebas merangkai kata. Ngeblog itu, aduh nggak bisa jelasin lagi deh gimana aku cinta banget sama profesi ngeblog yang mana juga bisa bikin aku jadi content writer kayak sekarang. Intinya, aku bersyukuuur banget bisa kayak sekarang karena ngeblog.

Tapi kalian tahu nggak sih guys kalau ngeblog itu bukan sekadar nulis belaka? Yes, ngeblog itu sepaket seninya - seni nulis ada, seni desain ada, seni foto ada, seni ngapain aja ada. Maksudnya gini, kalau misalkan mau ngeblog, ya harus mau nulis, ya harus mau sisipin desain kece, ya mau sisipin foto ciamik atau video yang menarik, dan tentu saja mau bikin blog jadi nggak ngebosenin buat ngejaga mood orang yang baca blog kita.

Karena tujuan utama ngeblog bukan hanya sekadar share pengalaman aja, tetapi adalah untuk membuat orang lain tahu sesuatu yang belum dia tahu sebelumnya. Atau tahu sesuatu yang memang sudah dia tahu, namun dari perspektif lain. Terkesan sederhana, tetapi ternyata rumit, ya? Hahahaha

Buatku, ngeblog itu bukan sekadar bikin judul, nulis konten, udahan. Ngeblog itu bisa jadi cara buat aku ngembangin kreativitas. Dari yang nggak bisa desain jadi belajar nge-desain. Nggak kok, nggak seciamik desainer ternama. Tetapi, dengan ngeblog, aku jadi cari-cari tutorial yang bisa ngebantu aku untuk desain atau sekadar edit foto simpel pakai aplikasi. Hehe

Duh, bosan, ya bacanya? Yaudah deh, kuy aku kasih tau tools yang biasa aku pakai untuk ngeblog. Jangan dicela lho, ya. Aku kan newbie, masih baru dan masih banyak belajar. Dan aplikasi berikut ini yang bantu proses belajar aku sampai bisa jadi seperti sekarang ini.

Adobe Photoshop



Siapa sih yang nggak tahu aplikasi sejuta umat ini? Hahaha. Bagiku, Photoshop itu semacam dark chocolate kalau lagi ngopi. Pemanis yang bisa bikin nikmatnya kopi jadi makin sempurna kalau ditambahi sama dia. Manis manis sedep gitu, deh. Hahahaha

Biarpun bukan desainer, aku selalu berusaha untuk gimana caranya foto blogku nggakk buruk-buruk amat lah buat di pajang di blogku yang apa adanya ini. Minimal, biarpun nggak ada yang muji "eh, fotonya bagus lho, sep." Setidaknya untuk aku sendiri, ada yang bikin seger diantara rangkaian kata dalam blog aku hihihi.

VSCO Cam n Snapseed




Foto ituuuuuuu kurang mantap kalo nggak dipoles. Apalagi aku cuma motret pakai smartphone. Yaaa meski sometimes pakai kamera juga, sih. Tapi, tetep aja butuh banget untuk cantikin dikit. Dinaikin brightness-nya, di set kontrassnya, dinaikturunin temperaturnya atau diatur clarity-nya. Dan tentu saja, edit-nya pakai hati. Jangan diartikan secara harfiah,ya. Edit pakai hati tu maksudnya gini, ngeditnya pakai rasa, nggak cuma milih efek doang, terus udah nggak diatur lagi angkanya.

Kalau aku biasanyaa memang mainannya di komposisi foto dulu sebelum editing, baru deh setelah presisi, aku mulai pilih efek yang paling sesuai dan tone yang paling 'pas' versi aku. Setelah sekiranya pengaturan sudah terlihat manis, udah deh, di simpan di galeri dan baru di upload di blog. Nggak deng, kadang di IG duluan baru di blog hahahaha.



Aku lebih sering ngedit di VSCO Cam, sih. Kadang-kadang doang ngedit di Snapseed. Dunno why lebih suka VSCO aja. Tapi, kalau mau yang manual banget, pake Snapseed asik, lho. Lengkap banget fiturnya bisa buat ngedit-ngedit sesuai selera yang diinginkan.

Google Keep


Sudah pada tahu tentang Google Keep? Atau mungkin malah masih asing? Jadi, si Google Keep ini adalah aplikasi dari Google yang fungsinya seperti notes online gitu. Karena aku nggak terlalu suka ngeblog langsung lewat Blogger mobile setiap lagi nggak buka laptop, aku ngandelin aplikasi ini. Ide-ide yang muncul, quotes atau kerangka sederhana yang muncul di kepala, yang kepikiran sedemikian rupa, bakalan aku catet, bakalan aku simpan di notesnya Google Keep.

Biasanya aku bakalan bikin semacam kalimat atau paragraf singkat di Google Keep untuk memastikan bahwa apa yang ada di otak ada yang nyimpen alias nggak terbang gitu aja. Meskipun nggak jarang banyak yang kelewat juga, sih. But, so far tetap aja aplikasi ini membantu aku terutama pas laagi plesir. Maklum, anaknya suka sekali main.

Google Drive


Kalau aplikasi yang satu ini bukan cuma bantuin di urusan ngeblog doang, sih. Google Drive itu semacam cinta pertama yang nggak bisa bikin muvon. Mau nyimpen tulisan atau gambar atau video, aplikasi ini benar-benar bisa diandalkan. Aku biasanya selalu ssave foto-foto sebelum di edit di drive untuk memudahkan teman-teman yang hobi japri via private message untuk nanya "sep, boleh minta foto?" atau, "sep, bagi foto dong...."

Kalau udah upload di drive, semuanya beres deh udah hahahaha. Semua bisa akses, semua bisa edit, dan semua pasti hepi hahahaha. Kalau udah upload di drive mah aman ~ ada yang minta tinggal di kasih link share-nya aja. Nggak perlu kirim satu-satu ke private message kan, jadinya? Dan pula, resolusi tetap terjaga karena tetap hires. Hahahaha

Wunderlist




Suka lupa lupa inget sama deadline nulis, nggak? Suka? Sama! Hahahaha... Lupa tanggal itu emang penyakit paling ngeselin buat yang suka numpukin deadline. Nah, ternyata untuk mengatasi itu ada banget solusinya, lho hahahaha. Ada banget nget nget aplikasi yang bisa ngingetin kita untuk selalu ingat akan deadline tulisan blog kayak tulisanku yang ini, nih.

Jadi ceritanya, tulisan ini adalah tulisan atas dasar cinta ke mba Rahma dan mba Nyi Penengah Dewanti yang pengen banget semua bloger sharing tentang tools yang mereka pakai saat ini untuk menunjang aktivitas blog mereka. Makasih ya mbaaaa sudah membuatku yang malas menulis ini jadi dapat ide mau ngisi apa blogku yang jarang update ini hihihi.

Kalau kalian, biasanya ngeblog pakai tools apa, guys? Share di komen, yah ~

Salam,

Having Fun dan Sekalian Meetup Bersama Teman-teman di POP!

Everyone has their own problem, And they had their own problem relief

Kalau ngomongin tingkat stress, aku rasa setiap orang pernah merasakan hal ini. Mustahil rasanya kalau orang itu nggak pernah stress. Udah, ngaku aja. Aku juga udah ngaku kok ini, haha. Nah, ngomong-ngomong soal stress nih, pasti masing-masing individu punya jurus-jurus jitu untuk mengatasi stress tersebut, dong. Iya, kan? Tak terkecuali aku dan teman-teman bloger Semarang.

Lama tidak bertemu, kami dipertemukan di suatu tempat karaoke karena undangan dari manajemen. POP Karaoke Semarang. Mungkin sebagian dari teman-teman masih asing dengan lokasi POP Karaoke, tetapi rasnaya teman-teman yang tinggal di sekitaran Jl. Diponegoro Semarang tidak asing dengan tempat ini, bukan? Yes, tempat karaoke yang masih satu sanak family dengan family karaoke ini adalah salah satu tempat yang bisa dijadikan untuk melepat penat atau semacam pelepas stress.

Teman-teman pasti pernah nyanyi di kamar mandi dan merasa suara teman-teman luar biasa, bukan? Kalau iya, bahkan sering, udah tes aja langsung vokal kalian di POP Karaoke. Tempatnya asyik, lho. Aku sendiri pertama kali datang sudah dibuat sedikit takjub dengan desain interiornya yang ternyata cukup bisa memanjakan mata dan tentunya photoable.







Masuk di ruangan resepsionis, teman-teman bisa melihat dekorasi POP yang bisa difoto-foto sesuka hati. Dan uniknya, kalian bisa taking picture mulai dari arsitekturalnya, minimalisnya, sampai dari segi buildingnya. Kece, deh pokoknya.

Selain itu, ada banyak menu yang bisa teman-teman pilih untuk menemani teman-teman bernyanyi bersuka ria bersama keluarga atau sahabat. Jadi pas sambil nyanyi nunggu giliran bisa sambil cemal cemil gitu dehh hihihi.



Ah, ada satu lagi yang bisa bikin adem ati, ada mushalanya di lantai 3. Jadi, teman-teman bisa tetep seneng2 di dunia, tapi juga tetep mikirin akhirat, menuntaskan kewajiban sebagai seorang hamba. Cieee ~ Jadi, nggak ada alasan buat nunda solat pas lagi karaokean, ya!


Salam,

Selasa, 19 September 2017

Jadi Anak Muda Cerdas dengan Mengamalkan Empat Pilar Kenegaraan

Anak muda zaman sekarang itu rentan dengan media, ya.

Agaknya kalimat pembuka ini cukup menimbulkan banyak pertanyaan, ya. Rentan seperti apa? Rentan yang bagaimana? Pemikiran tak berarah ini kemudian mulai terarah berkat acara "Ngobrol Bareng MPR/RI Bersama Netizen." di Hotel Grandhika Semarang beberapa waktu lalu.

Bersama puluhan bloger lain, kami para bloger diajak untuk kembali mengenal pilar-pilar kenegaraan yang sempat terlupakan. Apalagi, sebagai generasi muda, aku merasa banget bahwa pilar-pilar kenegaraan mulai terlupakan dan tergerus zaman.



Hidup di zaman yang katanya banyak millenial yang mau praktisnya doang ini memang jadi ujian. Apalagi, generasi millenial terkenal sekali dengan kepraktisannya. Ah, aku nggak terlalu setuju sih dengan anggapan ini. Praktis tidaknya kan tidak bisa diukur dari generasi, tetapi harus dilihat juga lingkungan sekitarnya. Karakter suatu bangsa kan tidak jauh dari lingkungan sekitarnya, to? Jadi, sepertinya kok kurang fair nyalahin generasi milenial padahal kita-kita sebagai generasi yang katanya generasi lama ini nggak care sama mereka.

Hmmm, udahan ah bandingin generasinya. Jadi, ceritanya kemarin ini semacam komunitas bloger lintas generasi diundang MPR RI untuk diskusi bersama tentang mental bangsa saat ini. Dan memang, banyaknya demo, pemberontakan, berita hoax yang menyebar di mana mana tanpa kurasi yang tepat itu buah dari kurangnya pengamalan empat pilar kenegaraan. Memangnya, apa saja sih pilar-pilar tersebut?

Pancasila 


Pancasila adalah dasar negara yang seringkali terlupa. Pancasila, alias 5 sila yang telah dirumuskan oleh para pendahulu kita kian lama menjadi kontroversial karena isu agama yang katanya melupakan sila pertama sebagai salah satu landasannya. Hm, rasa-rasanya ini perlu sekali untuk digali lebih dalam lagi. Ketika satu dari lima sila dilupakan, apalah arti pancasila bagi Negara Indonesia.


Memang adanya sila kedua, ketiga, keempat dan kelima adalah bagian dari kesatuan utuhnya NKRI. Tapi sebentar, Indonesia itu kan dihuni oleh bermacam-macam agama, sudah seharusnya kita sebagai warga negara mau peduli dengan keberagaman itu. Islam, Katholik, Kristen, Hindu, dan Budha ya semuanya tetap saja satu, kan? Perpecahan? Duh, jangan sampai, deh.

Bhinneka Tunggal Ika


Meski berbeda-beda, namun tetap satu jua

Kalau yang satu ini kayaknya masih pada inget, deh. Eh, iya, nggak? Kalau aku sih sama Bhinneka Tunggal Ika ingeeeettt banget. Inget banget dulu pas jaman ada pelajaran PPKN di SD diajarin ini. Diajarin bahwa sejatinya Indonesia itu emang beragam banget, mulai dari sukunya, agamanya, bahasanya, pulaunya dan masiiiihhh banyak lagi. Waaahhh, jadi pengen eksplor satu persatu kan kalo kayak gini ceritanya hahahaha.

Apalagi Indonesia itu kan dari Sabang sampai Merauke kan, ya. Jadi rasanya kalau masih belum ke mana-mana itu kok ya sayang banget hahahaha. Tapi ya itu deh, miris kalau lihat ada pertikaian di bangsa sendiri. Entah karena masalah ras, suku, agama apapun itu. Semoga deh, semangat Bhinneka Tunggal Ika bangsa Indonesia masih membara sampai kapanpun.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 


Ngaku ngaku ngakuuuu siapa yang hafal UUD 1945? Aku apal looohh....... Tapi dulu zaman masih sekolah hehehe. Sekarang lupa-lupa inget alias inget tapi agak-agak lupa. Hahahaha. Soalnya memang soal kenegaraan itu harus banget dipupuk sih ya, jadi kalau misalkan nggak ada semacam seminar, kegiatan sejarah atau apapun yang berhubungan dengan kenegaraan sedikit sulit mengingat semuanya.


Coba deh, sebagai generasi muda yang bisa diharapkan bisa membuat bangga Indonesia, kita ini buka-buka lagi lah UUD 1945 yang selama ini terlupa atau tersimpan rapi di rak buku. Eh, apa sudah dibuang jangan-jangan? Deuh, semoga enggak, ya. Minimal, semoga apa yang tertulis di UUD nggak cuma dibaca atau dihafal saja, melainkan juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Negara Kesatuan Republik Indonesia 


Ini nih yang juga nggak boleh ketinggalan, N.K.R.I alias Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yes, sebagai warga negara Indonesia kita harus paham betul bahwa kita ini bagian dari NKRI. Bagian dari negara kesatuan yang ngga cuma terdiri dari satu dua pulau aja, melainkan terdiri dari gugusan kepulauan yang punya ciri khas masing-masing. Jangan karena kita hidup di Jawa, lantas yang Kalimantan jadi harus ikut kita atau sebaliknya.

Indonesia itu satu. Ibaratnya, kalau Sumatera sampai terkena bencana, ya Jawa harus bisa berempati merasakan dukanya dan saling bahu membahu untuk membuat Sumatera menjadi seperti sedia kala dan begitu berlaku pada pulau-pulau lain. Nah, berarti mulai dari diri kita sendiri kita harus belajar mencintai negara kita, yaitu Indonesia.

Kita ini kan hidup di zaman yang rentan akan provokasi kan, guys. Jadi, kalau kitanya nggak bijak, ya susah. Kalau kitanya nggak bisa filter diri dari hoax, ya susah. Yes, nggak segampang itu filter diri dari informasi penuh hoax di zaman yang bahkan internet sudah bisa diakses di manapun. Tetapi jangan khawatir, sejatinya tameng terbaik itu ilmu pengetahuan. Kalau kita mau aware, pasti deh kitanya tetep aman dari informasi yang serba hoax.

Salam,

Jumat, 15 September 2017

Punya Cita-Cita Jadi Seorang Penulis? Kenapa Enggak?

Menjadi penulis bukanlah suatu impian ketika aku masih berusia bocah. Aku selalu bermimpi bisa menjadi seorang arsitek atau desainer, yang lahir untuk melahirkan suatu karya. Hingga tiba masanya, aku mulai dikenalkan dengan dunia digital dan tulis menulis yang hingga saat ini membuatku menjadi seorang yang mendapatkan gaji dari menulis konten.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa menjadi seperti sekarang ini, dan pada akhirnya mulai mempercayai bahwa kadang cita-cita itu bukan berarti suatu impian. Jika aku memiliki mimpi sebagai seorang arsitek, maka bisa menjadi seorang penulis adalah cita-citaku. Meskipun caraku menulis tidak seperti sederetan penulis hebat, seperti Fiersa Besari, Kurniawan Gunadi, Azhar Nurun Ala, Tere Liye, atau Dewi Lestari, tetap saja aku harus belajar percaya terhadap diriku sendiri, karena:

"Kalau kamu ingin mengubah dunia, jadilah orang yang berpengaruh. Duniamu itu kan dunia menulis, ya kamu harus berani mengubah dunia lewat tulisan."
Algooth, Dosen Kesayangan Sepanjang Masa

Pernah aku bercakap-cakap di suatu malam bersama dosen kesayanganku, Algooth Putranto. Nama ini selalu terngiang dalam benakku. Beliau adalah guru spiritualku, terutama kalau sudah mentok dan ada di level galau tingkat akut soal masa depan. Kami sering berdiskusi, bahkan berdebat. Memperdebatkan hal-hal kecil hingga hal-hal penting yang kadang akupun merasa tidak terlalu penting untuk mendebatkan hal ini dengannya.


Dan perdebatan kami berdua selalu berujung kepada kata-katanya yang tak pernah hilang dari ingatan. Seseorang yang bisa mengubah dunia dan sistem itu, ya hanya orang-orang berpengaruh. Awalnya aku kesal, sedikit tidak percaya dengan kata-katanya hingga suatu ketika aku menyadari bahwa tidak perlu menjadi orang besar. Orang kecil pun bisa mengubah dunia, dengan tekad yang kuat dan niat yang benar. 

Tulisan ini terinspirasi dari mba Irfa Hudaya Ekawati dan mba Dani Ristyawati yang menanyakan tentang "Siapa penulis favoritmu?". Dan melalui tulisan ini, aku ingin menegaskan kepada dunia bahwa penulis terfavoritku sepanjang masa adalah diriku sendiri. Loh loh, kok bisa? Iya, bisain aja. Meski memang bukan yang terbaik, bisa menuliskan apa yang ada di dalam pikiran menjadi sebuah tulisan itu semacam kebanggan.

Meski belum bisa sehebat penulis lain yang mampu mengeluarkan buku-buku keren, setidaknya sudah berani menulis itu sudah hebat. Eh, ini versiku sendiri lho, ya. Karena aku selalu punya anggapan dan prinsip bahwa fans terbaik atas segala cita-citaku adalah diriku sendiri. Apalah arti kepercayaan dan dukungan orang lain bila diriku sendiri tidak percaya akan kemampuanku, Iya, kan? :))

Dan melalui menulis, melalui tulisanku, aku ingin mencapai beberapa hal, seperti:

Ingin Mengubah Dunia Melalui Tulisan



Seperti yang telah aku sampaikan di atas bahwa semua orang yang ingin sekali ikut andil dalam perubahan sekecil apapun itu. Aku ingin ikut serta dalam pengubahan pola pikir, meski sederhana dengan menuliskan apa yang ada dipikiranku, aku berharap banyak yang terinspirasi. Aku ingin beberapa orang tahu sesuatu yang baru karena aku. Dan semoga, aku bisa menginspirasi pembaca blogku dengan kegiatanku entah hanya jalan-jalan atau kegiatan yang lumayan berarti untuk diambil hikmahnya hehe. Doakan, yaaa!

Bermanfaat Bagi Orang Lain dengan Sharing Pola Pikir Lewat Tulisan


FYI, aku tidak terlalu suka ngobrol terutama dengan orang yang tidak sefrekuensi atau sejalur. Entah baik dari pola pikir atau visi misi. Once aku nggak cocok, biasanya aku lebih memilih untuk menghindari orang-orang tersebut, Bukan karena apa, tapi aku memilih untuk menjaga diriku yang kadang bisa saja nggrundel atau mengumpat karena sistem yang tidak sejalan dengan seharusnya. Orang-orang yang mengenalku pasti tahu tentang ini.

Nah, menulis adalah satu cara yang tepat bagiku untuk menyajikan pola pikir dalam bentuk yang berbeda. Menulis bisa menjadi sarana yang tepat bagiku yang suka banget menuangkan apapun melalui tulisan. Buatku, tulisan itu lebih bisa menjangkau orang-orang lebih luas jika dibandingkan dengan lewat suara. Memang sih, tulisan itu bisa menimbulkan berbagai macam persepsi bagi pembacanya. Tapi, buatku, justru di situlah seninya.

Semakin banyak persepsi yang muncul, akan semakin banyak pula pola pikir yang ada untuk didiskusikan bersama. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa banyaknya persepsi yang muncul justru bisa jadi bahan diskusi atau malah topik tulisan baru yang bisa disharing lagi ke masyarakat, bukan?

Sebagai Pemacu Diri Agar Tidak Berdiam Diri


Nah ini, special untuk para gabuters dan jomblowers yang tidak tahu mau ngapain, menulis bisa jadi salah satu metode yang tepat untuk mengatasi kegabutan dan kejomblowanmu eh ku hahahha. Jadi, biar nggak diem-dieman aja, aku biasanya nulis. Apapun itu. Entah ngeblog kek, nulis di notes, atau di google keep-pun jadi, kok. Nulis aja pokoknya. Apapun. Nggak dibatesin.


Tujuannya biar apa? Biar pikiran para jomblo nggak kosong dan nggak halu kemana-mana. Biasanya aku suka nulis poin-poin penting yang baru saja aku omongin sama teman-teman terdekatku. Entah berupa nasehat, atau berupa apapun itu selama kalimatnya bagus, aku pasti tulis dan aku rangkai. Seperti salah satu kutipan dosenku di atas itu. Meskipun sudah lama sekali wejangannya, selama wejangan itu baik dan menginspirasi, aku pasti akan mengingatnya dan merangkainya. Hihi

Semoga saja, impian menjadi seorang penulis bukan hanya sekadar cita-cita belaka. Semoga kelak bisa menerbirkan buku yang bermanfaat untuk teman-teman terutama yang jomblo supaya sabar dalam penantian. Hahahaha ini kenapa jomblo terus yak bahasannya hihihi.

Salam,

Rabu, 06 September 2017

Asyiknya Menjadi Digital Nomad, Freelance yang Bisa Bekerja Di Manapun

Sedari dulu aku selalu memiliki mimpi untuk bisa ke manapun tanpa harus takut tidak memiliki uang. Menjadi seorang travel bloger atau profesional freelancer yang bisa kerja di manapun. Time flies, people change and the chance come over to me alhamdulillah. Setelah proses yang cukup panjang dan terjal, pengalaman pahit manis yang luar biasa menegangkan dan menyenangkan, akhirnya aku bisa merasakan bagaimana indahnya bekerja di manapun.

Apa Itu Digital Nomad dan Freelancer?


Mungkin teman-teman masih awam apa itu freelance atau bahasa keren sekarangnya sih, digital nomad. Seperti namanya, freelance adalah pekerja lepas dan digital nomad adalah seorang pelaku digital yang kerjanya secara nomaden alias tidak tetap. Hari ini di sini, besok di sana dan besoknya lagi di beda tempat. Atau semacam orang yang bisa kerja di depan kolam renang, di pinggir pantai, bahkan kerja di kereta sambil menikmati perjalanan.


Hari ini, tepatnya tanggal 6 September aku resmi menjadi seorang freelancer, pekerja lepas yang bebas. Bebas bekerja di manapun, kapanpun dan dengan siapapun. Pekerja yang tidak harus ke kantor, yang bebas menentukan tempat mana yang ingin dituju atau pemandangan mana yang ingin dinikmati. Kalau diminta untuk mendeskripsikan bagaimana rasanya, maka akan aku jawab asyik! Eh salah, super asyik! Hahahaha

Saat menuliskan ini bahkan aku tengah berada di pinggir kolam renang, melihat orang berenang atau sekadar bersantai dengan pasangan masing-masing. Aku? Sendirian aja, lah ya pastinya. Eh, nggak deng, aku sama laptop kesayanganku kok yang menemani di manapun dan kapanpun aku ingin bersua dengan to do list yang menjadi sumber  rezekiku alhamdulillah. *pembelaanjombloyangberfaedah*


Mengapa Lebih Memilih Menjadi Seorang Freelancer daripada Menjadi Full Timer?


Mungkin beberapa berpikir bahwa menjadi seorang freelancer memiliki kekurangan-kekurangan yang menyebabkan pekerjaan ini tidak cocok untuk dipilih dan dijadikan sumber pemasukan. Namun, bagi orang-orang seperti saya yang bukan money oriented (oke ini agak tipu-tipu), menjadi seorang freelancer adalah hal yang sangat menyenangkan.

Meski tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi seorang freelancer itu teramat sangat tidak menentu penghasilannya, tetapi tetap saja pekerjaan ini menjadi sangat menarik ketika aku atau mungkin teman-teman bisa menikmatinya. Karena ada teman yang bilang ke saya seperti ini, "nggak apa-apa jelata, asal tetap bahagia" *eh hahahahha.

Apa yang Membuat Pekerjaan Sebagai Freelancer Terasa Asyik?


Pernah mendengar keluhan dari teman-teman sepulang dari bekerja? Atau mungkin malah merasakan sendiri? Yes, aku adalah salah satu dari mereka yang suka membicarakan tentang kantor atau suasana kantor yang hm kadang tidak sesuai dengan ekspektasi. Jadi, daripada kejiwaan dan akhlakku makin tidak terarah karena bekerja dan ngomongin orang kantor, aku memutuskan untuk menarik diri dari lingkungan yang menyebabkan aku menjadi 'tukang nyinyir'.


Kenapa? Yaaa supaya aku bisa lebih bersyukur saja dengan hidup dan apa yang aku punya. Kerja ikut orang itu kan mau nggak mau harus menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan kantor. Tapi, kalau emang nggak cocok yaaaa gimana lagi? Masa aku mau terus-terusan menodai kebahagiaanku? Jadi, daripada kantor jadi sasaran ketidakcocokan atau ketidaksesuaian cara bekerjaku, lebih baik aku yang menarik diri.

Itu pemikiranku saja, sih. Tapi, tidak berarti bekerja di kantor atau menjadi seorang full timer itu nggak asyik, kok. Aku bahkan pernah merasakan malas 'resign' ketika berada di kantor Jakarta karena teman-temannya bisa menjadikan kantor terasa begitu homey. Bahkan, aku selalu suka kata-kata Mas Wahyu, mantan manager-ku dulu di Jakarta ketika dia ngajakin tim internal kami makan bareng atau sekadar makan es krim.

"Kita itu menghabiskan waktu di kantor lebih banyak daripada di rumah. Jadi, tim itu harus bisa jadi keluarga kedua, dan kantor jadi rumah kedua kita."

Ah, lafff banget deh sama kata-kata ini. Syukaaakkk!!! Non sense, sih. Nggak semua orang berpikiran hal yang sama tentang hal ini. Dan kalau boleh bilang, Jakarta itu made me fallin in love banget, lah. Kantornya, macetnya, orang-orangnya di kantor even pasti ada yang bikin nggak cocok. Tapi ya itu, diberikan kesempatan bergabung dengan tim dan kantor yang luar biasa itu emejing syekali rasanya hahahha alhamdulillah banget, deh rasanya.

Bisa Nyambi Bikin Usaha yang Sesuai dengan Passion


Satu lagi sih, enaknya jadi freelancer itu bisa sambil nyambi merintis usaha atau bisnis yang sesuai dengan passion atau keinginan kita. Karena nggak bisa dipungkiri, berbisnis adalah cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman menuju zona nyaman impian. Jadi yaaa, sembari bekerja, berbisnis, bisa sambil belajar pula kan tentang apapun yang aku pengen. Mumpung nih, mumpung aku masih muda dan masih jomblo. Kan kalau sudah menikah akan teramat sangat berbeda ya, kan? Hahaha

Tulisan ini terinspirasi dari teman arisan Gandjel Rel dari Bunda Wahyu W: dan BunSal tentang bisnis rumah impian. Maklum, grup bloger Gandjel Rel isinya pebisnis dan orang-orang kece semuanyaa. Jadinya yaaa aku kan cuma freelancer, mendingan nulis pekerjaan impian aja hehehehe.

Kalau teman-teman #TeamPekerjaKantoran atau #TeamKerjaSambilJejalan nih? Hihi

Rangkaian Acara Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Hari Pertama

Setuju atau tidak, sehat itu sesuatu yang seringkali baru disyukuri saat tubuh sudah terlanjur merasakan sakit. Iya atau iya? Hahaha. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)

Ada yang bilang bahwa sehat itu mahal. Tapi, nggak jarang juga sih banyak yang lalai menjaga kesehatan sampai akhirnya jatuh sakit. Manusia macem gini nih yang harus dikarantina terus dikasih pengertian tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan hahaha. Udah ah mukaddimahnya. Sekarang aku mau cerita tentang keseruan kegiatan bersama Kementrian Kesehatan RI dalam sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat alias GERMAS. Bukan dedek gemash lho, ya ^^,



Pengenalan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat oleh Pemateri Keren


Sedari awal, aku termasuk awam dengan gerakan GERMAS ini. Jujur saja, ketika pertama kali masuk sempat minder, takut kalau aku tidak tahu apa-apa tentang dunia kesehatan. Dan benar saja, banyak hal baru yang aku tahu seputar dunia kesehatan. Mulai dari berapa menit sehari idealnya kita harus berolahraga sampai hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan supaya kita bisa menjadi pribadi yang sehat. Wah, ketahuan banget ya anaknya nggak terlalu suka olahraga hahahha..

 

Dan aku benar-benar baru tahu loh kalau ternyata minimal banget olahraga harian itu 30 menit. Tahunya aku cuma 15 menit lah sehari *eh ternyata salah hahahah. Sejak hari itu jadi mulai aware lagi sama kesehatan. Ternyata lemak yang bertumpuk ini akibat dari tidak suka dan tidak rutinnya aku berolahraga hm. Kudu mulai atur jadwal ngegym nih biar sehat hahahaha.

Ketemu Dokter Ari yang Super Duper Kece


Kebayang nggak sih apa jadinya ada dokter yang juga bloger? Duh, udah pasti kece banget sih pastinya. Ini nih yang bikin aku melek selama acara pas pematerinya Dokter Ari. Dokter yang menangani tentang endoskopi ini cocok banget sama aku. Maklum, aku punya permasalahan asam lambung akut. Dan ternyata, kata Pak Dokter, kalau kita sudah mengalami gejala penanda kita sakit, itu artinya sudah terlambat.



Kok bisa? Ya bisa. Kalau nggak terlambat kan kita nggak mungkin sakit ya, kan? Hahahaha. Dipikir-pikir benar juga, ya. Kalau pola makan sehat, gaya hidup juga sehat pastinya kita juga akan sehat. Dan lebih dari itu, ternyata faktor utama orang mengalami sakit itu karena stress. Entah stress karena pekerjaan kah, makanan kah, lingkungan kah atau faktor lain penyebab stress. Aih, jadi selama ini aku stress kali ya makanya suka kumat-kumatan gitu hahahah

Belajar Tata Bahasa yang Selama Ini Salah Kaprah

Suka kesel nggak sih sama orang yang suka ganti bahasa normal pakai bahasa alay? Sama! Aku juga kadang kesel ehtapinya aku juga kadang-kadang suka pakai bahasa alay gitu hahahha. Jadinya yaaa gitu, deh. Ikut-ikutan alay hahahha. Tapi, selama acara di hari pertama, selain belajar kesehatan, teman-teman bloger kesehatan juga belajar tentang tata bahasa, lho. Kece abis deh pemateri dan rangkaian acaranya.

Teman-teman bloger diberikan kesempatan untuk main tebak kata. Ah, pokoknya super duper menyenangkan pas sesi ini. Beruntung banget terpilih untuk ikutan acara dari Kementrian Kesehatan RI yang nggak semuanya bisa  dapat ini. Yang jelas, bangga bisa ikut serta menjadi masyarakat yang disadarkan dan diminta untuk ikut menyebarkan pesan positif di dunia kesehatan terutama, langsung oleh Kementrian Kesehatan.


Nggak cuma itu, lho. Kami, teman-teman bloger kesehatan juga diajak ke kunjungan lapangan di daerah Tingkir, Salatiga. Jadi, kami ditunjukkan secara langsung tentang studi kasus hama penyebab penyakit yang ada di sekitar rumah dan bagaimana cara mengatasinya. Asyik, kan? ^^

Kunjungan Lapangan Bersama KemenkesRI ke Salatiga di Hari Kedua

Belum pernah terbayangkan sebelumnya melakukan kunjungan ke puskesmas sembari melihat langsung proses pengujian hama di laboratorium. Unbelievable dan luar biasa sekali sih yang jelas. Adalah aku dan teman-teman bloger kesehatan Indonesia yang telah beruntung untuk melakukan kunjungan lapangan bersama petinggi dari Kementrian Kesehatan RI.


Bersama 49 peserta lainnya yang berasal dari Jawa Tengah dan Jabodetabek, kami melakukan perjalanan bersama dengan mengendarai bus ke Salatiga. Puskesmas Sidorejo Kidul menjadi tempat tujuan pertama kami. Di sini, kami disambut dan dikenalkan dengan dunia pusat kesehatan masyarakat atau yang biasa disebut dengan puskesmas. 




Kami mendengarkan dengan saksama apa yang disampaikan oleh para pemateri yang datang. Beberapa diantaranya adalah:

  • Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Prov Jawa Tengah (Arvian Nevi, SKM, DEA) 
  • Kepala Dinkes Kota Semarang (dr. Widoyono, MPH) 
  • Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDİ) DKİ Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH 
  • Kepala Bag Hubungan Media & Lembaga (İndra Rizon, SKM, M.Kes)


Sungguh sebuah kehormatan bisa bertemu dengan beliau-beliau ini bagi aku. Biasanya makan micin, sekarang diajakin ke puskesmas dan dibekali beberapa materi yang mencerahkan tentang kesehatan. Jadi pengen stop micin-micinan. Yaaaa susah sih, tapi kan nggak ada salahnya nyoba ya, kan? Hahahaha

Dapat Banyak Insight Baru di B2P2VRP Salatiga


Kalau ditanya ada berapa jenis nyamuk dulu biasanya cuma jawab "ya, banyak. pokoknya nyamuk itu bikin gatel.." udah, gitu doang hahahha. Tapi, sejak datang ke Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Vektor Dan Reservoir Penyakit  di Salatiga baru sadar bahwa level micinku yang lumayan akut ini ternyata perlu dikurangi. Ada banyak banget jenis nyamuk, dan hewan-hewan lain yang aku belum tahu.


Ada nyamuk, ular, kelelawar hingga tikus yang diteliti dengan sungguh-sungguh oleh lembaga pemerintah ini. Nggak kebayang gimana cara ngumpulin nyamuk sampai beratus-ratus jumlahnya dan mengidentifikasi jenisnya satu persatu. Dan yang lebih mengesankan lagi adalah, foto dan detail keterangannya lengkap sekali. Lihatnya aja sih udah gatel kalo aku hahahha. Apalagi pas lihat tikusnya, iyuh geli banget dah pokoknya hahahah.




in frame: tanaman pengusir nyamuk




Tapi, dibalik kegelian itu semua, bisa sampai ke tempat ini itu bak anugrah buat aku. Jarang-jarang kan anak gunung main-main ke tempat penelitiann dan pengembangan kesehatan seperti ini. Alhamdulillah bangga bisa mewakili teman-teman bloger untuk ikut serta dalam acara. 

Jadi, jangan tanya seberapa serunya ikut kegiatan 2 hari full bersama bloger Jabodetabek dan Kemenkes RI. Super seruuuuuuuu pokoknya! Oh ya, menariknya, kami belum pernah saling jumpa sebelumnya, loh. Jadinya, acara dari Kemenkes pada temu Bloger Kesehatan ini juga  menjadi ajang kopdar bagi para bloger di Indonesia. Keren, kan? ^^