Siapa sih yang mau sakit? Pasti nggak ada yang mau, kan? Sama, aku pun juga demikian. Meskipun susah makan dan bandel banget soal pola maka...

Tahu Nggak, Sih Kalau Konsumsi Obat Itu Juga Beresiko?

Siapa sih yang mau sakit? Pasti nggak ada yang mau, kan? Sama, aku pun juga demikian. Meskipun susah makan dan bandel banget soal pola makan, aku juga nggak mau kalau dikasih sakit. Emang, manusia satu yang suka ngopi ini hobi banget ngopi tapi nggak mau kena sakit lambung hihi. Dasar!


Bicara tentang sakit, pasti ada hubungannya dengan sehat. Dan bicara tentang sehat, pasti ada kaitannya dengan obat. Iya, proses pemulihan orang sakit kembali ke sehat selalu butuh proses, bukan? Ada yang berobat dengan cara tradisional, ada pula yang mengonsumsi obat-obatan untuk memulihkan kondisi badan yang mulai loyo. Kamu gitu kan, pasti? Udah, ngaku aja! Aku juga gitu, kok! Maunya bandel, tapi tetap mau sehat dan bugar hihi.

Kali ini aku dipercaya untuk menjadi bagian dari Blogger Kesehatan (lagi) mewakili Yogyakarta. Jangan melihat hal ini sebagai suatu pencapaian hebat, ya karena sebagai blogger kesehatan, kami, aku dan teman-teman blogger memiliki amanah untuk bisa menjadi icon warga sehat Kota Yogyakarta. Padahal setiap hari minum kopi, makan junk food, konsumsi micin berlebih dan jarang makan sayur buah. Waini kok berani beraninya jadi Blogger Kesehatan. Wes jan payah tenan.

Tapi ya itu alhamdulillahnya. Kami jadi harus lebih aware dengan kondisi kesehatan kami lebih, lebih dan lebih lagi. Karena nggak lucu kalau diantara kami mengidap sakit parah, tetapi kami mengelu-elukan bahwa kami ini adalah blogger kesehatan. Iya, kan?

Selama 1 hari di Yogyakarta, aku dan teman-teman blogger diedukasi tentang Cara Cerdas Gunakan Obat. Lah, memangnya ada gitu pakai obat nggak cerdas? Padahal selama ini kan pakai obat ya tinggal pakai aja ya, kan? Aku pun kalau pas lagi demam udah langsung beli paracetamol aja, minum, demam turun, beres. Dan ternyata, cara serampangan kayak gini itu nggak boleh, lho!

Tahukah Kamu bahwa Obat Bisa Membahayakan Pengguna Bila Digunakan dengan Cara yang Salah?


Aku juga baru tahu bahwa ternyata memilih obat itu ada langkah-langkahnya, lho. Kemarin, waktu diedukasi oleh Kementrian Kesehatan, aku jadi tahu banyak hal tentang cara memilih obat yang selama ini nggak pernah bikin aku concern supaya bisa hati-hati sama obat yang aku konsumsi. Bahwasanya, untuk bisa memilih obat yang sesuai, aku harus mencermati beberapa hal berikut ini:

1. Pastikan saat memilih obat, teman-teman memilih berdasarkan zat yang ada di dalam obat, ya. Bukan hanya karena merek dagang saja karena merek dagang yang bagus tidak menjadi jaminan bahwa obat yang teman-teman minum itu aman.
2. Pastikan tubuh teman-teman tidak memiliki sensitivitas terhadap obat atau alergi obat. Kan nggak lucu kalau teman-teman minum obat untuk sehat, tetapi malah sakit karena salah konsumsi obat, kan?
3. Obat tidak selayaknya dikonsumsi oleh ibu hamil atau calon ibu yang tengah merencanakan kehamilan, ya.
4. Ibu menyusui ternyata tidak boleh mengggunakan obat ya, teman-teman. Jadi, harap diawasi ya kalau kakak atau saudara yang tengah promil meminum obat.
5. Harga Eceran Tertinggi  (HET) Obat
6. Bentuk sediaan obat juga harus disesuaikan, lho. Pilih yang paling baik dan benar sesuai dengan kondisi ya teman-teman.
7. Kondisi tubuh saat menggunakan obat juga harus diperhatikan. Jangan sampai ada kesalahan saat mengonsumsi obat karena ada kandungan lain dari obat yang juga tengah kamu konsumsi ya, teman-teman!
Selama seminar dan mendengarkan penjelasan dari para pemateri, aku jadi tahu bahwa obat itu ternyata terbagi menjadi tiga jenis. Selama ini ke mana aja, Sep? Hahahah. Tiga jenis itu, meliputi Obat Bebas Terbatas, yaitu obat keras yang bisa dibeli tanpa resep dokter, namun harus memperhatikan aturan pakai dan peringatan pada kemasan; Obat Bebas, yaitu obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter; dan Obat Keras, yaitu obat yang hanya di dapat karena resep dokter.

Kalau Buang Obat Itu Tinggal Buang Aja

atau Ada Caranya, Sih?


Nah loh, suka sekip nggak sama buang obat? Siapa cung yang buang obat tinggal buang aja? Ya pasti Septi lah hahahah. Ternyata eh ternyata buang obat itu ada caranya lho, man temans! Mau tahu nggak? Mau aja deh, ya ^^,

Jadi, kalau mau buang obat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan seksama. Beberapa diantaranya, yaitu:

1. Sebelum dibuang, obat itu ternyata harus dipisahkan dari kemasan, lho!
2. Jangan lupa juga lepaskan etiket dan tutup dari wadah/botol/tube.
3. Kemasan obat, seperti dus, blister, strip dan bungkus lain yang telah dirobek atau digunting jangan lupa untuk dibuang juga, ya!
4. Jika obatnya berbentuk sirup, sebelum membuang obat, pastikan kondisi botol sudah kosong, ya! 5. Cairan di dalamnya bisa dibuang terlebih dahulu di saluran pembuangan setelah di encerkan. Lalu, hancurkan botolnya, baru deh buang di tempat sampah.
6. Jika obatnya berbentuk kapsul atau tablet, hancurkan terlebih dahulu, lalu barulah dibuang.
Jika obatnya berbentuk salep, maka pastikan tempatnya dipotong menjadi dua bagian dan dibuang secara terpisah, ya!
7. Mau buang jarum insulin? Jangan lupa untuk merusaknya terlebih dahulu, ya. Kan bahaya kalau ada yang pakai jarumnya lagi ^^

Hm, gimana? Jadi tahu kan kalau ternyata buang obat itu nggak bisa sembarangan? Sama, aku juga. Ini adalah ilmu, jadi wajib banget nih untuk teman-teman tahu. Jangan lupa kasih tau keluarga dan kerabat supaya tidak salah buang obat, ya!

Tapi sebenarnya bisa nggak sih beli obat sembarangan di apotek gitu? Bahaya nggak, sih kalau beli obat tanpa resep dokter dengan modal sok tau doang?


Perlu banget kalian tahu, teman bahwasanya ada obat bebas dan obat bebas terbatas yang hanya bisa diperoleh di apotek atau toko obat berizin saja. Biasanya obat ini memiliki beberapa hal yang bisa dicermati, yaitu: kemasan dalam kondisi baik dan utuh, kelengkapan informasi pada kemasan jelas, tanggal kadaluwarsa bisa dilihat, dan terdapat nomor registrasi pada kemasan.

Sedangkan tipe obat keras ternyata dapat diperoleh di apotek atau fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan resep dokter. Biasanya, obat keras bisa diidentifikasi dengan melihat kelengkapan indormasi pada etiket; nama pasien, tanggal dan aturan pakai dan terdapat tanggal kadaluwarsa obat pada kemasan.

Aman Nggak Sih Menyimpan Obat di Rumah?


Siapa sih yang mau sakit? Pasti pada nggak mau, kan? Kalau pun lagi kena sakit, biasanya juga pada bandel tuh nggak mau periksa atau minum obat. Padahal itu kan penting. Apalagi kan ada obat umum dan obat khusus yang keduanya butuh perlakuan yang berbeda. Jadi ya sudah pasti harus dibedakan cara penyimpanannya agar obat sama-sama tetap berfungsi saat dalam masa penyimpananan.

Untuk obat umum, ada beberapa yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Tidak melepaskan etiket pada kemasan, karena di sana tercantum nama, cara penggunaan dan informasi penting lainnya.
2. Perhatikan dan ikuti aturan penyimpanan pada kemasan.
3. Letakkan obat jauh dari jangkauan anak-anak.
4. Simpan obat dalam kemasan asli dan wadah tertutup.
5. Tidak menyimpan obat di dalam modil dalam jangka lama karena suhu tidak stabil dalam mobil dapat merusak obat.
6. Perhatikan tanda-tanda kerusakan dalam obat. Misal, perubahan warna, bau dan adanya penggumpalan.

Sedangkan untuk obat khusus, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan obat, yaitu:

1. Tablet dan kapsul tidak disimpan di tempat panas atau lembab.
2. Obat sirup tidak disimpan dalam lemari pendingin.
3. Obat untuk vagina (ovula) dan anus (suppositoria) disimpan di lemari pendingin (bukan pada bagian freezer) agar tidak meleleh pada suhu ruangan.
4. Obat bentuk aerosol/spray tidak disimmpan di tempat bersuhu tinggi karena dapat meledak.
5. Insulin yang belum digunakan disimpan di lemari pendingin. Namun, setelah digunakan, insulin harap disimpan di suhu ruangan.

Aaaaa kalau throwback-throwbackan berasa beruntung banget bisa menjadi bagian dari blogger kesehatan di Yogyakarta. Makasih ya mba wardah fajri alias mba Wawa sudah mengajakku untuk bisa bergabung menjadi bagian dari Yogyakarta dalam waktu satu hari. Jadi nambah ilmu lagi untuk ditulis di blog. Terima kasih Kementrian Kesehatan Indonesia yang telah mempercayakan kami para blogger untuk turut serta hadir mewakili blogger di Indonesia, khususnya regional Yogyakarta.




Teman-teman jangan lupa untuk selalu cek kesehatan, ya. Jangan sampai telat cek kesehatan karena ini akan berakibat fatal. Sehat itu mahal sekali harganya, jadi jangan sampai kelewat cek kesehatan ya, teman-teman! ^^

Semoga teman-teman senantiasa sehat, ya. Jangan lupa konsumsi buah dan sayur karena sebagai generasi muda kita harus tetap sehat, bugar, dan produktif sepanjang waktu. Mari wujudkan generasi Indonesia menjadi generasi GERMAS!

Salam,

0 comentários:

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^