Menjadi anak rantau itu sulit. Apalagi jika setiap bulan sekali harus pulang ke kampung halaman. Aku harus selalu berebut tiket deng...

Perjalanan Seperti Apa yang Kau Dambakan Untuk Menemanimu Menuju Rumah?


Menjadi anak rantau itu sulit. Apalagi jika setiap bulan sekali harus pulang ke kampung halaman.
Aku harus selalu berebut tiket dengan perantau lain yang ingin pulang dari riuhnya metropolitan.
Pernah bayangin nggak rasanya menempuh perjalanan jauh secara kilat, tetapi frekuensinya luar biasa sering. Aku mengalaminya secara langsung selama satu tahun ini. Dimana setiap Hari Jumat malam pulang ke kampung halaman Semarang dan menempuh perjalanan dengan kereta selama 7 jam, sampai di kampung halaman Sabtu Subuh dan Minggu malam harus kembali ke Jakarta, si kota metropolitan dengan menempuh perjalanan 7 jam lagi. Itupun kalau keretanya nggak delay!

Iya, aku menghabiskan empat belas jam lamanya di dalam kereta ekonomi, berbagi tempat dan ruang bersama penumpang lain, berdesakan dengan tas dan barang bawaan merea hanya demi bisa bertemu dengan keluarga. Dan itupun tidak lebih dari 48 jam lamanya --- tidak lebih dari dua hari penuh. Such a tiring trip. But, i did it!

Semua lelah rasanya tidak sebanding dengan bisa menatap wajah kedua orang tua di rumah yang menanti dan berharap anak perempuannya ini bisa sampai dengan sehat walafiat dan selalu membawa kabar baik. Tidak dengan topik suasana kantor yang menyebalkan atau manusia-manusia metropolitan yang terkenal kejam.


Aku melabuhkan hatiku pada kereta api untuk menjadi armada yang menemani perjalanan panjangku. Tiada sebab lain yang membuatku bertahan pada gerbong-gerbong yang sekilas terlihat sempit itu selain keramahannya. Bagiku, bisa duduk berbaur dengan orang asing itu asyik. Aku jadi bisa melihat sisi lain kehidupan dari perspektif baru.


Di gerbong-gerbong itu selalu terjalin percakapan sederhana antar penumpang yang saling tak kenal sebelumnya. Sesederhana pertanyaan, "tujuannya mau ke mana, mbak?" atau sekadar pertanyaan basa basi, seperti "kerja di Jakarta, mba? Saya juga, lho." Lalu percakapan mengalir dan mulai beranjak ke mana ia menemukan topik ternyamannya. Kamu sudah pernah merasakannya? Aku sering dan itu menyenangkan.


Belum lagi, gerbong-gerbong kereta yang terlihat diam itu di dalamnya ternyata menyimpan kehidupan yang menyegarkan bagi mata dan membukakan perspektif dunia dari sisi yang lain.

Gerbong kereta ternyata menyimpan cerita seorang ibu yang susah payah menghibur anaknya yang sedang rewel di dalam kereta, kisah pasangan kakek nenek yang berjalan bergandengan untuk mencari bangku mereka, kerja keras para porter tengah membantu mbak-mbak atau ibu-ibu yang merasa kerepotan dengan barang bawaan, polosnya wajah balita-balita lucu yang sesekali muncul di balik bangku kereta ke arahku hingga duduk di samping balita yang tidak mau dipangku oleh sang ibu. Lucu sekali tingkahnya.

Dan aku selalu bahagia bisa berinteraksi dengan mereka dan lupa bahwa empat belas jam bukan waktu yang singkat untuk ditempuh dalam keterbatasan waktu -- aku, menikmatinya.

Aku larut dalam ruang dan waktu - menikmati perjalananku bersama orang-orang asing yang menjadi keluarga sementara di dalam gerbong kereta kesayanganku.


Mungkin omong kosong bila aku tidak suka jalur udara – pesawat. Namun, perlu dipahami bahwa jalur udara itu selain harus memiliki uang yang sedikit lebih banyak, aku juga harus memiliki kepentingan yang menuntutku untuk bisa terbang segera agar bisa sampai dengan kilat. Dan kereta, adalah solusi yang tepat bagi manusia sepertiku dengan kantong pas-pasan dengan frekuensi bolak balik kamping halaman-ibukota yang lumayan sering. 

Tetapi, dibandingkan pemandangan pesawat dari ketinggian yang luar biasa menakjubkan itu, ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang bila aku naik kereta api untuk mengantarku dari dan ke kota tujuanku. Ialah kemanusiaan – dimana toleransi, berbagi, keramahtamahan lebih bisa didapatkan dengan mudah jika harus disandingkan dengan penumpang pesawat yang cenderung individualis karena kepentingan untuk lekas sampai ke tujuan.

Di kereta, tak jarang aku tiba-tiba mendapatkan informasi terbaru dari penumpang lain. Saat aku bertemu dengan para pendaki yang baru pulang, aku jadi tahu bahwa gunung itu tidak semenakutkan itu bila kita memiliki niat dan tujuan yang baik. Aku yang tidak tahu apa-apa tentang gunung jadi paham bahwa naik gunung bukan sekadar untuk eksis belaka, melainkan untuk untuk melakukan kontemplasi (perenungan terhadap diri sendiri) sekaligus melakukan tadabur alam.

Di kereta, aku jadi tahu bahwa tidak semua anak kecil yang menangis bisa didiamkan hanya dengan cara digendong begitu saja. Beberapa diantara mereka butuh dimengerti bahwa kereta itu memang tempat yang kecil, mereka butuh protes sebab ruang gerak mereka begitu terbatas. Bahkan, beberapa diantaranya lebih merasa nyaman untuk duduk dibangku sendiri daripada harus duduk di pangkuan ibunya yang selama ini digadang-gadang hangat tak tergantikan. Anak kecil, entah mengapa selalu punya sisi unik tersendiri bagiku yang sudah mulai berumur ini.


Dan dalam setiap perjalanan menuju rumah, aku selalu menemukan banyak rumah di gerbong-gerbong kereta ekonomi. Sebab rumah ialah tempat di mana hati berada, bukan hanya sekadar alamat belaka. Pada setiap jiwa-jiwa perantau yang akan pulang, aku melihat jauh ke dalam mata mereka ada binar-binar kebahagiaan yang tidak bisa dideskripsikan.

Aku pernah beberapa kali bercakap pada perantau dari beberapa kota dalam beberapa waktu. Salah seorang diantara mereka mengaku bahwa pulang Jakarta ke Kediri membutuhkan waktu tempuh hingga empat belas jam dan ia selalu pulang dua minggu sekali. Ia pulang untuk anak dan istrinya di rumah yang menantinya.

Seseorang yang lain pulang, mengambi cuti rutin dan sesekali meminta dispensasi untuk bisa lebih lama di rumah agar bisa duduk bercengkrama dengan orang tua mereka. Aku merasa kalah. Tujuh jam perjalananku ternyata masih biasa saja jika dibandingkan dengan mereka.

Dan di dalam gerbong-gerbong kereta yang bisu itu, ada banyak rumah yang dirindukan oleh para perantau dari ibukota. Mereka, para perantau membawa harapan baru bagi keluarga di kampung halaman. Aku makin takjub dengan perjuangan mereka dalam menempuh ruang, jarak dan waktu.

Bayangkan saja, duduk sendiri menjadi orang asing dan bertemu dengan orang asing dan harus duduk menghabiskan perjalanan bersama mereka selama empat belas jam itu sulit. Apalagi, bagi seorang introvert sepertiku, aku akan lebih memilih banyak diam jika tidak ada yang memulai percakapan 

Ada hal yang selalu aku takutkan setiap kaii ingin dan akan pulang. Aku takut tidak bisa pulang karena harus berebut tiket dengan para perantau yang rindu kampung halaman lainnya. Lebih-lebih kalau pas lagi high season, sepertii tanggal merah di Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Udah deh, tiket pasti sudah habis tiga bulan sebelum Hari H. Gimana enggak coba? Lawong yang hari merah biasa aja rebutannya naudzubillah, gimana kalau pas lebaran kan hahaha. 

Aku pernah merasakan habis tiket tepat saat long weekend dan akhirnya memutuskan pulang ke kampung dengan moda transportasi bus. Lalu, aku menyesali pilihanku sendiri hahaha. Sebab, waktu tempuh empat belas jam yang biasanya aku gunakan untuk pulang pergi hanya habis dalam sekali perjalanan saja. Kalau ditanya bagaimana rasanya, aku lebih baik di kosan nyuci baju daripada harus mengulangi kesalahan yang sama ehe.

Bukan hanya bosan, lelahnya itu lho nggak ketulungan. Itulah sebabnya aku merasa kalah seperti yang telah aku jelaskan di atas. Aku kalah dengan perjuangan pernatau lain yang jauh jauh lebih gigih jika dibandingkan perjuanganku yang baru begitu saja.

Sekarang, betapa bersyukurnya aku hidup di zaman yang serba digital. Dimana aku bisa mendapatkan apa yang aku mau hanya dalam satu genggaman saja. Sejak kenal dengan Traveloka aku teramat sangat terbantu untuk reserve jadwal kepulanganku bahkan ketika high season – ketika semua orang ingin pulang dan berisitirahat dari hiruk pikuk metropolitan. FYI, tiket Idul Fitri selalu habis tiga bulan sebelum Hari H.

Kebayang nggak tuh gimana hecticnya kami para perantau memperjuangkan ego kami masing-masing demi bisa pulang? Hehehe. Bahkan, saat-saat seperti ini, teman pun jadi lawan. Selama aku bisa pulang, ya aku akan mendahulukan diriku terlebih dahulu, baru temanku hahahaha.

Tapi, semua berubah sejak aku kenal Traveloka. Aku yang biasanya ‘nitip pesan jadwal’ ke temanku jadi nggak perlu takut kehilangan kursi. Sebab, aku bisa memesannya sendiri, meskipun aku sendirian ataupun tengah malam di kamar kosan. Hanya dengan satu aplikasi saja, aku bisa melakukan reservasi tiket kapanpun sesukaku.

Aku pernah mengalami bagaimana rasanya bingung nggak bisa pulang, sendirian di tanah rantau dan kehabisan tiket kereta atau moda transportasi lain saat ingin sekali pulang. Sedih, udah anak rantau, anak kosan, sendirian pula. Mending kalau kosan ramai, kosan kan juga sepi, hahahaha kasian banget ya aku kayaknya XD.


Nggak apa-apa, deh soalnya sekarang kan aku sudah aman-aman aja hehehe. Jadinya, sudah anti bingung lagi kalau misalkan mau pesan-pesan tiket entah buat pulang PP kampung halaman metropolitan atau untuk beli tiket bakal jalan-jalan ngebolang hahahaha.

Sekarang mah udah rebes banget mau pesan bangun tidurpun udah langsung bisa bisa aja. Lagi ngojek di atas motor pun bisaaaaaaaa banget hahahhaha. Sambil menyelam minum air kalau aku mah. Jadinya sambil naik motor menempuh perjalanan, sambil pesan tiket untuk perjalanan yang lain. Anaknya emang sekalian banget gitu nggak mau repot huahahahaha. Simpel banget lah pokoknya!


Ditambah lagi, aku sudah memiliki m-banking dan e-banking yang mana membuatku bisa langsung melakukan pembayaran saat itu juga tanpa harus ke minimarket terdekat. Jadi, kalau ada yang bilang anak zaman sekarang itu terlalu gandrung dengan gadget, maka aku ingin tertawa saja rasanya hahahha. Karena mungkin jika aku bukan anak zaman sekarang, aku nggak akan pernah aware dengan aplikasi Traveloka dan kemudahan-kemudahan yang bisa aku nikmati di dalamnya.


Sekarang, setiap kali aku butuh tiket, aku cukup buka aplikasi, isi stasiun awal dan stasiun tujuan, tanggal keberangkatan, memilih kursi yang aku ingin singgahi, menyelesaikan pembayaran daaaannnnn bayar, deh. Praktis abis sekarang. Malahan bisa bantu teman-teman atau orang asing yang sedang kesulitan memilih tiket.

Aku pernah nongkrong di Indomaret point di Pandanaran Semarang. Aku melihat bapak-bapak tengah kesulitan memilih tiket untuk Beliau pulang. Karena aku pernah merasakan betapa menyedihkannya nggak bisa pulang kampung dan kebetulan aku paham, maka aku mendekati bapaknya dan bertanya kepada Beliau.

Lalu, tanpa banyak basa-basi aku membantu beliau untuk pesan tiket melalui Traveloka. Taraaaaa!!! Tiket yang awalnya nggak ada di minimarket itu dengan keterangan “Kereta Habis atau Kursi Tidak Tersedia” bisa- bisa aja tuh dicari di Traveloka. Iyes, beda banget dan aku pada saat itu jadi makin bangga sama Traveloka sebab dia punya banyak stok kursi dan real time untuk ditampilkan. Jadi makin cinta deh, ah hahaha.

Asyiknya pakai aplikasi Traveloka itu hemat waktu dan hemat tenaga. Kalau zaman baheula harus antri ke stasiun untuk bisa pesan tiket, sekarang cukup buka aplikasi, masukin tujuan dan tanggal, konfirmasi, bayar, deh! Jadi makin hemat, kan? Hihihi

Apalagi kalau harus melakukan perjalanan tiba-tiba dan tak terduga. Bisa banget tuh pakai Traveloka. Kayak dulu, pas waktu masih pertama kali merantau ke Jakarta dan dapat kabar nenek meninggal di Semarang. Duh, udah gatau lagi tuh mau gimana, dan akhirnya yaudah pesen aja tiket d Traveloka biar cepet.

Waktu itu aku pesan tiket kereta eksekutif, karena memang butuh waktu yang lebih cepat dari kereta ekonomi. Dan eng ing eeeennggggg gampang banget dooooong caranya. Praktis abiiissssss. Apalagi aku juga pakai m-banking kan, jadinya bisa langsung transfer tanpa repot saat itu detik itu juga hihihi.

Btw, temen2 udah pernah nyoba Traveloka belum? Kalau belum, ini ada infografis sederhana deh bisa dilihat dulu. Gampang banget, kok! Nggak pake ribet-ribet. Coba deh dilihat dulu.

Gimana manteman? Super gampang, kan pesan tiket di Traveloka? Jadi, udah cucok banget nih kalau si Traveloka ini dibawa kemana mana dan dikantongin di saku celana. Bahkan, kalau punya aplikasi Traveloka di smartphone itu bisa banget buat bantuin orang lain yang lagi susah ataupun emang butuh bantuan untuk beli tiket dadakan.

Kalau aku sih, selain buat sendiri aku juga suka pesenin buat temenku karena dia masih kurang paham kalau pesan tiket itu bisa lewat aplikasi. Dan biar sekali kerja, biasanya aku pesan dari aplikasi dan akun Travelokaku.

Mayan kan, dengan makin banyak pesan makin banyak benefit. Ah iya, kalau pesan di Traveloka itu ada keuntungan lain juga, lho! Poin! Iya, kamu bakalan dapat poin setiap kali pesan tiket kereta di Traveloka. Nantinya, poin yang terkumpul ini bisa ditukar dengan tiket atau promo lain yang sedang berlaku. Jadi bisa tambah ngirit deh ehehehe anaknya irit banget ya aku. Gimana, asik banget, kan?


Terus nih terus, nggak cuma bisa pesan tiket kereta aja kalau pakai Traveloka. Alias, bisa pesan banyak tiket sekaligus di Traveloka jadinya irit banget nget nget nget. Apalagi ada promo bundling dari Traveloka kayak pesan Tiket Pesawat + Hotel bisa lebih murah. Ada juga nih promo pulsa internet. Cucok meong buat kalian yang kayak aku gini, cari diskonan mulu kerjaannya hahahha.

Dan kecenya di Traveloka ini, kamu jadi bisa pesan tiket event yang on going atau mendatang gitu. Jadinya yaaa begitu, deh. Praktis abeesssss. Nggak ada tu ngantri-ngantri buat bisa dapat tiket event yang murah atau gratis malahan. Pakai Traveloka aja udah beres, kok!

Kalau aku sih yang sering banget kepakai beli tiket kereta sama hotel. Gakuat beli tiket pesawat shay! Hahahah. Nih, buat teman-teman yang masih galau install Traveloka, lihat grafis ini dan pertimbangkan sendiri deh betapa menguntungkannya Traveloka. Dijamin nggak akan nyesellllllll XD.



Waaaahh nggak nyangka bisa nulis sepanjang ini kek kereta beneran hahaha. Abisnya kalau nyeritain tentang perjalanan dan kereta nggak akan ada habisnya, sih. Pasti pengen cerita lengkap gitu soalnya Traveloka bantu aku banget untuk jadi bisa ke mana-mana dengan kereta. Mau ke luar kota dari atau menuju ke Jakarta pun gampang dan nggak ribet. Tinggal klik aja, selesai, deh!

Apalagi aku kan anaknya nggak mau ribet banget, yak. Jadinya yaaaaa ngapain gitu maksudnya pake empet-empetan atau antri di event. Males ke warung juga btw kalau harus beli pulsa meskipun butuh heheheh. Dasar emang ini bocah malesnya naudzubillah banget XD. Tapi yaa mumpung jomblo lah yaaa males-malesannya di puas-puasin sek sebelum nanti akhirnya nggak jomblo lagi.

Lhooo ini apa ini kok bahas kereta jadi sampai jomblo? Hahaha. Udah udah udah, udahan aja sampe di sini. Intinya, kalau belum install Traveloka, gih, install! Gih cobain sendiri betapa praktisnya pakai Traveloka dan buktikan sendiri kalau aplikasi Traveloka #JadiBisa bikin teman-teman serasa punya kantong Doraemon karena bisa ngapa-ngapain hihihi.

Ini cerita perjalananku teman-teman, kalau kalian gimana? Share, dong! ^^

Selamat mencoba!

Salam

110 komentar:

  1. Aku juga selalu pakai Traveloka buat mesen tiket pesawat, kereta api atau hotel. Prosesnya cepat, daaan pernah suatu kali membatalkan pesanan kamar hotel terus uangnya balik 100% seneng banget gak sih? gak ada potongan dan gampang banget pakai aplikasinya. Metod epembayarannya juga banyak dan gak ribet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum nyoba yang hoteeell karena kebiasaan nginep di kosan temen heheh. Makasih kak infonya! :D

      Hapus
  2. Aku kalo traveloka lagi promo buru-buru beli banyak soalnya kereta ke Bandung cepet banget abis kwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaakkk!! Aku juga anak promo banget. Selalu langsung pesen cus tanpa pikir panjang kalau ada promo hehehhe

      Hapus
  3. Jujur gw blm pernah naik kereta.. Hiks menyedihkan ya kisah gw.. Ajakin gw napaaa naik keretaaaa.. Plisssss

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Allah ciyan amat sih kaka gw yang satu ini :p

      hayuk naik kereta sini lhooo XD

      Hapus
    2. Ciyaaan deh, sistaku yg satu ini, yuuk kapan2 piknik brg naek kereta

      Hapus
    3. Wahahahah ajakin mba ajakin !!! XD

      Hapus
  4. anak-anak rantau pasti meradakan hal yang sama, untung banget sekarang udah banyak aplikasi digital untuk tiket reservasi, jadi membantu para anak rantau mengurangi beban mengantri lama lama ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakka anak rantau pejuang tangguh banget yak mas hahha

      Hapus
  5. Itu sebulan sekali banget mba PP Jakarta-Semarang? Ngeri banget ya Allah pasti capeekkk

    BalasHapus
  6. Luar biasa ya perjuangan anak rantau. Sesekali pengen ngerasain gmn rasanya jd nak rantau pejuang tiket kereta.
    Aku juga suka banget naik kereta, tp msh kereta commuter line jabodetabek ehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. weheheh demi buuu demi ibu tersayang hihihi doain berkah yaa.

      nah lo, kapan mau naik kereta beneran?

      Hapus
  7. senasib, sama" perantauan,, tapi bedanya sy gak sering pulang. jadi gak sering pake traveloka,, tapi membantu kalo pas lagi butuh beli tiket,, cari hotel juga gampang, ngebantu banget buat cari perbandingan harga.

    BalasHapus
  8. waaaaaaa...... war biasa kaka sept....
    aku beberapa kali naik kereta tapi tiap kali naik kereta tiketnya dipesenin temen.
    harus gw coba nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo kak di installl, jangan jadi parasit temen :p

      Hapus
  9. traveloka aplikasi yang memudahkan dan sometimes menguntungkan dengan adanya kode promo jadi harga yang kita bayar kadang diluar ekspektasi jadi lebih murah booking hotel maupun pesawat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener banget kak, jadi untung kalau pakai traveloka pokoknya

      Hapus
  10. Aaah aku banget nihh pilih naik kereta selama perjalanannya di Jawa. Selalu ada cerita seru meski memang harus punya lebih banyak waktu.

    Kalau Septi bisa sekalian cari jodoh nihh banyak kenalaan apalagi para pendaki pasti banyak cerita serunya yg bikin kepincut hati haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakak, iya nih deretan pendaki menanti *halah hahahha

      Hapus
  11. sebulan sekali? aku malah seminggu sekali. T.T

    BalasHapus
  12. wah bner banget tu mbak, aku juga slalu pesen tiket lewat traveloka. selain gampang juga banyak promonya hahah, oya satu lagi kalo beli pulsa juga selalu lwat traveloka, harganya miring", lumayan lah bagi anak kost wkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk pulsa aku ga pernahhh, tapi mau cobaa kalu murrah hihi anak diskonan bangettt

      Hapus
  13. I feel the same. Jakarta-Semarang sebulan sekali, and Traveloka helps me so much. Suka di omelin juga kalau di jakarta kelamaan, lagi lagi demi berkah ibu tersayang. Kayaknya pengalaman pake Traveloka kita hampir samaa. Hahahaha �� semangat jadi anak rantau sayangkuuu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahi feel you rasanya dimarahin karena kelamaan di Jakarta kak. Tapi we did it. Kita harus seterong kak hihi

      Hapus
  14. Hidup #KERETAMANIA

    BalasHapus
  15. wahh mantappp euyy.. lebih simpe gampang dan kadang ada promonya jgaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan kadang lagi sih mas, emang banyak banget promonya hahahah

      Hapus
  16. Aku mah daridulu selalu pake traveloka, gak cuma tiket sih, kamar pun juga , jadi lebih praktiss, wkwkkwkwkwk

    BalasHapus
  17. Halo salam kenal. Isi tulisannya sangat mewakili perantau macem saya juga nih. Bedanya saya Bogor-Boyolali. Sebelum dan sesudah jalur kereta perlu berjibaku dengan moda transportasi lain. Sukses selalu untuk author dan desainer webnya. Salam

    BalasHapus
  18. Benar sekali, atmosfer jalur udara dan darat itu totally different. Antara keramahan penumpang dan kecuekann penumpang. But anyway sekarang malah sering jalan2 untuk kerja daripada kerja pulang.

    Tetap semangat dengan caramu untuk mencari rezeki. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe alhamdulillah kerjanya sambil jalan-jalan mas, dinikmati aja sama yang dijalani sekarang mas. Insya Allah berkah

      Hapus
  19. Gue pernah ke bandung cuma bayar 80ribu karena ada promo dari traveloka wkwk alhamdulillah mayan ngirit .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dasar anak promo! Hahahha eh gue juga deng :D

      Hapus
  20. Wah waah seru nih, gw juga suka mah sama "cheap traveling" hihihi
    Sering promosi diskon ya di Traveloka? Boleh nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyeeess jalan-jalan mah ga harus mahal hahaha

      Hapus
  21. aku baru 2 kali naik kereta luar kota itupun karena temen, memang seru banget dan kalau ke luar kota penggennya naik kereta,apalagi pesennya sekarang mudah pake traveloka, tapi sayangnya di tempatku ngk ada stasiun kereta ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahhaha ciyaaannn, rumahnya di mana emang mas? :p

      Hapus
  22. Aku juga suka pake traveloka soalnya banyak diskonannya ehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka #timdiskon banget yak kita kak hahahha

      Hapus
  23. Pejuang tiket banget yak, demi pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu bersama orang rumah. Haha. Tak peduli armada apa yg menemani perjalanan pulang, nikmati setiap perjalanannya. Yg mahal itu bukan tiketnya, tapi momen perjalanan. Dan buat aku pribadi, kereta masih menjadi pilihan perjalanan untuk menemaniku menuju rumah

    BalasHapus
  24. Cintaku bersemi di kereta malam Sep? Jugijagijug gijag gijuuuug :D

    BalasHapus
  25. Baru saja kemaren check in hotel dari pemesanan lewat Traveloka. Sangat... Sangat... Membantu banget.

    BalasHapus
  26. Aku juga punya feels sendiri dgn kereta api, banyak hal yg bisa jd cerita klo pas naek kereta api

    BalasHapus
    Balasan
    1. jauh lebih asyik dibandingkan dengan naik pesawat ya mba :))

      Hapus
  27. Daku kalao nark kereta cuman ndak sampe 5 kali.
    Traveloka asik untuk pesen2 tiket hotel dan pesawat, bikin mudah dan cepat

    BalasHapus
  28. sering mudik juga kak tiap pekan, tapi naik motor...hahaha.
    sering naik keretanya jaman harus visit klien dan itupun pesennya pake aplikasi sebelah, jarang ada promonyaaaa, huhu, asique nih kalo install traveloka juga, thanks lhooo ;)

    BalasHapus
  29. Kereta api sudah jadi transportasi utama buatku pulang ke rumah. Sebagai anak rantau juga, sudah mengalami gimana jaman dulu harus antri sebelum jam 7 pagi untuk mendapatkan tiket seminggu sebelumnya di stasiun..menulis dikertas, dan ga bs leluasa pilih kursi. Kemudian muncul laah mobile booking via kai access, beberapa kali menggunakan udah ngrasain efisiennya, ditambah fasilitas kereta yang terus memadai. Dan kemudian traveloka menggoda dg banyak diskon. Takluklah saya oleh traveloka sebagai tempat andalan untuk pemesanan tiket kereta..

    Dannn, yg paling mengesankan ttg kereta adalah kamu akan lebih mengenal teman perjalananmu selama sehari daripada temanmu di kelas selama 3 tahun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kusuka kalimat terakhir hahahha. iya juga ya, mengenal teman lebih asik saat melakukan perjalanan bersama dengannya

      Hapus
  30. Selamat ya, Mbak Dwi. Jalan-jalan ke Europe euy. Ayo, udah pilah-pilih nama belum siapa yang mau diajak jalan-jalan ke sana? Btw, Mbak asli Semarang ya? Salam kenal dari orang Pemalang yang suka ikut event-nya blogger Semarang. Dan sekali lagi selamat! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Eko, barakallah juga untuk juara 1-nya, ya! Semoga hadiah kita sama-sama berkah ^^

      Hapus
  31. Selamat ya. Tulisannya memang layak menang :)
    Belajar banyak dari tulisan mbak-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih, Mas Darius doakan bisa selalu bermanfaat, ya :)

      Hapus
  32. Whoaaaaa Eropaaaa... Selamat yaaaa

    BalasHapus
  33. Congrats mba sept! Tulisannya bagus, bikin berimajinasi seolah aku lagi ada di kereta api. Aku suka pesen hotel via traveloka, lebih praktis hehe

    BalasHapus
  34. Congratulation mbak otw ke eropah hahahah :D

    BalasHapus
  35. asikkk, juaraaa, selamat ya mbakkk. Yes, KA eko tuh manusiawi banget, perjalanan darat memang lbh terasa bermakna drpd udara. Semangat ya di perantauan dan smg rindu kampung halamannya semakin digenapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaa anak kereta juga ya, mba?
      Kuy, naik kereta bareng, kuy! Hihihi

      Hapus
  36. Juara!
    Aku suka cerita tentang keretanya. Rumah adalah dimana hati itu berada.. aiiiiih dalem..

    Selamat ya kak.. jalan2 ke eropa dan jalan2 naik.kereta di eropa. Salam kenal dari aceh dimana kereta menjadi pengantar tidur masa kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa terima kasih!

      Salam dari Semarang, Mas Yudi!
      Berkabar ya kalau ke Semarang nanti saya ajakin naik kereta hihii

      Hapus
  37. mba, selamat ya juara 1 dan dapat grandprize liburan ke eropa pula, tulisannya memang bagus. Salam kenal ^_^

    BalasHapus
  38. Selamat ya mbak jadi pemenang utama, sekaligus dapat uang saku buat ke eropa... :) semoga perjalanannya menyenangkan dan di share di blog ini, saya tunggu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih ya, mbaaa doakan lancar semuanya, ya! ^^

      Hapus
  39. keren mbak, grand prize ke Eropa :D jadi ngiri

    BalasHapus
  40. Asyik banget ya jaman now, di dalam genggaman bisa melakukan semuanya, jadi tidak perlu desak-desakan lagi antri tiket kereta ya Mbak :)

    BalasHapus
  41. Salam kenal, Mbak Dwi. Hmm peka banget, ya. Sampai terasa banget gitu.. pas baca artikel ini, apalagi di bagian awal2 dan pertengahan, serasa lagi ada di kereta. Keren pisan euy!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehehehe, aku suka mengamati, mba. Alhamdulillah kalau bisa membawa mba berimajinasi heheheh

      Hapus
  42. Naek kereta emang berjuta cerita yaaa,, omong-omong soal traveloka emang juara ini app, kemaren butuh banget book hotel jam 12 malem, di saat app yang lain nolak cuma traveloka yang kasih tahu ada hotel kosong yang bisa di book saat itu juga. Terima kasih Traveloka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betullll, ya meskipun aku jarang pesen hotel, tapi akku merasa terbantu dengan aplikasi Traveloka heheh

      Hapus
  43. Wahhh keren,.. congratz ya mbak,.tulisannya bagus,..
    Apalagi kirim postingannya pas deadline banget ,.. untung di perpanjang jadwal lombanya,.. klo gak,.. mgkn bukan saya pemenangnya hehehe,.. salam dari wong semarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, makasih mas arief ^^

      Wahhh, Semarangnya amna? Kuy meet up!!

      Hapus
  44. Selamat ya mbaaakkkk.... Dalem banget tulisannya gak sekedar artikel doang tp benar2 membuatku berkontemplasi ad d suasana kereta! ๐Ÿ˜
    Walaupun aku belum beruntung di event ini smoga suatu saat jg bisa beruntung spt kamu mbak e..hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mas Arief!

      Tetap semangat yaaa barakallah :)

      Hapus
  45. Totalitas menghasilkan tiket Eropa ya mba, Good Job, well done!

    BalasHapus
  46. Nyari tiket kereta memang menjadi sebuah pengalaman menarik, terutama pas mau mudik lebaran, berasa seperti lagi KRS-an :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahahah kalau mudik itu rasanya udah bener2 berebut mas wkwkwkw

      Saya nggak pernah KRSan huhuhu

      Hapus
  47. Baru kemarin lho meetup di gambir��

    BalasHapus
  48. hoaa..keren mba tulisannya dan selamat dapat grand prizenya, salam kenal :).

    BalasHapus
  49. wah keren banget artikelnya, selamat ya mba! ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih ya, kak Mardiah :)

      Hapus
  50. Wah panjang sekali yah, serasa baca novel.
    Tapi artikel ini benar-benar bagus menurut saya.

    BalasHapus
  51. Mbak Sep...keren banget....duh jadi pengen naik kereta dan pesen tiket melalui Traveloka biar nggak ribet.

    BalasHapus

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^