Rabu, 29 April 2015

I'll Gonna Miss You Great Teacher Algoothzuka

Coba tolong jelaskan padaku,
kehilangan seperti apa yang tidak menyakitkan? 
perpisahan seperti apa yang tidak memilukan? 
bisakah kau jelaskan kepadaku?

Hari ini, tepat 29 April 2015 masuk ke dalam daftar tanggal penting dimana aku harus kehilangan seorang yang sudah terlanjur melekat dalam hati sebagai seorang kakak, dosen, bapak, sahabat, pacar, bahkan musuh terbaik yang pernah ada.
Terhitung sejak 18 Agustus 2014 aku resmi menjadi mahasiswa, aku mengenal karaktermu yang entah kau itu makhluk dari planet mana aku tak paham.. Ketika kau masuk ke dalam kelas dengan segala tugas yang menyakitkan, kau terekam begitu tampan sebagai seorang dosen yang mengajarkan betapa kuliah itu bukan hanya sekadar teori belaka.
Mungkin bagi sebagian orang kau memang konyol, seenak jidat, ga punya pikiran atau apalah entah.. Tapi bagiku, kau luar biasa.. The best lecture i've ever had is you, Algooth Putranto.. I miss you so bad. Aku ingat di tengah pembicaraan santai kita sebagai mahasiswa dan dosen, kau pernah mengatakan bahwa kau akan segera pergi, dan aku meminta kau untuk tetap disini. Dan hari ini, hari yang tak pernah kubayangkan aku akan menangis begitu pilu kehilangan seseorang sepertimu.

UTS, itu hanya mitos, ya kan Pak Dosen? Sedikitpun apa yang kau berikan terduga oleh kami. Kuliah, seminar, tugas, survey, apalah itu.. Kau tetap yang termenyebalkan dengan segala deadline gilamu itu. Mungkin kalau bukan karnamu, aku tak akan betah di Unika..
Dulu, aku memang pernah bercita-cita akan terus menggunakan rok ketika kuliah di Unika. Tapi setelah seseorang yang tercinta itu menikah, aku kehilangan hasrat untuk semuanya. Dan karna kebijakan setiap kuliah komunikasi massa harus menggunakan rok olehmu, aku jadi terbiasa kembali sekarang. Seolah disadarkan bahwa memang sejatinya seorang wanita itu anggun. Itu karnamu,

Di depan kami, di ruang teater Thomas Aquinas, kau berhasil menyulap ruangan menjadi ruang hampa kedap tawa namun penuh dengan air mata. Belum selesai kau bacakan narasimu yang amburadul, aku sudah meneteskan air mata. Ini kali kedua aku menangis di depan umum hingga tanganku bergetar dan sesak dadaku. Kau berhasil !! Aku benci kau -_____-
Pamorku akan turun karena ini semua.. Kau harus bertanggungjawab!! Ah aku benci kau Pak Dosen terbaikku.. Tidak akan ada lagi dosen yang selalu bilang "nopo? kangen?" ketika aku mencari.. Tak akan ada yang selalu whatsapp "dimana? makan yok..laper" lalu mengajak makan. Tak akan ada lagi dosen yang bilang padaku "iso iso... semangat yaa.." I miss you mas bro.. 

Sempet banget update "ga sabar ketemu dedek2 gemes besok.." Helloooowww situ pikir kita apaan? -_____- ya kaleeee sumpah njengkelke banget dirimu ki -_____-
Tapi ya itu, satu hal yang aku akan selalu ingat darimu.. "jalani apa yang memang nyaman untuk kau jalani sekalipun kamu harus melepaskan hal terberat dalam hidupmu"..
Pak Pak, 
"when its over thats the time i fall in love again"
kok sempet sih update ngene? ngenes banget sumpah moconne -_________________-

Apapun itu, terimakasih Pak Dosen yang pengen dipanggil Mas untuk segala dedikasi, waktu, cinta, traktiran, dan semuanya.. Terimakasih pernah menjadi musuh tersulit, sahabat terbaik, dosen tergokil, guru terluarbiasa, dan tentunya pacar termengagumkan.. Aku tercengang ada orang sepertimu di dunia nyata, dulu aku pikir hanya ada di sinetron hal itu..

Kami akan kehilangan
- Dosen yang ngasih tugas hari ini jam 2 siang dan deadline besok pagi set 8
- Dosen yang nggak rela banget kalo mahasiswanya LKTD lalu dikasih tugas analisis dan masih ngasih kuliah di hari H berangkat LKTD
- Dosen yang selalu ketawa ketiwi bareng di depan kelas Mikael
- Tukang Buly para jomblo contohnya aku ini yang selalu jadi bahan bulyan jomblo -_-
- Tukang traktir yang selalu nanyain udah makan atau belom
- Bank berjalan yang bayarin LKTD mahasiswa tercintanya yang gapunya duit buat bayar
- Temen makan di hans kopi dan bayarin semua makanan
- Makhlus halus yang bayarin seminar mahal Rp.150.000,- dengan Arbain Rambey dan Wisnu Nugroho sampaii akhirnya memenangkan lomba blog juara 2 se-Jateng
- Bikin aku sama abi eksis di majalah kampus kronik, juos pokoke
- Sahabat yang mau boncengin sampai Jogja meskipun pulangnya ditinggal karena harus liat kondisi istrinya setelah ada kecelakaan di gombel
- Yang bisa bikin Joses sampai hilang ingatan
- Yang bisa bikin badmood seharian di kelas gara-gara aturan yang super iyuh itu
- Dosen yang kuliah harus pake helm kalo nggak pake rok atau dasi
- Dosen yang selalu periksa EYD di analisis tugas (elu dosen apa sih Pak sebenernye -____-)
- Wartawan yang selalu tau apapun kegiatan mahasiswanya, yang siap support di sporthall teriakin semangat buat mahasiswanya yang tanding basket
- Pacar yang nemenin lembur bikin proposal proyek sosial di ruangan kaprodi, bolak-balik nyari perangko, nge-scanin surat pernyataan, sampai akhirnya bikinin teh buat mahasiswinya yang cantik ini
- Temen diskusi setiap saat di bbm, whatsapp, ataupun langsung
- Yang mau minjemin HP setelah HPku ilang meskipun nggak kepake juga sih,
- Yang selalu absurd cara ngomongnya, ketawanya, nasehatnya, kelakuannya
Buanyak pak kenangan sama kamu di Unika, gabakalan bisa nyebutin satu-satu kekonyolan yang udah pernah Bapak eh Mas Algooth buat selama satu semester ini. Mbok ya nunggu kami ini, eh aku maksudnya lulus gitu lho Mas -_-

Satu yang terbesit ketika kamu ngomong salam perpisahan, Mas Algooth.. 
"Terus gue di Unika ngapain?"

Selamat berkarya di dunia yang memang nyaman untuk kamu geluti yo mas, ojo mabuk -_-, kui pikiran dedek gemesh karo tante emesh e diilangi -_- ileng bojo karo terorise dirumah.. Aaaaaakkkkkkk pokoke ak to benci mbek dirimu om -_- I miss you so bad.. I really do it..

Jumat, 27 Maret 2015

Kuliah Itu Cari Absen Atau Cari Ilmu?

Ehmm.. bicara tentang kuliah sudah pasti membicarakan tentang dosen, mahasiswa dan tentunya sebuah sistem yang mengikat semuanya menjadi satu kesatuan utuh ya guys.. Nah, disini saya sebagai pelaku dalam dunia perkuliahan alias mahasiswa mau sharing nih seperti apa sih dunia perkuliahan itu. Menyenangkan atau menyedihkan? Lets see....

Bicara soal kuliah, lekat sekali dengan uang yang mahal, yaps memang sebagai mahasiswa yang meyandang status mahasiswa mandiri karena harus bayar segala sesuatu sendiri membuatku menjadi mahasiswa super tegar di kampus *halah lupakan :D


Sebenarnya, apa sih yang terpenting dari sebuah perkuliahan?
Memang, esensinya, kampus itu menjadi tempat untuk belajar mengajar serta untuk mengembangkan diri menjadi pribadi baru yang lebih siap bersaing di dunia luar bukan?
Saat ini saya menyandang sebagai mahasiswa semester dua jurusan ilmu komunikasi Unika. Dimana sih? Halah kampus ungu yang keren itu loh yang teduh banget karena diiringi pohon bambu di pinggiran. Masih belum tau juga? Itu lho yang banyak cici cantik sama koko gantengnya :D

Balik lagi kepada esensi kuliah, hingga saat ini saya masih belum menemukan klik tentang sebenar-benarnya makna kuliah guys. Kenapa? Karena banyak hal yang entah kenapa kadang eh sering maksudnya bikin aku males kuliah. Bukan tidak menghargai kesempatan dan uang, tapi ya itu, rasanya ada hal yang tidak atau mungkin belum aku temukan dari sebuah sistem perkuliahan.

1. Ke kantin yuk, suntuk nih di kelas
    Ini adalah sebuah ajakan sesat sederhana yang terbisik dari setan entah itu setannya temen kita atau diri kita sendiri yang jadi setan kwkwkw. Jadi, bukan hanya satu dua kali saya melihat mahasiswa itu lebih menikmati suasana di kantin daripada di kelas. Berikut cuplikannya :
A : mahasiswa satu
B : mahasiswa dua
*ceritanya belum masuk kelas*
A : "bray, nanti ke kantin yuk, dosennya boring ih,"
B : "gile lu, nggak ah, absen ntar gimana coba?"
A : "halah, tasnya taruh aja di depan kelas, ntar kalo udah di absen kita ijin ke toilet gitu, tapi nggak balik k kelas,"
B : "......"

Yang penting absen vroohh *forzaaaaa

2. Dosennya siapa sih? Titip Absen yah...
   Hahhaah judul headingnya sudah tidak menyenangkan sepertinya ya, tapi ya inilah yang terjadi terutama sama diri saya sendiri. Dosen juga menjadi penentu kenapa kuliah itu menyenangkan atau tidak. Loh kok bisa? Ya bisa dong.... Pembawaan materi yang easy listening tentu saja akan membuat kita (mahasiswa) enjoy dengan materi apapun dan seberapapun sulitnya itu. Entah ya kalau kalian, tapi saya selalu berusaha mengerti karakter dosen *halah...
A : saya
B : teman
*lagi banyak kerjaan, dikerjar deadline*
A : "Eh, ini mata kuliah apa sih?"
B : "mata kuliah *sensor* brooooo,"
A : "Ahhh, bu ini ya?
B : "Iya, kenape?"
A : "Nitip absen dong, lagi deadline nih, kalau masuk juga sayang, jelasiinya ga jelas.. Mending ngelarin kerjaan kan, soalnya tar di kelas pasti ngantuk *danberbagaialasanlain"

Ini itu sebenernya apa sih yang dikejar? Ikut kuliah cuman buat absen doang?

3. Dosen : "Hari ini saya ada rapat, kalian saya beri tugas ya. Saya absen dulu, kita masuk 5 menit lalu pulang,"
   Ini apa - apaan coba? Hahahaha.... Saya sih bahagia kalau ndak ada kuliah, tapi kalau keinget betapa susah mbayarnya itu loh *sakitnyatuhdisini* hiks. Belum lagi mereka yang sudah jauh - jauh naik angkot ke kampus cuman atau satu mata kuliah dan dosennya bilang gini? Uuuuuuuwww pediiihhh.... hahahahha

Tulisan ini bukan maksud untuk merendahkan kok pak buk, hanya saja saya merasa lucu hihi..

Lalu apa sih esensi kuliah sebenarnya? Tiga cuplikan di atas adalah contoh kecil betapa kita masih belum paham betul sistem yang kita jalani. Kuliah itu kan bukan sekadar dosen butuh atau mahasiswa butuh kan ya? Tapi, mahasiswa dan dosen punya keterikatan untuk saling membutuhkan satu sama lain. Tentunya sih simbiosis mutualisme dong...

Memang sih, kalau dari pengamatan yang telah saya lakukan *halah. Absensi itu pertama dan utama dalam dunia perkuliahan. Bisa dibayangkan, jika kita mengerti materi sebaik apapun, nilai tugas setinggi apapun, kalau absen kurang dari 75% akan dipastikan gagal untuk bisa ikut ujian akhir semester. *dyaaaaaarrrrr* tambbah pusing nggak sih dengan kenyataan sistem perkuliahan yang sudah mendarah daging? Hahhahaha...

Dosen itu yaaaaa melakukan kewajiban mengajar dan mendapatkan hak gajinya, dan tentu mahasiswa juga berkewajiban membayar kuliah dan mendapatkan hak untuk mendapat ilmu dari dosen. Nah, kalau gini kan enak, ya to?

Sayangnya salah kaprah yang sudah menjadi budaya ini seolah sudah sangat wajar di dunia perkuliahan. Atau memang aku saja yang neko - neko terlalu banyak menuntut yah? Heheu. Yang jelas, hidup pulang gasiiiiiikkkk, forza titip abseeeennnn, bravo kelas kosoooooooong :D