Senin, 19 Desember 2016

Cara Cerdas Kelola Sistem dalam Satu Software

Di era yang serba digital seperti sekarang ini, hampir tidak ada segmen yang tidak menggunakan perangkat elektronik untuk membantu meringankan pekerjaan. Tapi sadarkah Anda bahwa untuk bisa menjalankan sebuah perangkat eletronik agar bisa bekerja dan mampu membantu Anda dalam menyelesaikan tugas, ia telah dilengkapi dengan sebuah software.

Untuk Anda yang telah lama terjun di dunia IT, tentu nama software sudah tidak asing lagi. Ya, software adalah aplikasi yang dipasang pada 'otak' perangkat elektronik seperti komputer untuk bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan. Sejatinya, software memang diciptakan untuk memudahkan penggunanya untuk mengerjakan tugas-tugas di dalam sebuah komputer.

http://www.program-akuntansi.com/
Akuntansi Jakarta
Soal ranah pekerjaan, jangan salah! Satu komputer bisa Anda andalkan untuk menyelesaikan beragam kebutuhan, seperti melakukan pengolahan data dengan software akuntansi yang juga bisa digunakan sebagai alat bantu perhitungan dalam jumlah yang tidak lagi bisa di-handle oleh kalkulator. Jadi, sudah pasti tidak akan ada lagi keluhan karyawan Anda saat menghitung data yang banyak karena telah terbantu oleh software tersebut.

http://www.krishand.com/software-stock-barang


Apalagi, sekarang software juga sudah digunakan oleh beragam perusahaan loading barang untuk mengupdate berapa jumlah stok barang yang tersedia di gudang perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bisa dengan mudah mengetahui barang mana yang harus segera re-stock dan barang mana yang harus segera di distribusikan supaya stok tidak menumpuk di gudang. Adanya software stok barang, tentu operator cukup melihat database yang ada dan segera menginfokannya kepada yang berkewajiban untuk melakukan update barang di gudang. Keren, kan?

Tidak bisa dipungkiri, di zaman serba canggih ini bila Anda tidak update tentang teknologi informasi, sudah pastilah Anda akan ketinggalan banyak hal. Oleh sebab itulah, wajib bagi Anda untuk tahu kebutuhan akan perusahaan Anda. Misal, jika Anda memiliki ratusan karyawan, Anda tentu perlu mendatanya, bukan? Bagaimana caranya? Tidak mungkin Anda membuat listing gaji karyawan secara manual satu persatu, bukan?

http://www.softwarepenggajian.com/
Contoh Slip Gaji Karyawan
Thats why, Anda perlu mulai beralih untuk menggunakan software penggajian karyawan secara otomatis di perusahaan Anda. Cukup input data sekali saja, Anda sudah bisa melihat listing secara uptodate dari software Anda. Jadi, setiap kali jatuh tempo waktu gaji turun, Anda cukup mengoperasikan software penggajian otomatis ini tanpa repot. Hanya dalam sekali klik dan criiingggggggg semuanya akan berjalan seperti sihir. Anda tenang, karyawan pun bahagia karena gaji mereka tepat waktu.

Saat ini, penggunaan software di perusahaan bukan lagi menjadi sebuah hal yang asing. Justru perusahaan yang tidak mengenal software-lah yang akan dikatakan kudet (kurang update) oleh dunia. Bagaimana tidak, minimarket yang ada di sekitar lingkungan kita saja telah menggunakan software kasir untuk mengelola pembayaran. Tentu wajar saja bila Anda sering menemui penggunaan software-software ini keperluan bisnis, pendidikan maupun untuk hiburan. So, sudahkan Anda menggunakan software untuk mempermudah hidup Anda sendiri?

Minggu, 18 Desember 2016

Apartment, Hunian Nyaman nan Menguntungkan

Hidup di Jakarta itu harus pintar mulai dari mengelola uang. Tidak hanya soal pintar mengatur gaji supaya bisa makan. Lebih dari itu, hidup di Ibukota benar-benar menuntut Anda untuk cerdas dan bijak dalam memilih tempat tinggal. Rasanya, di kota metropolitan ini penduduk luar Jakarta mendominasi lebih banyak dibandingkan dengan penduduk asli.

Selain kos-kosan, kini tinggal di apartemen kini telah menjadi gaya hidup di Ibukota. Hampir semua kebutuhan rumah tangga telah tersedia di apartemen. Sebagian besar hunian vertikal yang dibangun telah dilengkapi berbagai sarana yang menunjang kebutuhan harian penghuninya. Seperti tempat makan, pusat perbelanjaan, hingga area perkantoran yang tersedia di kawasan apartemen. Inilah daya tarik utama mengapa apartemen memiliki lebih banyak diminati oleh berbagai kalangan daripada kos-kosan yang tersedia hampir di seluruh wilayah Jabodetabek. Fasilitas-fasilitas pendukung yang tersedia juga menjadi daya tarik tersendiri  untuk tinggal di apartemen.

Apalagi, semakin terbatasnya lahan, meningkatnya volume kendaraan dan penduduk yang semakin padat di kawasan Jabodetabek menjadi salah satu pemicu mengapa apartemen diburu oleh berbagai kalangan. Dan tentu saja, tingginya minat apartemen di Ibukota membuat kita semua harus lebih aware atas keuntungan yang bisa didapat jika bisa memiliki salah satu dari tipe apertemen yang ada.

Pasalnya, selain bisa dijadikan tempat hunian pribadi, apartemen bisa dijadikan lahan bisnis ketika Anda sudah tidak lagi membutuhkannya. Sederhananya, dengan apartemen Anda bisa berinvestasi jangka pendek. Seperti contoh, jika memang kita membeli apartemen untuk investasi, kita bisa menyewakannya ke khalayak dengan mengiklankan apartemen pribadi di situs sewa-apartemen.net.

http://www.sewa-apartemen.net/
Temukan Apartemen Favoritmu!
Namun, perlu dipahami bahwa sebelum membeli apartemen, Anda perlu memperhatikan secara cermat potensi dan risikonya. Faktor lain tak kalah penting dalam memilih apartemen adalah lokasi. Jika Anda bertindakk sebagai investor, tentu Anda harus pandai menilai kondisi pasar sewa apartemen, apakah bagus atau sebaliknya. Lokasi yang pas investasi apartemen adalah pusat perdagangan dan dekat kampus. Di Jakarta, investasi apartemen yang berprospek cerah ada di sekitar Thamrin, Sudirman, Kuningan, Kasablanka, Dr Satrio, Plaza Semanggi, dan Plaza Senayan. Nilai tambah lainnya, di kawasan ini dekat pusat perbelanjaan dan tempat-tempat hiburan.

Sebenarnya, ada banyak cara untuk mendapat informasi terkini tentang apartemen yang prospektif untuk tempat tinggal sekaligus investasi. Kita bisa mulai berburu dengan mesin pencari di internet, kemudian mulai menelusuri laman-laman situs pengembang apartemen tersebut. Jika memang Anda hanya ingin menyewa untuk sementara, maka Anda bisa cek di mesin penelusuran dengan keyword sewa apartemen.

sewa-apartemen.net
sewa apartemen Jakarta
Namun, jika memang Anda ingin membeli atau menjual apartemen Anda, Anda bisa langsung search keyword jual apartemen. Simple, bukan? Dari sana Anda bisa melihat dan menilai pengembang dan portofolionya, lokasi proyeknya, progress pembangunan, fasilitas yang tersedia, hingga sistem pembayaran yang sesuai dengan keinginan.

http://www.jual-apartemen.com/
Jual Apartemen Jakarta
Nah, jika Anda telah mengumpulkan semua informasi tersebut, langkah selanjutnya adalah meninjau langsung lokasi sekaligus mendatangi marketing gallery pengembang tersebut. Barulah informasi lengkap dapat Anda peroleh, seperti  informasi tentang perijinan dan target serah terima unit apartemen tersebut.

Mengunjungi pameran-pameran properti juga menjadi salah satu cara berburu apartemen. Jadi, Anda bisa melihat secara langsung seperti apa apartemen yang layak untuk Anda pilih. Tinggal Anda menyesuaikan apartemen pilihan sesuai budjet yang diinginkan. Tapi ingat! Anda juga harus bisa menyesuaikan kebutuhan, aksesibilitas serta kedekatan dengan aktivitas harian. Meski terkesan sepele, hal ini sangat krusial, lho! Selamat berburu apartemen! =)

Minggu, 13 November 2016

5 Hal Nggak Enak yang Gue Rasain Selama Jadi Anak Kos

Hidup jauh dari orang tua dan mengharuskan gue untuk ngekos itu rasanya nano nano. Mungkin for some people jadi anak kos itu seems like life free. Bebas mau ngapain aja dan bebas mau ke mana aja. Alias bahasa gampangnya sih, terserah elo dah tong mau ngapain!



Ya, ini bisa banget gue rasain dan gue nggak mau ngelak dari hal ini. Dengan jadi anak kos, yang biasanya gue kalau mau pergi laporan, sekarang nggak perlu. Gue cuma cukup telepon cerita aja kemarin gue habisa dari mana dan ngapain aja. So simple as that. Pulang malem, yang biasanya ditanyain kenapa belum pulang bla bla bla, setelah jadi anak kos mah bebas! That's right. But i don't wanna make you all think thats this is what i want.

Hidup 8 bulan di Jakarta dan jadi anak kosan itu nggak enak pake banget. Kok bisa? Nih, gue rangkumin hal-hal yang menurut gue nggak enak jadi anak kos yang jauh dari keluarga:


  • Tiap Bulan Mikir Uang Buat Tiket Pulang

Sebagai anak terakhir alias anak bontot, hidup jauh dari keluarga itu nggak ada enak-enaknya. Yang katanya anak bontot itu manja, lain halnya sama gue. Yes, jadi anak bontot itu mikul tanggung jawab yang lebih gede dari yang lain. Kok bisa? Secara ibu gue di rumah cuma sama bapak dan hanya berdua. Jadi, sebagai konsekuensi gue jadi anak kosan, gue harus pulang sebulan sekali secara rutin.



Jakarta - Semarang - Semarang - Jakarta. 6 jam perjalanan dengan kereta. Ew, ini jarak yang jauh dan waktu tempunya 1/4 hari, loh. Nggak capek? Ya jelas capek! Apalagi di kereta itu sendirian banget. Ngowoh aja tuh d kursi sambil mantengi jendela, mainan hp, tidur atau baca buku. Ya abis gimana, nggak tahu mau ngomong apa sama sebalah. Kenal aja enggak. Kezel, kan?!

Hal lain yang paling bikin gue pusing tujuh keliling adalah gue harus banget saving money buat tiket PP pulang ke rumah. Jangan dikira murah seharga nasi warteg, yeu. Lumayan banget pokoknya. Sekali pulang bisa lah minimal 250ribu keluar cuma buat beli tiket. Belum sama bekal (makan di jalan) ataupun pengeluaran saat nanti di rumah. Fiyuh, semoga selalu diberikan rezeki lancar dan halal supaya bisa pulang tiap bulan. Aamiin.

  • Hari Ini Makan Apa, ya?

Yang ini lagi ngerasain banget. Anak kos mandiri itu emang wajib banget masak. Biasanya gue emang masak. Tapi nggak tiap hari juga. Cuma lumayanlah ya buat menghemat pengeluaran. Dan selama gue masak, gue suka bingung mau masak apaan. Tiap hari itu tempe - kangkung atau tempe - sawi. Coba kalau di rumah. Deuh, ibu mah selalu ada aja masakan yang enak dan nggak bikin bosen. Makanya banyakin bersyukur buat kalian yang nggak jadi anak kosan karena emang jadi anak rantau jauh dari keluarga itu nggak enak banget.



Kek sekarang ini, Hari Minggu dan laper ampun. Tapi, mager ke luar dan mager buat belanja. FYI: gue nggak pernah nyetok camilan atau makanan di kosan. Jadi, kalau laper dan mager yaaaaa tamatlah riawayat gue XD. Gue suka galau tiap kali mau jajan. Jajanan di warteg gue nggak suka nasi campur-campur gitu. Mau mi ayam sayang sama lambung. Mau makan bakso, yaelah masa bakso, sih huhu. Pokoknya banyak dramanya kalau jadi anak kos dan laper. Kezel pokoknya!

  • Di Kosan Sendiri, Ngobrol Sama Boneka Pun Jadi

Gue adalah tipikal orang yang nggak bisa banget ngekos berdua sekamar. Bukan apa-apa ye.. Tapi ngekos berdua itu kayak nggak punya privasi. Nggak deng, gue jadi nggak bisa berantakin kamar gue kalau gue punya roommate ehe. Gue suka gantungin baju atau jilbab sembarangan di gantungan pintu. Apalagi kalau lagi capek dan males, beuh. Udah deh kosan mah berantakan pasti.



Nggak enaknya tinggal sendirian di kamar adalah nggak ada temen ngobrol. Ya, pelampiasannya ya cuma begini: nge-blog, facebookan, baca tumblr, Cuma bisa peluk-pelukin si Popo (boneka gue) sama cium-ciumin saking nggak ada temen buat ngobrol. Sedih banget, yak? Huhu. Maklum, temen-temen main pada di Semarang. Adanya pun yang deket pada di Bekasi, Tangerang, Bandung dan Karawang which is gue harus menempuh jarak dan waktu untuk bisa chit-chat sama mereka. Sebel pokoknya!

  • Mau Main, Tapi Ke Mana, Dong?

Hidup di Ibukota Jakarta itu buat gue enak-enak nggak enak. Enaknya adalah ... nggaaak ada sih. Nggak enaknya, buanyaakkk!! Dari tempat main yang available cuma mall, terus makanannya mahal-mahal. Daerah macet di mana-mana, daaaaann orangnya pada tempramental. Hiks sedih dah kalau lagi di jalan nyetir dan orang-orangnya pada rusuh gitu.



FYI, tempat kerja dan kosan gue itu deket banget sama yang namanya mall, mulai dari Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Central Park dan Taman Anggrek. Tapi beneran deh, gue nggak ada tertarik-tertariknya sama mall. All i mean adalah gue mau ngapain sih ke mall? Liatin orang jalan-jalan, shopping atau makan. Duh, malah jadi tambah sedih dah kalau jadi anak kosan. Pengen ke tempat wisata alam, tapi jauh dari kosan atau tempat kerja. Yasudah, cuma tidur-tiduran aja macem uler di kamar kosan. Hiks!

  • Sakit Sendiri Nggak Ada yang Peduli

Kalau di rumah, meriang sedikit aja pasti ditanyain sama ibu. Di pijitin lah atau dipanggilin tukang pijit. Dibeliin obat, ditanyain mau makan apa, nanti dimasakin atau dibeliin. Bisa istirahat dengan tenang lah, pokoknya! Tapiiii kalau jadi anak kos, jangan mimpi bisa dapet itu semua, deh! Sakit ya sakit sendiri, nggak ada yang beliin makan, nggak ada yang beliin obat, mau periksa ke dokter badan lemes. Jadilah membusuk di kamar XD.



Jadi itu pengalaman gue dan yang gue rasain selama jadi anak kosan. Kalau kalian gimana? Sharing dong di kolom komentar biar bisa saling tuker cerita :))

Rabu, 12 Oktober 2016

Keep Personal Problems, Personal

Moody, sebut saja begitu. Gue dan mungkin kalian semua pernah menjadi personal yang moody. Emosi gampang banget naik turun-kadang bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan open minded, atau bahkan sebaliknya-menjadi pribadi yang seolah-olah memberikan tanda “don’t disturb me!”. Nah, gara-gara sifat moody ini nggak jarang pekerjaan jadi terganggu. Mungkin, beberapa bisa kontrol emosi supaya tetap kalem dan selaw. Tapi nggak bisa dipungkiri juga sih, mood itu kunci penting supaya gue bisa tetap berada dalam kondisi ‘fit’ untuk menyelesaikan job desk gue.

Hasil gambar untuk moody
source:google


Dampak yang ditimbulkan dari sebuah mood itu emang parah banget. Kerjaan bisa nggak kelar, hubungan sama rekan kerja bisa tetiba aja suram tanpa sebab. Ngeselin emang kalau udah ngomongi mood. Terus gimana dong kalau lagi nggak mood?


When you're preoccupied with personal issues, it's difficult to concentrate or be happy at work.
Alison Rhodes


Mungkin nggak cuma gue yang pernah ngalamin tetiba rekan kerja jadi murung, ngeselin dan nggak bisa diajak ngomong sama sekali. Tapi besoknya dia bisa happy se happy-happy-nya karena masalah yang bikin dia murung udah kelar tak bersisa. Hellawwww… Bawa masalah rumah ke kerjaan itu nggak boleh pake banget! Bisa jadi seorang yang profesional itu keren banget, sayangnya nggak semuanya bisa. Ini bukan ngomongin lingkup job desk, ini tentang bagaimana mengelola mood di lingkungan kerja dan lingkungan rumah.


Teman-teman kerja lo itu bukan pelampiasan masalah. Mereka pun bukan dukun. Rasanya kok nggak fair kalau misalkan lo melibatkan mereka untuk ikut menanggung mood lo yang lagi jelek-jeleknya. Jadi intinya, mau lagi ada masalah apapun, lo harus tetap dalam cover yang profesional. Jangan buat orang-orang di kantor lo tahu kalau lo lagi ada masalah di rumah, dan begitu pula berlaku hukum sebaliknya. Jangan libatkan orang rumah untuk tahu masalah lo di kantor.

Hasil gambar untuk office vs home
source: google


Kantor ya Kantor, Rumah ya Rumah
Dua tempat ini tuh beda. Meskipun lo hidup di dua dunia, kantor dan rumah. Tetap saja harus ada porsi untuk menempatkan 2 dunia tersebut baik di kepala atau di hati lo. So, make sure meskipun lo lagi banyak-banyaknya masalah, lo tetap stay calm and stay cool. Lo harus bisa memahami satu hal bahwa:



Realize that nobody's personal life is ever going to be completely problem-free.


Semuanya pribadi memikul masalah yang pada porsinya masing-masing. Bedanya, tiap pribadi tahu bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut tanpa harus membawanya ke lingkungan yang bukan seharusnya. Nah, pribadi ini nih yang harus lo contoh untuk bisa jadi seorang yang profesional.

Hasil gambar untuk mood
source: google


Dalam beberapa kasus, memang ada yang dari raut wajahnya sudah terlihat sekali kalau dia sedang ada masalah. Ya kalo orang ini adalah teman dekat lo, ya lo berarti yang harus bertindak. Bertindak untuk menjadi seorang pendengar yang baik atas masalahnya. Lo harus berusaha untuk memberikan saran secara perlahan buat dia supaya dia bisa kontrol emosi dan mood biar balance. Intinya sih, jangan sampai mood dia bikin deadline berantakan dan ngerusakin kerja tim yang sudah di build dan tertata rapi sebelumnya.


Kesel juga kan pasti kalau dia jadi bagian dari tim lo kalo kerjaannya nggak kelar dan anggota tim lain harus ikut campur ambil kerjaan yang seharusnya bukan mereka yang menangani. Prinsip ini juga harus bisa diterapkan sama diri kita sendiri juga. Lo nggak boleh menggurui tapi lo sendiri model begini wataknya. Repot dah, yakin!



Just Keep Personal Problems, Personal


Toh kalau orang lain tahu kalau lo ada masalah pun, mereka nggak jamin bisa bantu kan? Kalau memang butuh saran, why don’t you take time for rest? Isitrahat sejenak, refreshing, ajak teman untuk komunikasi, curhat, sampaikanlah semuanya. Kalau itu menyangkut soal pekerjaan, coba ngomong sama anggota tim/atasan yang terlibat. Kalau itu menyangkut soal rumah dan keluarga, lo bisa banget kan minta tolong sama sahabat/teman dekat lo untuk jadi pendengar unek-unek biar lo bisa lega?

Take it all easy, guys. Masalah sepele bisa jadi rumit kalau diri kita sendiri rumit. Took a deep breath, and be wise not only for yourself, but also for the others :)

Tebus STNK di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

The day finally comes to my life, yeay! Akhirnya STNK gue balik, guys. Hahahaha agak lebay dikit gpp lah yaa.. Jadi ceritanya sekitar Bulan September lalu gue ketemu sama Pak Polisi yang baik hati banget ngingetin kalo gue salah jalur. Di sekitar jalanan Senopati kayaknya, gue lupa tepatnya di mana sih. Intinya itu jalur mobil dan nggak boleh ada motor masuk. Padahal sih ya, sebelahnya itu jalur motor. Emang dasarnya apes atau emang Polisinya pinter cari momen buat nilang I don;t know deh. Pokoknya gue ketangkep aja sekian detik sebelum lampu hijau. KEZEL ABEEZ!

Hasil gambar untuk surat tilang merah
Beda surat tilang biru dan merah

Karena gue warga negara yang baik, makanya gue minggirin motor tuh sama temen gue, Dimaz. Daaaannn eng ing eng, gue mulai diajak masuk pos untuk penulisan surat tilang. Ada yang aneh dari first impression gue ketemu tuh Polisi. Soalnya, mereka baik-baikin kita berdua. Berempat sih, ada barengan tilang juga hahahaha. Pokoknya sok baik gitu, sok-sokan jelasin kalo jalur ini salah lah terus nggak boleh diulangi lagi lah. Juga, kita diarahin untuk sidang aja dan bayar duit ke negara. Aneh, kan? Hahahha

Actually, gue nggak gitu bisa percaya sama Polantas sih. Terlalu banyak drama! Dan bener aja, setelah beberapa menit ngomong cuap-cuap ngalor ngidul, gue di suruh keluar. Alasannya sih karena gue satu-satunya cewek di ruangan. Kok tambah aneh ya? Pikir gue sih gitu. Tapi yaudahlah gue keluar. Nggak lama setelah itu, bener aja masnya yang satunya juga disuruh keluar. Dan pas gue nanya, mereka disuruh bayar di tempat. YA EMOSI dong pasti ya, kan? Terus gue ngintip tuh, tapi masnya yang di dalem keluar. Yawislah.. Gue nunggu.

Hasil gambar untuk surat tilang merah
Alur kena tilang

Lamaaaaa banget, Dimaz belum nyerah untuk bayar di tempat. Ya, faktor duit juga sih yak hahahaha. Negosiasi lama, gue ngintip di pintu, gue bilang sama Polisinya "LAMA BANGET SIH PAK? PANAS TAUK DI LUAR" - "Bentar". Akhirnya, Dimaz keluar setlah 20-30 menit di dalem. Bener gan, dia di nego untuk bayar di tempat 100RIBU. OMAIGAD! Dalihnya biasa, katanya nitip uang untuk negara, nitip denda gitu. Haaahhh tauk deh gimana jalan pikiran mereka yang harusnya mengabdi untuk negara tapi malah nggak pro rakyat.

12 Oktober - Tebus STNK di Kejaksaan Negeri JakSel
Karena gue kena tilang di wilayah Jakarta Selatan, jadilah gue harus mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tapiiiiiiii..... Gue sama Dimaz sama-sama lupa wakakakka.. Jadilah STNK belum terambil dan harus beralih ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Ini alamat kantor kejaksaan negeri Jakarta Selatan
Jl. Tanjung No.1, RT.1/RW.2, Tj. Bar., Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12530
Singkat cerita, hari ini gue ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk mengambil STNK gue dari bapak-bapak tersebut.

Hasil gambar untuk kejaksaan negeri jakarta selatanHasil gambar untuk kejaksaan negeri jakarta selatan

Gue nyampe pukul 07.30 dan kantor belum buka. Iya, baru buka jam 08.00. Yaudahlah, nunggulah kita di depan loket. Jam 08.02 belum buka juga, udah suudzon deh pokoknya kalo bakalan molor. Eh, alhamdulillah ternyata 08.04 loket buka dan antrian dimulai. Akhirnya, di panggilan nomor 3 nama Dimaz (tersangka tilang) dipanggil. Bayarlah 80RIBU ke loket dan STNK dibalikin. Kata bapaknya sih, kalau sudah daftar online (sebelumnya emang udah), bisa lebih cepet. Nah, bapaknya aja buka loket jam berapa, emang mau lebih cepet gimane lagi, Pak? Hahahaha

Hasil gambar untuk kejaksaan negeri jakarta selatanHasil gambar untuk kejaksaan negeri jakarta selatanHasil gambar untuk kejaksaan negeri jakarta selatan

Jadi intinya nih buat teman-teman semua, kalo emang kena tilang, mendingan minta surat merah atau surat biru aja, deh. Daripada uangnya masuk ke kantong Polisi, mending uangnya masuk ke kantong negara ye, kan? Nggak lama juga antrinya. Mayan sih 80RIBU. Tapi itu lebih baik daripada harus bayar ke Polisi dan uangnya buat mereka. Jatuhnya malah ga bener ye, kan?

Mari kita dukung pemerintahan yang bersih dan nggak main sogok-sogokan! XD

Salam,
Anak Rantau Jakarta

Rabu, 05 Oktober 2016

Work On What Makes You Happy

“ A job is a job. It’s a way wo pay for a living, but that’s it. Don’t let it define your happiness. You work to live, not live to work. Work on what makes you happy.”

Saya menemukan satu quote sederhana saat sedang berselancar di dunia maya. Tertampar! Itu yang ingin saya katakan pertama kali. Kebetulan, saya sedang merasakan jenuh, berada di tempat yang terlampau nyaman bagi saya. Akibatnya, pikiran saya mulai berkecamuk dan memunculkan pertanyaan “Apakah memang seperti ini dunia kerja yang saya impikan?”

Saya merenungi hidup yang terus berputar. Melewati setiap fase yang berbeda, yang tentu saja memberikan tantangan tersendiri dalam hidup. Saat dulu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), saya masih bisa berandai untuk bisa bermimpi menjadi arsitek. Masuk d bangku SMP, saya mengejar cita-cita dengan masuk ke STM, sayangnya saya tak boleh masuk jurusan arsitek. Dan saat STM, saya menyadari bahwa hidup kita tidak bisa kita kendalikan sendiri. Orang lain ikut andil dan selalu ikut memberikan kontribusi terhadap segala pengambilan keputusan di hidup kita.

Hasil gambar untuk work on what makes

Masuk ke dunia kerja, saya menemukan beberapa part yang menurut saya tepat dan kurang tepat dengan diri saya. Ya, dunia kerja mengajarkan tentang banyak hal. Bukan hanya tentang bagaimana mengaplikasikan apa yang telah kita pelajari di bangku sekolah. Terlalu sempit untuk memahami konteks tersebut. Karena sejatinya, dunia kerja juga mengajarkan tentang bagaimana seharusnya saya menjalani hidup. Tentang bagaimana saya mengerti bahwa hidup itu dinamis, bukan statis.

Terjun dan masuk di dunia kepenulisan yang mewajibkan saya untuk menulis sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan konsentrasi yang saya ambil sewaktu saya masih sekolah. Bahkan, dunia kepenulisan belum pernah terpikir akan menjadi jalan karir saya sebelumnya. Karena saya bermimpi untuk bisa menjadi seorang arsitek. Meski demikian, dunia kerja terus menunjukkan andilnya untuk hidup yang saya jalani dan saya tekuni. Tentang sikap ‘penerimaan’ yang jauh lebih penting dari pada sikap terus menuntut kehidupan yang tidak ada habisnya untuk terus dituntut.

Dunia yang saya jalani terus bergulir seiring berjalannya waktu. Dan semuanya menghadapkan saya pada pertanyaan (lagi) tentang: “kamu hidup untuk bekerja atau bekerja untuk hidup?” dan “apakah bekerja harus sesuai dengan passion atau membiarkan waktu mengantarkan kita ke rezeki yang terbaik bagi diri kita?” Dulu, pertanyaan-pertanyaan ini saya jawab dengan sangat tegas bahwa sejatinya bekerja itu harus sesuai dengan passion dan bidang yang kita minati. Supaya kita bisa terus produktif dalam mengerjakan apa yang seharusnya kita selesaikan.

Tetapi, ekspektasi dan realita harus kembali saya tegaskan bahwa nyatanya, hidup itu soal perspektif. Sudut pandang kita terhadap hidup yang kita paksakan untuk bisa sesuai dengan harapan kita, harus kembali kita luruskan. Dunia kerja itu bermacam-macam. Dan satu hal, mencari “rumah” untuk bidang yang kita sukai itu tidak mudah. Mau tidak mau, kita sendirilah yang harus kembali tegas terhadap diri kita sendiri.

“Apakah kita cukup pantas menemati rumah impian kita, ataukah kita harus realistis bahwa rumah yang bisa menerima kita bukanlah rumah yang kita impikan?”

Memiliki mimpi itu baik, tetapi lebih baik lagi merealisasikan mimpi dalam bentuk senyata-nyata bentuk di hidup kita. Mimpi itu selalu baik, tergantung diri kita membawa mimpi itu tetap terjaga dengan baik. Atau justru membiarkannya lenyap karena kita tak punya cukup kekuatan untuk mempertahankannya. Setelah kita bisa menjawab pertanyaan sederhana ini. Barulah kita belajar tentang bagaimana mendefinisikan kata “happy” dalam kalimat “work on what makes you happy”.

Happy di sini bukan hanya soal uang atau pekerjaan. Kesenangan yang dimaksud bisa lebih dari itu. Ya, kesenangan terhadap rekan kerja yang baik dan jam kerja yang fleksibel juga harus masuk dalam daftar pertimbangan. Ada yang merasa bahagia bekerja hingga larut malam ada pula yang bahagia bekerja sesuai jam kerja pada umumnya. Tingkat “happy” inilah yang tidak bisa didefinisikan secara rinci. Semuanya tergantung bagaimana diri kita menyikapi hal tersebut.

Jangan bersedih jika pekerjaanmu saat ini bukan menjadi pekerjaan yang kamu impikan: pekerjaan yang kamu rasa tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Selama kamu bisa berkembang dan belajar hal baru, kamu harus terus mensyukuri hal tersebut. Believe it or not, bekerja itu belajar, mempelajari hal baru untuk bisa kembali diterapkan pada karir yang ingin kita kejar. Kalau memang bekerja hanya untuk mencari uang, tak perlulah kita terlalu “ngoyo” ngomongin passion.

In the end, let me said that whatever work to live or live to work. The things that you have to follow is “work on what makes you happy”

Rabu, 31 Agustus 2016

Banjir di Jakarta

Disclaimer : Gue bukan pendukung Pemerintah Jakarta. KTP gue masih KTP Semarang :)

Beberapa hari belakangan, Kota Jakarta tengah diguyur hujan deras. Beberapa kawasan di Jakarta terendam banjir dan seperti biasa, masyarakat mengkambinghitamkan Pemerintah Kota Jakarta yang dianggap tidak becus menyelesaikan masalah 'sepele' ini. Koran online ramai hujatan sana sini. Konten sosial media tentang banjir di Jakarta pun menjadi viral, ikut menyalahkan Pemerintah Kota Jakarta yang tak kunjung bisa menyelesaikan masalah ini.

Kenapa ya Jakarta banjir terus?
Kawasan elit di Kemang
Kenapa ya Jakarta banjir terus?
Kawasan elit di Kemang
Sebagai warga pendatang, jujur gue bingung, sih. Bukannya gue seneng Jakarta banjir. Sama sekali enggak. Gue justru prihatin. Lo tahu kenapa? Karena gue pun merasakan banjirnya. Pulang ke kosan harus becek-becekan, basah-basahan dan cucian gue di kosan akhirnya numpuk. Mau nggak mau laundry karena kalau gue jemur bakalan tempias dan keringnya lama bahkan mungkin akan bau asem karena keringnya nggak maksimal. Maapin curhat.

Masalah banjir, menurut gue bukan masalah satu orang, sih. Banjir itu, masalah kita bersama. Masalah yang nggak bisa dianggap 'sepele' dan diselesaikan hanya dalam satu kedipan mata saja. Aih, andai kita hidup di zaman Jin dan Jun sih mungkin saja. Tapi kan kita hidup di zaman yang ngigau aja tuh nggak cukup. Nyalah-nyalahin orang pun juga nggak akan merubah keadaan.

Kalau gue boleh beropini, banjir itu kan sebenarnya masalah lama kan, ya. Masalah sejak Pemerintah kota siapa hingga saat ini udah siapa. Ya, ada restrukturisasi kota pasti yang digalakkan oleh tiap-tiap pemerintah. Masalahnya, pergantian Pemerintah itu, diiringi dengan revolusi pola pikir masyarakat, nggak? Kalau enggak, ya jangan harap Jakarta bisa jadi kota ya *bimsalabimabrakadabra* jadi bebas banjir, dong. Memangnya Pemerintah kota itu Tuhan yang bisa kun fayakun langsung mengubah kota metropolitan jadi 'wah' dalam satu kedipan mata?

Gengs, whatever about people judge about the flood, in fact yang harus dipertanyakan adalah--Berapa banyak warga Jakarta yang peduli dengan buang sampah pada tempatnya? Gue sering banget ngeliat orang buang sampah di kali, di bawah pohon, di bawah jembatan. Iya, buang sampahnya enak banget. Seolah-olah larangan "Dilarang buang sampah sembarangan" itu hanya berlaku di tempat-tempat tertentu saja.

Kenapa ya Jakarta banjir terus?

Duh..duh..duh..
Kalau kelakuannya model begini, masih nyalahin Pemerintah?

Sampai hari ini, gue masih sering banget nemuin orang-orang yang nggak care sama dirinya dan lingkungannya sendiri. Maksudnya? Ya, masih banyak manusia yang menganggap bahwa buang sampah satu botol aja tuh nggak bakalan bikin Jakarta banjir. Hellaaww... Kalau semua orang berpikir demikian, ya jadilah sampah yang menggunung, saluran air tertutup, air nggak bisa mengalir dan akhirnya... Taraaaaa... Selokan dan sungai meluap daaaannn Jakarta banjir.

Salah siapa? Pemerintah?

Lha Pemerintah katanya punya program buat mengatasi banjir? Iye gue tau. Tapi kan Pemerintah itu satu orang, satu kepala dan itu ngurusin warga Jakarta yang sebegitu banyaknya. How can it works so fast? Butuh proses mamen.. Dan tentu saja butuh peran masyarakat juga untuk mewujudkan Jakarta yang bebas banjir dan nyaman huni.

Gue sih nggak bakalan nyalahin pihak Pemerintah atau masyarakat karena keduanya punya peran masing-masing yang harus disadari *seharusnya*. Tapi kalau paada akhirnya pada nggak sadar juga, just #PrayForJakarta aja, deh! Kita lihat 10-20 tahun ke depan akan jadi seperti apa kota metropolitan ini :)

Dulu, zaman gue masih SD, gue diajari tentang KPDL kalau "buang sampah itu pada tempatnya", alias jangan suka sembarangan masukin sampah ke kali dan membuat kotor kali. Gini deh, daripada nyalah-nyalahin, yuk, mulai dari diri sendiri aja. JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Noh, belajar juga recycle sampah, kan bisa jadi barang bermanfaat, toh?

Regards,
Anak Rantau

Senin, 29 Agustus 2016

Cahaya Anak Negeri

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin, maka celakalah bagi orang-orang yang sholeh yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan menolong dengan barang berguna”.
(QS. Al-Ma’un ayat 1-7)

Naudzubillahimindzalik... Semoga kita semua bukan termasuk golongan yang menghardik anak yatim dan tidak mau tahu dengan kehidupan orang miskin. Semoga kita termassuk orang-orang soleh dan selamat dunia akhirat. Aamiin Aamiin Allahumma Aamiin..



Setelah kesibukan yang tiada habisnya saat weekend, akhirnya Allah memberiku satu hari yang bisa kugunakan untuk singgah di sanggar Cahaya Anak Negeri, sebuah sanggar kecil yang terletak di belakang stasiun Bekasi. Sanggar ini adalah rumah bagi anak-anak jalanan, yatim dan dhuafa yang ingin belajar dan bermain bersama teman-teman mereka.

Sesampainya di Bekasi, aku tak langsung menuju sanggar karena kebetulan anak-anak CAN, sapaan akrab Cahaya Anak Negeri ini sedang ada acara di Balai Patriot. Jadilah aku menyusul mereka dan ikut duduk bersama mereka.

CAN dinaungi oleh dua manusia keren, Andi Suhandi dan Nadiah Abidin, pasangan suami istri yang peduli tidak hanya dengan kehidupan anak-anak CAN, tapi juga peduli terhadap masa depan mereka.  Usai acara, aku dan adik-adik langsung menuju ke sanggar, jalan kaki. Iya, karena lokasi tergolong dekat kami semua berjalan kaki.



Aku tidak pernah membayangkan rute perjalanan mereka. Perjalanan yang mengharuskan mereka untuk melewati 3 rel sekaligus. Oh men, I've never imagine this before. Membayangkan perjalanan mereka harus terburu-buru karena mengantisipasi kereta yang akan melintas. Tapi disatu sisi kami semua juga harus berhati-hati terhadap kereta yang tengah melintas. 


Yang bikin ngeri, anak-anak ada yang lari -_-. Ngeri banget bayangin mereka lari-larian di rel kereta. Iya sih udah biasa. Tapi kan tetep bahaya, deeeeekkkkk. Gregetan kalau ingat bagian ini =) Tapi mereka sudah terbiasa dengan kehidupan seperti ini dan seolah-olah melintasi rel kereta bukan lagi jadi hal keren.

Akhirnya, aku sampai di sanggar CAN (bacanya can yang artinya 'bisa' di Bahasa Inggris, yaw). Sama dengan bayanganku. Akan ada banyak buku-buku bacaan di sanggar. Yups, ada berbagai macam buku yang memang digunakan adik-adik untuk belajar. 

Pertama kali melihat mereka, terlihat jelas kemampuan musik mereka menonjol sangat jelas. Wajar, sebagian dari mereka ada yang berasal dari pengamen jalanan. Jadi, suara mereka tak usahlah kalian ragukan lagi.

Sebenarnya, aku bisa sampai di sanggar ini karena rindu. Iya, rindu pada Rubbik Indoshelter salah satu rumah singgah anak jalanan di Semarang. Dulu, biasanya kalau misalkan kangen, pasti main sama adik-adik di shelter. Sekarang, Jakarta-Semarang 7jam T_T. Nggak mungkin kalau balik cuma bentar tiap weekend. Hiks anak rantau nggak punya duit hiks.

Buat kalian-kalian yang mau mampir ke sangar, sok atuh mampir. Kalau bisa jangan cuma mampir, ya. Tapi kalian juga ikut andil. Ngajarin adek-adek disana ilmu baru, bagi motivasi mereka supaya mereka tambah semangat juga. Dijamin berkah, deh.

Anyway, kalau ada yang mau donasi ke Rubbik Indoshelter dan CAN, bisa tanya via saya. Donasi nanti akan digunakan untuk keperluan sekolah adek-adek dan bayar uang SPP mereka.

Semoga bermanfaat, ya!

Regards.

Senin, 22 Agustus 2016

Sukses di Disney, Chilla Kiana Rilis A Copy of You

Setelah sukses besar bekerjasama dengan Disney dalam project lagu The Glow, Chilla Kiana membuktikan kembali kemampuan bernyanyinya dengan menelurkan sebuah single baru bertajuk A Copy Of You dengan menggandeng label rekaman Universal Music Group. 

Gadis muda bertalenta ini terlihat memiliki bakat di kancah musik, lho. Kalo lo belum tau musik terbaru dari Chilla, lo bisa cek di video berikut, guys!




Proses peluncuran A Copy of You yang diciptakan oleh Aldi Nada Permana tersebut diakui Chilla memakan waktu yang cukup lama, karena belia cantik 20 tahun ini ingin terlebih dahulu fokus pada studi sebelum benar-benar terjun ke dunia hiburan. Wow, masih 20 tahun, men! Amazing =)

“Prosesnya agak lama, karena aku harus menyelasaikan study terlebih dahulu. Jadi ya prosesnya cukup makan waktu,” ungkap Chilla saat launching A Copy of You di The Hermitage Hotel (5/8).

Chilla Kiana
Selaku produser Universal Music Studio, Jan Djuhana sangat optimistis bekerja sama dengan Chilla Kiana, menurut Jan Chilla adalah penyanyi yang sangat potensial. Selain bernyanyi, Chilla juga mampu menciptakan lagu, bermain beberapa alat musik seperti gitar, piano bahkan drum. Selain itu Chilla juga mampu berkominikasi dalam bahasa Inggris dengan baik. Nah kan, udah muda, cantik, multitalenta lagi! Kalo lo di umur sekarang udah bisa ngapain aja nih, guys?

“Chilla bisa memainkan banyak alat musik, dia baik dalam mencipta lagu, Chila juga sudah cukup perfect untuk tampil di pangung.” kata Jan.



A Copy of You sendiri, bercerita tentang seorang perempuan yang menemukan laki-laki yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya, dan hal itu membuat wanita tersebut semakin berharap kekasihnya kembali.

Kalo lo semua merasakan hal yang sama, itu artinya lo harus banget download lagu Chilla. Yuk, download singlenya di sini  atau di iTunes langsung!