Senin, 30 Januari 2017

Periplus: Mahalnya Harga Sebuah Buku

Aku ingin menjadi seorang penulis hebat. Tetapi aku adalah seorang egois yang maunya dibaca bukan membaca
Bagi beberapa orang, memiliki cita-cita sebagai seorang penulis itu, menyenangkan. Biasanya, orang-orang seperti ini lebih suka berbicara lewat kata daripada lewat nada. Ada banyak yang lebih bisa disampaikan melalui tulisan, menurutku. Bahkan, ketika menjadi seorang pendengar, kita seringkali luput untuk memahami apa yang disampaikan oleh pembicara.

Lain hal dengan menulis, semua kata tersusun rapi. Semua pesan terangkai dengan indah. Dan saat itulah hati dan pikiran melebur menjadi satu untuk bekerja sama agar mereka bisa saling mengerti tentang apa-apa yang seharusnya memang untuk dipahami dalam setiap kalimat yang terangkai rapi.

Aku adalah seorang yang suka menulis tetapi amat sangat jarang membaca. Aku, egois. Tetapi aku bersyukur, itu dulu. Seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai memahami bahwa untuk bisa menjadi sempurna, kamu harus mengerti tentang ketidaksempurnaan yang ada dalam dirimu. Kini aku paham mengapa tulisan-tulisanku tak pernah sampai pada akhir. Itu karena aku terlalu egois untuk membaca karya-karya penulis hebat yang lain. Maafkan aku.

Beberapa waktu lalu, aku meminjam sebuah buku bacaan tentang "Introvert Entrepreneur". Menarik karena terdapat kata Intovert di dalamnya. Halaman demi halaman mengajarkanku tentang kehidupan seorang introvert sebenarnya. Ternyata, aku seperti itu. Ini seperti terlihat baik-baik saja padahal sebenarnya tidak. Temanku yang satu ini, Mas Haris namanya. Dia adalah seorang pembaca sejati. Ini bisa dibuktikan dari kacamata tebal yang ia gunakan. Hahahahah




Ketika aku dipinjami buku ini, aku dibebani beberapa tanggungjawab, seperti:
Dilarang melipat buku
Dilarang corat-coret
Dilarang mengotori buku
Dilarang keras melakukan apapun yang bisa membuat buku ternodai

Aku cemberut kala itu. Kok banyak sekali ya peraturannya? Pertanyaan ini lebih ke arah "Bisakah aku menjaga amanah itu?" Hahahahaha. FYI, aku adalah seorang yang ceroboh yang kalau ada kertas nganggur ditangan bisa kulumat sedemikian rupa sampai tak berbentuk. Ini adalah tanggung jawab yang harus kuemban, pikirku kala itu. Let's try not to make this book gonna bad because of me. Hahahaha

Time flies, buku itu masih belum selesai kubaca karena keterbatasan bahasaku yang masih belum terlalu fasih dalam menerjemahkan setiap rangkaian kata yang tersusun rapi dalam Bahasa Inggris. Aku, masih harus banyak belajar.





Semalam (29/1), aku ditawari untuk ikut ke FX Sudirman. Ngapain? Beli buku, katanya. Buku impor yang murah karena dia sudah 'cacat' alias udah nggak sempurna. Berapa harganya? Yang awalnya ratusan ribu, hanya dijual15ribuan, 20ribuan dan di diskon hingga 30% dari harga aslinya. Yawis, aku ikut siapa tahu aku mau beli.

Sesampainya di TKP, Periplus, menawarkan ragam buku impor dengan kualitas yang boleh kubilang bagus dan menjualnya dengan harga yang super murah. Tapi ini nggak murahan. Buktinya, Mas Haris waktu beli buku dengan judul yang sama, dia mendapatkan harga ratusan ribu, sedangkan di Periplus, bukunya hanya dijual seharga 20ribu saja. SEDIH, coy! Hahahaha

Aku mengambil 3 buku, tentang vocabulary, tentang menulis dan satu novel. Penampakan buku yang aku ambil kayak gini, nih:



Semua buku yang dijual di periplus berbahasa Inggris. Yaiyalah, kan impor XD. Jadi, kalau kalian suka sama buku dan nggak mau keluar uang banyak, ini tempatnya cocok.

Aku melihat buku-buku yang berjajar dan mencoba menemukan 'cacat' yang ada padanya. Aku membolak balikkan body buku dan menemukan beberapa robek di sampul, salah cetak atau terkena air hujan. Lantas aku bertanya, "mas, ini dijual murah hanya karena robek seperti ini?" "yap!" Aku bergeming.



Aku menyadari satu hal, bahwa:
Betapa mahalnya harga sebuah buku
Pantas saja bila sang pemilik benar-benar ingin memastikan bahwa si peminjam merawat bukunya dengan baik. Memasstikan agar pujaan hatinya (buku) tetap sehat walafiat ketika ia kembali pada pemilikinya. Ini membuatku belajar bahwa, sesuatu yang kita jaga dan rawat dengan baik akan memiliki 'harga' tinggi. Lain dengan sesuatu yang tidak dijaga dan dibiarkan usang begitu saja. Tidak akan pernah ada artinya.

Semoga setelah ini, aku lebih bisa menjaga apa yang aku punya. Semoga setelah ini aku lebih bisa menjadikan semua yang kumiliki menjadi lebih berharga. Semoga kamu juga menjagaku nanti, ya! *eh hahahaha



Anyway, setiap seminggu sekali Periplus update stock bukunya, lho! You guys bisa cekcek ke FX Sudirman lantai F1. Posisinya di samping eskalator dekat parkiran persis. Selamat hunting buku! Semoga minat baca anak Indonesia meningkat setelah adanya penelitian yang menyatakan bahwa minat baca di Indonesia itu kurang dan dibawah rata-rata. Semoga, ya ^^

Salam,
Jakarta Pusat

0 comentários:

Posting Komentar

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^