Kamis, 30 November 2017

Tahu Nggak, Sih Kalau Konsumsi Obat Itu Juga Beresiko?

Siapa sih yang mau sakit? Pasti nggak ada yang mau, kan? Sama, aku pun juga demikian. Meskipun susah makan dan bandel banget soal pola makan, aku juga nggak mau kalau dikasih sakit. Emang, manusia satu yang suka ngopi ini hobi banget ngopi tapi nggak mau kena sakit lambung hihi. Dasar!


Bicara tentang sakit, pasti ada hubungannya dengan sehat. Dan bicara tentang sehat, pasti ada kaitannya dengan obat. Iya, proses pemulihan orang sakit kembali ke sehat selalu butuh proses, bukan? Ada yang berobat dengan cara tradisional, ada pula yang mengonsumsi obat-obatan untuk memulihkan kondisi badan yang mulai loyo. Kamu gitu kan, pasti? Udah, ngaku aja! Aku juga gitu, kok! Maunya bandel, tapi tetap mau sehat dan bugar hihi.

Kali ini aku dipercaya untuk menjadi bagian dari Blogger Kesehatan (lagi) mewakili Yogyakarta. Jangan melihat hal ini sebagai suatu pencapaian hebat, ya karena sebagai blogger kesehatan, kami, aku dan teman-teman blogger memiliki amanah untuk bisa menjadi icon warga sehat Kota Yogyakarta. Padahal setiap hari minum kopi, makan junk food, konsumsi micin berlebih dan jarang makan sayur buah. Waini kok berani beraninya jadi Blogger Kesehatan. Wes jan payah tenan.

Tapi ya itu alhamdulillahnya. Kami jadi harus lebih aware dengan kondisi kesehatan kami lebih, lebih dan lebih lagi. Karena nggak lucu kalau diantara kami mengidap sakit parah, tetapi kami mengelu-elukan bahwa kami ini adalah blogger kesehatan. Iya, kan?

Selama 1 hari di Yogyakarta, aku dan teman-teman blogger diedukasi tentang Cara Cerdas Gunakan Obat. Lah, memangnya ada gitu pakai obat nggak cerdas? Padahal selama ini kan pakai obat ya tinggal pakai aja ya, kan? Aku pun kalau pas lagi demam udah langsung beli paracetamol aja, minum, demam turun, beres. Dan ternyata, cara serampangan kayak gini itu nggak boleh, lho!

Tahukah Kamu bahwa Obat Bisa Membahayakan Pengguna Bila Digunakan dengan Cara yang Salah?


Aku juga baru tahu bahwa ternyata memilih obat itu ada langkah-langkahnya, lho. Kemarin, waktu diedukasi oleh Kementrian Kesehatan, aku jadi tahu banyak hal tentang cara memilih obat yang selama ini nggak pernah bikin aku concern supaya bisa hati-hati sama obat yang aku konsumsi. Bahwasanya, untuk bisa memilih obat yang sesuai, aku harus mencermati beberapa hal berikut ini:

1. Pastikan saat memilih obat, teman-teman memilih berdasarkan zat yang ada di dalam obat, ya. Bukan hanya karena merek dagang saja karena merek dagang yang bagus tidak menjadi jaminan bahwa obat yang teman-teman minum itu aman.
2. Pastikan tubuh teman-teman tidak memiliki sensitivitas terhadap obat atau alergi obat. Kan nggak lucu kalau teman-teman minum obat untuk sehat, tetapi malah sakit karena salah konsumsi obat, kan?
3. Obat tidak selayaknya dikonsumsi oleh ibu hamil atau calon ibu yang tengah merencanakan kehamilan, ya.
4. Ibu menyusui ternyata tidak boleh mengggunakan obat ya, teman-teman. Jadi, harap diawasi ya kalau kakak atau saudara yang tengah promil meminum obat.
5. Harga Eceran Tertinggi  (HET) Obat
6. Bentuk sediaan obat juga harus disesuaikan, lho. Pilih yang paling baik dan benar sesuai dengan kondisi ya teman-teman.
7. Kondisi tubuh saat menggunakan obat juga harus diperhatikan. Jangan sampai ada kesalahan saat mengonsumsi obat karena ada kandungan lain dari obat yang juga tengah kamu konsumsi ya, teman-teman!
Selama seminar dan mendengarkan penjelasan dari para pemateri, aku jadi tahu bahwa obat itu ternyata terbagi menjadi tiga jenis. Selama ini ke mana aja, Sep? Hahahah. Tiga jenis itu, meliputi Obat Bebas Terbatas, yaitu obat keras yang bisa dibeli tanpa resep dokter, namun harus memperhatikan aturan pakai dan peringatan pada kemasan; Obat Bebas, yaitu obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter; dan Obat Keras, yaitu obat yang hanya di dapat karena resep dokter.

Kalau Buang Obat Itu Tinggal Buang Aja

atau Ada Caranya, Sih?


Nah loh, suka sekip nggak sama buang obat? Siapa cung yang buang obat tinggal buang aja? Ya pasti Septi lah hahahah. Ternyata eh ternyata buang obat itu ada caranya lho, man temans! Mau tahu nggak? Mau aja deh, ya ^^,

Jadi, kalau mau buang obat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan seksama. Beberapa diantaranya, yaitu:

1. Sebelum dibuang, obat itu ternyata harus dipisahkan dari kemasan, lho!
2. Jangan lupa juga lepaskan etiket dan tutup dari wadah/botol/tube.
3. Kemasan obat, seperti dus, blister, strip dan bungkus lain yang telah dirobek atau digunting jangan lupa untuk dibuang juga, ya!
4. Jika obatnya berbentuk sirup, sebelum membuang obat, pastikan kondisi botol sudah kosong, ya! 5. Cairan di dalamnya bisa dibuang terlebih dahulu di saluran pembuangan setelah di encerkan. Lalu, hancurkan botolnya, baru deh buang di tempat sampah.
6. Jika obatnya berbentuk kapsul atau tablet, hancurkan terlebih dahulu, lalu barulah dibuang.
Jika obatnya berbentuk salep, maka pastikan tempatnya dipotong menjadi dua bagian dan dibuang secara terpisah, ya!
7. Mau buang jarum insulin? Jangan lupa untuk merusaknya terlebih dahulu, ya. Kan bahaya kalau ada yang pakai jarumnya lagi ^^

Hm, gimana? Jadi tahu kan kalau ternyata buang obat itu nggak bisa sembarangan? Sama, aku juga. Ini adalah ilmu, jadi wajib banget nih untuk teman-teman tahu. Jangan lupa kasih tau keluarga dan kerabat supaya tidak salah buang obat, ya!

Tapi sebenarnya bisa nggak sih beli obat sembarangan di apotek gitu? Bahaya nggak, sih kalau beli obat tanpa resep dokter dengan modal sok tau doang?


Perlu banget kalian tahu, teman bahwasanya ada obat bebas dan obat bebas terbatas yang hanya bisa diperoleh di apotek atau toko obat berizin saja. Biasanya obat ini memiliki beberapa hal yang bisa dicermati, yaitu: kemasan dalam kondisi baik dan utuh, kelengkapan informasi pada kemasan jelas, tanggal kadaluwarsa bisa dilihat, dan terdapat nomor registrasi pada kemasan.

Sedangkan tipe obat keras ternyata dapat diperoleh di apotek atau fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan resep dokter. Biasanya, obat keras bisa diidentifikasi dengan melihat kelengkapan indormasi pada etiket; nama pasien, tanggal dan aturan pakai dan terdapat tanggal kadaluwarsa obat pada kemasan.

Aman Nggak Sih Menyimpan Obat di Rumah?


Siapa sih yang mau sakit? Pasti pada nggak mau, kan? Kalau pun lagi kena sakit, biasanya juga pada bandel tuh nggak mau periksa atau minum obat. Padahal itu kan penting. Apalagi kan ada obat umum dan obat khusus yang keduanya butuh perlakuan yang berbeda. Jadi ya sudah pasti harus dibedakan cara penyimpanannya agar obat sama-sama tetap berfungsi saat dalam masa penyimpananan.

Untuk obat umum, ada beberapa yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Tidak melepaskan etiket pada kemasan, karena di sana tercantum nama, cara penggunaan dan informasi penting lainnya.
2. Perhatikan dan ikuti aturan penyimpanan pada kemasan.
3. Letakkan obat jauh dari jangkauan anak-anak.
4. Simpan obat dalam kemasan asli dan wadah tertutup.
5. Tidak menyimpan obat di dalam modil dalam jangka lama karena suhu tidak stabil dalam mobil dapat merusak obat.
6. Perhatikan tanda-tanda kerusakan dalam obat. Misal, perubahan warna, bau dan adanya penggumpalan.

Sedangkan untuk obat khusus, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan obat, yaitu:

1. Tablet dan kapsul tidak disimpan di tempat panas atau lembab.
2. Obat sirup tidak disimpan dalam lemari pendingin.
3. Obat untuk vagina (ovula) dan anus (suppositoria) disimpan di lemari pendingin (bukan pada bagian freezer) agar tidak meleleh pada suhu ruangan.
4. Obat bentuk aerosol/spray tidak disimmpan di tempat bersuhu tinggi karena dapat meledak.
5. Insulin yang belum digunakan disimpan di lemari pendingin. Namun, setelah digunakan, insulin harap disimpan di suhu ruangan.

Aaaaa kalau throwback-throwbackan berasa beruntung banget bisa menjadi bagian dari blogger kesehatan di Yogyakarta. Makasih ya mba wardah fajri alias mba Wawa sudah mengajakku untuk bisa bergabung menjadi bagian dari Yogyakarta dalam waktu satu hari. Jadi nambah ilmu lagi untuk ditulis di blog. Terima kasih Kementrian Kesehatan Indonesia yang telah mempercayakan kami para blogger untuk turut serta hadir mewakili blogger di Indonesia, khususnya regional Yogyakarta.




Teman-teman jangan lupa untuk selalu cek kesehatan, ya. Jangan sampai telat cek kesehatan karena ini akan berakibat fatal. Sehat itu mahal sekali harganya, jadi jangan sampai kelewat cek kesehatan ya, teman-teman! ^^

Semoga teman-teman senantiasa sehat, ya. Jangan lupa konsumsi buah dan sayur karena sebagai generasi muda kita harus tetap sehat, bugar, dan produktif sepanjang waktu. Mari wujudkan generasi Indonesia menjadi generasi GERMAS!

Salam,

Selasa, 21 November 2017

Digital Strategist Itu Biasanya Ngapain Aja Sih Kalau Lagi Internetan?

Sep, lo tu ngapain sih tiap kali kemana mana bawa laptop?
Harus banget ya gadget-an terus tiap kali pergi?
Kerjaan lo sebenernya apaan sih, Sep?


Aku sediiihhh, aku sediiiiiih dengan pertanyaan ini wkwkwk. Meskipun sedih, aku cukup senang mendengarnya dari teman-teman yang penasaran dengan apa pekerjaanku. Yes, meskipun kadang sebel juga kalau digreseni, aku tetap saja cinta sama mereka. Sebab, dengan mereka bertanya demikian, artinya mereka perhatian sama aku. Iya, mereka berarti memperhatikan kegiatanku, to? Buktinya mereka sampai nanyain aku sebenarnya itu ngapain aja kegiatannya. Aih, seneng deh ada yang merhatiin hahahha. (dasar jombloooooo)

Jadi nih, banyak banget yang suka nanya Septi tu ngapain sih kegiatannya sampai bisa jalan-jalan terus padahal nggak kerja wkwk. Ya Allah ini beneran deh bukan omongan yang enak banget hahah. Aku kerja kok kerja, tetapi online as a digital strategist. Jadi, aku itu kerjanya bisa di mana aja selama ada internet dan laptop. Sama aaa satu lagi, colokan! Wakaka bravo!

Emangnya, Sep, kalau pas lagi open laptop dan internetan ngapain aja, sih?

Biar nggak salah paham, biar nggak ada yang ngira aku doing something, aku jelasin ya sedikit demi sedikit. Seorang digital strategist itu adalah anggota bagian dari digital marketing. Tugasnya ngapain? Tugasnya riset konten, analisis konten, terus baru deh buat planning. Jadi, setiap kali aku internetan, ya pasti minimal semenit dua menit ngerjain konten plan. Minimal, monitoring kerjaan klien gitu hehehehe.

Kok bisa sih, Sep dapat klien terus?

Alhamdulillah, sejak resign dari ex kantor Semarang jadi makin banyak klien. Alhamdulillahnya lagi, sudah nggak perlu jemput bola. Maksudnnya, sekarang kliennya yang dateng ke aku, bukan aku yang nyari. Jackpot pokoknya. Dan ini bisa terjadi karena doa ibu. Lah, kok bisa? Iya, karena ibuku nggak ridho aku kerja di Jakarta (lagi dan lagi), makanya ibu mungkin doain aku biar tetap di Semarang dengan kerjaan apapun.

Emangnya kerja freelance tu gimana sih, Sep?

Kerja freelance itu kerja  lepas. Kerja yang nggak harus ngantor, tapi tetep harus selesaikan project dari klien sesuai brief. Emang bisa gitu kerja tanpa ketemu dan koordinasi langsung? Alhamdulillah selama ini kerja selalu bisa begitu. Dan inilah kelebihannya kerja di dunia digital, semuanya serba digital. Selama ada internet mah semuanya aman-aman aja hehehe.

Sudah berapa lama jadi freelancer, Sep?


Kalau dihitung total sih sudah lama sekali, ya. Sejak aku SMK, saat masih putih abu-abu. Iya, sekitaran 5 tahun yang lalu. Tetapi, saat itu masih nyambi statusnya alias double job, fulltime dan freelance. Kalau fulltime freelance-nya baru satu dua tahun belakangan ini, sih. Dan ini udah full freelance banget. Jadi, 24 jam-ku dedicated untuk laptop dan smartphone tersayang. Pantes aja jomblo yeu, kan? XD

Jadi ya kalau ditanya tentang internet sehat itu kayak gimana, ya aku bakalan jawab:

internet sehat itu, adalah internet yang bisa membuatmu jadi semakin tahu banyak hal
baik itu yang membuatmu jadi makin kaya ilmu, kaya uang, dan kaya akan informasi
sebab, internet itu sesuai yang pasif, yang mana kalau bukan aku yang mengendalikan diriku sendiri, ya aku sendiri yang akan terima akibatnya. Dan bilamana internet itu tidak kupergunakan dengan baik, aku yang akan kena imbasnya.

Ibaratnya, internet itu pisau dan semua orang bisa pakai pisau
Bedanya, yang satu buat motong bawang dan sayuran
yang satu buat bunuh orang
tergantung tangan masing-masing

Pokoknya, baik baik deh sama internet. Bersyukur banget bisa hidup di zaman digital kayak gini. Aku jadi bisa kemana-mana tanpa harus terikat dengan satu kantor dan bisa belajar  banyak study case yang bisa bikin aku semakin ciamik Insya Allah. Ciamik dengan karya yang semakin dikenal banyak orang. Karyanya mungkin nggak terlihat secara kasat mata, tetapi setidaknya orang tahu bahwa ada brand yang terbantu karena aku hihi.

Jadi inget sama mba Dewi Rieka dan mba Prananingrum yang udah hits banget sama karya-karya mereka hahha. Aku pengen kayak mereka gitu, yang satu punya buku Anak Kos Dodol yang hits banget. Akunya masih gini-gini aja. Padahal ya internet selalu on setiap waktu. Ahhhhh, semoga saja suatu saat aku bisa deh nerbitin buku sendiri hehehe.

Senin, 20 November 2017

Menikmati Sajak Indah Sapardi dalam Film Hujan Bulan Juni

Aku ingin menjadi Pingkan yang hidup berhujankan puisi. 
Aku ingin menjadi Pingkan yang membuat Sarwono beku
Lalu menyalurkannya dalam bait kata bernada.

Lagi, aku dibuat jatuh cinta oleh film Indonesia. Bukan, bukan karena latar ceritanya, bukan pemeran utamanya, bukan pula alur ceritanya. Aku jatuh cinta pada Sarwono. Sosok Sarwono yang apa adanya. Tanpa banyak bicara, menyampaikan rasa dalam kata dan bisa membuat Pingkan jatuh cinta di pelukannya, tanpa paksa.


96 menitku dibuat jatuh cinta betul pada rangkaian kata demi kata film "Hujan Bulan Juni". Awalnya aku sempat meragukan Adipati Dolken saat akan memerankan sosok Sarwono. Mungkin akan aneh dan penjiwaannya kurang. Karakternya kurang pas untuk seorang seniman yang digambarkan Sarwono. Tetapi, memang nyatanya, sosok Sarwono tak butuh diperankan oleh seorang yang neko-neko. Sarwono punya jiwanya sendiri pada siapapun yang berusaha memerankan sosoknya.

Bagaimana mungkin seseorang ingin mengurai benang dari sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri?

Aku tidak tahu persis apa yang dirasakan oleh Eyang Sapardi saat membuat satu bait puisi ini. Aku menikmatinya. Seperti ada magis dalam tiap bait bait yang Beliau tulis. Aku jatuh cinta semudah itu pada puisi karya Eyang Sapardi.

Peran Pingkan dan Sarwono



Aku merasa Adipati sukses menjiwai karakter Sarwono yang cenderung sederhana dan memang pantas untuk dicinta. Aku suka sekali bagaimana Adipati memerankan cara cemburunya Sarwono yang 'unik'. Aku suka cara Sarwono mencintai Pingkan, yang diperankan oleh Velove. Dari mereka aku justru belajar bahwa percaya itu penting. Dan jarak itu tidak berarti apa-apa. Sebab, cinta tahu di mana hatinya berada.



Scene ketika Sarwono menyisipkan puisi pada Pingkan selalu jadi favorit. Aku selalu suka setiap bagian itu. Caranya, sederhana, namun romantis luar biasa. Aku mendamba laki-laki seperti itu. Meski ada yang bilang bahwa punya pasangan romantis itu membosankan karena hanya dihujani kata-kata, aku merasa sebaliknya. Bagiku, memiliki pasangan romantis itu suatu anugerah. Sebab, aku tipikal orang yang tidak terlalu suka banyak bicara. Aku, lebih suka menuliskannya dalam kata-kata. Dan membuat pembaca berimajinasi secara bebas. Hidup dalam imajinasinya sendiri.

Puisi Sapardi, Sederhana, Tapi Begitu Sempurna



Ah ~
Jika harus mengeja
Aku tidak tahu harus berbuat apa
Yang aku tahu
Aku jatuh cinta
Pada Hujan Bulan Juni
Pada puisi
Pada peran
Para karakter
dan Pada Eyang Sapardi ~

Aku tidak bisa menjadi kritikus film kali ini. Andai aku bisa berdiri dan melakukan standing applause, mungkin itu yang akan aku lakukan. Sayangnya, aku tidak mungkin melakukannya di bioskop, bukan? Andai saja aku bisa, aku pasti akan melakukannya. Sungguh, aku akan melakukannya.

Boro boro mengeja, aku membacanya saja sudah dibuat lupa akan dunia. Aku dibuat jatuh cinta tiada habisnya. Aku tidak sedang melebih-lebihkan. Ini apa adanya. Aku suka setiap puisi yang ada di layar. Baik yang tertulis, atau yang dibaca secara puitis. Itu saja.

Aku tidak berekspektasi apapun selama menonton ini. Dan ternyata, aku merasa lebih baik. Dibuat jatuh cinta tanpa harus menanggalkan harapan-harapan ternyata membuatku lebih bisa menikmati film Hujan Bulan Juni. 8 dari 10 aku beri untuk film ini. Aku suka dengan plotting cerita, percakapan, pembawaan karakter dan semua latar yang ada dalam film ini. Aku, jatuh cinta ❤❤❤.

Kata-kata Sarwono Kepada Pingkan


Aku tidak takut kepada Beni, Aku takut pada Katsuo. Dua tahun kau akan bersama dia, Pingkan
Kau kan bisa melarangku pergi ke Jepang. Cukup itu
Aku tidak ingin menghalangimu ke Jepang, itu mimpimu. Kamu menginginkannya. Dan aku tidak ingin menjadi penghalang atas mimpimu.

*Scene di Jepang*
"Aku mau kirim kabar ke Sarwono," kata Pingkan pada Katsuo
Katsuo kecewa. Raut mukanya berubah. Padahal Katsuo itu sempurna. Tapi, aku suka ketika Pingkan berkata:
Sar, kamu memang dari Katsuo. Kamu sudah menang. Katsuo justru merasa kalah sebelum berperang, sebab, aku tidak henti memikirkanmu bahkan saat hadirmu tidak ada di dekatku. Katsuo kalah, Sar. Kamu memang justru tanpa hadir.

Terima kasih Eyang Sapardi, telah menjadi seorang Eyang yang kaya akan karya. Terima kasih telah menjadi seseorang yang menginspirasi, terima kasih telah melahirkan rangkaian kata kata yang membuatku jatuh cinta pada dunia sastra.

Terima kasih pula untuk mas Dedy Sudartoyo yang mau menemani menonton film Hujan Bulan Juni di bioskop beberapa waktu lalu. Aku bahagiaaa bisa menonton ini. Serta, untuk mas Haris Prabowo, terima kasih atas buku kumpulan puisi Hujan Bulan Juni sebagai hadiah khusus bersayarat yang diberikan untukku. Terima kasih karena mau menuruti adikmu yang banyak maunya ini :)

Terakhir,
Aku ingin menjadi Pingkan yang menemukan rumahnya di Sarwono,
yang meletakkan hatinya pada Sarwono,
yang tidak pernah kesepian sebab Sarwono selalu ada, di hati Pingkan

Salam,

Rabu, 15 November 2017

3 Hal Tentang Rumah dan Kenyamanan yang Diberikan Olehnya

"Sebab rumah tidak harus selalu berwujud tempat,
Kadang ia berupa seseorang."

Rumah selama ini selalu identik dengan gedung, bentuk fisik dan bangunan yang di dalamnya ada seseorang yang tinggal atau ditinggali oleh seseorang. Padahal, rumah bukan hanya tentang tempat. Sebab, rumah bisa jadi adalah seseorang itu sendiri. Seseorang itu bisa membuat  kita berlama lama, betah bersama dengannya dan waktu seakan berputar lebih cepat saat kita bersama orang tersebut. Hm, baper baper XD. Ini bukan sekadar tentang pasangan lho, ya. Meskipun pasangan bukan cuma pacar sih, tapi Septi mau meluruskan bahwa postingan ini adalah postingan #antibaperbaperclub hihihi.

Bagi aku sendiri, rumah itu bisa di mana saja, bisa siapa saja dan bisa berupa apa saja, Aku selalu mendeskripsikan rumah sepaket dengan kenyamanan yang ada di dalamnya. Rumah itu biasanya bisa membuatku lupa akan masalah dan orang-orang biang kerok di dalamnya. Dan biasanya, rumah-rumah itu bisa membuatku nyaman pas lagi penat-penatnya. Rumah-rumah itu adalah:

Masjid, Tempat di mana Aku Bisa Berkeluh Kesah


Selain tempat ibadah, bagiku, masjid adalah rumah di mana aku bisa berkeluh kesah atas lelah. Saking suka ngerasa nyamannya sama masjid, aku sampai punya masjid favorit, lho. Namanya Salman, iya, Masjid Salman yang ada di wilayah kampus Institut Teknologi Bandung.


Aku pertama kali tahu masjid ini ketika dulu aku tes di ITB. Kala itu, travelku mengantarku ke sini, sedangkan aku dan temanku masih belum tahu ke mana kami harus pergi dan di mana kami harus tinggal. Hingga akhirnya, saat melaksanakan shalat dhuhur, aku akhirnya menginjakkan kaki di Salman, ITB. Masya Allah, dari sekian masjid yang pernah aku sambangi, ini adalah masjid terluarbiasa yang pernah aku tahu.

Bangunan arsitekturnya sederhana sekali dan ketika masuk di dalam suasananya luar biasa tenang. Ditambah lagi, banyak sekali jamaah yang tadarus selepas shalat. Duh, auranya itu lho bikin susah move on. Dan sampai hari ini, aku punya impian bisa melaksanakan akad nikah di sana ehehehe. Asik kali ya bisa akad di sana, pasti kerasa banget sakralnya. Eh, tapi di mana aja akad nikah berlangsung pasti sakral deng ehehehe.


Dan belakangan ini aku lagi naksir banget sama masjid di hutan mangrove, Pantai Indah Kapuk. Untuk ukuran tempat wisata, di sini masjidnya dabes banget nget nget!!! Arsitekturnya mirip, dari kayu gitu dan ini ngingetin banget sama masjid Salman. Adem banget rasanya. Bedanya, di sini sepi. Biar gitu, masjid ini sukses bikin aku ga bisa muvon dari ITB. Yang ada makin cinta deh sama Masjid Salman hehehehe. Kalo nggak percaya, tengok aja deh, tengok!

Teman-teman yang Selalu Support


Someone reliable.

Mungkin ini lebih tepat untuk menyebut orang-orang yang selalu support di hidup aku, upside down dan lika-liku hidup yang kadang bikin nyerah nggak mau lanjut. Orang-orang ini bisa berupa orang tua, teman-teman, dosen dan siapapun yang selalu support kapanpun dan di manapun aku berada. Orang-orang ini selalu percaya bahwa apapun yang aku lakukan itu memang tidak selalu benar, tetapi itu yang menjadikan aku menjadi pribadi lebih baik seperti saat ini.



Saat merasa penat di rumah, aku biasanya menjadikan mereka pelampiasan. Entah dengan hanya bertemu dan bercanda tawa hingga bercerita panjang lebar. Saat aku merasa jenuh dengan pekerjaan, kadang orang rumah, ibu bisa menjadi seseorang yang membuat rumah tampak lebih baik. Meski tak bisa bercerita panjang lebar dengan beliau, setidaknya dengan memandang ibu, semuanya bisa tampak menjadi baik-baik saja. Aku, masih punya Beliau alhamdulillah.

Alam Semesta dan Isinya

Yang tahu aku, pasti paham banget kalau aku anaknya nggak bisa diem alias jalan melulu. Ya ke gunung lah, ke pantai lah atau ke mana aja lah yang alam-alam gitu. Udah paham banget deh kalau aku ini sebangsa belut berbentuk manusia saking hobinya jalan-jalan dan nomaden abis bisa sampai pindah kota.


Emang nggak tau kenapa, buat aku jalan-jalan ke alam terbuka itu healing banget. Bisa banget bikin stress ilang yaaaahhh meskipun juga begitu balik malah stress lagi, sih. Tapi, paling tidak ada rumah yang bisa membuatku nyaman. Yaaa, di alam terbuka itu. Aku merasa nyaman dengan melihat hamparan pemandangan dan segala deburan ombak di pantai yang berirama. Dan yang demikian itu membuatku merasa seperti di rumah. Tenang, lepas dan bebas dari segala masalah.

Namun, harapanku untuk rumah impianku tetaplah sama, yaitu harus mengandung unsur-unsur tersebut ataukah memang dekat dan bisa menjangkau 3 hal di atas. Karena semegah apapun rumah, akan sangat percuma bila tidak ada kenyamanan yang diberikan di dalamnya, bukan?

Ah, jadi inget kawan dari grup Gandjel Rel mba Archa Bella dan mba Dian Nafi yang juga arsitek hih. Mereka ini sudah berpengalaman mendesain interior rumah. Ah, jadi flashback kan karena dulu pengen jadi arsitek biar bisa bangun rumah sendiri hehehe. Semoga semoga semoga bisa jadi arsitek beneran dengan nikah sama arsitek *eh hahaha..

Salam,

Kamis, 09 November 2017

Apakah Kamu Termasuk Gen Z? Coba Baca Dulu Tulisan Ini!

"Kok lo bisa sih sambil kerja sambil makan sambil dengerin cerita?"
"Lo nggak pusing apa Sep pegang laptop ke mana-mana?"
"Itu smartphone nggak bisa gitu ditaruh dulu?"
Pernah mendapati pertanyaan-pertanyaan seperti di atas? Aku pernah, sering lebih tepatnya. Pertanyaan ini seringkali muncul ketika tengah berkumpul di suatu komunitas atau meetup bersama teman-teman. Sebagai seorang freelance yang hidup di dunia digital, rasa-rasanya pertanyaan ini terdengar seperti protes karena waktuku bersama gadget terasa lebih lama dibandingkan dengan dunia nyata.



Ah ~ memang tidak semuanya mengerti betapa menjadi seorang freelancer itu adalah hal yang penuh kebimbangan. Di satu sisi aku harus menjadikan gadgetku sebagai pacar pertama, sedangkan di sisi lain ada dunia nyata yang harus tetap kurengkuh agar aku tidak merasa aku jauh dari sebenar-benarnya duniaku.

Seperti dilema. Menjauhkan diri dari gadget bagiku dan para pekerja di dunia maya seperti bunuh diri. Bukan apa-apa, kami, aku terutama mendapatkan begitu banyak informasi dan benefit di sana. Tidak hanya satu dua, dari berita, hingga update teknologi terbaru bisa aku temukan melalui sosial media. Tentu saja setelah memfilter konten-konten alias bukan sekadar membaca informasi yang lebih banyak HOAX-nya daripada benarnya.

Selamat Datang di Dunia Gen Z, Selamat Bergabung!


Yash, selamat datang di dunia digital native, di mana anak-anak zaman sekarang cenderung lebih praktis dan lebih terbuka jika dibandingkan dengan masa lalu. Ciee masa lalu.

Kalau banyak yang mengatakan bahwa aku terlalu addict dengan smartphone, maka mungkin mereka memang belum terbuka dengan generasi Z alias Gen Z yang memang lebih fokus ke personal space dan cenderung addict dengan teknologi. Dan anak-anak sepertiku, cenderung lebih memilih kuota daripa makan mewah ala sosialita. Percaya, nggak?

dan ternyata baru ngeuh aku se serius ini kalau lagi di depan laptop
capture by: windisaras

Bagiku, kehabisan kuota internet itu paniknya bisa melebihi nyasar di kota orang sendirian. Soalnya, kalau ada kuota internet, nggak ada orangpun aku masih bisa buka aplikasi peta di smartphone dan tinggal ketik aku mau ke mana. Canggih, kan?

Dan yang lebih penting lagi nih, anak-anak sepertiku yang lahir dan hidup di dunia serba digital aliass Gen Z ini teramat sangat suka mengeksplorasi. Jadi, jangan sampai deh dikekang-kekang karena ini justru akan membuatku dan anak-anak sepertiku jadi nggak bisa berkembang. Hihi.. Makanya kalau di zaman sekarang nemu anak-anak kreatif, ya itu buat dari kebebasan kami untuk mengeksplorasi dunia yang kami sukai.

Sebenarnya Seperti Apa Sih Ciri-Ciri Gen Z Itu?


Gen Y, Gen X, sekarang ada Gen Z. Sebenarnya apa sih yang membedakan mereka dengan generasi sebelumnya?

Pernah nggak sih bertanya-tanya, si Gen Z ini gen apalagi, sih. Kemarin sudah ada gen X dan gen Y. Eh, lha kok sekarang ada Gen Z lagi, hmm.....

Jadi, kalau teman-teman merasa terlalu nyaman dengan smartphone, lebih takut kehilangan kuota daripada si dia dan punya sifat short attention span alias multitasking, maka teman-teman masuk ke dalam kategori Gen Z. Selain ciri tersebut, yang menandakan bahwa teman-teman adalah Gen Z sejati, yaitu saat teman-teman striving of freedom alias nggak suka dikekang di dalam kotak yang itu-itu aja. (((ini aku banget hahaha)))



Si Gen Z ini cenderung sensitif sama perubahan yang ada dii sekitar. Ya wajar aja, sih. Soalnya Gen Z ini terlahir untuk jadi smart dan lebih digital native. Terbuka akan informasi dan nggak mau dibohongi sama informasi yang nggak berbobot buat mereka. It means that, kalau mau serving konten buat Gen Z ini kudu pinter-pinternya. Soalnya kalau nggak pinter, yasudah deh nggak bakalan dibaca sama mereka.

Anak-anak Gen Z termasuk aku ini bisa dibilang perlu atensi lebih dari media yang ingin menjadikan kami sebagai target market. Lha kok, bisa? Yes, Gen Z punya typical yang kalau konten sedari awal sudah nggak menarik, ya siap-siap aja deh untuk nggak ditonton. Iklan, contohnya. Kalau Gen sebelumnya masih bisa disogok dengan visual berupa gambar, berbeda dengan Gen Z. Kami ini suka video format, tetapi jangan salah. Format video unskippable juga nggak banget buat kami. Nah, lho, bingung kan? :)))

Terus Gimana Dong Kalau Mau Deketin Gen Z?


Nggak cuma problematika para advertiser aja, sih. Banyak yang merasa gen Z itu terlalu gegayaan di zaman sekarang. Padahal sih, enggak juga. Lha wong memang mereka terlahir di dunia yang melek teknologi, kok. Jadi ya wajar-wajar aja kalau mereka terbuka akan informasi dari luar dan malah hal tersebut membuat para Gen Z ini jadi agak-agak berbeda dengan Gen-Gen sebelumnya.



Minggu lalu, aku berkesempatan ketemu Giring Ganesha. Iya, vokalis Nidji itu lho untuk duduk bareng sambil ngobrolin si Gen Z ini. Di H Gourmet n Vibes, Giring memaparkan bahwa Gen Z itu masuk ke generasi yang agak-agak susah dideketin. Soalnya mereka sudah smart, jadi bisa memilih dan memilah apa saja yang cocok untuk mereka.



Nah nah nah, kamu mau deketin gen Z atau deketin aku? Kalau mau deketin Gen Z itu ada triknya, soalnya. Ini dia:

- Provide the right content

Aku kan suka sama konten travel nih, nggak mungkin dong kalian maksain aku buat nyobain make up? :))) Bisa-bisa aku block karena bete akunya nggak bisa bedain mana eyeliner dan mana eye shadow :))

- Humor and Good Storyline

Kenal istilah dirty jokes? Itu lho, kalau becandaan jorok baru lucu. Itu mah udah lewat! Kalau sama gen Z mah, selama humornya punya storyline dan pesannya nyampe, asik-asik aja tuh buat di simak. Jadi ya, siapin aja konten yang sesuai sama Gen Z.

- Right Format dan Be Mindful of Video Ads Length

Seperti yang sudah aku mensyen di atas. Kami ini suka format video, jadi banyakin aja konten video. Tapi yang singkat aja, ya. Kami kan multitasking, agak susah kalau harus disuruh nontonin satu video dan itu harus fokus hihi.

- Right Context

Relevansi! Ah iya, pastikan konten yang mau disajikan ke Gen Z itu relevan. Soalnya nih soalnya kalau nggak relevan, jauthnya mubazir. Para advertiser nggak dapat manfaat. Para Gen Z juga nggak tertarik. Kan sayang ya, kan? Iya, sayang XD. *toyorpalasepti

Konten Kayak Gimana Sih yang Disukai Gen Z?


Hayooooo kalian tahu nggak konten kayak gimana yang bikin gen Z betah berlama-lama nangkring? Sudah tahu kincir.com, belum? Kalau belum, cus deh buka di tab baru di browser kalian. Di sana banyak banget konten-konten yang gen Z banget alias anak muda banget.

Seperti yang sudah aku singgung di atas, si Gen Z ini kan suka dengan perubahan zaman yang kian lama kian menarik, maka dari itu Kincir ini memfasilitasi keingintahuan Gen Z yang luar biasa tak terbendung. Dengan mengusung tag line masa kini, yaitu "We Are Young", startup yang digawangi oleh Giring Ganesha ini menghadirkan 3 kanal baru dan mengembangkan dua kanal baru yang bisa kalian akses sebagai teman dikala bosan. *tsaaahhhhh *bakdumcessss

Emangnya kanal apa saja sih kok sampai harus baca KINCIR? Nih ya, nih!

- Geeky, Buat para lelaki yang masih muda dan cinta akan karya


Di kanal ini, ada banyak banget konten yang membahas tentang kebudayaan pop yang digemari oleh anak muda, khususnya laki-laki. Ada topik bahasan lengkap, mulai dari film, komik, game, anime, teknologi, hingga sains biar kamu jadi pinter. Nggak nyesel pokoknya kalau baca kanal ini. Super asik pokoknya!

- Chillax, teruntuk yang butuh panutan gaya hidup masa kini


Zaman kian lama kian canggih. Gaya hidup kian lama pun kian berkembang. Yang awalnya sederhana-sederhana saja, kini jadi super luar biasa bervarisi ragamnya. Nah, kalau kamu mau tahu lifestyle anak muda zaman kini, cus cus cus cek aja ke Kincir. Kanal Chillax ini cocok banget buat kamu karena di dalamnya banyak bahasan keren tentang pengetahuan dunia, relasi percintaan, hubungan buku, travel, musik, kuliner, kesehatan, edukasi, hingga pekerjaan. Lengkap, kan?

- Icon, kanal untuk kamu pecinta sosok

Suka action figure atau ngefans sama para influencer yang lagi naik daun? Kalau iya, cucok banget nih buat masuk ke kanal Icon. Pasalnya, kanal ini membahas sosok-sosok ternama yang tengah jadi sorotan. Ada banyak figur yang dibahas, mulai dari selebritas, figure yang tengah menjadi viral, dan tokoh yang menginspirasi di bidang apapun itu.

- Turbo, untuk si anak pencinta dunia otomotif


Hayolooo anak motor belum sah kalau belum masuk ke kanal Turbonya Kincir. Di kanal ini, pembahasan kendaraan dari basic, hingga modifikasi aksesoris otomotif yang digemari anak muda dikupas tuntas.

- Style, untuk kamu pencari inspirasi


Nah ini yang terakhir, nih. Kanal style alias kanal buat kamu yang mencari inspirasi dalam gaya, mulai dari bagaimana memadupadankan style berpakaian, aksesoris, sepatu, hingga gaya rambut masa kini. Jangan sampai ketinggalan berita dan bikin kamu pakai pomade rambut dari pasta gigi, ya! Hihihi

Jadi gimana? Setelah membaca tulisan di atas, kamu merasa bagian dari Gen Z atau malah merasa Gen Z itu generasi yang ajaib, unik dan aneh? Apapun jawaban kamu, jangan sampai itu membuatmu ketinggalan informasi terkini, ya! Makanya, kalau mau tetep stay tuned dapat informasi terbaru dan kekinian di masa sekarang, langsung aja kuy cek ke KINCIR.COM :))

Salam,