Pernah dengan metode rockpod  dalam dunia kesehatan? Aku belum. Baru beberapa waktu lalu ketika sedang mengikuti rangkaian acara dari Dinas...

Ternyata Tingkat Kebugaranku Divonis Kurang setelah Mencoba Metode Rockpod. Simak Ceritaku di Sini!

Pernah dengan metode rockpod dalam dunia kesehatan? Aku belum. Baru beberapa waktu lalu ketika sedang mengikuti rangkaian acara dari Dinas Kesehatan di The Wujil Hotel and Convention aku mengenal metode ini. Namanya lucu, ya hahahha. Kebayangnya batu -- soalnya rock. Eh, ngarang deng hahaha cuma menerka-nerka aja, sih.


Jadi, setelah mengikuti rangkaian acara dari Dinkes Semarang beberapa waktu yang lalu dan cukup kenyang dengan materi kesehatan, ada tes kesehatan yang aku jalani bersama dengan blogger kesehatan lain. Dan kali ini aku bilang agak unik tesnya. Kalau biasanya setiap kali acara aku hanya menjalani tes darah saja untuk mengecek kadar kolesterol dan kadar gula dalam darah, maka berbeda dengan kali ini.

Pagi-pagi, kami para peserta sudah diminta untuk berkumpul di lapangan. Konon katanya, kami diminta untuk lari sejauh 1.6km. Whaatt??? Jaraknya bikin encok duluan ya kalau dibayangin hehehe. Tapi, ada pengecualian khusus bagi mereka yang punya masalah dengan kesehatan. Aku, salah satunya. Ada 3 masalah yang aku alami dan membuatku harus memiliki tanda nomor merah. Dan aku tidak diperbolehkan berlari kencang, yaaa emang nggak kuat juga sih kalau lari hehehe.

Singkat cerita, setelah persiapan selesai, pembuatan garis start dan finish selesai, aku dan peserta kloter pertama alias kloter lemah memulai berjalan cepat dan berlari kecil. Aku memutuskan untuk jalan cepat saja, sebab kalau lari aku bisa engap dan sesak napas. Dasar lemah!! Hahahaha

1,6 Kilometer Itu Lumayan Ya Ternyata Hahaha


Ngos-ngosan, capek dan luar biasa perjuangan. Hahaha lebay lebay, nggak kok. 1.6 itu lumayan jauh sih memang kalau jalan cepat. Tapi, karena dilaksanakan bareng-bareng jadinya deket-deket aja. Cuma ya itu, nggak berasa keringetan soalnya waktu itu emang lagi nggak enak badan. Jadinya ya begitu deh, badannya jadi kayak masuk angin. Malahan sempat muntah setelah olahraga itu. Fix, emang lagi sakit sih hehehe. Tapi bersyukur, muntahnya pas sudah selesai, jadinya nggak ngrepotin teman-teman dan panitia.


Emang pada saat itu kondisi badan lagi ngedrop-ngedropnya. Apalagi sebelumnya dinyatakan lagi nggak sehat dan harus bed rest, tetapi masih maksain kegiatan. Yaudah deh, fatal ternyata sampai muntah hahahah. Buat pelajaran besok-besok kalau capek dan sakit nggak boleh maksain :")

Hasil Rockpodnya Gimana?


Sebagai insan yang suka dan hobi jalan-jalan, aku merasa gagal karena nggak bisa mendapatkan hasil tes kesehatan yang bagus. Hasil tes rockpodku kurang mameennn!!!!! Dan aku shock banget tau hal ini hahahaha. Padahal biasanya kalau jalan kemana mana bawa beban hidup d pundak sampai naik gunung pun kuat. Lha ini, setelah tes ternyata akumah apa atuh :") LEMAH SUNGGUH hahahaha...


Jadi, dari rekapitulasi catatan waktu tempuh, jarak dan denyut nadi, aku dinyatakan memiliki kebugaran yang kurang. Dan ini bikin aku jadi nggak boleh capek-capek intinya. Faktor penyebabnya adalahhh eng ing eeenggg, tebak dong apaan... YESSSS!! KEBANYAKAN BEGADANG, JARANG OLAHRAGA DAN KEBANYAKAN RADIASI DARI GADKET (LAPTOP DAN SMARTPHONE). Dodol emang kalau udah kerja suka lupa waktu.

Sampai ibunya dari Dinkes bilang:
"Blogger emang gitu sih, ya. Kerjanya di laptop dan biasanya hidupnya malah malam. Makanya kondisinya jelek"
Dyaarrrr menohok sekali yha kata-katanya XD.

Anyway teman-teman, buat kalian yang merasa kurang sehat jangan dikit-dikit ke Rumah Sakit yah. Cobain deh ke Puskesmas gitu. Nggak usah takut antri dan takut kumel. Puskesmas zaman now udah bersih, tenaga kesehatannya udah banyak dan fasilitasnya udah lengkap. Jadinya bisa banget nih kalau teman-teman mau cek kesehatan atau opname penyakit ringan di Puskesmas.

Bahkan, kerennya lagi adalah kalau teman-teman butuh bantuan cepat, sigap dan tanggap bisa banget langsung menghubungi AMBULANCE HEBAT milik Puskesmas. Ambulance ini akan segera melakukan cek dan ricek kondisi yang dilaporkan oleh pelapor untuk segera ditindaklanjuti dibawa di Rumah Sakit. Kalau kondisi dirasa masih cukup ringan, maka ambulance akan mengarahkan ke Puskesmas terdekat atau dengan memberikan pertolongan pertama saja. Tapi, kalau sifatnya parah pasti akan langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat.

Gimana, kualitas kesehatan di Semarang makin kece, bukan?

Salam,


1 komentar:

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^