Rabu, 26 Desember 2018

Pengen Nonton Bioskop di FLIX Cinema, Tapi Mager. Untung Ada Traveloka!

Nonton film sekarang makin gampang karena ada Traveloka. Sejak ada fitur pesan tiket di FLIX Cinema, lewat aplikasi semua jadi beres, deh.

image source: moeslim choice

Biasanya kalau pengen nonton melipir ke bioskop terdekat sama suami. Tapi, makin lama makin males karena banyak anak-anak SMP-SMA nonton dan antri tiketnya jadi riweuh banget. Akhirnya, tiap ada film baru lebih milih nunggu rilisnya di aplikasi atau skip nonton aja daripada harus antri lama hahahah dasar.

Tapi, sejak dibukanya FLIX Cinema Agustus 2017 lalu, aku sama mas jadi tergoda untuk nonton lagi. Yaaaa gimana dooonggg FLIX Cinemax hadir dengan dekorasi ruangan yang minimalis dan cozy abis. Bikin betah nonton. Bahkan, FLIX Cinemax ini mengklaim dirinya sebagai lifestyle cinema hmmmm keren uga.

Jadi, selain nonton, di FLIX Cinema, bisa juga loh lihat karya-karya seni yang ada di Art Exibition, ada juga bar dan kerennya lagiiiiiii studionya bahkan bisa disewa untuk keperluan pribadi seperti seminar. PARAH BANGET, KAN! Nah, mumpung Desember masih ada beberapa hari lagi, nih. Ada beberapa film yang bisa kalian tonton di FLIX Cinemax.

Bumblebee

Bumblebee bercerita tentang masa lalu anggota Autobots yaitu Bumblebee yang pernah muncul di sekuel film Transformer. Dalam di film ini, Charlie (Heilee Steinfeld)  diceritakan bertemu dengan Bumblebee dengan keadaan penuh goresan di penampungan barang rongsokan. Saat akan memperbaikinya, Charlie tahu bahwa Bumblebee bukanlah mobil VW biasa.

Aquaman

Di adaptasi dari DC Comic, Aquaman bercerita tentang Arthur Curry, anak penjaga mercusuar dan dewi laut. Meski memiliki darah Atlantis, Arthur Curry lebih memilih tinggal sebagai manusia biasa di daratan. Kehidupannya pun berubah ketika bertemu Hera yang mengatakan bahwa kehidupan manusia dalam kondisi terancam akibat ulah saudara tirinya, Orm. Merebut takhta kerajaan bawah laut menjadi satu-satunya jalan bagi Arthur.

Spiderman Into The Spider-Verse

Film ini merupakan versi animasi dari sekuel film Spiderman. Bercerita mengenai seorang anak bernama Mile Morales yang punya keinginan menjadi Spider-Man. Ia pun bertemu Peter Parker yang berasal dari Spider-Verse. Spiderman Into The Spider-Verse juga menceritakan petualangan Morales bersama Paker, Spider-Gwen, Spider-Ham untuk menghadapi serangan para musuh.

Coming Soon.........

Milly & Mamet

Milly & Mamet merupakan film bergenre komedi yang disutradarai Ernest Prakasa dan akan tayang pada tanggal 20 Desember. Film ini bercerita tentang kisah Milly dan Mamet yang disibukkan dengan kegiatan mengurus bayi. Suatu hari Mamet bertemu dengan Alexandra, teman dekat sewaktu kuliah. Dulu ia dan Alexandra berkhayal untuk membangun restoran bersama. Kini Alexandra datang dengan membawa kabar bahwa ia sudah menemukan investor. Apakah Mamet menerima tawaran Alexandra untuk mengejar impiannya sebagai chef?

Mary Poppins Returns

Film ini bercerita mengenai kembalinya Mary Poppins di tengah-tengah keluarga Banks. Dengan menggunakan kekuatan magis yang unik, Mary Poppins hadir untuk membantu keluarga Banks menemukan kebahagiaan serta keajaiban yang hilang dalam keluarga mereka. Film Mary Poppins Returns merupakan kelanjutan dari sekuel Mary Poppins yang tayang pada 1964 silam. 

Asal Kau Bahagia

Asal Kau Bahagia bercerita tentang kisah Ali yang mengalami kecelakaan sehingga ia terbaring koma. Ali pun berjuang untuk sembuh demi Aurora, pacar yang dicintainya. Meski tubuhnya koma, namun jiwa Ali tetap hidup layaknya manusia normal. Dalam perjalanannya, Ali menemukan rahasia besar yang  berhubungan dengan kisah cintanya bersama Aurora.

Gimana, nggak kalah keren kan filmnya sama yang udah tayang di bioskop-bioskop tempat kalian biasa menonton? Yuk, nonton sekarang! Dan jangan lupa pesan tiketnya di Traveloka, aja! :)

Jumat, 16 November 2018

Berkat happyOne, Travelling Kemanapun dan Kapanpun Jadi Happy

Selain punya julukan digital nomaden, aku ini bisa dibilang juga sebagai kutu loncat yang kerja dan mainnya bisa pindah-pindah tempat, pindah kota, bahkan pindah propinsi. Nggak kenal waktu dan nggak kenal jarak jauh. Selama masih bisa dijangkau dengan kereta api, pesawat dan moda transportasi lain ya aman-aman aja. GASKEEEEUUUUUUNNNN.


Dibilang capek, ya capek. Dibilang bosan emm kalo ini enggak, sih hehe karena anaknya suka jalan pakai banget. Bersyukur banget lah kerjanya bisa sambil jalan-jalan dan bisa sambil hepi-hepi. Tapi suka tiba-tiba badmood kalau misalkan ketemu sama jadwal pesawat delay, macet di jalan, atau mendadak harus ganti jadwal keberangkatan. Ribet banget soalnya harus ngurus sana-sini. Mana waktu kan nggak bisa nyesuaiin aku kan alias aku yang harus pontang-panting untuk ngurusin delay atau keberangkatan yang batal.

Tapi itu dulu, zaman ketika aku masih belum kenalan sama happyone.id. Sekarang mah, udah nggak perlu khawatir lagi kalau ada kendala di perjalanan karena ada produk happyTrip dari happyOne yang memberikan perlindungan atas resiko sebelum dan selama perjalanan dalam negeri.


happyTrip Punya Segudang Manfaat Untuk Para Traveller


Mendapatkan Perlindungan Pembatalah Perjalanan
Kebayang nggak sih udah beli tiket ternyata nggak jadi berangkat dan harus batalin tiket, tapi ternyata kuasa tertanggung nggak mau tanggung jawab? Kesel kan pasti? Tenaaaanggg, happyTrip akan melakukan penggantian biaya perjalanan yang telah dibayar di muka bila adanya pembatalan perjalanan karena hal-hal di luar kuasa tertanggung.

Perlindungan Terhadap Bagasi dan Barang Pribadi
Aku masih inget banget keril temanku rusak dan kopernya rusak di bandara, tetapi pihak bandara nggak mau tanggung jawab sama sekali. Nah, di happyTrip ini aku bisa mendapatkan perlindungan atas kehilangan dan kerusakan bagasi termasuk barang-barang di dalamnya serta barang yang dipakai atau dibawa selama melakukan perjalanan. Enak banget, kan? YATAPI HARUS TETAP HATI-HATI, ya.

Biaya Medis Akibat Kecelakaan
Biaya kecelakaan memang selalu jadi hal yang tidak diinginkan terjadi dalam perjalanan. Dan sebagai traveller cerdas, aku harus dong punya asuransi yang bisa mengganti biaya medis yang diperlukan akibat kecelakaan selama perjalanan. Naudzubillah.. Tapi waspada tetep harus, yah!



Perlindungan Keterlambatan Penerbangan
Dulu pas ke Belitung pernah delay pesawat. Ya nggak sampai lama, sih cuma sejam. Tapi kan bosen dan kesel ya, nunggunya. Dan kasus lain, temanku delay ke Jepang sampai 12 jam. Capek banget sih itu pasti. happyTrip mengerti hal ini dan memberikan santunan untuk setiap 8 jam keterlambatan pada pesawat, kereta api atau kapal laut (sampai batas maksimum yang tertera dalam sertifikat polis) akibat kejadian di luar kuasa tertanggung serta pertanggungan atas biaya pembatalan, biaya akomodasi, dan biaya tambahan lainnya yang muncul akibat adanya perubahan jadwal.

Evakuasi Medis Darurat dan Repatriasi
Pengaturan dan pembiayaan evakuasi dan repatriasi apabila traveller mengalami keadaan darurat medis akibat sakit ataupun kecelakaan yang dijamin dalam polis. Duh, serem, ya. Tapi memang harus jaga-jaga, sih.

Fitur Lengkap dari happyOne


Gimana, lengkap banget kan fitur happyTrip dari happyOne.id ini? Ya jelas karena lengkap makanya aku merekomendasikan ke teman-teman semuanya. dan dan dannnn, nggak cuma happyTrip aja. happyOne.id juga punya fitur lain. Beberapa di antaranya, yakni: Asuransi Kecelakaan diri dan Asuransi Kebakaran.

Untuk asuransi Kecelakaan Diri ada 4 produk yaitu,

happyMe yang memiliki manfaat utama yaitu santunan meninggal dunia / cacat tetap keseluruhan karena kecelakaan. Sedangkan manfaat tambahan santunan rawat inap di rumah sakit karena kecelakaan minimal 5 hari berturut-turut, tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan, dan santunan biaya pemakaman. Untuk usia yang tertanggung lebih dari 17 tahun hingga 64 tahun. dan range premi dari Rp. 50.000 - Rp. 180.000. 

happyEdu yang memiliki manfaat utama santunan biaya pendidikan anak jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan. Sedangkan untuk manfaat tambahannya berupa santunan meninggal dunia / cacat tetap keseluruhan karena kecelakaan, santunan rawat inap di rumah sakit karena kecelakaan minimal 5 hari berturut-turut, santunan biaya pemakaman dan tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan. Untuk usia yang tertanggung lebih dari 17 tahun hingga 64 tahun dan usia anak kandung 1 - 21 tahun. Range premi dari Rp. 100.000 - Rp. 180.000. 

happyMeMicro yang memiliki manfaat santunan meninggal dunia karena kecelakaan, santunan biaya pemakaman, santunan kedukaan karena kecelakaan. Untuk usia yang tertanggung lebih dari 11 tahun hingga 64 tahun. dan range premi untuk produk ini lebih terjangkau yaitu Rp. 10.000 - Rp. 30.000.

happyEduMicro yang memiliki manfaat santunan biaya pendidikan anak jika tertanggung meninggal karena kecelakaan, tunjangan perlengkapan sekolah jika tertanggung meninggal, dan santunan pemakaman. Untuk usia yang tertanggung lebih dari 17 tahun hinggak 64 tahun, usia anak kandung 1 - 21 tahun. Untuk range premi yang sangat terjangkau yaitu dari Rp. 10.000 - Rp. 50.000.

Asuransi Rumah memiliki jaminan berupa asuransi ketika tejadi kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang dan asap; kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat dan hura-hura; kecelakaan diri akibat kebakaran; biaya pengobatan akibat kebakaran; tanggung jawab hukum pihak ketiga; biaya tempat tinggal sementara; tertabrak kendaraan; biaya pemadam kebakaran; biaya pembersih puing; biaya arsitek, surveyor, konsultan; santunan biaya pemakaman akibat kebakaran; dan santunan pembelian perabotan kembali akibat kebakaran. Untuk range premi dari Rp. 98.750 - Rp. 750.000. Sangat terjangkau, bukan?



Di antara banyak produk dari happyOne.id, aku paling cocok sama happyTrip karena pekerjaanku sebagai digial nomaden dan melipir jadi sok-sokan traveller. Jalan-jalan jadi aman, tenang dan nyaman tentu saja. Kerjaan jadi beres, delay nggak jadi masalah, mau batal pun juga nggak rugi.

Biaya Premi Sangat Murah dan Terjangkau!


Tau nggak sih kenapa aku pakai happyOne.id? Karena murah dan terjangkau! Wkwkw anaknya kan low budget tapi maunya banyak yaaa *dasar! Jadi si happyTrip yang aku pilih ini hanya perlu membayar premi Rp. 10.000 saja. Gimana, terjangkau, kan?

Kamu cukup mengakses Asuransi Astra ini di www.happyone.id dan kenalan sama konsep OneID. Apa atuh OneID? Jadi, setiap kali kamu mendaftarkan email, maka kamu akan tercatat sebagai OneID. Setelah mendaftar, kamu langsung bisa melakukan transaksi pembelian polis dengan lebih mudah hanya dengan melihat status riwayat polis yang ada di akunmu.

Secara singkat, proses pemeblian happyTrip di website happyone.id, yaitu dengan:

1. Memilih Perlindungan - kamu bisa memilih perlindungan sesuai dengan kebutuhanmu.
2. Mengisi Form Daftar - di sini kamu akan diminta untuk mendaftarkan One ID-mu dan melengkapi form yang dibutuhkan.
3. Membayar - tahap ini kamu akan diminta untuk untuk membayar premi sesuai dengan paket yang kamu pilih.
4. Menerima Polis - setelah proses selesai, kamu akan mendapatkan email berisikan polis yang telah kamu daftarkan sebelumnya.

Dannnn selamatt!!! Kamu sudah langsung terdaftar dan mendapatkan polis dari Astra Asuransi happyOne.id

Aku sudah pakai happyOne.id  Kamu, kapan jadi #BeTheHappyOne? :)

Selasa, 25 September 2018

Tentang Perspektif: Menjadi Generalis Atau Spesialis

Photo by: Unsplash - @Arjunsyah_

Beberapa waktu yang lalu, aku dihadapkan pada suatu statement, yakni:

Menjadi spesialist itu memang penting, tetapi akan lebih baik bila kita bisa menjadi seorang generalist.
Well, noted. I'm trying so hard to understanding this statement while other of my friend said this kind of sentences to me:

Sudah, kamu itu cukup jadi penulis saja. Jangan merambah ke dunia lain yang "bukan kamu." Beri kesempatan orang lain untuk unggul di bidang lain, seperti apa yang sudah kamu dapatkan saat ini. Beri mereka kesempatan yang sama untuk bertumbuh sepertimu.
I'm not trying do defense all the things I get.
Actually, after I hear the statement, it really made me suck in the deep though. Tahu alasannya? Ada kontradiksi yang menarik dari dua statement yang muncul dari dua kepala yang berbeda.

See, dua kepala yang artinya adalah ada perbedaaan perspektif yang memengaruhi tentang pandangan-pandangan seseorang terhadap sesuatu atau seseorang yang lain.

Being An Ambitious Person is Kinda Sucks


Honestly, aku terjebak dalam insecurity lingkungan yang selalu menekanku tak tidak habis-habisnya "mengataiku" bahwa aku adalah seseorang yang terlalu ambisius. Yes, u read it well. Septi is an ambitious girl. Seseorang yang penuh dengan ambisi dan teramat sangat visioner. But hey! Jangan dikira menjadi seseorang yang ambisius itu semenyenangkan itu. Ada banyak hal yang membuatku takut untuk tetap menjadi diriku sendiri akibat terlalu banyak di sekitarku yang bilang, bahwa:

Jangan terlalu menggebu-gebu jadi cewek, nanti cowok pada takut deketin, lho.
Jangan pinter-pinter, kasian nanti pada nggak bisa ngimbangin, lho.
Mbok ya jadi orang tuh yang biasa-biasa aja biar yang mau ngajak temenan nggak takut kalah pinter sama kamu. 
And so many statement like this yang buat aku jadi bener-bener mikir sekadar cuma nanya ke diri sendiri, "Memangnya salah ya kalau aku pengen pinter?" "Memangnya salah ya kalau aku ingin unggul dalam satu bidang?" "Memangnya salah ya kalau punya visi misi buat masa depan?" "Memangnya salah ya menjadi seorang cewek yang penuh dengan ambisi?" 

I'm getting tired of this dan akhirnya memutuskan untuk, baiklah, aku akan menjadi biasa saja demi bisa hidup dengan tenang dan tidak tersiksa dengan judgement yang terlalu banyak dari lingkungan di sekitarku.

---

And Now Life Dragging Me To Contradiction Perspective

Sebut saja, rekan kerjaku terang-terangan bilang bahwa being spesialist is good, but it better for me if I can be a generalist too. It drag me into the feeling like "WHAT THE KIND OF THIS SITUATION?" Setelah bertahun-tahun aku bersusah payah untuk, baiklah, aku harus menyadari bahwa aku punya kapasitas untuk tidak menganggap bahwa aku bisa di semua hal dan semua bisa. Sebab, ada orang lain yang lebih bisa untuk menguasai hal tersebut dan dia pekerjaan itu lebih efektif jika bukan aku yang handle.

Entah mengapa aku merasa ada yang salah, pada diriku mungkin. Ada pemikiran yang menjebakku pada lingkaran berpikir bahwa

Setiap orang itu terlahir menjadi perfeksionis dengan standar masing-masing yang mereka buat dan mereka jalani untuk diri sendiri atau untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan dia.

No, ini tidak sama dengan "Lah, berarti kamu nggak bisa terima masukan, dong?" Bukan! Bukan itu maksudnya... Tapi, lebih ke andai memang kita dipaksa untuk menjadi seorang generalis, lalu kita menguasai berbagai bidang sedangkan kita bekerja sama dengan orang-orang yang lebih ekspert di bidang tersebut, yang terjadi bukan malah kita jadi belajar hal baru, melainkan kita jadi buang-buang waktu karena sebenarnya kita unggul di bidang lain, tetapi kita memaksa diri kita untuk ada di kondisi yang kita tidak bisa, namun memaksa diri kita untuk bisa. Hanya untuk sekadar mendapat predikat bahwa: Kita bisa melakukan apapun. 

Aku merasa bahwa menyelesaikan pekerjaan bukan hanya sekadar "menyelesaikan pekerjaan", melainkan seharusnya bisa memberikan value, impact atau perubahan yang bisa membuat kita menjadi spesialist yang nggak cuma sekadar punya title.

Simply way, let me said that done the task is not only about say to the world that "I'VE BEEN DONE THIS TASK," but I feeel I have to say "I'm done with this, I am doing this because of....... and after this i'm gonna doing...... for a better result."

Seperti yang aku percaya dan tanamkan pada diri sendiri bahwa melakukan kesalahan itu tidak sesederhana trial and error, tetapi adalah tentang trial and measure. Apakah kesalahan yang kita lakukan menjadikan kita sebagai seseorang yang lebih berkembang atau justru menjadikan kita sebagai seseorang yang penuh dengan makian karena terlalu memaksakan keadaan?

Silakan menjawab dengan perspektif masing-masing.

Salam.

Jumat, 21 September 2018

Life As A Content Creator: Nggak Cuma Harus Bisa Nulis, Tapi Harus Bisa Lebih dari Itu



Flashback
Jakarta, 2015

Aku menantang diriku sendiri untuk bisa menjadi bagian dari salah satu digital creative agency yang pernah mendapatkan best agency of the year di Jakarta. Alasannya sederhana, aku ingin mematahkan stereotipe bahwa anak SMK itu nggak akan bisa kerja kantoran di Jakarta karena background pendidikan yang cuma sampai pada sekolah menengah alias bukan sarjana. Iya, aku cuman lulusan SMK komputer yang bahkan nggak paham kalau disuruh ngulangin pelajaran itu lagi HAHAHA emang dasar gadungan ya aku ini :D

Aku yang keras kepala dan nggak suka diremehkan lantas menantang diriku sendiri untuk bisa ke Jakarta dengan uang pas-pasan dan bekal seadanya. Numpang nginep di kosan teman sampai kecopetan HP pun pernah aku alami hanya demi bisa membuktikan bahwa Jakarta tidak sekeras itu untuk anak sekolah menengah sepertiku.

But, hey! Jakarta keras bung.
Hari dimana aku interview dan kehilangan handphone-ku, aku bertemu dengan salah seorang pelamar yang dari perawakannya sudah jauh lebih dewasa dariku. Waktu itu aku masih berusia 20 tahun. Waks! Masih sangat muda ya ternyata.. Sekarang juga masih muda, kok! Muehehehe :))

Back to the topic
Aku masih ingat betul ketika mas-mas pelamar (sebut saja begitu) ngobrol denganku, kira-kira seperti ini:

"dari mana, Mba?""saya dari Semarang, mas.""wah, jauh sekali ya Semarang. Lulusan kampus UND**, ya?""Oh, enggak kok, mas. Saya cuma lulusan SMK.""Hah, jauh-jauh dari Semarang dan cuma lulusan SMK? Memang bisa ya mba masuk kantor sini?" "Hahahaha, bismillah aja, mas. Emang masnya lulusan mana?""Oh, saya baru S2 di ....... dan sudah berpengalaman sebagai content writer selama 7 tahun di perusahaan X.""Waaa hebat. Keren dong, ya. Punya blog?""Ada, dong di www.xxxx.blogspot.com""Woh, masih blogspot ya, mas?""Emang mba ngerti blog? Punya emang?""Ada, mas di www.dwiseptia.com :)"
Daebak! Aku minder bukan main ketika diajak ngobrol. Tapi di sisi lain, aku semakin tertantang untuk menunjukkan kepada semesta bahwa aku nggak harus jadi sarjana dulu untuk bisa dapat kesempatan bergabung ke perusahaan yang aku impikan sejak lama, yaitu bekerja di Jakarta.

Singkat cerita, ketika aku dipanggil keruang interview, aku bertemu dengan senior content, manager dan HRD perusahaan. Guess what??!! Managerku bilang "Septi, sebenarnya saya mau test Septi nulis, tapi lihat blog Septi saya yakin banget pasti Septi cinta banget sama nulis, kan?" Aku tersipu sekaligus bersyukur telah mengenal dunia blogging saat aku tengah duduk di bangku SMK.

Dan, aku diterima karena aku seorang blogger dan suka nulis di blog! Awwwww... Sebagai syarat wajib, aku diminta untuk menuliskan kisah sederhana sebagai syarat sah interview siang itu. Aku lantas memiliki jabatan sebagai content writer di perusahaan di Jakarta pada hari dimana aku interview tanpa harus menunggu sampai 2 minggu hingga 1 bulan karena aku seorang blogger. I'm proud of being blogger! ^^


Jakarta mengenalkanku pada banyak hal tentang dunia kepenulisan yang aku alpa di dalamnya. Aku belajar banyak hal baru semenjak bergabung menjadi bagian dari tim konten. Aku belajar tentang bagaimana memilih dan memilah istilah yang tepat, bagaimana menulis singkat rapi atau menulis panjang tetapi tidak bertele-tele dan bagaimana membuat pembaca jatuh cinta dengan karakter tulisan kita. Yaaa, kayak yang kalian baca sekarang ini gengs! Heheu :) Kalian jatuh cinta nggak sama tulisanku? Ah elah genit amat ini bocah HAHAHA

But, seriously! Jakarta teach me a lot of things. I'm feeling like I'm the new one. Lebih dari apa yang aku bayangkan, aku jadi mengerti tentang dunia periklanan yang teramat sangat dekat dengan dunia kepenulisan. Satu yang nggak bisa aku lupa adalah ketika managerku bilang "Konten itu cuma dasar, pengembangannya banyak sekali. Jadi, kalau Septi mau benar-benar jadi hebat, Septi harus jadi penulis hebat dulu." Well noted, mas! I've been do it and here I am right now :)

Setelah memahami tentang dasar-dasar kepenulisan dengan caci maki sebagai makanan sehari-hari, aku dihadapkan pada dunia Search Engine Optimisation, Search Engine Marketing, Social Media Management dan Digital Marketing alias dunia periklanan yang sejak dulu kala aku idam-idamkan. Yup, aku mengincar posisi ini sejak lama. Aku belajar dengan otodidak demi bisa duduk di kursi panas dan menjabat sebagai seorang Digital Ads Specialist. Uwuwuwuw rasanya kayak naik roller coaster ternyata menjadi seorang pengiklan yang mengelola konten klien untuk bahan iklan demi bisa meningkatkan awareness, reach, engagement dan impression. Duuuuhhh ini istilah emang bikin pusing :)



Time flies..
Ibuku memintaku untuk kembali ke Semarang. Dan bagiku tidak mudah untuk kembali dari perantauan ke tempat asal yang tidak jauh lebih maju dari Jakarta. Sedih, depresi dan tentu saja bingung harus menjadi seperti apa. Tapi bersyukur, aku sudah mengantongi cukup ilmu untuk bisa membuatku menjadi seseorang yang cukup bisa berdikari dengan profesiku, yaitu menjadi seorang blogger dan digital nomaden. Euuuhh istilahnya aneh-aneh banget, ya! Hahaha maapkeun. Dunia digital marketing memang sungguh bikin pusing tujuh keliling :))

People Change..
Ada beda dari Semarang dan Jakarta. It feels like Jakarta beat drive me crazy and Semarang make me crazy because I can't doing anything here. Oh God! I'm feeling so down live back to Semarang. Aku beradaptasi setengah mati, sebab biasanya di Jakarta hidupku penuh tekanan, aku dipaksa untuk bisa hidup dengan pace yang luar biasa cepat, waktu yang hampir tiada liburnya dan tentu saja lingkungan yang membuatku harus bisa menguasai banyak hal karena aku tidak akan menjadi siapa-siapa jika aku tidak menguasai apa-apa.

Tapi, Semarang membuatku menjadi seseorang yang lebih santai untuk bisa menikmati hidup. Bebas dari hiruk pikuk kota yang macet, orang-orang yang 24 jam hidupnya di jalan dan tentu saja Semarang tidak membuatku tertekan akan istilah-istilah aneh dalam dunia digital marketing ini. Eheu ternyata semua kota memang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing ya :))

Digital Improve..
Digital yang kukenal dulu dan sekarang berbeda. Aku sungguh seperti terseret arus dan harus bertahan demi bisa berenang ke tepian *halah drama HAHAHAHA. Aku mengenal digital sebagai tempat dimana personal branding dibentuk, portfolio disampaikan tanpa harus bertatap muka dan tentu saja membangun sosialisasi lewat social media tanpa harus saling tahu dalam dunia nyata.

It's time to challenge myself to be a better me. Sebagai manusia yang cinta dengan tantangan aku menantang diriku sendiri untuk bisa belajar lebih dan lebih dan lebih lagi sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seorang freelancer alias digital nomaden, yaitu orang yang bisa bekerja di berbeda tempat. Yesss, bekerja dimanapun, masuk ke bidang apapun untuk bisa mengerti segala macam hal dan bertemu dengan orang dengan berbagai macam bentuk. Yeah, please let me introduce myself that I'm a content creator. Someone who create content in any way. 


Punya basic sebagai seorang blogger tidak lantas membuat pekerjaan sebagai content creator lebih mudah. Heeeyyyyyy!! Ngeblog itu nggak cuma sekadar nulis, apalagi jadi content creator :))))
Kadang suka gemas sama teman-teman yang menganggap bahwa pekerjaan sebagai seorang content writer, copy writer, advertiser dan content creator itu cuma sebatas NULIS DOANG. Yaiyasih cuma nulis, tapi nulis itu juga butuh skill alias nggak bisa sembarangan nulis :))

Apalagi, setelah memutuskan menjadi seorang digital nomaden alias orang yang kerjanya pindah-pindah, aku jadi punya tuntutan kepada diriku sendiri untuk bisa bekerja secara mandiri dimanapun dengan laptop yang harus selalu on setiap waktu karena aku harus siap kapanpun klien atau partner kerjaku membutuhkanku.


Selain itu, aku juga harus punya kemampuan yang nggak cuma sekadar nulis. Aku dituntut untuk bisa fotografi, videografi, editing foto dan video, desain grafis sampai harus bikin sketch atau typography ala ala untuk bisa mendukung segala sesuatu yang bisa menjadikan kontenku makin kece dan ciamik.

Yaaahhhh for the sake of content I have to be a good content creator too, right? Simple, kenapa harus bisa semuanya? Karena ngrepotin orang lain itu nggak gampang, belum lagi kalau yang direpotin pas nggak bisa. Duh, pokoknya jadi content creator itu nggak bisa bergantung sama orang lain. Belum lagi idealisme diri yang kadang gede banget. Uh! Minimal kalau mau jadi content creator itu menguasai basic dari berbagai macam hal, deh pokoknya heheu :))

That's why, biarpun nggak professional banget, setidaknya aku bisa membuat produksi kontenku semakin kaya dengan beragam jenis konten, seperti tulisan, foto, video, atau sekadar desain infografis apa adanya mueheheh yang penting nggak kosongan aja! :))

Pernah nggak sih punya pengalaman yang super duper mengesalkan saat laptopan? Yes, tiba-tiba laptop force close padahal banyak file yang belum disimpan! Nyesek beb :") Sedihnya nggak ketulungan kalau sampai harus mengulangi segala sesuatu dari awal. Aku selalu halu punya laptop yang dibekali dengan processor AMD APU A10-8700P dan GPU AMD Radeon R6 M340DX 2GB.

Boro-boro force close, kalau laptopnya sudah dilengkapi dengan processor ciamik tersebut nge-lag aja udah nggak mungkin banget hahahaha. Prosesornya aja bisa buat main gaming. Kebayang kan kalau cuma buat software content creator macam rentetan keluarga Adobe mah keciiiillll. Apalagi buat nonton film atau video? Wuuuhhhhhh jangan salahhhh bisa wuswuswus ini mah.. Enteng pisaaannnn :))


Cuma aku suka parno kalau laptop bagus itu biasanya berat dan bikin capek kalau dibawa kemana-mana alias nggak bisa menunjang mobilitasku yang luar biasa kayak belut kepanasan ini heheu. Iyak! Anaknya nggak bisa diem banget buset dah hahahaha. Pagi dimana, siang dimana, sore dimana, malam dimana, hari ini dimana, besok dimana, lusa ehhh udah pindah kota lagi. Emang dasar cacing kepanasan! Heheheu :))

Makanya aku punya angan-angan banget bisa punya laptop yang slim, desainnya kece dan hmmm harus bikin aku ngerasa prestige karena laptopnya membuat setiap pasang mata jatuh cinta. Cieeeee ah ini obrolannya kemana-mana banget yah hahaha. Jadi kebayang sama desain ASUS X555 seriesyang luar biasa menggoda kannnn hmmmm...


Ya gimana dong, nggak cuma unggul di performa, laptop ASUS X555 nggak cuma unggul di performa dan desain yang nyaris sempurna. Laptop ini bahkan punya keyboard yang terbuat dari alumunium dan bisa menyerap panas. Nah loh, makin betah laptopan nggak tuh ceunah!!! Belum lagi, baterai laptop ASUS X555 ini non removable yang artinya nggak ada tuh laptopnya benjol karena ada bagian baterai yang menonjol terlihat dan kadang justru mengganggu. Ringkas banget, kan?

ASUS X555 punya baterai jenis Li-Polimer yang daya tahannya 2,5 kali lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion Silinder. Bahkan setelah diisi ulang hingga ratusan kali, baterai ini tetap dapat menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya. Kita nggak sering cari colokan deh kalo mau kerja.

Parahnya, si ASUS X555 series ini baterainya adalah jenis Li-Polimer yang tahannya bisa 2.5 kali lipat lebih kuat dibandingkan dengan baterai Li-Ion Silinder di pasaran. Nggak ada ceritanya nyari colokan pas lagi nongkrong-nongkrong cantik deh pokoknya! :))

Gokilnya lagi, Asus X55 ini sudah dilengkapi dengan teknologi IceCool yang dirancang untuk mengatasi overheat yang biasa menyerang laptop pada umumnya. Teknologi ini mampu menjaga temperatur notebook di antara 28-35 derajat. Suatu suhu yang bahkan lebih rendah dari suhu yang dihasilkan oleh tubuh manusia. Kebayang kan nyamannya bisa berduaan dengan laptop berlama-lama tanpa takut laptop jadi panas atau overheat? :))

Detailnya performanya bisa dicek di gambar di bawah ini ya, gengs!



Bisa dibilang, ini laptop impian content creator banget banget banget, sih! Mau diajak nulis hayuk, mau diajak bikin desain hayuuukkk, mau diajak olah digital foto hayuuukkk, mau diajak edit video dan render video ya hayuuuukkk. Pokoknya semuanya hayuuukkk dah!!! Udah paket lengkap pake telor ini mah bisa nulis, ngedit dan olah konten dalam satu perangkat. Yang penting, entengnya itu lhooo bikin cintak!!! Bisa dibawa-kemana mana, tapi tetap bisa diandalkan kapanpun tanpa takut berat dan bikin nggak nyaman heheu.

Anyway gengs, kalian kalau penasaran bisa lihat-lihat Asus X555 ini d Tokopedia, lho! Karena eh karena si ASUS X555 juga dijual di Tokopedia! Asyik kaaann bisa review dulu sebelum beli dan jangan lupakan baca testimoni dan review tentang ASUS X555 ini yaaa. Dijamin kalian yang nggak pengen beli jadi pengen beli dan yang pengen beli jadi tambah nggak tahan buat beli sekarang juga! Ya gimana dong, bagus banget sih barangnyaaa heheu :))


Ini nih yang nggak boleh ketinggalan! KAMERA! Yes, as a content creator kamera harus banget aku bawa kemana-mana. Setiap kali aku menuju suatu tempat barangkali untuk jalan-jalan atau memang khusus untuk take foto aku selalu menyiapkan jepretan terbaik. Tapi yaa kadang memang hasil tidak sesuai ekspektasi kan, ya? HAHAHA

Makanya aku butuh laptop canggih buat membantu aku olah digital foto agar hasilnya makin bagus dan makin siap untuk diunggah ke blog atau social mediaku. Heheu, hidup di sosial media harus sempurna, bukan? Dan Laptop ASUS X555 akan membantu mewujudkanku menjadi sesempurna itu karena kemampuannya yang luar biasa mumpuni bagi content creator sepertiku :))



Last but not least, I always admire a content creator di bidang apapun itu. Bagiku, jadi content creator itu nggak gampang dan bisa jadi bagian mereka itu such a gift, sih karena nggak semua orang bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Repot beb kalau nggak bisa bagi pikiran dan waktu dalam satu waktu. Apalagi kalau deadline menyerang. Euuuhhh jangan ditanya pusingnya heheu!

Aku paling seneng sama content creator yang bisa menciptakan desain dan video. Aku nggak bisa soalnyaaa huhu, nggak pernah bisa bikin desain semaksimal yang mereka bikin :") Pokoknya content creator itu emang juarakkk!!! Btw, kalau sambil ngerjain jangan lupa siapkan cemilan biar nggak bosen, ya! Menghadapi deadline juga butuh tenaga bruh!!! HAHAHAHA

Salah satu proses content creator - sketch gambar dan menemukan ide sebelum akhirnya memvisualisasikan ide tersebut ke dalam gambar yang lebih matang


Tapi tenang, kalau sudah pakai ASUS X555 mah semuanya jadi bereeeeessssss ~


Mau deadline lagi kenceng-kencengnya, semuanya bakalan aman. Laptop X555 kan udah ciamik banget dilengkapi dengan baterai jenis Li-Polimer, Teknologi IceCool, dan Prosesor AMD®Quadcore A10 yang mantap banget untuk mendukung kegiatan content creator yang nggak jauh-jauh dari dunia blogging, editing gambar, rendering video, dan membuat infografis untuk kebutuhan content masa kini.

Jadi kapan kamu punya laptop ASUS X555? :))

Salam,

Kamis, 20 September 2018

Barangkali Bukan Aku



yang kamu cari
yang kamu butuhkan
yang kamu inginkan untuk ada
menemani pagi, siang, malammu
menemani sehat hingga sakitmu
menemani luang dan sibukmu

barangkali bukan aku
yang tangannya ingin kamu genggam
yang malamnya ingin kamu bahagiakan
yang bersamanya kamu rasa surga begitu dekat adanya

barangkali bukan aku
yang pantas mendapatkan seutuhnya kamu
yang akan kamu bagi senang dan sedihmu
yang jikalau kamu butuh, namanya akan kamu panggil untuk pertama kali

iya, barangkali memang bukan aku
orang yang akan kamu peluk saat kamu resah
orang yang kamu kecup setiap kali kamu beranjak tidur
orang yang akan kamu ajak berdiskusi tentang lelahnya hari yang kamu jalani

barangkali memang bukan aku...

Ilalang Menuju Pulang


“Ini, untukmu” katamu sambil memberiku sepucuk ilalang dalam perjalanan pulang menuju basecamp.
Aku menerimanya dengan tersenyum. Sambil memutar-mutar ilalang itu, kamu berkata, “aku mungkin tak seromantis laki-laki lain yang memberikan bunga kepadamu setiap waktu. Tapi aku akan memberikan apa-apa yang ada dalam diriku yang orang lain bahkan belum tentu kepikiran untuk memberikan itu kepada seseorang yang ia cinta.”

Aku senyum-senyum sendiri. Masih memutar-mutar ilalangku, aku meletakkannya pada tas carrier yang kugendong di belakang. Kuletakkan pelan-pelan agak tak rusak – agar sesampainya di rumah bisa kuabadikan di tengah-tengah buku-ku dan menyimpannya sebagai kenang-kenangan darimu.

Mas tahu? Apa-apa dalam diri mas mungkin bukan biasa saja bagi mas. Tapi, tidak bagiku. Apa-apa dari diri mas itu tidak ternilai harganya. Aku tidak pernah bisa membayar serupiahpun gelak tawa yang mas ciptakan untuk bisa membuatku kembali baik-baik saja ketika dunia begitu kejam kepadaku.

Aku tidak pernah mengerti bagaimana menghadapai diriku sendiri yang mudah sekali tantrum - marah - kecewa berlebihan dan terlalu banyak mau. Tapi mas bisa. Mas bisa melakukannya dengan baik disaat aku sedang dalam kondisi tidak baik.

Ilalangnya layu, bunga-bunganya pudar. Aku lupa bahwa ilalang bukan bunga yang bisa disimpan. Tapi aku janji, kenangan ilalang dalam perjalanan menuju pulang itu akan selalu kujadikan kenangan yang menyenangkan – yang tak semua pasangan bisa mendapatkan kesempatan yang sama seperti aku.

Terima kasih, mas. 

Gn. Andong, Magelang – 4 Agustus 2018

Sabtu, 08 September 2018

Bapak, Laki-laki yang Tidak Akan Pernah Bisa Menikahkanku


Apa impian terbesarmu dalam hidup?

Akan selalu ada impian yang benar-benar menjadikan kita menjadi pemimpi dalam waktu yang lama. Akan selalu ada hal yang membuat kita lebih teguh untuk bersujud, sambil mengurai air mata dan membiarkan lantai basah karena sesenggukan yang tak berkesudahan.
Akan selalu ada hal-hal yang membuat diri kita bersabar lebih lama, meski kita tidak tahu sampai kapan batas sabar sebetulnya.

Sebagai pejuang nikah muda, aku selalu membayangkan momen dimana aku bisa menemukan pangeran berkuda putihku dan bersiap bergegas bersamanya menjemput restu dari orang tuaku. Sebab, baktiku akan berpindah kepadanya.

Namun, ada dua hal dalam hidup ini yang begitu ingin aku rasakan. Satu kali dalam seumur hidup yang tidak akan aku lupakan, satu hal dalam hidup yang akan membuatku tidak akan pernah lupa.


  1. Shalat berjamaah dengan Bapak, dan
  2. Dinikahkan oleh Bapak

Mungkin kalian mengira ini sederhana, tetapi tidak buatku. Lahir di tengah-tengah keluarga dengan latar belakang agama yang berbeda membuatku harus siap dan ikhlas untuk tidak merasakan kedua hal tersebut.

Aku selalu membayangkan betapa indahnya menjadi seorang makmum atas Bapak, bersama Ibu dan Mas Rio, kakak kandungku. Bagiku, pemandangan keluarga yang berjamaah, bapak dan anak terutama -- adalah pemandangan yang mahal buatku. Pemandangan yang tidak akan pernah cukup untuk membuatku bersyukur karena telah diizinkan untuk merasakan lewat mata dan hatiku secara langsung. Bahkan, menuliskannya saja sudah membuat jantungku berdebar dan kantung mataku penuh akan air.

Setidaknya hatiku tidak mati ~


Terlahir menjadi anak bungsu dari keluarga berkecukupan dan hanya punya 1 kakak, membuatku mau tidak mau dan suka tidak suka harus menjadi pribadi yang tanggung. Sebab, sejak kecil aku dan kakak terbiasa untuk bekerja agar bisa tetap jajan di sekolah dan tidak memberatkan orang tua kami.

Kakakku terbiasa membantu di bengkel, sedangkan aku membantu berjualan makaroni di sekolah dan berlanjut menjadi admin warnet. Setiap hari, kami jarang bertemu. Apa hubungannya dengan Bapak?Tidak ada. Hanya saja, kesibukan kami yang menyita waktu membuat masing-masing dari diri kami terlalu asyik di luar dan kembali ke rumah dalam kondisi yang lelah dna tidak mungkin untuk bercengkrama.

Boro-boro ngobrol, berpapasan muka saja jarang sekali. Artinya? Aku yang berharap bisa menjadi makmum atas kakakku pun harus rela untuk mengubur impianku dalam-dalam. Cukuplah aku diberi nikmat untuk bisa bersujud sendiri di lima waktuku meski dalam lubuk hati masih ingin merasakan bagaimana surganya bisa berjamaah bersama bapak atau masku sendiri.

Menjelang Dewasa . . . 

Menjelang dewasa -- melawati masa remaja yang peniuh dengan suka cita, masih ada harap yang tersimpan begitu rapat dari lubuk hati terdalam.

Impian sederhana yang ketidakmungkinan untuk mewujudkannya melebihi apapun yang aku inginkan, setidaknya untuk saat ini.

Dinikahkan Oleh Bapak dengan Beliau sebagai Waliku


Kalian tidak akan mengerti bagaimana sesaknya dada ini menyimpan impian sederhana ini dalam jangka waktu yang lama. Sejak aku mengerti bahwa menikah butuh wali, hingga aku menyadari bahwa suatu hari disaat hari itu tiba, aku tidak bisa mendapati Bapak memberikan restu atas laki-laki pilihanku sebab Beliau bukan waliku.

Bagaimana rasanya patah hati, mungkin tidak akan sesakit dan sepedih ini.

Sujudku Mungkin Kurang Lama


Hingga waktu yang terlah terlewatkan dan air mata yang telah kuhabiskan tak jua mmebuatku pada akhirnya mendapati apa yang kuinginkan dan kucita-citakan.

Sujudku Mungkin Kurang Lama


Sampai-sampai aku harus menjadi seseorang -- gadis yang lagi-lagi harus mengubur impiannya dalam-dalam karena memang memaksakan kehendak bukanlah sesuatu yang pantas dalam kasus ini.

Benarkah demikian adanya?

NS: Menuliskannya sambil menahan air mata, sambil membayangkan betapa indahnya pernikahan teman-teman yang didalamnya ada restu dari walinya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Bapaknya sendiri.

Salam,

Selasa, 14 Agustus 2018

Biar Pendek, Puncak Gunung Andong Selalu Menawan untuk Para Pendaki

"biar pendek, puncak Gunung Andong selalu menawan untuk para pendaki..."



Gimana gimana, setuju nggak saja kuot terbijaq ala Septi? wqwqwq. Jian tenan ya kalau bikin kuot sok sokan bijaq padahal serampangan HAHAHAHA. Padahal naik gunung pendek buat gaya-gayaan , tapi gayanya sok-sokan selangit wkwkw ya Allah maap maap kalo nyebelin intronya HAHAHA.

I've gotta so many problem and it really made me feeling so lost. Ngerasa kayak nggak guna karena terus-terusan nyalahin diri sendiri dan berakibat fatal sampai kena insecurities syndrome. Nggak enak banget beneran. Sedih!!!

Terus gimana?

Sebelum melanjutkan chapter kali ini, lemme tell you guys a quote, first:

"don't judge every process if you really never know the real condition of people u judge."

Sebuah tamparan datang dan memporak-porandakan hidupku. Ini parah, sih. Secuek ini bisa kena insecurities syndrome itu parah-rah-rah. Siapa yang parah? Semuanya. Either yang ngejudge sembarangan atau aku yang kena judge dan akhirnya nyalahin diri sendiri nggak ada habisnya. Lalu jadi merenung, aku pernah kayak gini ke orang lain juga nggak, ya? Ya Allah, kalau pernah rasanya pengen minta maaf udah pernah kejam banget...

Oke, singkat kata.. Gara-gara kejadian simple yang berdampak besar ke hidupku itu, aku jadi linglung bukan main -- diajak ngomong nggak fokus, kerjaan jadi typo semua (maklum, anak konten mainnya ngetik-ngetik muluuukkk), pulang jadi malem terus, di jalan bawaanya ngelamun, and many things! Saking nggak pernahnya sekacau ini gara-gara orang luar, ada dong yang nanya "hah, Septi bisa stress? Gila siiihhhhhhhh seorang secuek Septi aja bisa begini."

HAHAHAHAHA

INSECURITIES can beat everyone, dude ~


Berkali-kali cari solusi. Solat, ngaji itu sudah pasti. Pikiran melayang-layang, tapi kewajiban nggak boleh sampai terlewatkan. Bedanya, fokusnya agak kepecah. Bawannya emosional banget -- mo nangis, tantrum bukan main dan sekacau itu. Semua orang kena efeknya -- komunikasi nggak lancar, nggak enak diajak diskusi, jadi penyendiri dan yaah begitulah :(

Dan alam selalu memanggilku ~

Aku nggak tahu sih, tapi apapun, kapanpun kalau pikiran lagi cupet, ati lagi senep (eh maap ini bahasa campur-campur wkwk), aku selalu keluar, cari angin, cari suasana biar enakan. Dan gunung, selalu jadi pelarian. Gunung atau air terjun -- yah, kemanapun asal aku bisa ke alam bebas. Yhaaaaaa begitulah anak rimba hidupnya di alam syekali wqwq.

Aku memutuskan untuk pergi ke Gunung Andong, gunung yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk bisa sampai ke basecamp Gunung Andong dengan mengendariai motor. Nggak terlalu jauh, tapi nggak dekat juga, sih. Tapi aku senang akhirnya bisa ke gunung.

Aku berangkat dari Semarang sekitar pukul 11 malam. Iya, malem banget. Soalnya sekarang anak kantoran yang mana nggak bisa capcus kapan aja kek biasanya. Hahahah cieee anak kantoran :)))). Dan epicnya, aku mau naik gunung nggak punya peralatan. Hmm, as always sewa sewa dan sewa. Tapi, kali ini nggak HAHAHAHAH. Punya bos yang punya hobi muncak really help me. Aku ditawari minjem peralatan karena dia punya banyak. Duh, bikin bahagiak ternyata punya bos yang suka daki jugak hwehwehhweeee :)))

Jadi, hampir semua peralatan, kayak tenda, kompor, nesting, headlamp, matras minjem semua wkwkwk. Plusnyaaa, dipinjemin tas jugak! Ini anak nggak modal banget ya aku hahahahha. Tapi aku punya tas, matras dan headlamp juga kok hahaha. Kompor sama nestingnya yang emang belum punya. Someday lah beli beli beli XD

Naik Andong via Sawit


Jadi, ada 3 jalur untuk naik ke puncak Andong, yaitu via Sawit, via Gogik dan 1 lagi aku lupa hahahaha. Terakhir naik itu via Gogik pas sama Reza dan Anggit DAN NYASARRRR hahahahaha. Tulisannya bisa di baca di sini:


Lalu, aku memutuskan untuk naik via sawit karena sedikit trauma bakalan nyasar lagi wqwqwq. Anaknya lemah sekali yha XD. Singkat cerita, aku sampai di basecamp sekitar pukul 00.30 WIB. Sudah dini hari dan gunung sedang dingin-dinginnya. Eh, nggak gunung juga, semuanya sedang dingin-dinginnya parah ketika aku memutuskan untuk naik gunung saat itu.

Hampir semua basecamp penuh. Padahal, aku naik Sabtu pagi, bukan Minggu pagi. padat, meskipun nggak se crowded kalau Hari Minggu, sih. Dan aku memutuskan untuk masuk ke basecamp dan leyeh-leyeh menghangatkan badan sejenak sebelum memulai perjalanan.

Pukul 2 pagi, aku memutuskan untuk naik karena aku sadar betul aku akan ngantuk di jalan dan tidur selama pendakian. Yas, aku punya kebiasaan tidur di tengah-tengah perjalanan. Kalau ngantuk, aku biasanya take a break, nyender, terus merem gitu aja. Hampir nggak pernah nggak tidur kalau pendakian sih, selalu saja begitu hahaha padahal dingin banget. Tapi dinginnya kalah sama ngantuk meskipun kebangunnya gara-gara kedinginan juga *eh gimana hahahaha..

Butuh waktu sekitar hampir 3 jam untuk bisa sampai ke puncak. Ini sudah plus istirahat dan tidur dengan beban di pundak. Yaaaa kalau nggak bawa tas dan jalan terus bisa lah 1,5 - 2 jam sampai ke puncak. Nggak terlalu jauh, kok. Medannya pun masih okay buat pemula. Makanya, banyak banget yang ke gunung Andong mengingat puncaknya dekat dan medannya mudah.

Sunrise, Aku Padamu!


Kamu tahu apa yang menyenangkan dari perjalanan? Prosesnya! Iya, proses perjalanan untuk bisa sampai ke puncak itu selalu menyenangkan. Mendengarkan adzan subuh yang menggema bersaut-sautan, melihat gemerlap lampu desa dari kejauhan, menyaksikan seribu bintang tepat di atas kepala kita. Semuanya, terasa sempurna. Menuliskannya saja bisa membuatku tergila-gila. Bayangan itu masih nyata terpampang di kepalaku.

Makin ke puncak, makin indah. Tentu saja, melihat sunrise yang menampakkan dirinya perlahan dari balik gunung tetangga sungguh tak terbayarkan dengan apapun jua. Bohong kalau nggak puas setelah sampai puncak meski harus berlelah-lelah. Semuanya terasa terbayar lunas. Legaaaa banget rasanya Masya Allah lihat pemandangan seindah itu setelah berjuang mengalahkan diri sendiri.

Pada akhirnya, yang perlu kita taklukan adalah diri sendiri, bukan? Bukan orang lain, bukan pendaki lain, bukan medan yang kita tapaki, bukan pula rencana-rencana yang telah kita susun sedemikian rupa.

Di puncak aku tersenyum, melihat matahari menampakkan dirinya begitu manis -- tersenyum begitu apa adanya dan membuat kami semua, para pendaki, jatuh cinta :)

Selasa, 31 Juli 2018

Kembalinya Freelancer ke Kantor. Apakah Ini Sebuah Kemunduran?

Well, its been a long time since I update my blog talking about pekerjaan, dunia perkantoran dan dunia digital nomad yang menyenangkan. Yah, i think I wanna share one of my big revolution after being comfort with my daily routine as a freelancer --- I'M WORKING AND JOINING COMPANY now! XD

Hahaha maybe some of you ngakak deh baca prolog dari tulisanku kali ini. But, please stop laughing and let me explain you a story of me. I'll to to explain by myself, so you guys bisa coba lihat dari perspektif kalian sendiri either itu dari perspektif freelancer atau perspektif karyawan full timer.

Satu tahun silam, aku menjalani karir sebagai seorang digital nomad, as a freelancer yang fokus di dunia content marketing, sosial media marketing dan digital ads yang you know guys pasti nggak asing di dunia ini. Yup, dunia ini sudah mendarah daging di aku selama satu tahun terakhir dan membuatku bisa menjadi diriku sendiri -- yang suka jalan-jalan ke luar kota sambil bawa laptop. Atau bahasa sederhana dan kerennya sih, bisa kerja di mana saja as a digital nomaden.

Itu lhooo, orang yang kerjanya pindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain kayak kutu loncat. Nggak ikutan gabung di satu perusahaan, tapi tetap mengerjakan project gituuu. Hihihi sounds fun ya kan? Tapi ya nggak juga seeehhh hahahaha.


Menikmati Indahnya Menjadi Digital Nomaden


Aku bisa bilang bahwa jadi digital nomaden itu salah satu pencapaian yang luar biasa menyenangkan. Bisa kerja kapan saja semaunya, dimana saja, dan yang jelas nggak terbatas ruang dan waktu. Selama jadi digital nomaden, aku biasanya pindah-pindah kota. Mulai dari ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Purwokerto, dan sampai ke Turki. Ah, such a wonderful experience, sih. Sungguh pengalaman yang nggak akan pernah bisa aku tukar dengan uang.

Meskipun pernah jadi orang konyol yang bawa laptop ke gunung dan nyoba bukain ads & business manager di gunung, tetap saja aku nggak pernah menyesal sedikitpun jadi orang yang konyol karena sebab tersebut. Hahahaha. Asyik soalnya jadi orang aneh di antara orang yang normal. Eh maap nih, jadi aku ini normal atau nggak sebenarnya? Skip ~

Menjadi digital nomaden juga mempertemukanku kepada banyak hal, mulai dari ketemu klien yang normal sampai aneh-aneh, ketemu sama partner kerja yang kerjaannya rapi sampe super bikin naik darah, hingga dicap sebagai influencer mata duitan karena aku itu jarang banget gabung ke event gratisan. Ya Allah, aku nggak matre kok beneran, deh. Tapi ya emang kalau ada event berbayar mendingan dateng ke event berbayar daripada gratisan *ehhhhh. Kecuali, event itu berupa event untuk belajar bareng-bareng. I mean, aku bisa belajar banyak dari event tersebut. Tsaaahhh ~ Pinter amat kalo ngeles, kayak guru privat aja XD.

Flashback ke Perjuangan Bisa Menjadi Digital Nomaden Alias Freelancer


Kata siapa jadi freelancer itu mudah?
Kata siapa jadi freelancer itu enak?
Kata siapa hm kata siapa?

Monmaap nih yaaaa, yang bisa bilang kayak gini pasti nggak pernah ngerasain jadi freelancer sebenar-benarnya freelancer. Palingan ya kalaupun pernah, dia cuma nanganin beberapa klien aja dan nggak multitasking. Monmaap yaaa, tapi jadi freelancer itu nggak gampang :")

Butuh waktu satu lebih dari tahun untuk bisa membangun personal branding yang cukup kuat untuk bisa mendapatkan klien dan dipercaya perusahaan untuk bisa handle berbagai macam jenis pekerjaan. Dulu, zaman sebelum aku kayak sekarang, bisa laptopan di mana saja, aku juga jadi karyawan di perusahaan Creative Agency di Jakarta, Bekasi, Semarang, dll.

Aku belajar banyak dari pengalaman gabung di agensi. Mulai dari anak bawang yang setiap hari cuma dimaki-maki sama senior karena tulisannya jelek, nggak bisa ngomong, nggak berani berpendapat, hingga akhirnya aku jadi Septi yang seperti sekarang ini.

Emang sekarang tuh Septi yang kayak gimana sih, Sep? Hahahaha nggak hebat-hebat banget, kok. Tapi yaaa alhamdulillah sekarang cukup bisa diandalkan dan bisa diajak diskusi perihal content writing, social media marketing, hingga digital advertising. Waaahhh, kayaknya keren, ya? Nggak juga sih, biasa aja sebenernya. Hanya alhamdulillah kebetulan mungkin aku lebih dulu tahu daripada teman-teman yang belum tahu saat ini. :)

Dimaki-maki Senior dan Nangis Setiap Pulang Kerja


Pait sih kalau inget momen beginian. Dulu setiap kali pulang kerja aku nangis di perjalanan pulang ke kosan. Apalagi ya, momen itu terjadi ketika aku baru pindah ke Jakarta. Stressnya itu lho Masya Allah. Peralihan dari anak desa ke anak kota, sampai peralihan dari anak bawang ke sekarang itu cukup makan waktu dan bikin sakit-sakitan. Sedih kalo inget. Sampai aku berkali-kali ke dokter, ganti-ganti dokter dan mereka bilang aku nggak ada gejala penyakit dalam karena semuanya normal. Dan kesimpulannya aku sakit hanya karena stress hahahahah. Sungguh bulan yang berat untuk hidup di Jakarta,

"Kok tulisanmu jelek banget sih. Ini nih yang kamu sebut tulisan? Kayak gini mah nggak usah belajar juga bisa."
"Makanya kalau diajari tu dicatet, diinget di luar kepala. Diajari kok lupa terus, Capek tau ngajarin tuh kalau nggak ada gunanya begini."
"Udah diajarin berapa lama masih nggak ngerti-ngerti juga? Disimak dong kalau ada orang yang ngajarin tuuu, jangan cuma dateng doang tapi nggak disimak."

Deuuuhhhh, banyak banget deh kalau diinget-inget. Nggak guna banget rasanya waktu itu. Berasa kayak gue salah gabung perusahaan ga sih? Apalagi nih yaa, aku cuma pakai ijazah SMK. Kebayang dong mindernya ada di tengah-tengah teman-teman kantor Jakarta yang notabene-nya mereka adalah lulusan dari kampus-kampus keren dan dari jurusan keren di kampus mereka. Ada yang lulusan kampus Jakarta, Bandung, dll. Nah, aku? Remahan doang :")

Yes, sebagai lulusan SMK, aku minder bukan main pada awalnya. Sampai akhirnya, aku ketemu sama dosenku, Pak Algooth dan senior kontenku, Innes Sabatini namanya. Aku bersyukur bertemu dengan mereka. Its like I get a gift from God. Anugrah ketemu mereka. Both adalah orang-orang yang cuek, tapi bener-bener bisa bikin aku tahan banting. Dari dikata-katain tulisanku jelek sampaaiiiiii dikatain karena masih kecil makanya suka labil :").

Dibilang Hidupnya Enak Karena Bisa Jalan-jalan Kapanpun


Hellaaaawwww plissss, aku ini juga kerja, kok. Hahahha. Bedanya hanya kalau kalian mungkin kerja di kantor, terikat jam kerja, aku kerjanya lebih fleksibel baik dari segi tempat maupun waktu. Aku bisa jalan-jalan ketika kalian kerja. Aku bisa bangun siang ketika kalian sudah harus ke kantor. Kayaknya enak, ya?

Padahal, sisi freelancer yang tidak kalian tahu adalah kami ini jam kerjanya lebih gila dari kalian, loh. Kami bekerja saat weekend. Kami bekerja saat kalian tidur. Kami bawa laptop saat perjalanan bahkan membuka laptop di atas motor atau di atas kereta. I did it. Iya, aku pernah buka laptop di motor. Mulai dari nulis, sampai ngeceki iklan yang aktif. Emang nggak capek? YA MENURUT NGANA AJA! Eh maap ngegas :)))

Setelah Hampir Setahun Bekerja Secara Nomaden, Akhirnya.....


It isn't that easy as you guys can see to decide that FINALLY SEPTI NGANTOR LAGIIIII.  Jujur, nggak ngerti harus seneng atau sedih ketika pertama kali baca email yang intinya adalah "welcome to the team, Septi ^^". Its too warm for me to feel hurt inside of me :"). Dan tepat nggak nyampe 5 menit setelah aku mendapatkan telepon dari CTO kantor sekarang dan email resmi bahwa aku bisa bergabung di kantor, aku nangis dong WUAKAKAKAAK. Nangis? Seorang Septi nangis? Jarang-jarang kan seorang Septi nangis dan ini beneran dong beneran banget nangis nyesek gituuu semacam kayak ada unek-unek di kepala dan kalo ni hati bisa teriak bakalan teriak "GUE BENERAN NGANTOR LAGI,NIH?" :")

Kok sedih? Kan padahal cari kerja itu susah...
Kok sedih? Kan udah enak kerja tapi nggak perlu ngelamar..
Kok sedih? Kan enak kerjanya di Semarang dan deket rumah..

It doesn't about the salary, it doesn't about the time, that is all about the chance. Yap, aku harus melepaskan banyak sekali kesempatan setidaknya dalam tahun 2018 ini. Kesempatan untuk bisa ikut serta dalam Ubud Writer Fest yang aku dambakan selama 3 tahun ini harus kandas juga akhirnya. Belum lagi, aku harus melepaskan kesempatan untuk berangkat ke Slovenia dan Kroasia dengan jalur beasiswa. Kesempatan untuk bisa jadi moderator roadshow ASEAN GAMES 2018 di kota-kota Indonesia dan banyak kesempatan lainnya.

Sedih!
But, this is life. Sometimes we only need to accept about everything in the world for us.

Awalnya Bisa Kerja Company Lagi Gimana Ceritanya?


Doa itu emang sebaik-baik ucapan. Dan tolong, kalanian hati-hati dengan doa, umpatan dan semua keluhan kalian hahahaha. I can say this because this is the part of my dua anyway. Beberapa wakt terakhir sebelum akhirnya ngantor aku dapet klien macem-macem cukup banyak dengan tabiat dan karakter yang Masya Allah bener-bener bikin jantungan, ngelus dada dan istighfar banyak-banyak XD.

Jam kerja jadi berantakan (((emang aslinya udah berantakan sih))) tapi jadi makin berantakan. Terus bener-bener waktu tersita banyak, nggak tenang dan anything else, lah. Then, sering banget kayak ngomong lirih:

"ya Allah, aku capek jadi freelance. Pengen kerja di kantor yang gajinya tetap tiap bulan dan kliennya nggak model-model begini."
"ya Allah, kalau ada kantor agensi atau apa deh yang modelnya kayak agensi Jakarta tapi ada di Semarang asik kali yaa."
"Pengen deh kerjanya nggak sendirian, ada temennya, ada temen ngobrol, temen brainstorming, temen lah pokoknya. Kerjanya nggak di kafe sendirian, jalan-jalan sendirian terus."

Anndddd dooor!!!!!

Beneran kejadian dong :") terus akunya yang sedih! Wakakakaakaka. Ternyata manusia emang gitu ya, nggak bersyukurnya banyak! Padahal udah minta ini itu aneh-aneh dan dikabulin, tapi malah sedih. Sedangkan di luaran sana banyak yang tidak seberuntung aku yang alhamdulillah dikasih kesempatan lagi untuk belajar.

HAH BELAJAR?


Yup.. Pada akhirnya mengapa aku menerima tawaran untuk bisa bergabung dengan kantorku yang sekarang adalah karena aku ingin belajar. Tentang apa? Tentang banyak hal. Tentang sosialisasi, tentang digital marketing again pastinya, tentang society, tentang banyak hal yang nggak akan ada habisnya ilmu itu.

Sebab, kalau dari awal niatnya cuma uang, kerjaan pasti jadi setengah-setengah. That's why aku selalu bilang ke diriku sendiri bahwa di manapun aku harus belajar dan dapat sesuatu dari sana alias nggak cuman buang-buang waktu aja dan doing nothing. Duuh, it's not meee XD. Aku dengan curiousity yang bikin orang sering kesel ini paling nggak bisa kalau nggak nanya sesuatu apalagi kalau hal itu baru banget buat aku. Bisa sampe mumpluk nanyanya hahaha

In the end, i would like to said that being a freelancer or full times, both are have the plus and minus. Semuanya tergantung kita banget mau ambil dari perspektif yang mana. Baik buruknya porsinya sama. Tinggal porsi bersyukurnya. Bisa nggak kita jadi orang bersyukur? Dalam hal ini aku -- kadang buat bisa bersyukur itu ada aja godaannya. Padahal, banyak yang pengen bisa dapat posisiku, tapi akunya suka leda-lede bersyukurnya. Astagfirullah :")

And how lucky I am bisa bergabung ke dalam company yang menyenangkan, mulai dari sistem kerja, teman-teman, jam kerja, ambiance dan banyak hal lain yang semenyenangkan itu.

So, it's okay to come back to be a full timer again asalkan jangan sampai lupa bersyukur karena:

Hidup yang kita jalani adalah hidup yang orang lain inginkan.

Jadi, Apakah Sebuah Kemunduran Bagiku dari Menjadi Freelancer dan Kembali Menjadi Full Timer di Kantor?


ABSOLUTELY NO kalau buat aku.


Tidak ada salahnya untuk kembali ke perusahaan, untuk belajar, untuk mengaplikasikan ilmu, untuk kembali mencoba hal baru -- belajar tentang bagaimana caranya berinteraksi, belajar tentang bagaimana caranya bekerja bersama tim, belajar tentang hal teknis dengan case-case baru lagi tentu saja.

Yaaa meskipun tidak ada lagi bangun siang, bobo siang, tidur kapanpun, lembur kapanpun, libur kapanpun, jalan-jalan kapanpun, Tidak akan adalagi nonton drama korea sampe lupa waktu, tidak akan ada lagi ngopi semaunya, tidak akan ada lagi mblayang semaunya. Tidak akan ada lagi cerita enak jadi freelancer wkwkwkw.

Nggak deeeeng nggak gitu banget juga. Kerja juga masih bis amain, masih bisa nongkrong, masih bisa ngelakuin hal menyenangkan lainnya, kok HEHEHEHEHEHE asal pinter manage waktu aja :)))

Salam,
Freelancer yang akhirnya jadi anak kantoran (lagi)

Selasa, 03 Juli 2018

Wajah Baru Bandara Ahmad Yani Semarang

"Horeeeee akhirnya bisa ke Bali dari Semarang, nggak perlu jauh-jauh ke kota lain buat bisa terbang ke Bali, yay!"


Tahu bandara Ahmad Yani Semarang punya wajah baru, aku kegirangan bak anak kecil yang dibelikan mainan lego oleh mamanya. Dan polosnya, aku seneng hanya karena akhirnya bisa ke Bali dari Semarang, kota kelahiranku tanpa harus jauh-jauh ke kota orang, seperti Solo, Surabaya atau Jakarta.



Yep, meski termasuk ibukota, Semarang punya bandara internasional yang tergolong sempit. Tapi, sejak 7 Juni 2018 lalu, bye-bye bandara lama dan selamat datang bandara Ahmad Yani yang baru. I'm so happy being a citizen of Semarang after all of this hahah nggak deng, sejak dulu bangga, kok. Cuma dulu masih gemas kenapa kalau ke Bali harus transit dulu. Kalau sekarang ihiiww bisa banget deh ke Bali lewat Semarang. Jadi hemat ongkos, hemat tenaga dan hemat waktu juga tentunya. Alhamdulillah, punya pemerintah yang keren dan mendengarkan rakyat sepertiku hahahaha.

Luas Bandara Ahmad Yani Baru 9 Kali Lebih Besar




U guys must amaze with this truth that luas bandara Ahmad Yani yang baru 9 kali lebih besar jika dibandingkan dengan bandara baru. Kebayang nggak sih betapa luasnya? Hihi. Bahkan dari gate tiket hingga ke lobi aja butuh sekian kilometer. Nggak mungkin jalan kaki pokoknya. Dulu mah kalau pas mau pulang dari bandara bisa jalan kaki ke gate depan karena nggak terlalu jauh. Nah, kalau sekarang siap pegel aja kalau mau ngelakuin hal yang sama hihi.

Bangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luas 58.652 meter persegi, serta apron baru yang mampu menampung 12 pesawat. Selain itu, terminal ini dilengkapi dengan 30 konter check-in, 8 eskalator, 8 elevator, 2 travelator, serta 3 buah garbarata. Tersedia pula gedung parkir yang mampu menampung 1.200 kendaraan. 
(from press release Bandara Ahmad Yani Baru)

Bandara Ahmad Yani Menjadi Bandara Apung Pertama di Indonesia dengan Konsep Eco-Airport




Meski sempat mendapatkan cemoohan karena notabene-nya bandara lama Ahmad Yani adalah bandara internasional dengan fasilitas kurang memadai, kini tidak akan ada lagi komentar semacam itu. Pasalnya, bandara Ahmad Yani baru kini menjadi bandara apung pertama di Indonesia.

Desain terminal baru Bandara Ahmad Yani mengadopsi konsep eco-airport, di mana bandara direncanakan, dikembangkan, dan dioperasikan dengan tujuan menciptakan sarana dan prasarana perhubungan yang ramah lingkungan serta berkontribusi positif kepada lingkungan hidup.

Bangunan terminal sebagian besar berdiri di atas air dan dikelilingi kolam, mulai dari gedung terminal, gedung parkir, dan wetland park area. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodir konteks lahan yang sebelumnya merupakan lahan rawa. Pada area bandara juga ditanami 24 ribu bibit mangrove untuk medukung pelestarian lingkungan yang dapat menghadirkan banyak keistimewaan.

Bandara Ahmad Yani Didesain dengan Konsep Minimalis Modern


Tahu apa yang paling aku suka dari bandara baru Ahmad Yani Semarang? Ya enggaklah, ya lha wong aku belum bilang! Hahahaha. Ada yang aku suka banget dari bandara Semarang yang baru ini. Konsepnya itu modern, minimalis dan uuuuu bersih abiissssss. Dari gerbang masuk aja, udah gagah banget tampilan bandara Ahmad Yani yang baru. Dan pas masuk di hall awal, gedung minimalis udah berdiri kokoh dan konsepnya aduhai banget bikin betah foto-foto gitu deh.



Dan kecenya lagi, sedari gerbang masuk sampai di lobi tunggu tuh ya kecenya abis-abisan. Spot foto banyak! Ada banyak fasilitas yang di bandara lama nggak ada dan di bandara baru ada semua mua muanya!!!

Ada restoran yang terjajar rapi, ada eskalator untuk menuju ruang tunggu dan ruang check in, ada gazeboo yang cakepnya ampuuunn cakep gilak!! Ada musola, ada toilet yang bersih banget, ada playground anak-anak ada komputer untuk browsing sambil nungguin flight di bandara, bahkan nih ya ada garansi untuk bagasi yang rusak alias luggage claim uuuuuuuuuulala ini baru banget sik!


Pokoknya bisa dibilang membanggakan lah bandara Ahmad Yani Semarang yang baru ini. Dan gegara saking bagusnya, kuingin langsung beli tiket ke Bali tapi nggak punya duit wkwkkw. Kesel banget gasik pengen jalan tapi belum ada duit padahal bandara udah bagus. Waaaaaaa nabung nabung nabung biar bisa ke Bali segera ihiw!!!

Kalo kalian liat bandara baru juga pengen bali tiket dan pengen terbang segera gitu gasi? Apa aku doang yang norak? XD

Senin, 02 Juli 2018

Merencanakan Liburan yang Tak Berakhir Jadi Wacana

"Empat setengah jam bukan waktu yang singkat, bukan waktu yang lama pula untuk menghabiskan waktu di dalam kereta dalam perjalanan menuju Semarang-Purwokerto."



29/6 -- Pagiku kali ini cukup berbeda. Ada rasa bahagia yang membuncah luar biasa ketika pada akhirnya aku bisa kembali menyusuri rel kereta, melihat hamparan sawah hijau yang membentang dari ujung ke ujung menghiasi balik kaca jendelaku. Birunya awan pun menjadi pemanis pemandangan selama aku duduk di kereta kursi 2-2 yang cukup sepi.

Ini adalah perjalanan pertama dan terjauh setelah berbulan-bulan lamanya aku vakum dari dunia nomaden yang suka pindah dari satu kota ke kota lain. Ada banyak sebab yang menjadikan seorang aku menjadi betah di rumah, tidak seperti biasanya yang melalang buana setidaknya setiap satu bulan sekali. Biasa melakukan perjalanan dengan frekuensi tak terhitung setiap bulan membuatku memiliki julukan sebagai kutu loncat. Ya, kutu loncat - julukan untukku yang bisa berpindah tempat dalam waktu yang singkat. Kalau kata temanku sih, semacam belut tetapi bisa lompat -- ngaaahh terserah kalian aja ~


Aku menyukai setiap detik perjalanan yang aku rasakan. Meski sering tak punya tujuan, aku selalu bisa melakukan apapun. Meski hanya dengan duduk menikmati lalu lalang kendaraan bermotor, menyeruput kopi hangat yang kupesan dan berbincang dengan barista yang baru saja kukenal, atau sekadar menikmati gemericik air mengalir dari sungai atau pantai di kala sore sembari menanti senja tiba.


Bagiku, semuanya selalu punya kesan yang tak ternilai harganya. Dan pengalaman inilah yang membuatku selalu ingin dan terus mengeksplorasi seluruh pelosok negeri hingga ke luar negeri dengan cara apapun.

Perjalanan Membuatku  Belajar Menjadi Pribadi yang Tangguh


To push the limit ~
Aku suka menantang diriku sendiri untuk bisa hidup berpindah-pindah dalam berbagai kondisi yang belum pernah aku temui. Dulu, ketika di Lampung, aku harus memaksa diriku yang tidak bisa berenang untuk berani snorkeling melihat indahnya ikan dori dan nemo yang tidak akan kujumpai sekalipun daratan. Ketika di Ijen, aku juga memaksa diriku untuk bisa sampai ke lokasi blue fire dengan melakukan pendakian maksimal 3 jam.

Tidak hanya itu, ketika aku harus merasakan kakiku mengalami mati rasa saat melakukan pendakian di Gunung Merapi, aku harus bisa bernegosiasi dengan diriku sendiri untuk bisa tetap sehat dan sampai di puncak bersama-sama dengan teman seperjuangan. Sebab, menyerah dan membuat teman-teman perjalananku berhenti hanya karena aku adalah cara yang egois dan jahat. Hahahah, sesederhana aku yang tak suka dibuat kecewa ketika melakukan perjalanan. Maka aku berusaha untuk tidak mengecewakan teman-teman yang juga mendambakan indahnya sunrise di ketinggian Merapi.

Tapi, semua orang tahu -- aku dan kalian juga pasti paham betul bahwa jauh dekat jarak dan baik buruk konsekuensi dari perjalanan, hingga teman-teman yang mengiringi perjalanan akan selalu menjadi bumbu yang akhirnya membuat perjalanan selalu  memberi kesan.
Terlepas dari apapun kesan yang didapatkan, tetap saja perjalanan selalu membawaku lebih jauh, menjadikanku seorang pribadi yang lebih terbuka dengan dunia sekitar dan tentu saja lebih bersyukur sebab bisa diberi kesempatan untuk bisa menikmati alam yang sedari dulu hanya bisa aku dambakan.

Aku punya cara cukup unik untuk bisa terus melakukan perjalanan dan membuat teman-temanku menganggap bahwa hidupku hanya soal jalan-jalan dan tak pernah pusing memikirkan soal kerjaan. Yhaa orang lain akan selalu menganggap rumput tetangga lebih hijau, bukan? Padahal, ada banyak cara yang sering aku lakukan untuk bisa terus berjalan-jalan menjadi gadis petualang ala-ala.

Bertualang Itu Murah, Kok! Aku Bisa Membuktikannya!


Sudah dianggap hidupnya cuma tentang jalan-jalan doang, aku juga sering dibilang suka buang-buang uang karena sering melakukan perjalanan. Padahal nih ya, aku adalah iriters dan peliters yang perhitungan banget kalau ngomongin soal uang dan jajan. Iya nih, uang dan jajan lagi musuhan makanya dipisah biar nggak berantem. Euuuuu receh~ seterah Septi deh yaaa...... XD

Meskipun aku adalah tim jalan dadakan alias tanpa itinerary, tetapi aku harus memastikan setiap ada kesempatan aku harus menuju ke suatu tempat. Untuk apalagi kalau bukan buat stress relief. Iya, sebelum terlambat, aku selalu mengantisipasi stress bisa muncul kapanpun -- entah karena pekerjaan, karena urusan teman, karena urusan rumah atau urusan-urusan lain yang bikin pusing tujuh keliling.

Jauh-jauh hari sebelum postingan di media sosialku bertebaran, aku sudah mempersiapkan tanggal dan segala keperluan yang kubutuhkan untuk bisa jalan-jalan. Even I am not so well prepared, at least aku sudah harus dapat tanggal dan siap-siap budget yang akan dikeluarkan saat jalan-jalan. Nggak traveller banget sih, tetapi aku punya tips untuk kalian yang ingin bertualang alias jalan-jalan dengan budget murah.


Siapkan Tanggal Cuti

Kenapa tanggal cuti? Karena weekend terlalu mainstream untuk dibuat jalan-jalan. Bagiku, jalan-jalan saat weekend atau pas tanggal merah itu kurang greget. Saran, kalau memang mau jalan-jalan dan benar-benar cari momen, siapkan tanggal cuti baik-baik. Simple-nya begini, jalan-jalan itu kan untuk melepaskan diri dari stress, kebayang kan kalau jalan-jalannya justru pas weekend atau tanggal merah? Dijamin bukannya lepas dari stress yang ada malah tambah stress hahahahaha.

Beli Tiket dan Range Budget Jauh-jauh Hari


Percaya nggak percaya aku sudah siap-siap jalan sejak 3 bulan sebelum hari keberangkatan tiba. Yes, misalkan aku mau jalan bulan Juni, aku sudah harus prepare at least bulan April. Selain untuk cari cuti, aku harus range budget dan beli tiket jauh-jauh hari. Termasuk pesan penginapan, dll. Kalau mepet-mepet konsekuensinya nggak cuma bengkak biaya, tetapi bisa kehabisan tiket murah dan penginapan murah.

Kalian tahu nggak sih pesan penginapan mepet hari H itu bikin harga jadi mahal? Jadi ya, mending pesan jauh-jauh hari aja dan ingat! Cari diskon sebelum pesan! Ehehehe it is a must kalau buat aku. Anti bengkak-bengkak biaya club lah pokoknya kalau jalan sama aku XD.

Gabung Sama Komunitas Backpacker


Punya banyak teman dan banyak kenalan itu kasih manfaat yang super banyak, lho. Selain bisa jadi tempat tuker pengalaman, kalian bisa saling sharing lokasi mana yang bisa dijangkau dengan budget terbatas. Kalau aku gabung di salah satu komunitas backpacker gitu, jadi di grup biasanya banyak informasi jalan dengan budget terbatas. Say no to bengkak-bengkak biaya deh! Nggak akan ada lagi drama bengkak biaya karena jalan jauh dan terus menerus. Cobain aja! :)

Ikut Open Trip


Nah, solusi lain untuk teman-teman yang mau jalan murah, tapi nggak mau ribet nggak mau bikin itinerary sendiri adalah dengan ikutan open trip. Pengalaman yang sudah-sudah, ikutan open trip tu enak banget. Semuanya sudah dibantu oleh penyelenggara. Jadi sistemnya ikut open trip itu kira-kira begini:

Pilih destinasi yang aku inginkan -- Input tanggal keberangkatan -- Input berapa orang yang akan berangkat -- Selesaikan booking -- Bayar, deh!
Salah satu situs open trip yang aku rekomendasikan untuk kalian adalah Vizitrip. Kenapa? Sebab di sini kalian bisa mewujudkan liburan hemat dan menyenangkan karena dengan Vizitrip, Liburan Jadi Mudah. Good bye deh sama teman-teman perjalanan yang udah rencanain jauh-jauh hari tapi mendadak cancel di hari H. Daripada kesel, mendingan kalian Trip Bareng Vizitrip.

Destinasinya nggak cuma banyak, kalian pun bisa jalan kapanpun kalian mau. Mau ke Bali, ke Gili Ketapang, ke Bromo, ke Kawah Ijen, atau ke manapun kapanpun bisa banget pakai Vizitrip. Mau berbanyak atau privta trip cuma berdua, bisaaaa banget!!!! Seru lah pokoknya. Udah nggak repot juga, semuanya sudah diorganisir dengan baik oleh panitia. Liburanmu pasti akan semakin menyenangkan :)

Bawa Logistik Sendiri Supaya Hemat


Beruntungnya menjadi aku adalah aku tipe orang yang nggak suka makan banyak terutama makanan-makanan berat. Yups, aku ini paling susah diajak kulineran tiap kali jalan-jalan. Nggak ngerti ya, tapi nggak laper aja gitu. Tapi kalau kalian juga kayak gini, tetep jaga kondisi dengan makan ya! Dan tips hemat dari aku biar biaya nggak bengkak adalah bawa logistik sendiri.

Aku biasanya masak dulu sebelum berangkat jalan ke suatu tempat. Aku masukin ke kertas nasi terus dibungkus atau dimasukin ke kotak makanan buat dibawa. Biar hemat aja gitu heheheh. Selain itu kalau laper selama perjalanan bisa tinggal makan aja wehehehe anaknya nggak mau rugi banget kan yak. Jadi pas teman-teman lain jajan, aku bisa hemat sekian ribu rupiah XD. Ini sepele tapi penting lho wakakakaka.

Jadi, Kapan Nih Mau NgeTrip?


Nggak cuma satu atau dua kali aku gagal jalan karena terlalu banyak rencana dan wacana di grup atau sama teman-teman yang pengen diajak jalan. Duh kalau udah gini kan kesel tuh, jadi aku lebih baik jalan sendiri sama mas atau sama temen yang bener-bener nggak kebanyakan wacana alias kalau emang ada rencana jalan ya beneran jalan. Thats why, as I say, Vizitrip bisa banget jadi teman perjalanan supaya liburan jadi mudah, teman-teman. Kalian pasti kalau liburan males ribet dan males bikin itinerary kan? Wes to, ngaku aja! Hahahha aku juga gitu soalnya XD.

Nah, jadi, tunggu apalagi? Gampang banget kan ternyata buat bisa jadi travel bloger ala ala yang hampir tiap hari posting keindahan alam Indonesia seolah mereka jalan-jalan terus. Padahal mah aslinya nggak gitu banget gaesss. Mereka itu juga ada waktu di rumah, istirahat dan leha-leha, kok! Pan mereka juga kerja ehehehe. Tapi, mereka pandai memenej waktu di media sosial dan membuat seluruh mata terpana akan kisah perjalanan mereka.

Aku sudah coba, dan it works! Aku selalu dikira gabut dan tiap hari jalan melulu karena rajin jalan-jalan. Padahal mah ya, kalau tiket kereta lebih dari 200ribu aku udah CORET CORET CORET! Hahahahha kantong cekak shay! Aku nggak mau bikin kantong cekak. Makanya aku pakai Vizitrip yang jelas tujuannya, harganya dan kenyamanannya. #LiburanJadiMudah, asyik dan seru tentu saja. Pengalaman? Jangan tanya. Pasti ada bahan cerita selepas pulang trip bareng Vizitrip. Buktiin aja sendiri. XD

Kalian kapan nih mau ajak aku ngetrip bareng Viztrip?