Dimanjakan Oleh Turkish Airlines Selama 12 Jam Perjalanan Indonesia - Turki

I believe I can fly ~


Dulu, aku sering banget baca tulisan ini sambil sok-sokan nyanyi sambil berharap suatu hari bisa terbang. Aku suka main ke bandara hampir tiga bulan sekali. Bukannya gabut, tapi aku suka jemput abang setiap kali dia pulang dari Kalimantan ke Semarang. Seneng aja gitu sampe di bandara terus berharap suatu hari bisa naik pesawat. Kayaknya julukan dream catcher dari salah seorang kawan STM-ku emang bener. Aku anaknya emang suka banget halu dan emang sehalu itu.

Selang beberapa waktu, akhirnya aku benar-benar bisa naik pesawat beneran untuk pertama kalinya dari Semarang ke Jakarta. Meski untuk momen yang menyedihkan karena waktu itu nenekku meninggal dan aku harus segera sampai di rumah dan harus kembali dalam waktu yang singkat ke Jakarta. Tapi, tetap saja mimpi untuk bisa naik pesawat akhirnya kesampaian. What a day! Sedih sama seneng jadi satu pada waktu itu.

Time flies so fast and it has been passed 2 years ago.......


Saat aku masih berusia bocah, 21 tahun wehehehe. Sekarang, aku sudah 23 tahun btw dan udah lumayan sering naik pesawat. Yaaahhh, destinasi memang hanya Semarang - Jakarta dan sebaliknya sih alias nggak jauh-jauh. Tapi alhamdulillah udah seneng karena udah bisa tahu kapan butuh pesawat dan kapan butuh kereta.

Setelah sekian lama berlalu, pemandangan dari atas pesawat yang selalu kunanti pun kian lama kian menjadi makanan sehari-hari. Intensitas sebulan sekali ke Jakarta setelah resmi resign dari kantor apalagi. Aku makin-makin terbiasa naik pesawat. But wait, can you imagine to go abroad with plane? I have ever dream it and i do really wanna make it.

Sudah sejak lama aku memimpikan bisa terbang ke luar negeri, even just for fun or something i have to do there. Yes, karena emang anaknya halu, jadi halunya kemana-mana sampe pengen banget bisa jadi perempuan petualang dengan jilbab panjang dan rok yang dibilang ribet itu.

Setelah 3 Tahun, Akhirnya Pasporku Punya Stempel Juga


Sekitar April 2015, aku membuat paspor yang dibiayai oleh dosenku. Kala itu ada lomba menulis skala internasional dan Beliau memintaku ikutan. Karena harus langsung berangkat ke Thailand kalau lolos, maka paspor jadi syarat utama bagi peserta lomba. Eh, beneran aja dong aku disuruh buat dan dibiayain oleh Beliau. Ah, cintak!

Tapi sayangnya, aku kalah lomba dan em, yaaa paspornya mangkrak karena belom pernah dipakai sekalipun ke luar negeri. Duitnya nggak ada coy hahahah, pun aku masih belum terlalu yakin untuk keluar Indonesia sendriri. But, again.. Time flies so fast. Jauh sebelum aku kuliah, aku yang sering mendapati cerita tentang indahnya Istanbul memiliki mimpi besar suatu saat bisa ke Istanbul dan melihat sendiri keindahan yang ada di sana. Akkkk ~~~~



Dan 2018 ini, Allah mengabulkan mimpi-mimpiku yang lama itu. Si anak halu bisa terbang ke Eropa dengan biaya GRATIS alias tiada sepeserpun kukeluarkan uang untuk pembiayaan pesawat Indonesia - Turki. Alhamdulillah, aku akhirnya benar-benar bisa terbang jauh untuk pertama kali ke Eropa tanpa biaya pula. Alhamdulillah wasyukurillah. Seneng nggak? Uuuu ya seneng banget pastinya. Nggak nyangka.



Menekuni bidang kepenulisan hingga akhirnya berani untuk ikut lomba setelah sekian lama butuh waktu dan penyesuaian yang tidak mudah. But, i did it karena aku selalu berpikir, "sampai kapan takut? sampai kapan mau jalan di tempat? kapan mau maju kalau hanya begitu-begitu saja?" And Allah make it true. Keputusan untuk ikutan kontes menulis nggak pernah salah. Allah lead me to write and join the contest dan Allah pula yang membawaku terbang sejauh itu.

Tulisan tentang cerita menang lomba bisa di baca di sini ya, manteman.

Perjalanan Seperti Apa yang Kau Dambakan Untuk Menemanimu Menuju Rumah?

Terbang Pertama Kali Bersama Turkish Airlines


Yeu, karena aku anaknya cupu dan nggak pernah ke luar negeri, jadilah kutak tahu maskapai mana yang harus kupakai. Tapi, dari pihak penyelenggara ternyata telah menyediakan maskapai terbaik yaitu Turkish Airlines. Uuuuuuuuu nama pesawatnya aja udah bikin aku senang bukan main. Turkish men Turkish!!! Dan akhirnya aku bisa naik pesawat Turkish dengan tujuan ke Turki. Aaaakkk senengnya mak bukan main ya Allah.

Tapi, 12 jam? Tunggu-tunggu. Ini 12 jam di pesawat? Hahahahah... Kusempat kaget bukan main karena perjalanan terpanjangku baru pernah kutempuh dengan kereta, bus dan motor. Belum pernah kepikiran di pesawat selama itu. Dan pertanyaan-pertanyaan aneh pun mulai muncul di kepala:

Nanti kalau kebelet pipis gimana? Maklum, selama naik pesawat belom pernah kebelet pipis ~
Nanti kalau mabuk udara gimana?
Nanti kalau pegel dan panas pantatnya gimana?
Nanti kalau bosen gimana?
Nanti kalau laper gimana?
Dan pertanyaan tentang kekhawatiran anak cupu lainnya..

Lalu aku menertawakan diriku sendiri. Akbar, yang juga menjadi kawan perjalananku pun menjelaskan bahwa kalau naik Turkish nggak perlu khawatir sama hal-hal kayak gitu. Soalnya, Turkish Airlines ini punya fasilitas entertainment yang luar biasa keren, seluruh penumpang pun juga akan dimanjakan dengan enaknya makanan khas Timur Tengahan dengan cita rasa yang sudah dijamin lazis, pun kebersihan pesawat yang sudah pasti akan membuat nyaman.

Gara-gara Turkish Airlines, Aku Jadi Penumpang Norak


Aku bahkan baru tahu kalau naik pesawat Turkish Airlines itu dapat bantal dan selimut wakakka. Norak dasar emang. Seneng gitu, aku kan emang kalau perjalanan bawa bantal leher ya, kan jadinya berasa mubazir karena bantalnya double. Kalau selimut memang buat jaga-jaga kalau penumpang kedinginan. Ya nggak kepake juga sih, soalnya aku masih excited mau terbang jauh jadinya dingin sama capek nggak berasa behehe gaya emang yeu ~

Terus nih, nanti ada waktunya penumpang akan diberikan handuk hangat untuk membasuh wajah supaya lebih segar. Bayangin dong 12 jam perjalanan itu lamaaakk banget dan pasti wajahnya kering


Ngomongin makanan, aku speechless banget sih. Ternyata si Turkish Airlines ini bener-bener manjain si penumpang. Bayangin aja dong, dari appetizer, main course sampai dessert disediakan semua-muanya. 12 jam perjalanan? Nggak akan kelaperan dah dijamin hahahha. Apalagi, makanan yang disediakan oleh Turkish Airlines emang aselik enak. Sayangnya aku yang tak doyan susu dan daging merasa sedikit tersiksa karena nggak bisa ngabisin makanan huhu. Tapi really, kalau kalian suka makan dan nggak ada pantangan, dijamin bahagia deh kalau perjalanan jauh pakai Turkish Airlines XD.





Oyaoyaoya, selama di pesawat kan aku bosen dan bingung yak mau ngapain wong orang-orang pada tidur. Yaudah deng yeu aku nyalain aja layar monitor yang ada di depanku. Terus nih ya, aku baru notice kalau banyak film kece yang bisa ditonton wahahhaha. Aku nemu film Coco, itu lho film yang sempet heboh dan bikin nangis orang-orang. Aku sih udah nonton, tapi for second time, aku nonton lagi uwuwuwuwu enaa sekali hidupku di pesawat. Damai ~


Oya, jangan khawatir nggak nyaman pas nonton film karena kamu akan diberikan headphone buat dengerin audio yang ada di layar. Ena pokoknya ehehehe.


Bersyukur banget bisa naik Turkish Airlines dalam perjalanan kali ini. Next time kalau ada rejeki lebih, insha Allah kalau jalan jauh aku pengennya naiknya Turkish Airlines biar ena dan nyaman selama perjalannya. Si Turkish ini emang juarak. Beruntung, pertama kali ke luar negeri, ke Eropa dan bisa menikmati enaknya fasilitas Turkish Airlines ini. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah.



Bisa kalian lihat sendiri kan manteman betapa Turkish Airlines memanjakan penumpangnya luar biasa seperti ratu dan raja?

Kalau kamu pernah naik maskapai apa selama jalan-jalan ke luar negeri? Sharing dong ~

Salam,

7 komentar:

  1. Ternyata ga cuma aku yang punya mimpi naik pesawat dari STM wkwkkw, kayaknya enak juga yah bisa jalan-jalan keluar negeri. Tapi sekarang udah takut sich naik pesawat hehhehe
    Baru tahu aku kalau kamu ngeblog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya aku pengen banget naik pesawat dari dulu sambil bayangin. Alhamdulillah udah bisa naik pesawat heheheh

      Hapus
  2. Gua baca ini pagi-pagi bolong dong 😅 gatau hawanya seneng aja baca tulisan ni anak!
    Turkish ena ya? Ku juga ntr naik Turkish nih, tp gtw brp jam. Kalau ke Eropa mah minimal 12 jam ya?
    Anw, sedamai-damainya hidup di pesawat ga ada org yg mau trs2 hidup disitu kalik! :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha makasih lho, sis XD
      Btw, gue nulis ini juga ga berharap bakalan hidup di pesawat kok. Melalang buana aja gue sampe sekarang masih single, gimana kalo hidup di pesawat coba *eh HAHAHAHAHAHA

      Hapus
  3. Aku masih punya gelar halu, karna pengen banget naik pesawat, pengen banget ke luar negeri dari dulu, tapi belum kesampaian juga. Vaca postingan ini sambil bayangin suatu saat nanti pas aku bakal naik pesawat buat pertama kali kayaknya bakal lebih norak lagi deh. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hwaaa you have to feel it, kak!

      Ada ambiance yang beda ketika kita melakukan sesuatu pertama kali termasuk pertama kali naik pesawat ehehehe.

      Mudah-mudahan segera bisa naik pesawat ya, ehehehehe

      Hapus
  4. Asik banget sih liatin makanannya yang sayangnya lo picky banget sama makanan. Itu kalo mesen makanannya boleh berkali-kali pesen gitu sep?

    BalasHapus

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^

Instagram (Follow @septsepptt)