Kembalinya Freelancer ke Kantor. Apakah Ini Sebuah Kemunduran?

Well, its been a long time since I update my blog talking about pekerjaan, dunia perkantoran dan dunia digital nomad yang menyenangkan. Yah, i think I wanna share one of my big revolution after being comfort with my daily routine as a freelancer --- I'M WORKING AND JOINING COMPANY now! XD

Hahaha maybe some of you ngakak deh baca prolog dari tulisanku kali ini. But, please stop laughing and let me explain you a story of me. I'll to to explain by myself, so you guys bisa coba lihat dari perspektif kalian sendiri either itu dari perspektif freelancer atau perspektif karyawan full timer.

Satu tahun silam, aku menjalani karir sebagai seorang digital nomad, as a freelancer yang fokus di dunia content marketing, sosial media marketing dan digital ads yang you know guys pasti nggak asing di dunia ini. Yup, dunia ini sudah mendarah daging di aku selama satu tahun terakhir dan membuatku bisa menjadi diriku sendiri -- yang suka jalan-jalan ke luar kota sambil bawa laptop. Atau bahasa sederhana dan kerennya sih, bisa kerja di mana saja as a digital nomaden.

Itu lhooo, orang yang kerjanya pindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain kayak kutu loncat. Nggak ikutan gabung di satu perusahaan, tapi tetap mengerjakan project gituuu. Hihihi sounds fun ya kan? Tapi ya nggak juga seeehhh hahahaha.


Menikmati Indahnya Menjadi Digital Nomaden


Aku bisa bilang bahwa jadi digital nomaden itu salah satu pencapaian yang luar biasa menyenangkan. Bisa kerja kapan saja semaunya, dimana saja, dan yang jelas nggak terbatas ruang dan waktu. Selama jadi digital nomaden, aku biasanya pindah-pindah kota. Mulai dari ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Purwokerto, dan sampai ke Turki. Ah, such a wonderful experience, sih. Sungguh pengalaman yang nggak akan pernah bisa aku tukar dengan uang.

Meskipun pernah jadi orang konyol yang bawa laptop ke gunung dan nyoba bukain ads & business manager di gunung, tetap saja aku nggak pernah menyesal sedikitpun jadi orang yang konyol karena sebab tersebut. Hahahaha. Asyik soalnya jadi orang aneh di antara orang yang normal. Eh maap nih, jadi aku ini normal atau nggak sebenarnya? Skip ~

Menjadi digital nomaden juga mempertemukanku kepada banyak hal, mulai dari ketemu klien yang normal sampai aneh-aneh, ketemu sama partner kerja yang kerjaannya rapi sampe super bikin naik darah, hingga dicap sebagai influencer mata duitan karena aku itu jarang banget gabung ke event gratisan. Ya Allah, aku nggak matre kok beneran, deh. Tapi ya emang kalau ada event berbayar mendingan dateng ke event berbayar daripada gratisan *ehhhhh. Kecuali, event itu berupa event untuk belajar bareng-bareng. I mean, aku bisa belajar banyak dari event tersebut. Tsaaahhh ~ Pinter amat kalo ngeles, kayak guru privat aja XD.

Flashback ke Perjuangan Bisa Menjadi Digital Nomaden Alias Freelancer


Kata siapa jadi freelancer itu mudah?
Kata siapa jadi freelancer itu enak?
Kata siapa hm kata siapa?

Monmaap nih yaaaa, yang bisa bilang kayak gini pasti nggak pernah ngerasain jadi freelancer sebenar-benarnya freelancer. Palingan ya kalaupun pernah, dia cuma nanganin beberapa klien aja dan nggak multitasking. Monmaap yaaa, tapi jadi freelancer itu nggak gampang :")

Butuh waktu satu lebih dari tahun untuk bisa membangun personal branding yang cukup kuat untuk bisa mendapatkan klien dan dipercaya perusahaan untuk bisa handle berbagai macam jenis pekerjaan. Dulu, zaman sebelum aku kayak sekarang, bisa laptopan di mana saja, aku juga jadi karyawan di perusahaan Creative Agency di Jakarta, Bekasi, Semarang, dll.

Aku belajar banyak dari pengalaman gabung di agensi. Mulai dari anak bawang yang setiap hari cuma dimaki-maki sama senior karena tulisannya jelek, nggak bisa ngomong, nggak berani berpendapat, hingga akhirnya aku jadi Septi yang seperti sekarang ini.

Emang sekarang tuh Septi yang kayak gimana sih, Sep? Hahahaha nggak hebat-hebat banget, kok. Tapi yaaa alhamdulillah sekarang cukup bisa diandalkan dan bisa diajak diskusi perihal content writing, social media marketing, hingga digital advertising. Waaahhh, kayaknya keren, ya? Nggak juga sih, biasa aja sebenernya. Hanya alhamdulillah kebetulan mungkin aku lebih dulu tahu daripada teman-teman yang belum tahu saat ini. :)

Dimaki-maki Senior dan Nangis Setiap Pulang Kerja


Pait sih kalau inget momen beginian. Dulu setiap kali pulang kerja aku nangis di perjalanan pulang ke kosan. Apalagi ya, momen itu terjadi ketika aku baru pindah ke Jakarta. Stressnya itu lho Masya Allah. Peralihan dari anak desa ke anak kota, sampai peralihan dari anak bawang ke sekarang itu cukup makan waktu dan bikin sakit-sakitan. Sedih kalo inget. Sampai aku berkali-kali ke dokter, ganti-ganti dokter dan mereka bilang aku nggak ada gejala penyakit dalam karena semuanya normal. Dan kesimpulannya aku sakit hanya karena stress hahahahah. Sungguh bulan yang berat untuk hidup di Jakarta,

"Kok tulisanmu jelek banget sih. Ini nih yang kamu sebut tulisan? Kayak gini mah nggak usah belajar juga bisa."
"Makanya kalau diajari tu dicatet, diinget di luar kepala. Diajari kok lupa terus, Capek tau ngajarin tuh kalau nggak ada gunanya begini."
"Udah diajarin berapa lama masih nggak ngerti-ngerti juga? Disimak dong kalau ada orang yang ngajarin tuuu, jangan cuma dateng doang tapi nggak disimak."

Deuuuhhhh, banyak banget deh kalau diinget-inget. Nggak guna banget rasanya waktu itu. Berasa kayak gue salah gabung perusahaan ga sih? Apalagi nih yaa, aku cuma pakai ijazah SMK. Kebayang dong mindernya ada di tengah-tengah teman-teman kantor Jakarta yang notabene-nya mereka adalah lulusan dari kampus-kampus keren dan dari jurusan keren di kampus mereka. Ada yang lulusan kampus Jakarta, Bandung, dll. Nah, aku? Remahan doang :")

Yes, sebagai lulusan SMK, aku minder bukan main pada awalnya. Sampai akhirnya, aku ketemu sama dosenku, Pak Algooth dan senior kontenku, Innes Sabatini namanya. Aku bersyukur bertemu dengan mereka. Its like I get a gift from God. Anugrah ketemu mereka. Both adalah orang-orang yang cuek, tapi bener-bener bisa bikin aku tahan banting. Dari dikata-katain tulisanku jelek sampaaiiiiii dikatain karena masih kecil makanya suka labil :").

Dibilang Hidupnya Enak Karena Bisa Jalan-jalan Kapanpun


Hellaaaawwww plissss, aku ini juga kerja, kok. Hahahha. Bedanya hanya kalau kalian mungkin kerja di kantor, terikat jam kerja, aku kerjanya lebih fleksibel baik dari segi tempat maupun waktu. Aku bisa jalan-jalan ketika kalian kerja. Aku bisa bangun siang ketika kalian sudah harus ke kantor. Kayaknya enak, ya?

Padahal, sisi freelancer yang tidak kalian tahu adalah kami ini jam kerjanya lebih gila dari kalian, loh. Kami bekerja saat weekend. Kami bekerja saat kalian tidur. Kami bawa laptop saat perjalanan bahkan membuka laptop di atas motor atau di atas kereta. I did it. Iya, aku pernah buka laptop di motor. Mulai dari nulis, sampai ngeceki iklan yang aktif. Emang nggak capek? YA MENURUT NGANA AJA! Eh maap ngegas :)))

Setelah Hampir Setahun Bekerja Secara Nomaden, Akhirnya.....


It isn't that easy as you guys can see to decide that FINALLY SEPTI NGANTOR LAGIIIII.  Jujur, nggak ngerti harus seneng atau sedih ketika pertama kali baca email yang intinya adalah "welcome to the team, Septi ^^". Its too warm for me to feel hurt inside of me :"). Dan tepat nggak nyampe 5 menit setelah aku mendapatkan telepon dari CTO kantor sekarang dan email resmi bahwa aku bisa bergabung di kantor, aku nangis dong WUAKAKAKAAK. Nangis? Seorang Septi nangis? Jarang-jarang kan seorang Septi nangis dan ini beneran dong beneran banget nangis nyesek gituuu semacam kayak ada unek-unek di kepala dan kalo ni hati bisa teriak bakalan teriak "GUE BENERAN NGANTOR LAGI,NIH?" :")

Kok sedih? Kan padahal cari kerja itu susah...
Kok sedih? Kan udah enak kerja tapi nggak perlu ngelamar..
Kok sedih? Kan enak kerjanya di Semarang dan deket rumah..

It doesn't about the salary, it doesn't about the time, that is all about the chance. Yap, aku harus melepaskan banyak sekali kesempatan setidaknya dalam tahun 2018 ini. Kesempatan untuk bisa ikut serta dalam Ubud Writer Fest yang aku dambakan selama 3 tahun ini harus kandas juga akhirnya. Belum lagi, aku harus melepaskan kesempatan untuk berangkat ke Slovenia dan Kroasia dengan jalur beasiswa. Kesempatan untuk bisa jadi moderator roadshow ASEAN GAMES 2018 di kota-kota Indonesia dan banyak kesempatan lainnya.

Sedih!
But, this is life. Sometimes we only need to accept about everything in the world for us.

Awalnya Bisa Kerja Company Lagi Gimana Ceritanya?


Doa itu emang sebaik-baik ucapan. Dan tolong, kalanian hati-hati dengan doa, umpatan dan semua keluhan kalian hahahaha. I can say this because this is the part of my dua anyway. Beberapa wakt terakhir sebelum akhirnya ngantor aku dapet klien macem-macem cukup banyak dengan tabiat dan karakter yang Masya Allah bener-bener bikin jantungan, ngelus dada dan istighfar banyak-banyak XD.

Jam kerja jadi berantakan (((emang aslinya udah berantakan sih))) tapi jadi makin berantakan. Terus bener-bener waktu tersita banyak, nggak tenang dan anything else, lah. Then, sering banget kayak ngomong lirih:

"ya Allah, aku capek jadi freelance. Pengen kerja di kantor yang gajinya tetap tiap bulan dan kliennya nggak model-model begini."
"ya Allah, kalau ada kantor agensi atau apa deh yang modelnya kayak agensi Jakarta tapi ada di Semarang asik kali yaa."
"Pengen deh kerjanya nggak sendirian, ada temennya, ada temen ngobrol, temen brainstorming, temen lah pokoknya. Kerjanya nggak di kafe sendirian, jalan-jalan sendirian terus."

Anndddd dooor!!!!!

Beneran kejadian dong :") terus akunya yang sedih! Wakakakaakaka. Ternyata manusia emang gitu ya, nggak bersyukurnya banyak! Padahal udah minta ini itu aneh-aneh dan dikabulin, tapi malah sedih. Sedangkan di luaran sana banyak yang tidak seberuntung aku yang alhamdulillah dikasih kesempatan lagi untuk belajar.

HAH BELAJAR?


Yup.. Pada akhirnya mengapa aku menerima tawaran untuk bisa bergabung dengan kantorku yang sekarang adalah karena aku ingin belajar. Tentang apa? Tentang banyak hal. Tentang sosialisasi, tentang digital marketing again pastinya, tentang society, tentang banyak hal yang nggak akan ada habisnya ilmu itu.

Sebab, kalau dari awal niatnya cuma uang, kerjaan pasti jadi setengah-setengah. That's why aku selalu bilang ke diriku sendiri bahwa di manapun aku harus belajar dan dapat sesuatu dari sana alias nggak cuman buang-buang waktu aja dan doing nothing. Duuh, it's not meee XD. Aku dengan curiousity yang bikin orang sering kesel ini paling nggak bisa kalau nggak nanya sesuatu apalagi kalau hal itu baru banget buat aku. Bisa sampe mumpluk nanyanya hahaha

In the end, i would like to said that being a freelancer or full times, both are have the plus and minus. Semuanya tergantung kita banget mau ambil dari perspektif yang mana. Baik buruknya porsinya sama. Tinggal porsi bersyukurnya. Bisa nggak kita jadi orang bersyukur? Dalam hal ini aku -- kadang buat bisa bersyukur itu ada aja godaannya. Padahal, banyak yang pengen bisa dapat posisiku, tapi akunya suka leda-lede bersyukurnya. Astagfirullah :")

And how lucky I am bisa bergabung ke dalam company yang menyenangkan, mulai dari sistem kerja, teman-teman, jam kerja, ambiance dan banyak hal lain yang semenyenangkan itu.

So, it's okay to come back to be a full timer again asalkan jangan sampai lupa bersyukur karena:

Hidup yang kita jalani adalah hidup yang orang lain inginkan.

Jadi, Apakah Sebuah Kemunduran Bagiku dari Menjadi Freelancer dan Kembali Menjadi Full Timer di Kantor?


ABSOLUTELY NO kalau buat aku.


Tidak ada salahnya untuk kembali ke perusahaan, untuk belajar, untuk mengaplikasikan ilmu, untuk kembali mencoba hal baru -- belajar tentang bagaimana caranya berinteraksi, belajar tentang bagaimana caranya bekerja bersama tim, belajar tentang hal teknis dengan case-case baru lagi tentu saja.

Yaaa meskipun tidak ada lagi bangun siang, bobo siang, tidur kapanpun, lembur kapanpun, libur kapanpun, jalan-jalan kapanpun, Tidak akan adalagi nonton drama korea sampe lupa waktu, tidak akan ada lagi ngopi semaunya, tidak akan ada lagi mblayang semaunya. Tidak akan ada lagi cerita enak jadi freelancer wkwkwkw.

Nggak deeeeng nggak gitu banget juga. Kerja juga masih bis amain, masih bisa nongkrong, masih bisa ngelakuin hal menyenangkan lainnya, kok HEHEHEHEHEHE asal pinter manage waktu aja :)))

Salam,
Freelancer yang akhirnya jadi anak kantoran (lagi)

54 komentar:

  1. Manusia, Mbak Sept. Giliran permintaan dikabulin, jadi galau #eh
    Semoga sukses di tempat kerja yang baru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahha iya yak! Aku human huhu masih gampang galau.
      Makasih dindaaa doanya! Sukses juga yaaa :))

      Hapus
  2. Terharu sama perjuanganmu sept. Apalagi pas niatmu buat kembali k kantor buat belajar, semangatmu buat belajar tinggi sept

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yanii, semoga kamu juga semangat yaaa :)

      Hapus
  3. Teharuuuu sep semangat belajarmu 😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yanii, semoga kamu juga semangat yaaa :)

      Hapus
  4. Allah, kenapa samaan gini sih yaaa...
    tapi aku sih yakin, ngantor lagi bukanlah suatu kemunduran, melaikan strategi untuk melesat jauh.
    bismillah ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAH DINIIII kangen chit chat deeeeh uuuu T_T

      Hapus
  5. Dibetah-betahin ya Sept :p
    Jadi inget, kan dulu kamu memang anak kantoran.
    Anak Kantoran: The Return

    p.s. kapan-kapan boleh lah ngicip salad nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. WAKAKAKAKA ASEM BANGET SIH KOMENMU MAS wkwkw
      doain to bisa belajar di sini hahahha

      Hapus
  6. Dilema kerja kantoran lagi ya, mbak. Setelah selama ini jadi digital nomad :D

    Sama kayak saya dong ceritanya. Sekian lama di korporasi, sekarang jadi penulis paruh waktu eeeh kangen lagi kerja di korporasi dengan segala intrik-intrik politik perkantorannya... Hahahaha


    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkw, emang ya selalu ad ayang dirindukan dari rutinitas

      Hapus
  7. jadi, sekarang ngantor dimana sept?
    buatku kerja freelance atau kantor bukan jadi mundur, karena idup itu ya maju terus. nek diem aja jadinya patung, eaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkw bener mbaaa, aku ngantor di kantor SaaS mbaaa.. googling yah wkwkw
      aku padamu pokoke mba un XD

      Hapus
  8. Wah dadi terharu aku boco kisahmu. haha. Paragraf terakhir lumayan mencerahkanku iku. walaupun asline jek kangen karo "bangun siang, bobo siang, tidur kapanpun". :D
    Pokok e semangat yo ... 👍👍👍👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. halah kwe mah neng kantor ya turu ton -_-

      Hapus
  9. Kak sept, kamu tahu ga kalau pertama kali baca artikelmu aku lagi di perjalanan mencari penginapan di salah satu kabupaten di Jambi. Kamu tahu juga ga kalau aku cuma baca seperempat artikel aja. Aku memutuskan menutupnya dan akan baca artikelmu lagi ketika tiba di penginapan. Baca artikelmu yg bagus ini mesti dibaca dalam keadaan yang tenang. Ga bisa dbaca ketika dalam perjalanan :D

    Semangaat untuk kehidupan barunya. Bukan masalah freelance atau anak kantoran. Yang paling penting bisa terus produktif dan berkarya. Semangaat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha aku terharu lho masvay baca komenmuuu beneran :")
      Tulisan dibilang bagus really charge me huhu thank you masvay! sukses juga yaaaa :)

      Hapus
  10. Haai hai haii hehehe, aduh ini aku aku banget beberapa tahun lalu mbak. Ngantor lalu freelance lalu ngantor lagi sambil perasaan gamang. Antara seneng dan gimanaaa gitu.

    Tapi sekarang juga ga ngantor kangen ngantor. Hoalah manusia emang begini ini rupa-rupanya.

    Semangat belajar dan bekerja di tempat yang baru mbak! Semoga kelak bisa ketemu kita hehee, pengen belajar banyak nih aku dari mbak septi <3 <3 <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gheeeaaaaa uuuuuu cintak banget tiap baca komenmu kayak dapet suntikan semangat!! Doain ya gheee bisa bersuaaaa, bisa saling belajar bersamaaa :)))

      Hapus
  11. Septiiii, hahaha jadi pengen nulis tentang ini juga hahaa

    BalasHapus
  12. mantap banget kak sep tulisannya. ini ngajarin bahwa kita harus percaya atas apapun rencana Allah. manusia hanya bisa merencanakan, minta ini itu, Allah yang ngasih pada saat waktunya. dan buat kaksep ini adalah waktu yang baik. semoga betah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya Allah, thanks a lot, Kak Ebiet semoga berkah juga yaa kerjaannya :))

      Hapus
  13. Klo kemunduran keknya ga sih. Balik lagi ke orangnya emang lagi butuh duit banyak atau ga. Yg mengharuskan dia kerja di kantor agar dpt upah tiap bulan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya juga sih mas, tapi kalau aku tak niati bismillah kerja buat belajar hehehe doain yaaa :)

      Hapus
  14. Selamat dan semoga sukses ya Septi, mereguk pengalaman baru dalam kehidupan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba dewwww aamiin ya Allah makasih mba dewww sukses juga ya mba dew buat karirnyaaa :)

      Hapus
  15. mungkin ada sedikit hal yang mau sampein perihal tulisanya. gak, maksudnya mau menyampaikan sebuah relasi ceritanya dnegan kehidupan gw hahahahaha.
    yes, sama! gw dulu pun mulai sakit ngerjain project freelance dengan client yang aneh-aneh, ribet, bikin puyeng dan membuat gw sering mendekatkan diri kepada Allah dan rajin berdoa. gw ngerasa sakit karena gw baru sadar, gw gak ada orng yang back up, entah secara financial, regulasi dan argument. semua-muanya harus gw yang cover. apa lagi ngadepin client yang dikit-dikit mau bawa segala perkara ke jalur hukum. gw udah habis kata untuk membela hak dan diri gw sendiri.
    dan join ke sebuah perusahaan bukan lah jalan buruk. dengan begitu akan lebih banyak lagi hal-hal yang bisa di pelajari untuk nantinya bisa di gunakan jika terjadi case-case yang sebelumnya.
    hosnetly, gw banyak belajar sebagi consultant di tempat kerja gw sekarang yang dibilang korporet ini. ada banyak hal yang gw dapet sebagi bahan referensi dan banyak merubah mindset gw, yang tadinya mindset engineer ke mindset consultant (seenggaknya mnurut gw sendiri).
    dan menurut gw ini adalah hal yang bagus buat self development gw sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dadang, u always awesome sih! Ngga ngerti lagi. Setuju banget sama komen lo. Semangat semangat!!!!!!

      Hapus
  16. Senangnya punya banyak kesempatan bisa jadi freelancer dan balik ke kantor lagi...

    BalasHapus
  17. Yeay,, pelajaran baru ya Sept!
    Good luck for the new chapter of life.
    Kesempatan-kesempatan yg hilang, kalo emang jodoh & rejeki, kemungkinan akan datang lagi di masa datang.
    Have fun!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank mba lintang! Have with your daily routine too yaaaa.. lets spread the good vibes ^^

      Hapus
  18. Kak sepsept selalu kereeennn bagiku. Pengen banget kayak kak sept yang demen explore hal baru. Tapi kadang suka takut takut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Brace you self, lee. Nggak akan tahu kalau kita nggak nyoba ehehehe

      Hapus
  19. Asik nih Purwokerto disebut :p
    jadi gimana? udha mulai betah nih kerja kantoran lagi?
    kemarin aku ditawarin, cm aku tolak hahaha... soalnya baru denger tawaran kerja kantoran saja sudah migren :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha pertanyaanmu kok ngeselin ya mbaaa. But seriously sihhh Purwokerto aslik keren banget! Mau banget ke sana lagi lagi dan lagi hahahha

      Hapus
  20. Awalnya aku kira freelancer itu enak keliatan ga kerja padahal jadinya gede, bisa jalan2 kemana aja dan gratis. sampe akhirnya aku bercita2 jadi freelance. Tapi gak semudah itu juga dan ga seenak itu juga yaakkk. Haha.. Semuanya kayak gambar di uang logam yahh.. Ada dua sisi.. Dan kita harus liat dari kedua sisi itu. Sisi baik dan buruknya.

    Menurut aku, kerja kantoran yg banyak karyawannya emang mengajarkan untuk sosialisasi dengan orang lain dan menambah "kenalan"

    Kerjaan aku sekarang juga bisa dibilang ga kerja, tapi kerja.. Bingung. Sama sekali gak ada sosialisasi dan ga bisa menambah "kenalan", tapi waktu kerjanya fleksibel banget. Pengen suatu saat bisa kerja dikantoran. Semuanya emang bukan masalah gajinya, dan gak bisa diungkapkan "kenapa-nya" #malahcurcol

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk bener banget mbaaa, dilema memang selalu ada yah mbaaa hahah semangat ya mbaa! :))

      Hapus
  21. Alhamdulillah ya Mba, disyukuri pasti happi
    selamat datang orang kantoran wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mba nyiii makasih yaaa supportnya :)

      Hapus
  22. Sep2.. baca artikelmu ini sempet ku buka tutup 2x loh 😂, ku sambi2 trs ku tutup. Ku baca lg , eh ada kerjaan yg hrs dilakukan segera. Jadi ku baca artikelmu ini saat naik gojek. Dari pd bengong kan? Hehe..
    Semangaat untuk kehidupan barunya. Bukan kemunduran si.. mau gmnpun yang penting karya. Masing2 pilihan ada resikonya, jadi teruslah berkarya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba deevvvv panutankuuu hehehhe semangaattt

      Hapus
  23. Gak tau hrs komen apa klo ttg Septi... nulis george juice (baca: joss josss) aja lah. Gudlak Sept.. mutiara ttp mutiara dimanapun ia berada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih massss, it really support me! XD

      Hapus
  24. Gimana yaaa? Me too. Haha cuma bedanya sekarang gue lakuin keduanya. Gw freelancer dan gw fulltime at company. Dan itu lebih gila. Karna dalam 24 jam gw cuma kebagian me time dan istirahat cuma 3-5 jam doang. 7 hari dalam seminggu kadang tak ada waktu buat ngurusi diri bahkan traveling pun gw harus bawa laptop dan kamera. Every time and everywhere. Tapi gw happy dan gw bersyukur banget. Banget banget banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk, me too kakak. keduanya dijalani sekarang hahah. Semangat!

      Hapus
  25. Apapun Septi sekarang, mau freelancer atao Septi yang ngantor lagi, pokonya salut kepadamu. Aku juga gitu, udah 5 tahun benar2 berhenti ngajar dan jd full time blogger begini kadang ada rasa kangen bikin materi pembelajaran, kangen ngolah nilai, kangen nulis raport. Tapi ini kan bagian hidup yg musti dijalani. Be happy, Sept

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhaha mba ika emang juarak! Semangat bu guruuuu :))

      Hapus
  26. Dan ya, after 4 years jadi digital NoMad juga aku ngerasain sih bimbang buat memilih stay atau beralih jadi anak kantoran 🙄

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk godaan akan selalu ada mbaaa. Semangat yaaaa :))

      Hapus

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^

Instagram (Follow @septsepptt)