Bagimana ya rasanya tinggal di rumah yang hijau dan penuh dengan oksigen? Gimana kalau di rumah ada suara gemericik air kolam yang bisa menambah suasana rumah jadi makin syahdu?
Kapan terakhir kali kamu punya mimpi untuk dirimu sendiri?
Aku adalah satu dari sekian banyak orang yang selalu percaya dengan mudahnya bagi Allah untuk membolak-balikkan masa depan selama kita percaya dengan takdir Allah yang Maha Baik.
Membayangkan sebelum Memiliki
Sebelum akhirnya kami memiliki rumah kami sendiri, kami seringkali bertukar pikiran, akan seperti apa rumah kecil kita nanti? Akan seluas apa dan akan kita isi dengan apa?
Kami berbincang tentang rumah kami, sambil melihat beberapa rumah sketsa di setiap perjalanan kami dan mengabadikannya dalam ingatan kami masing-masing. Sesampainya di Pondok Indah Mertua, kami saling bertukar pikiran dan mengeluarkan denah rumah kami masing-masing.
"Nanti, ada taman di depan ya biar ada jarak antara pintu dan pagar. Jaga-jaga kalau ada tamu tuh nggak langsung di depan pintu"
"Nanti, ada musola ya di rumah. Jadi kalau masu solat nggak di kamar gitu."
"Nanti, ada space buat berkebun ya. Kecil aja nggak papa, yang penting ada ruang buat berkebun."
Setidaknya ini menjadi acuan kami untuk menentukan denah rumah masa depan kami kala itu. Dan sebagai istri seorang ilustrator, aku pernah berharap suatu hari denah rumahku digambar sendiri oleh suamiku dan biidznillah suamiku yang menggambar rumah kami sekarang di kertas dan membuatnya detail di ipad.
Kemudian, kami meminta bantuan drafter untuk membantu visualisasi 3D alias mockup rumah kami. Dan setelah beberapa revisi, akhirnya kami setuju untuk membuat rumah kami secara bertahap.
Pelan, Tapi Pasti
Rumah kami berawal dari tanah kosong biasa. Prosesnya pun terbilang butuh waktu yang lama. Sembari masih tinggal di rumah ibu kami (kadang di Semarang, kadang di Kudus), kami mulai mencicil material rumah yang bisa kami tempatkan dulu di tanah kosong di Kudus. Batu bata, pasir, semen, roster dan segala perintilannya mulai kami cicil. Allahumaa Baarik ~
Perlahan, tapi pasti. Kami adalah penganut rumah tanpa cicilan. Dengan berbekal bismillah, kami lebih memilih untuk membangun rumah from strech daripada beli jadi. Selain karna duitnya nggak ada, kami lebih pengen bisa bikin rumah yang bisa dicustom sesuai dengan mau kami heheh ~
Rumah yang penuh dengan pepohonan hijau rindang yang ketika panas tetap sejuk, dan ketika hujan semakin syahdu. Rumah yang bisa jadi tempat pulang karena setiap sudutnya yang pantas untuk kita rindukan.
Akhirnya, Kelana di Semesta pun Berdiri
Atas izin Allah, rumah kami pun jadi. Setelah proses panjang, setelah biaya yang tidak sedikit, setelah tangis di setiap perjalanannya. Kok nangis? Iyaaa, ujian bikin rumah tuh ternyata nggak gampang. Bener-bener bikin ngikngik setiap perjalanannya. Adaaaa aja ujiannya.
Dan kami menyadari bahwa pernikahan ujiannya nggak akan selesai hanya karena punya pekerjaan tetap atau punya anak. Banyakkkk sekali ujian di setiap episode kehidupan yang nggak bisa kita hindari. Salah satunya yaaa ujian bikin rumah ini hehehe Allahumma Baarik ~
Akhirnya, rumah kami dengan halaman depan, halaman samping, musola dan kebun rooftop pun jadi. Rumah yang halaman depannya berisikan kolam ikan kecil yang gemericik airnya menambah kesyahduan rumah kami, rumah yang punya halaman samping agar tidak semua lewat ruang utama terlebih jika ada keperluan atau ada acara,
rumah yang kebun sampingnya bisa ditanami tanaman rambat yang buahnya menjulang, rumah yang punya kebun atap kecil yang bisa kami manfaatkan untuk berkebun. Masya Allah, Maha Baik Allah kepada kami.
Menjadikan Rumah Kebun yang Produktif
Sekarang, rumah kami menjadi rumah kebun yang produktif. Rumah kebun yang selalu ada yang bisa dipanen setiap hari. Di kebun samping rumah, kami menanam empon-empon atau tanaman rempah yang tak butuh banyak matahari, pohon salam, pohon daun jeruk purut, pohon cincau dan labu butternut squash atau labu madu yang buahnya selalu ada untuk menghiasi ruang samping.
Sedangkan di kebun atap, kami menanam cabe, sawi, bayam, labu butternut squash, daun bawang, dan tanaman lain yang membuat kebun atap kami berwarna-warni dan sejuk sekali. Meski yang dipanen itu-itu saja dengan jumlah yang begitu saja, tetap saja ada yang bisa kami petik setiap hari dan kami bersyukur sekali dengan itu. Allahumma Baarik ~
Anyway, kebun rumah kami bisa diakses di @kebunkhaula, ya. Barangkali teman-teman senang berkebun dan ingin follow juga hihihi ~
Sekarang, rumah kami adalah rumah yang menjadi tempat untuk pulang dan semoga rumah kami tidak hanya memberi keberkahan bagi keluarga kami, tetapi juga rumah di sekitar kami dan orang-orang yang mampir ke tempat kami. Barakallahu fiik.
Kalau teman-teman, suka rumah dengan tipe seperti apa? Semoga Allah mudahkan teman-teman untuk punya rumah yang nyaman juga, ya ❤️
17 Comments
Konsep rumah hijau yang dijelasin di sini relate banget sama kebiasaan sehari-hari. Ternyata langkah-langkah kecil kayak ini bisa signifikan ya buat lingkungan. Penjelasannya pun gampang dipraktikkan
BalasHapusPengen banget punya rumah hijau, atau sekadar pojok hijau di rumah. Sayangnya, ruangannya tidak memungkinkan.ðŸ˜
BalasHapusBelum lagi satu rumah orang-orang sibuk semua, takut itu tanaman tidak keurus! Butuh komitmen besar juga untuk punya hal-hal begini ya
Samaa!! Setelah dewasa, konsep rumah impian aku bukannlah rumah super mewah, tapi rumah dengan design minimalis yang ada area taman untuk tumbuhan, semua ruangan mendapatkan sinar matahari. Jadi intinya rumah yang nyaman, hijau dan penuh oksigen.
BalasHapuswah keren banget, semoga bisa terjaga dan berkembang untuk kebunnya :D
BalasHapusPasti nyaman banget tinggal di rumah hijau dengan udara segar dan suara gemericik air. Suasana jadi lebih tenang dan sejuk!
BalasHapusBahagia sekali jika punya pasangan yg seirama. Jadi saling bersama utk mewujudkan impian. Alhamdulillah kesampaian ya mba, rumah yg diharapkan bisa berdiri dengan perkebunan yg asri juga bikin lebih produktif
BalasHapusBagus sekali semua tanaman nya tumbuh subur. Tidak ada alasan tidak punya lahan ya, kalau ada keinginan, dengan langkah sederhana pun ternyata rumah hijau bisa tercipta dengan begitu indahnya
BalasHapusKeren banget rumahnya, mbak. Aku sampai sekarang masih belum berhasil bikin kebun karena bukan orang yang telaten merawat tanaman. Di rumah cuma ada beberapa pot tanaman hias yang hidup segan mati tak mau kayaknya 😅
BalasHapusWaaa. Aku suka nih rumahnya dan memang kepikiran juga buat punya rumah yang hijau, adem, penuh tanaman macam-macam. Gara-gara kepikiran doang, eh TL-ku isinya video buat ngolah sampah rumah tangga, nanam pohon dan sejenisnya. Malah kegemesan sendiri
BalasHapusayoklaaah kita berkebun. kamu yang nanem, aku yang nikmatin hasil panennya. ngehehhe....
BalasHapusKeren ini kak. Memanfaatkan rumah untuk berkebun, yang jadinya sejuk buat ditinggali dan banyak bermanfaat
BalasHapusWahh impian bgt punya rumah yang ada gardennya kak. Boleh dong bagi cara penanaman dsb nya kak, siapa tau jadi ide nantinya…
HapusAah seru banget punya rumah dengan kebun gini. Pelan2 bisa menciptakan kemandirian pangan. Aku sendiri belum kepikiran rumah kaya gimana mba, cari yang mau nemenin bikinnya dulu wkwk
BalasHapusUjian manusia memang nggak akan ada habisnya ya, Kak. Saat masih single berpikir ketika berkeluarga akan lebih mudah. Ternyata nggak begitu. Karena saat sudah berkeluarga, ujiannya lain lagi.
BalasHapusPun begitu dengan keluarga yang mau punya rumah. Ujiannya masha Allah banget.
Membangun rumah memang banyak dramanya, meski aku punya rumah dengan cicilan. Tapi saat renovasi, dramanya adaaa aja. Tetap bersyukur karena bisa mewujudkan rumah impian ya, apalagi paket lengkap udah memenuhi apa yang diinginkan. Semoga menjadi rumah yang berkah dan memberi kebahagiaan dalam keluarga
BalasHapusSukaa banget dengan rumah yg ada kebunnya meski kecil. Rumahku ada taman kecil banget bagian depan. Kalau ada rejeki pengen banget renov bikin taman dalam.
BalasHapusAlhamdulillah, senang banget lihat pekarangan Septi yang hijau dan segar.. aku suka lihat Tiktok mu menyenangkan sekali menyatu dengan alam.. Alhamdulillah rumah idaman terwujud ya semiga berkah dan bahagia selalu say..
BalasHapusHalo!
Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^