Patah Hati Pertama di 2026: Layoff dan Ditolak Perusahaan di Usia 30-an
Layoff Pertama di 2026
Selamat pagi kakKakk, sebelumnya kami ingin memohon maaf atas kabar yang kurang menyenangkan ini. Setelah melalui pertimbangan internal, kami ingin menginfokan bahwa kerja sama harus kami cukupkan di bulan Januari ini.Kami sangat menghargai kontribusi kak septi selama ini dan mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan dalam penyampaian keputusan ini.
Aku dengan tangan yang gemetar membalas sigap kepada sang pengirim pesan sekaligus tim finance dari perusahaan tempatku bekerja remote:
wa'alaikumussalam, kak. oh, kalau boleh tahu kenapa?
Saat ini kami sedang melakukan restrukturisasi internal untuk tahun 2026 kak, karena ada perubahan volume project dari sisi klien, kami ingin mengoptimalkan tim internal untuk menghandle pekerjaan yang ada, jadi belum bisa melanjutkan kerja sama dengan rekanan freelance 🙏🏻
Aku membisu. Apa ini karena performance-ku? Jujur, di awal aku bergabung, memang performa sempat turun, karena sebelumnya libur lama dan aku dapat project mendadak. Butuh waktu untuk riset tentang persona audiens agar aku bisa masuk ke dalamnya.
Dan selama 3 bulan terakhir, report naik. Jumlah share dan saved meningkat. Bahkan, beberapa konten tembus views hingga puluhan ribu. Jujur, memang ini adalah resiko menjadi seorang freelancer yang project based. Tapi kali ini, rasanya menyakitkan.
Pertama karena sejak awal aku tidak pernah diberitahu berapa lama project ini akan selesai. Sebenarnya, sudah biasa seperti ini. Tapi, hal ini terjadi jika project kudapat langsung, bukan melalui kantor atau agency. Sudah rahasia umum bahwa hidup seorang freelancer selalu terombang-ambing di tengah ketidakpastian.
Terlebih lagi, akhir 2025 lalu, ada peringatan bahwa jika performa stuck, maka project dengan klien bisa jadi tidak berlanjut. Hal inilah yang membuatku memutar otak bagaimana agar konten video yang kubuat mendapatkan banyak views dan atensi.
Alhamdulillah, performa report naik. Tapi, aku justru kena layoff dengan alasan yang menggantung. Qadarullahu wamaa sya'afa'ala. Entah apa rencana Allah, tapi sebagai ibu-ibu yang bekerja buka untuk dirinya sendiri ini membuat isi kepalaku berantakan.
Kekhawatiran pasti ada, bukan karena tidak percaya rezeki, tetapi karena sebentar lagi Ramadan dan Lebaran. Bagaimana bisa aku memberikan gajiku yang biasanya untuk 'orang rumah', jika per awal tahun ini tidak gajian? Hehehe entah. Aku masih mencoba menertawakan semuanya. Hehe nangis dikit sih kalau tiba-tiba oleng dan sering hehe.
Kabar Baik yang Beriringan Kabar Buruk
Dan baru-baru ini, aku juga mendapatkan approach melalui pesan di akun LinkedIn-ku dari salah satu HR perusahaan global yang hampir keseluruhan timnya bekerja secara remote. Pesan yang seperti memberikan harapan, kepadaku yang putus asa.
Hi Dwi,
I'm currently hiring a Scriptwriter for our company and feel like your profile can be a good fit. Kindly let me know if interested, happy to connect.
Aku senyum-senyum sendiri meski tak yakin dengan tes lanjutan yang mungkin harus kuhadapi. 24 Desember 2025 pesan ini mendarat di kotak pesanku. Setelah membalasnya, aku dighosting hingga Januari awal setelah menerima kabar layoff. Hehe. Hehe. Hehe
Aku sudah berusaha mendapatkan pesan baik, long short story, aku diminta untuk fill the form terkait project yang pernah aku selesaikan, terutama yang melibatkan scripting di luar portfolio klien dan project yang pernah aku selesaikan.
Gagal di Interview Pertama 2026
Soal portfolio, aku merasa PD. Tapi, kendala bahasa membuatku tak begitu percaya diri. Membayangkan harus 100% berkomunikasi via bahasa inggris sound good for me. Tapi, tidak jika harus 100% speaking untuk saat ini. Entah mengapa, aku selalu gagap menjelaskan diriku dan pekerjaanku dalam bahasa inggris secara full.
Hari sebelum interview, aku panas dingin. Tanganku gemetaran. Ketidayakinanku bukan berkurang, melainkan meningkat dan aku justru yakin gagal di interview kali ini. Dan konyolnya, meskipun sudah yakin gagal sejak awal, aku masih saja nervous dan merasa sedih hehe. Sewajarnya orang aja sih, apalagi habis kena layoff, kan? Hehe hehe hehe ~
Kenapa aku yakin gagal? Karena saat interview online, HR bilang akan ada task assignment untukku dan user yang tertarik kepadaku akan menghubungiku. Nyatanya, hingga tulisan ini terbit, aku masih belum mendapatkan pesan sebagai pertanda kabar baik hehe ~
Ini cerita patah hati pertamaku di 2026. Kompleks dan menyedihkan. Sebab aku sadar betul bahwa mencari pekerjaan remote untuk perempuan usia 30-an yang tidak bisa sekadar datang ke kantor itu tidak mudah.
Dan satu-satunya alasan aku sedih adalah bukan karena penghasilanku berkurang, tetapi aku sedang bingung bukan main bagaimana bisa 'menafkahi' bagian yang selalu aku penuhi sejak belasan tahun lalu :) yang bahkan untuk diriku sendiri pun, aku tak pernah minta banyak. Hampir semuanya selalu habis, sebab aku tak pernah bisa mendapatkan nafkah utuh dari rumah bapak maupun kasih sayang seorang kakak laki-lakiku satu-satunya. Itupun masih tak apa, tapi menaggung nafkah seumur hidup meski aku sudah berumah tangga, terus terang, aku kalut.
Suamiku tidak pernah keberatan soal aku bekerja atau menjadi tulang punggung bagi rumah yang lain. Hanya saja, suamiku takut aku menanggung semuanya berlebihan. Soal nafkah dari suami sangat cukup, tapi untuk yang merasakan hal yang sama bahwa menanggung 2 rumah tidak pernah mudah, maka itulah gambaran yang kami rasakan. Sampai rasanya malu sama suami, karena ia harus menanggung hal yang seharusnya bukan bagian dari tanggung jawabnya.
Dan ketakutanku saat ini adalah takut kalaulah pikiranku berpengaruh kepada fisikku karena terakhir kali aku dirawat di rumah sakit hingga perlu dinaikkan ambulance untuk tes lab lanjutan, aku sendirian menahan. Aku terus berpura-pura baik-baik saja dan memaksa pulang demi tidak menjadi beban. Dan aku tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan di rumah sakit dengan berpura-pura kuat memangku laptop, meski harus menyentuh keyboard dengan sesenggukan.
Pesan Masuk dari Jauh
Masih dalam kekalutan yang luar biasa sedang berusaha kutaklukan ini, pesan masuk dari seberang bahwa stok habis, paket data habis, dan semuanya habis. Aku kudu piye? Hehe hehe hehe
Sekian, terima kasih telah membaca hingga tuntas. Doakan ya, semoga aku bisa segera mendapatkan pengganti yang terbaik. Mungkin tidak dalam bentuk gaji yang baru, tetapi perasaan ikhlas karena ada jalan lain yang terbuka.
Sehat selalu, ya.
Salam,

22 Comments
Ikut prihatin kak Septi..
BalasHapusKalau kena layoff itu jadi ujian tersendiri ya kak. Kecewa pasti ada.
Dan kadang juga sebal sendiri, meski proforma naik kenapa harus kena layoff kan ya. Kadang juga kayak pengen protes. 🥺
Semoga setelah ini, ada pengganti rezeki yang lebih baik ya Kak.. 🤲🏻🤲🏻
I feel you, Kak. Bismillah. Insha Allah akan ada banyak pintu lain yang terbuka seluas-luasnya. Semoga segalanya tercukupkan. Alhamdulillah.
BalasHapusteteh bacanya melow
BalasHapusikut sedih dengan kabar dadakan yang diterima
semoga Allah ganti dengan yg lebih baik lagi ya teh, dan ikhlas juga pastinya
tetap semangat teteh..
Cerita patah hati pertama ini terasa jujur dan dekat, karena hampir semua orang pernah ngerasain fase belajar ikhlas dari rasa kehilangan yang nggak terduga
BalasHapusKak, i feel u banget. Mulai dari tahun 2025 aku udah 4x ada test ampe interview user malah, tapi semua gagal. Dan umur aku pun 30an. In this economy pemasukan dari 1 kantong suami kayaknya gak cukup makanya pengen bantuin nambah2 tapi qadarallah ampe sekrang belum dapet kak. huhu
BalasHapusKakkkkk semangat!! Semoga Allah tetap menghitung setiap ikhtiar dan upaya kita, yah. Semoga Allah bukakan pintu rezeki dari arah yang terbaik menurut Allah ❤️
HapusTurut prihatin, Mba. Kehilangan pekerjaan memang berat, apalagi ketika datang di waktu yang tidak kita duga. Tidak apa-apa kalau rasanya campur aduk. Lelah, sedih, atau bahkan bingung.
BalasHapusSetiap orang memang punya fase dan tantangannya masing-masing, dan ini salah satu yang tidak mudah. Semoga pelan-pelan ada ruang untuk bernapas dan melihat jalan ke depan, satu langkah kecil demi satu langkah kecil.
Kalau berkenan, boleh aku konek LinkedIn ya.
Halo, Kak Feli.. Terima kasih semangat dan doanya. Semoga akupun tidak lelah untuk berjuang dan menyerah.
HapusBoleh sekali, mari berjejaring di LinkedIn ❤️
Menjadi freelancer emang harus memiliki mental kuat yah, karena kita bekerja dengan ketidakpastian. Ikutan sedih baca kisah di blog ini. Aku cukup relate, mencari pekerjaan untuk umur 30+ di Indonesia itu susah. Semoga kita tetap diberikan rejeki yang cukup oleh Allah, ya.. aamiin
BalasHapusBismillah, semangaat mbaa...insya Allah sedang disiapkan pekerjaan terbaik dari Allah. Tetap semangat, berusaha dan berdoa.
BalasHapusTurut prihatin, saya bacanya juga ikutan melow. Memang freelancer itu harus siap berada dalam "ketidakpastian", tapi soal lay-off sepihak, saya bisa paham juga rasanya. Pasti merasakan sakit dan kebingungan.
BalasHapusSemoga segera dimudahkan rezekinya di tempat lain ya, Bu. Aamiin YRA.
Kehilangan pekerjaan terutama di saat kita memerlukan dan bergantung sama pekerjaan itu semoga segera diberi ganti pekerjaan yang lebih baik, ya, Mbak. Semoga nanti bisa segera mendapatkan pekerjaan baru ya dan dimudahkan rezekinya selalu
BalasHapusKehilangan kerjaan, nyari kerjaan di usia ini emang gak mudah. Kalaupun ada kerjaan, ya kadang kitanya kurang cocok. Semoga ini hanya patah hati di awal tahun. Selanjutnya, semoga kita bisa bangkit, banyak rezekinya juga
BalasHapusSemangat ya mbak. Semoga yang dikejauhan mau diberi pengertian bahwa kondisinnya memang butuh pengencangan ikat pinggang. Dan segera ada ganti sumber cuan atau kabar baik lainnya dalam waktu dekat. Aamin YRA
BalasHapusSemoga segera dipertemukan dengan pengganti terbaik, entah itu berupa rezeki yang datang dari arah tak terduga atau hati yang lebih lapang menerima prosesnya. Doa baik dikirimkan, semoga langkahmu dimudahkan.
BalasHapusTetap semangat ya
BalasHapusUjian ini mungkin membawa hikmah yang siapa tahu ada hal lebih baik buat kita
Saya pernah mengalami diPHK gitu saja
Tanpa pesangon dll
Sedih pastinya. Tapi ya ikhlasin aja...
Semoga dapat pengganti yang lebih baik dan lebih berkahnya ya
Semangat kak, tetap terus mencari peluang-peluang lainnya meskipun dengan kabar tersebut membuat agak shock tapi jangan terlalu lama buat melangkah lagi dan bangkit.
BalasHapusPeluk dari jauh Kak Septi. InsyaAllah dirimu kuat menghadapinya. Perlahan tapi pasti jalan keluar itu akan ada untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Entah bagaimana caranya, nanti dia akan menemukan jalannya jika kita telah dapat menerimanya. Itu yang biasanya kulakukan
BalasHapusAku menerima dulu beban itu, kemudian fokus mencari solusi, karena dengan menerima, entah jalan keluar itu akan muncul dengah sendirinya
Aku berasa ikutan patah hati Kak Septi. Mudah-mudahan nanti dimudahkan mendapatkan pekerjaan pengganti yang lain ya Kak. Mungkin saat ini Kak Septi biar istirahat dulu, tubuh kadang punya sinyal atau alarm kalau lagi nggak baik-baik saja. Semoga dimudahkan dan dilancarkan jalannya untuk mendapatkan pekerjaan lain yang jauh lebih baik.
BalasHapusAh bacanya sedih banget ka kebayang shocknya semngat terus ya ka smoga bisa dapat lagi pekerjaan yang sesuai dengan passionmu dan keinginanmu
BalasHapushey, ayo ngopi! gw traktir! jadi ini kemarin ngilang mulu? gila lu yeee...
BalasHapusSama seperti istriku ini, tahun kemarin sebelum lebaran.. blio dapet notif layoff. Sampe sekarang gak kerja-kerja lagi, hahahaha. Ya mau gimana ya, memang sekarang ekonomi lagi lumayan carut marut, makanya perusahaan pun banyak yang efisiensi dan restrukturisasi.
BalasHapusTetap semangat ya mbaaak... Rainbow will come after the rain.
Halo!
Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^