"Kok kayak gini sih, perpusnya? Kecil banget dan nggak nyaman banget."
Ini adalah testimoni jujurku ketika datang kali pertama ke Perpustakaan Daerah, Kudus. Sebagai warga yang sering datang ke Perpustakaan di Semarang, Perpustakaan di Kudus jadi rujukan kami untuk bisa membaca buku, mencari referensi atau sekadar membuka Wi-Fi gratis sambil mengerjakan beberapa pekerjaan
Dan karena kekecewaan itu, kami berhenti datang ke Perpusda Kudus, sampai akhirnya di awal tahun 2026 ada peresmian gedung baru Perpustakaan Kudus, Jawa Tengah. Sempat meng-underestimate, tetapi kali ini rombaknya besar-besaran.
Gedung Perpustakaan Baru di Lokasi Baru
Hari ini, 2/2 2026 aku dan suamiku pergi ke Perpustakaan Kudus yang ada di Wergu atau di dekat Gelanggang Olahraga (GOR) Kudus. Sempat bingung karena lokasinya berbeda, tetapi ternyata hanya terpaut beberapa puluh meter saja ke depan, Perpustakaan Kudus sudah bisa ditemukan.
Selayaknya gedung baru, perpustakaan Kudus tertata rapi dan apik. Dengen ventilasi yang lebar, sehingga cahaya terang dari luas masuk dan membuat ruang perpustakaan semakin apik. Meja-meja yang ada, rata-rata adalah sharing table atau meja yang biasa digunakan sebagai meja bersama untuk semua pengunjung. Cara ini sebenarnya efektif untuk melebarkan networking, sayangnya entah mengapa sharing table justru menjadi jarak antar satu pengunjung dan pengunjung lainnya.
Seringkali merasa asing dan kikuk untuk duduk di meja yang sama sampai membuat meja besar hanya dihuni sebagai 2-3-4 orang saja dan sebagian yang lain lebih memilih untuk duduk tanpa meja. Oh ya, koneksi Wi-Fi di sini GRATIS dan bisa diakses oleh semua pengunjung umum, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Gedung-Gedung di Area Perpustakaan Kudus
Awal mula masuk ke parkirannya, impresi pertama adalah "wah, sekarang parkirannya luas sekali dan terbuka." Mobil dan motor bisa masuk ke dalamnya tanpa perlu berdesak-desakan. Kami sampai di gedung D, sekilas info, ada 4 gedung di seluruh area perpustakaan Kudus yakni gedung A-B-C-D.
Gedung A difungsikan untuk gedung referensi, gedung B untuk ruang mini teather dan ruang podcast, gedung C untuk ruang baca umum dan gedung D untuk perpustakaan anak. Dan setiap gedung di perpustakaan dihubungkan dengan lorong yang juga estetik. Bagus banget pokoknya hihihi ~
Karena baru kali pertama, kami sampai di gedung A yang ternyata adalah gedung referensi. Pantas saja, ruangannya sepi dan rapi. Seperti sebagaimana gedung referensi di perpustakaan Semarang, di sana pun gedung referensi sepi, tetapi banyak sekali meja untuk mereka yang ingin mengerjakan tugas akhir, skripsi atau pekerjaan di perpustakaan.
Beragam Buku Tersedia Rapi di Rak Buku
Ada begitu banyak buku bacaan, mulai dari buku novel, buku fantasi, buku sejarah-sosial-politik-agama dan buku-buku lain. yang menarik dari perpusda ini adalah ada rak buku khusus buku braile, artinya teman-teman difabel pun bisa menikmati buku bacaan yang ada di Perpusda Kudus.
Aku membaca novel dan buku kontemplasi sembari sesekali menengok laptop dan menonton drama korea. Oh ya, di sini juga banyak colokan jadi kalau kamu bawa laptop, ipad, dll nggak perlu kehabisan daya, ya!
Jujur, aku takjub dengan perubahan perpustakaan Kudus yang benar-benar 180 derajat ini. Semoga perubahan ini bisa mengajak dan meningkatkan literasi warga Kudus di semua usia yang tidak hanya bisa mengajak orang-orang untuk membaca, tetapi juga menemukan ruang untuk berkarya.
Terakhir yang melegakan hati, perpustakaan Kudus punya mushola yang luas, bersih dan nyaman. Mungkin karena masih baru, tetapi aku berharap para warga bisa menjaga mushola dan keseluruhan perpustakaan Kudus agar tetap seperti ini meski sudah bertahun-tahun ke depan agar generasi setelah ini juga bisa menikmati indahnya membaca buku di ruang perpustakaan Kudus.
Soon sih, mau banget ajak anak-anak ke sini untuk mengenalkan mereka ke dunia yang lebih luas melalui bahan buku bacaan yang lebih bervariatif. Akhir kata, terima kasih pemerintah Kudus yang sudah mau membenahi perpustakaan Kudus menjadi ruang baca dan berkarya untuk kami warga Kudus yang seringkali ingin menikmati dunia dengan cara yang berbeda tetapi terjebak di ruang yang itu-itu saja.
Salam,
Dwi Septia







19 Comments
Tulisan ini jujur dan enak dibaca, perubahan Perpustakaan Kudus terasa sangat nyata dari ceritanya. Semoga fasilitas dan suasana positif ini bisa terus dijaga untuk jangka panjang.
BalasHapusWahh aku belum tauh perpustakaan kudus seperti apa. Tapi aku yakin bakalan sangat bagus dan perlu dijaga dengan baik....
BalasHapusPunya perpustakaan yang mudah dijangkau dari rumah memang keberuntungan besar banget. Apa lagi kalau perpunya nyaman dan lengkap, tidak harus besar, tidak harus megah, tapi bagaimana perasaan kita saat meghabiskan waktu di sana.
BalasHapusAh, jadi pengen ke perpustakaan ðŸ˜
Suka dengan penataan area pojok bacanya perpustakaan Kudus ini. Itu kursinya udah seperti kue cake pandan aja, melingkar berwarna hijau. Hehehe...
BalasHapusSuasananya nyaman, bikin betah kalau mengerjakan tugas, pekerjaan atau apapun di perpustakaan ini ya. Yang penting jaga kenyamanan bersama
Wow Kudus keren. Sebaiknya tiap kota punya pepus yang memadai sebagai pusat kegiatan masyarakat. Dengan begitu, warganya jadi senang membaca dan pintar-pintar semua. Kualitas SDM akan meningkat.
BalasHapusSuka banget aku dengan vibes perpustakaannya mba, beneran cozy dan homey…aseli bakal fokus bacanya dan pasti bikin betah
BalasHapusIkut seneng baca perubahan di Perpustakaan Kudus ini. Dari tertata tapinya buku-buku di rak, suasana yang makin cozy. Apalagi bikin happy-nya dengan mushola yang bersih dan luas. Jadinya kan pas waktu solat tiba nggak terlalu ngantre ya
BalasHapuswaah rapi ya, bersih dan terlihat nyaman.. bisa bikin betah untuk baca buku di perpustakaan kudus ini mah.. semoga terus terjaga dengan baik dan koleksi bukunya terus bertambah, Aamiin..
BalasHapusBeneran cakep ya Perpustakaan Kudus ini. Jadi pengen mampir juga. Desain minimalisnya jadi bikin kelihatan lega, luas. Mau nyantai pun asyik aja. Terus banyak kaca. Jadi terang dan enak buat baca di sana
BalasHapusayoklaaah kita ke sini, jangan lupa bawa bekel kopi di termos wkwkwk
BalasHapusMasyaallah cakep banget, kalau begini saya bisa betah berjam-jam lho. Apalagi langsung ada mushalla yang nyaman. Beruntung jadi warga Kudus.
BalasHapusSayang, perpusda daerah saya sekarang menurun banget. Baik koleksi bukunya maupun infrastrukturnya.
Perpusnya nyamaaan bangeet kaak, jadi pengen datang kesana. Baca buku sambil duduk di kursi² yang nyaman itu....asyiik ih...bikin betah banget.
BalasHapusbersih dan tertata, bikin betah berlama-lama disana. Enak nih kalo bulan puasa baca buku sambil ngadem di perpustakaan..ngabuburit yang bermanfaat
BalasHapusWah udah langsung buat wishlist tempat asik nunggu buka puasa nih kak, cocok sih memang perpusnya ini
HapusWah keren banget perpustakaannya jadi bagus dan besar ya, mbak. Semoga aja nih bisa menarik minat anak-anak dan warga buat ke perpustakaan
BalasHapusWiiihhhh, perpusnya cakeeepp.. bikin betah baca sambil nugas kalau gini. Mana bersih dan rapi juga corner² bukunya. ❤️❤️❤️
BalasHapusSenang lihat perpustakaan mulai berbenah dan jadi ruang yang lebih ramah. Tempat baca yang nyaman bisa jadi titik awal tumbuhnya kebiasaan literasi, terutama buat generasi muda.
BalasHapusHappy banget kalo tau ada perpus baru dan vibesnya udah nggak kaya dulu, lebih modern dan enak buat jadi tempat baca begini, semoga banyak pengunjungnya biar nggak tutup yak, soalnya sayang aja kalo udah bagus tapi nggak ada yang datang.
BalasHapusSeneng banget lihat perpustakaan di tiap kota dan kabupaten jadi makin cantik dan nyaman ya mba. Koleksi bukunya pun makin beragam
BalasHapusHalo!
Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^