Selasa, 07 Februari 2017

Sudah Pernah Main ke Wisata Ragunan? Intip Keseruannya, Yuk!

Ternyata, menghabisakan waktu di sudut kota jakarta itu menyenangkan, ya? Rasa-rasanya mungkin aku akan sangat jarang bisa menikmati pemandangan seperti ini di Jakarta. Ya, Ragunan menjadi labuhanku untuk menghabiskan akhir pekanku di hari Sabtu lalu (4/2/17). Sebelumnya aku ingin ke Serpong untuk bertemu dengan kawanku yang sebentar lagi akan pulang. Tetapi ternyata, hari itu takdir tidak membawaku ke stasiun Tanah Abang dan menuju Serpong. 

Mungkin karena memang dasarnya aku suka jalan, maka aku akan dengan otomatis melakukan switching jadwal tanpa pikir panjang. Ragunan! Ya, aku ingin sekali ke sana. Bukan apa-apa, aku hanya ingin menghabiskan waktu saja di Jakarta. Karena masa depan, aku tidak tahu akan membawaku ke mana. Aku hanya tahu satu hal tentang,

Menghabiskan waktu itu menyenangkan

Aku mengajak Mas Haris yang kosnya dekat dengan ragunan. Baru kali ini aku naik motor di sekitaran Jakarta sejauh itu. Biasanya aku paling malas jauh-jauhan di Jakarta. Terlebih lagi, aku tidak tahu arah jalan ke sana. Modal nekat dan berteman dengan Maps, aku memberanikan diri. Alasannya sederhana, aku tidak ingin menghabiskan banyak uang hanya untuk ongkos menuju dan pulang dari Ragunan.

Singkat cerita, akhirnya aku naik motor ke daerah Pasar Minggu Baru dan kami menuju ke Ragunan naik motor. Ternyata, cukup jauh sekitar 30 menit lah dari daerah stasiun Pasar Minggu Baru. Oh Jakarta, mau menikmati jalanan saja sulitnya bukan main. Yah, setidaknya aku tetap bisa merealisasikan ke Ragunan naik motor dan saving beberapa rupiah, lah.

Ngomongin rute ke Ragunan, bisa dicek langsung di website official-nya, kok. Cekki di sini Ragunan Zoo Jakarta , ya! Informasi lengkap seputar Ragunan bisa diakses di web tersebut. Kalau di blog ini sih, aku hanya ingin menceritakan tentang bagaimana rasanya kembali ke alam bebas.

Masih ada ya ternyata daerah seperti ini di Jakarta | Hooh

Memang, sedikit mengesankan bila di Jakarta masih menemukan alam yang masih asri seperti di Ragunan Zoo. Aneh, tapi juga menyenangkan. First impression aku sih masih biasa-biasa saja. Sampai pada akhirnya aku menyusuri wilayah di dalam kawasan Ragunan dan menemukan betapa indahnya ekosistem yang dibentuk di sana. Adeeeeeemmm banget pokoknya!






Dari awal masuk, ada petunjuk arah yang bisa aku pilih. Aku mau ke mana-mana pun sudah jelas arahnya. Mungkin, sedikit membingungkan bila tak suka menghapal sepertiku. Hanya berpedoman pada petunjuk arah membuat sedikit tersesat. Untung aku bawa teman! Hahahah setidaknya yaaa kalau nyasar ada temennya gitu XD.

Pertama kali masuk, ada sekawanan burung pelikan di kolam yang lucu. Semuanya putih, berbaris rapi dan beberapa di pinggiran menunggu untuk diberi makan. Masuk lebih jauh, ada kawasan primata seperti bekantan, kera, dan lain-lain. Di sisi lain ada pula ular-ular sanca yang bisa dinikmati daari balik layar kaca. Dan ini bagian paling menyenangkan, sih soalnya Mas Haris nggak bisa ketemu ular dan aku suka godain dia huahahahaha. Seru ya ternyata godain mas-mas sama ular wkwkwkw.

Oiya, ada toilet gratis di kawasan Ragunan yang bisa dinikamati pengunjung, lho! Dan ini sungguh GRATIS! Jadi, kalau mau pipis berkali-kali pun tetap tidak akan pernah ada masalah hahaha. Pun, ada pujasera dan jajaran pedagang di sana. Jadi, aman-aman saja kalau misalkan lapar di tengah jalan.


Oh ya, di Ragunan udaranya masih alami sekali. Rindang pepohonan bambu, rawa-rawa dan air terjun mini masih mengalir begitu alami. Aku suka udara di Ragunan. Setidaknya bisa membuat pikiranku sedikit lebih jernih ketika sedang jenuh-jenuhnya. Sepanjang perjalanan menyusuri Ragunan, pikiranku melayang-layang entah ke mana. Rasanya begitu banyak kegalauan yang ada di kepala dan ingin segera menyelesaikannya. Semoga, segera.

Ragunan, sebagai kebun binatang di Jakarta kubilang masih belum terlalu cantik untuk mengelola wilayahnya. Masih banyak satwa yang sendirian seperti bekantan, banteng dan beberapa hewan lain. Rasanya, kasihan sekali melihat mereka sendirian tanpa teman. Pun, kandang-kandang mereka masih begitu bau untuk bisa dinikmati dengan tenang. Terutama, kandang primata.

Melihat satwa-satwa itu terperangkap di kandang yang bau rasanya kasihan sekali. Mereka seharusnya butuh tempat yang lebih layak dari ini, bukan?

Baiklah, aku tidak boleh judge sesuatu tanpa tahu sebenar-benarnya sistem yang ada, bukan? Setidaknya saat bosan di Jakarta bisalah main ke Ragunan sekali-sekali untuk menjenguk makhluk hidup lain sambil bertadabur. Ya, kan?



Kuy, mari main ke Ragunan! Tapi ingat,

Jangan buang sampah sembarangan
Tetap jaga sikap dan kebersihan
Jangan menyiksa hewan
Pastikan tidak berisik

Satwa yang ada di Ragunan juga makhluk hidup yang butuh dicintai dan disayangi. Jadi, kalau main-main ke sana, pastikan untuk tidak mengganggu mereka, ya! ^^

Salam,
Jakarta Selatan - Jakarta Pusat

0 comentários:

Posting Komentar

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^