Satu Hari untuk Selamanya: Catatan Pengabdian di Kelas Inspirasi Pati

 


Ngapain sih jadi relawan?

Udahlah capek tenaga, waktu, harus keluar uang pula.

Seperti mengulang sejarah, aku kembali bergabung menjadi relawan Kelas Inspirasi Pati. Tapi kali ini, perjalanannya terasa beda dan tidak sesederhana dahulu kala. Aku yang dulu masih 20 tahunan bergabung masih punya banyak tenaga. Bahkan Kelas Inspirasi jadi salah satu escape-ku untuk bisa menambah jejaring yang lebih luas dengan mengenal banyak teman baru dari berbagai macam kota dan daerah yang mungkin asing.

Tahun 2017, adalah kali pertamaku bergabung menjadi Relawan Kelas Inspirasi Semarang. Saat itu, aku mendapatkan rombel sekolah di SDN Nyatnyono yang ada di Ungaran. Energiku masih sangat besar saat itu. Karena selepasnya, aku rutin ikut kelas inspirasi selanjutnya. Setidaknya, aku pernah bergabung menjadi relawan Kelas Inspirasi Blora, Klaten, Kudus, Yogyakarta, dan Surabaya. 

Sempat Vakum Beberapa Tahun Lamanya

Dan ingatanku berhenti ketika virus Covid-19 mulai menyerang. Saat semua kegiatan terbatas bahkan terhenti, salah satu yang hilang dariku adalah kebebasan bergerak. Semuanya seperti selesai. Salah satunya adalah kegiatan Kelas Inspirasi yang vakum begitu lamanya. Aku sampai lupa detail siapa saja yang pernah aku temui di masa lalu, sampai aku mengingat nama mereka yang fotonya masih tersimpan rapi di folderku pun rasanya begitu sulit hehe maafkan.


Beberapa masih sering kulihat story-nya, tetapi beberapa yang lain tak pernah saling sapa. Mungkin karena saling sungkan dan entah mau membahas apa. Tapi, meskipun aku selupa itu dengan nama mereka, memori baik tentang kegiatan bersama kami saat menjadi relawan yang bermalam di sekolah  sebelum akhirnya bertugas menjadi relawan masih begitu lekat dalam pikiran. Hangatnya momen itu pun masih terasa begitu dekat.

Aku Memberanikan Diri Untuk Mulai Lagi

Setelah 7-8 tahun lamanya, aku yang kini mnejadi Istri dan Ibu dari 2 orang anak mencoba memberanikan diri untuk ikut lagi ke Kelas Inspirasi. Kali ini, aku ikut Kelas Inspirasi Pati dan perjalanan kali ini terasa istimewa karena ditemani oleh suami dan kedua anakku.

Aku tidak hanya diantar, tetapi ditemani, ditunggu dan dijemput oleh suami dan anak-anak. Oh ya, sampai lupa. Kali ini aku bergabung sebagai relawan pengajar,  bukan relawan dokumentator. Manusia di balik layar ini sedang memberanikan diri untuk terlihat setelah sekian lama bersembunyi. Meski rasanya canggung sekali karena tidak terbiasa untuk tampil di depan layar, tetapi aku ingin mencoba setidaknya sekali. Barangkali, ini bisa jadi amal jariyah menjadi seorang pengajar satu hari wkwkw gpp kan berharap juga?

H-1 saat Hari Briefing


Aku hadir, tetapi tidak hadir. Saat hari dimana seharusnya semua relawan berkumpul untuk briefing, aku hanya sampai di area parkiran pendopo kecamatan Juwana. Meski aku tahu bahwa relawan selalu punya sifat ramah dan easy going bahkan untuk yang pertama kali mereka temui, tetapi rasanya canggung sekali untuk masuk. Rasanya seperti merasa terlalu tua untuk berbaur dengan teman relawan. Seperti, "Apakah masih cukup pantas ibu 2 anak ini menjadi relawan di tengah teman-teman yang masih single?" Hahahaha

Aku hanya mampir sejenak untuk nge-drop banner dan headpiece Kelas Inspirasi Pati yang kucetak dan kubawa dan memberikannya kepada rekan fasilitatorku. Sambil duduk di bawah pohon beringin, aku menepi. Tetapi tak lama, aku bertemu relawan yang juga sedang menunggu di bawah pohon. Ia menyapaku, Kak Endah namanya. Seorang guru TK yang juga akan mengabdi di Kelas Inspirasi kali ini.

Kami berbincang, sekejap tetapi hangat sekali. Kami bertukar akun instagram dan ternyata ia adalah salah satu teman dari fasilitatorku. Sesaat setelahnya, aku pamit untuk kembali bersama suami dan anak-anak tanpa sempat berkenalan dengan teman relawan. Hehe maafkan, energiku benar-benar tidak bisa se-haha-hihi sewaktu muda dulu..

Padahal, di awal pertama ikut Kelas Inspirasi Semarang dulu, aku ikut briefing, meeting, diskusi dan semua detail yang dibutuhkan. Semuanya banget dijabanin pokoknya. Ke sana kemari hayuuuukkkkkkkk. Tetapi kali ini, nyaliku sungguh ciut sekali hehe ~

Akhirnya Kembali ke Sekolah dan Menjadi Relawan Pengajar

Aku sempat bingung akan mengajarkan tentang apa. Ragu-ragu dan takut aku tak cukup mumpuni untuk bisa menghadirkan manfaat di tengah-tengah murid SDN Bumirejo, Juwana, Pati. Bahan ajar sudah siap, tetapi clueless sekali mau ngomong apa di depan kelas hehehe.

Tapi, show must go on. Hari Inspirasi sudah tiba dan aku mendapatkan kesempatan mengajar di kelas 4 dan 6. Aku sempat request karena aku butuh anak-anak yang sudah pandai membaca, menulis dan bercerita untuk mengajak mereka berimajinasi lebih jauh ke depan.

Biidznillah, suamiku pernah jadi relawan pengajar beberapa tahun silam saat bergabung menjadi relawan Kelas Inspirasi Semarang juga. Jadi, aku bisa presentasi materi dan bahan ajarku kepadanya dan beliau memberikan beberapa konsep dan saran perbaikan untuk setiap yang ingin aku ajarkan. Alhamdulillah ~

Surprisingly, kedua kelas yang aku pegang semuanya kondusif dan sangat excited dengan materi serta bahan ajarku. Aku mengajak mereka bercerita, membayangkan, mengimajinasikan hingga memvisualisasikan cita-cita mereka melalui verbal dan non verbal. Pada secarik kertas lipat yang aku bagikan, aku meminta mereka untuk menuliskan cita-cita mereka dalam bentuk narasi singkat.


Aku kemudian meminta satu persatu dari anak didikku untuk bercerita tentang apa yang telah mereka tuliskan di depan teman-temannya. Ini untuk melatih kepercayaan diri anak-anak dan membuat mereka berani untuk berekspresi tanpa harus merasa takut atau kecil atas impian mereka.

Tidak selesai sampai di situ, aku meminta mereka untuk menempelkan kertas cita-cita mereka pada selembar kertas asturo besar yang aku jadikan sebagai majalah dinding. Asturo ini kemudian kutempelkan di dinding kelas dengan bantuan anak-anak untuk mengingatkan mereka atas apa yang telah mereka impikan. Aku ingin, suatu saat mereka sedang ingin menyerah,mereka bisa kembali membaca impian yang pernah mereka tuliskan dan bisa saling menyemangati satu sama lain.

Akhir Refleksi Kelas Inspirasi Pati

Di penghujung acara Kelas Inspirasi Pati, kami para relawan dikumpulkan kembali di pendopo Kecamatan Juwana, Pati. Di sini, semua relawan duduk bergerombol dengan masing-masing rombelnya. Aku dan 3 orang relawan lain datang terlambat karena ditolak oleh ojek online karena siang itu sedang hujan hihi qadarullah.

Akhirnya. kami menunggu dijemput teman fasil dan relawan dengan motor. Setelah sampai, kami mendapatkan surat seperti kartu pos dengan tempe di tengahnya hihi lucu, kan? Tapi, tempe ini bukan hiasan; melainkan tempe asli yang bisa dimakan. Katanya, ini tempe khas Pati yang biasa dimakan sebagai side dish bersama nasi gandul, salah satu kuliner legendaris di Pati.

Kartu pos itu harus segera diisi dengan pesan dan kesan yang kemudian harus dituliskan dan dibacakan di hadapan semua relawan. Tahu apa yang terjadi, kan? Sebelum itu semua terjadi aku sudah pamit duluan wkwkw. Begitulah aku sekarang. Selain itu, aku harus segera pulang sebelum terlalu malam karena takut anak-anak akan kelelahan.


Akhir cerita, aku pulang dengan perasaan yang bahagia dan hangat sekali rasanya. Bertemu dengan kegiatan baru, teman baru, dan cerita baru selalu jadi hal menyenangkan buatku. Semoga ini bukan yang terakhir dan masih ada kesempatan jadi relawan lagi di lain waktu.

Salam,

Dwi Septia

13 Comments

  1. Wah jadi relawan kelas inspirasi di Pati. Keren banget..
    Saya ingat salah satu kawan di Surabaya pernah ikutan kelas inspirasi juga. Seru bisa ikutan kegiatan² seperti ini ya mbak.. 🥰🥰

    BalasHapus
  2. Kegiatan kayak gini selalu bikin hangat. Aku percaya berbagi cerita dan pengalaman ke anak-anak bisa jadi benih kecil yang dampaknya panjang. Kadang satu pertemuan singkat aja bisa ngebuka sudut pandang baru buat mereka

    BalasHapus
  3. 💛 Bacanya bikin hangat banget! Cerita relawan Kelas Inspirasi itu inspiratif dan lucu, terutama bagian ragu-ragu tapi tetap semangat kembali ke sekolah untuk anak-anak. 👏

    BalasHapus
  4. Menyenangkan sekali bisa menjadi relawan inspirasi begini. Cuma emang peer banget sih kalau habis vacum tuh. Butuh penyesuaian diri juga.

    BalasHapus
  5. Pernah ikut Kelas Inspirasi, tapi bagian belakang layar karena satu dan lain hal. Kalau jadi relawan dan masuk kelas, memang ceritanya jadi lebih banyak ya. Btw, sekarang masih gak sih? Di kotaku kayanya waktu itu ada, tapi sekali doang. Terus gak ngikutin lagi deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih, kak. tapi memang beberapa daerah vakum. yuk, ikutan lagi siapa tahu kita bisa satu rombel heheh

      Hapus
  6. Kelas Inspirasi ini seoerrinya ada di banyak kota ya mbaa. Bagus yaa kegiatannya...sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya anak² , mengajar mereka...waaah seruu banget ini siih....

    BalasHapus
  7. Kelas inspiratif yang menginspirasi. Memang asik ya berbagi keilmuan, apalagi ini bareng para siswa. Semangat selalu kak

    BalasHapus
  8. Semoga benar bukan yang terakhir, dan di lain waktu ada kesempatan lagi untuk terlibat, bertemu orang-orang baik, dan mengumpulkan cerita hangat lainnya. Sungguh pengalaman yang menarik

    BalasHapus
  9. Keren banget, mbak. Dari dulu selalu kagum nih sama relawan kelas inspirasi. Di tempatku kerja juga ada beberapa orang yang sering jadi relawan kelas inspirasi ini dan seru banget mereka datang ke berbagai sekolah dan membagikan kisah dan ilmu yang mereka kuasai kepada anak-anak di sekolah itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aku salut sih untuk orang2 yang masih mau berbagi inspirasi, menjadi relawan di tengah kesibukannya.. semoga anak2 itu jadi termotivasi yaa..

      Hapus
  10. Pengalaman yang menyenangkan, kebayang rasa hangat yang hadir di dada selama proses mengajar dan persiapan nya

    BalasHapus
  11. Ngena banget tulisannya! Emang bener, setiap detik itu berharga banget buat kenangan selamanya. dan selamat akhirnya jadi pengajar! barakallahu fiik beess

    BalasHapus

Halo!

Terima kasih telah membaca blog www.dwiseptia.com. Semoga konten yang ada di blog ini bisa menginspirasi. Doakan saya bisa produksi konten yang lebih baik, ya!
Oh, ya kalau ada rekues konten silakan tulis di kolom komentar, ya! ^^

Follow Me On Instagram