Rabu, 31 Mei 2017

Nongkrong Atau Meeting di Luar Kantor? Ke GiggleBox Aja!

Dwiseptia - Salah satu kegabutanku setiap kali punya waktu luang adalah nongkrong. Entah karena untuk nongkorng, ngopi, ngeteh, jajan atau cuma duduk menikmati suasana di suatu tempat. Aku gabut banget, ya? Iya! Kegiatan jomblo ya gini, menghabiskan waktu sambil cuci mata sekalian ngerjain deadline yang kadang minta ditabok kalo dateng pas lagi kepengen santai-santainya. Astagfirullah, dikasih kerjaan malah ngeluh hahah dasar anak ABG! XD

Setelah lama di Jakarta dan akhirnya kembali ke Semarang sempat gabut mau nongkrong di mana. Maklum, banyaaak banget yang berubah dari Semarang. Sekarang banyak banget adaptasi dari ruas jalan yang mulai di buat searah, banyak kafe yang tutup sampai banyak kafe-kafe baru yang aku nggak tau mana yang cucok untuk jadi tempat menghabiskan waktu ceileh ~


Lalu, aku diundang ke salah satu launch outlet barunya GiggleBox Semarang yang ketiga di Kampung Kali. Whoah! Such a great caffee there. Biasanya aku sih ke GiggleBox yang di atas itu, sampai akhirnya menemukan bahwa di Semarang bawah ternyata juga ada GiggleBox. Kan jadi bisa meeting atau chitchat sama teman-teman yang suka alasan kalau GiggleBox itu jauh yeu khan ~

Baca Juga: Kolak Waloh yang Dirindukan di Bulan Ramadan

Lokasi GiggleBox yang Strategis

Kalau kubilang sih, lokasinya cukup strategis karena dekat dengan pusat kota, yaitu Simpang Lima. Tinggal melipir aja ke arah D.I Panjaitan atau kawasan kampung kali, nemu deh. Nggak cuma itu, GiggleBox outlet ketiga ini juga deket sama Tugu Muda. Karena keluar dari kampung kali, belok kanan itu sudah kawasan mall besar Paradon, DP Mall dan kawasan Tugu Muda. Jadi nggak ada alasan lagi buat bilang kalau GiggleBox itu jauh kan, ya? Hahaha

Kalau males nyetir motor, gojekin aja shay ~ Eh ini bukan ngiklan. Sungguh, sekarang ke mana-mana kan sudah mudah. Jadi sudah nggak ada alesan lagi to say no nongkrong asyik di GiggleBox.

Makanan Murah Porsi Mewah

Bohong banget kalau misalkan nongkrong nggak butuh makan. Akupun begitu, ngakunya aja suka ngopi doang, padahal perut suka keroncongan kalau lagi nongkrong. Alhasil yaa mau nggak mau tetep pesen makanan dong yaa. Nah, di GiggleBox ini banyaaak banget menu yang asyik yang bisa kamu cobain kalau pas lagi ke sana.


Baca Juga: Seafood 68 Jakarta untuk Pecinta Kuliner Enak dan Murah di Jakarta

Soal porsi jangan ditanya. Kenyang banget, shay! Dannnn, menunya lengkap ala ala Western gitu loohh. Aku kemarin sih nyobain beberapa, maklum laper mata. Dan malah kekenyangan huhu soalnya porsinya nagiiihhh banget beneran deh. Cobain aja kalau nggak percaya!! ^^



Mau Internetan? Wi-Fi Kencang Shay!

Ini nih yang dicari para jomblo eh para pemuda pemudi yang suka nongkrong di kafe, yaitu Internet kencang dan super asyik untuk download film atau musik favorit. Hahha. Ketauan banget ya gabutnya kalau lagi nongkrong di kafe suka nongkong nggak jelas. Nggak dong bercanda doang.

Sebagai remaja yang produktif, nongkrong di kafe itu menjadi suatu alasan yang wajib dengan dalih untuk mengerjakan tugas ataupun deadline yang sedang gila-gilanya. Beneran kok, aku kalau nongkrong itu produktif. Yaaa, meskipun produktif liatin mas-mas cakep yang duduk di meja seberang hahahahah ~





Kalau aku sendiri biasanya nongkrong di tempat ber-wifi itu untuk nyicilin to do list yang sudah tercatat di Google Keep atau notes pribadi aku. Sometimes aku pun cuma nonton film sambil pesen makanan. Yang ini gabut banget aseli XD

Pokoknya gitu deh pengalaman di GiggleBox Caffee. Asyiiqqqueee banget :D

Selasa, 30 Mei 2017

Kolak Waloh yang Dirindukan di Bulan Ramadan

Marhaban yaa Ramadan..

Dwiseptia - Alhamdulillah tahun ini masih diberikan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Ramadan lagi. Semoga bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi setiap tahunnya. Aamiin..

Bicara Ramadan, tentunya sudah pasti bicara tentang puasa. Nah, bicara tentang puasa sudah pasti dong ada yang paling dirindukan di bulan puasa ini, yaitu kolak eh adzan maghrib maksudnya hahahaha. Sambil memenuhi tantangan nulis dari Mba Ika Hardiyan Aksari dan Bu Wati, aku mau share nih tentang makanan yang paling favorit tiap kali Ramadan datang.

Seperti yang aku bilang, adzan maghrib memang menjadi yang sangat-sangat dinantikan di Bulan Ramadan karena kehadirannya bak oase di tengah gurun pasir *halah. Ngaku aja, pasti menanti nanti si adzan maghrib tiap Bulan Ramadan, kan? Padahal kalau nggak Ramadan aja dipanggil nanti nanti jawabnya. Ah, manusia. Eh aku maksudnya. Ya Allah, maapin Septi Ya Allah T_T
Daaaan kali ini aku mau nulis apa sih yang jadi makanan favorit aku tiap kali Ramadan. Jujur, aku nulis ini sambil ngiler dan ngebayangin betapa nikmatnya Kolak Waloh (Labu) original yang pulen dan manisnya nggak terlalu manis. Maklum, aku kan sudah manis, jadi yaaaa gulanya jangan manis-manis pokoknya.

source: google

Kok buahnya kayak yang ada pas Hallowen itu, ya? Iya kok memang bener itu. Ini namanya labu kuning. Kalau kalian sering lihat di acara kartun atau semacam perayaan Halloween, ini nih buah aslinya. Enaaaakkkkk banget kalau dimakan pokoknya. Matenga ya tapii alias dimasa dulu. Jangan sampai makan mentahnya. Keras cin ~

Jadi,ceritanya kemarin siang itu aku lagi di jalan kan, pulang kegiatan daaaannn tiba-tiba di kepalaku ada bayangan ek kolak waloh. Ngeces-ngeces, deh! Hahahah

Kenapa Kolak Waloh?

source image kolak waluh: Google


Entah kenapa, diantara kolak-kolak lain, kolak waloh itu punya khasiat 2 sekaligus. Eh, 3 malahan. Apa saja emang?
- Satu, dia bisa menghilangkan dahaga seketika karena kombinasi manis dan segarnya yang luar biasa
- Dua, walohnya itu mengenyangkan coyyyy, jadi, pastikan jangan cuma ambil kuahnya karena nanti pasti akan menyesal
- Tigaaa, es kolak waloh ini seperti bisa memberikan kebahagiaan gitu, lho kalau buat aku. Bak sambil menyelam minum air. Lapar dan haus bisa teratasi hanya dengan satu menu ini.

Baca Juga: Leker Paimo, Cita Rasa Jajanan Semarang yang Bikin Rindu Untuk Pulang

Maklum, nggakk terlalu sering makan nasi. Jadi yaaa harus cari makanan yang model beginian biar lambung nggak kosong, asam lambung nggak naik dan tentu saja tubuh tetap sehat wal'afiat dong, yaa ~

Jumlah Kolak Waloh Kian Lama Kian Menurun

Tapi sedih karena harus beli dulu kalau mau minum kolak waloh sekarang. Dulu, jaman rumah masih tembus ke tetangga sebelah, rutin banget tuh dapat kiriman kolak walok hangat atau dingin yang sudah siap santap. Nah, sekarang? Huhu effort banget rasanya buat bisa minum itu.

credit image: Google

Rasa-rasanya memang jarang yang jualan untuk takjil juga. Lebih banyak es buah rumput laut, es degan dan es kolak pisang yang menghiasi meja para penjual takjil. Ah, jadi ngeces lagi kan bayanginnya. Kalau ada dong boleh sini kirim ke rumah :))

Itu dia ceritaku bersama kolak yang dirindukan di Bulan Ramadan. Kalau kamu, apa makanan favoritmu di Bulan Ramadan? Komen, yaaa ^^

Salam,

Semarang

Sabtu, 20 Mei 2017

Tidur dalam Gendongan Bapak Setiap Malam

Dwiseptia - Dua orang teman saya dari komunitas blogger Gandjel Rel, yaitu mba Anjar Sundari dan mba Nia memberikan kami anggota komunitas kami semacam tantangan untuk menulis kenangan masa kecil yang tidak terlupakan. Setelah sekian lama berpikir dan mencari, 
"Apa ya yang kenangan masa kecil yang paling berkesan dan sulit dilupakan?"
Ternyata ada kenangan yang memang tidak pernah bisa terhapus dari pikiran hingga saat ini.
Bapak, laki-laki pertama yang aku temui ketika pertama kali aku membuka mata saat di dunia lah ternyata yang berhasil menciptakan kenangan indah di masa kecil. Begitu indahnya sampai-sampai aku ingin sekali kembali ke masa itu. Masa di mana bapak berjalan dan aku tertidur dalam gendongannya.

source image: Google
Malam yang dingin, udara yang sejuk dan jalanan yang sepi. Aku dan bapak biasanya mampir ke rumah mamah, adik ibuku yang ada di sebelah Utara. Aku tidak ingat betul mengapa hampir setiap malam kami ke sana. Yang aku ingat, kami selalu pulang larut, di atas jam 7 malam dan biasanya di jam itu aku mulai mengantuk. Mungkin karena memang masih kecil, jadi waktu tidurku masih panjang, tidak seperti sekarang.

Baca Juga: Hidup Itu Pilihan

Ada masa lalu yang aku tak ingat betul persisnya, tetapi ada bayangan yang masih jelas ketika bapak menggendongku yang mulai lelah berjalan. Lalu aku tak tahu diri dan justru memejamkan mata dan menyandarkan kepala di bahunya yang terasa nyaman sekali.

Tiba-tiba saja aku sudah berada di rumah, terbaring di tempat tidurku dan terbangun pada pagi yang indah tanpa tahu bagaimana rasanya menjadi bapak yang menggendongku dan berjalan dari rumah mamah menuju rumah kami. Sungguh kenangan yang manis sekali.

Hal ini terjadi sebelum bapak menghilang, dan pergi entah ke mana aku tidak tahu. Hingga tahunan berlalu, aku tak bisa merasakan bahu bapak yang nyaman. Aku kehilangan tempat bersandar yang bisa membuatku terlelap sepanjang malam. Roda kehidupanku berputar seketika. Ada kosong yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.

Baca Juga: 5 Hal Nggak Enak yang Gue Rasain Selama Jadi Anak Kos

Oh ya, aku termasuk yang sedikit sekali memiliki kenangan masa kecil dengan bapak. Tidak seperti abangku yang punya kenangan banyak dengan bapak. Meski begitu, aku selalu merasa bahwa waktu itu berharga dan lewat sedetik saja semuanya bisa berubah seketika. Yah, seperti itulah aku mendeskripsikan waktu.

Dan sekarang, aku sudah dewasa; aku sudah tidak bisa kembali ke masa itu. Masa-masa menjadi tuan putri kecil bapak. Masa-masa bisa diistimewakan, digendong punggung dan dibiarkan terlelap di malam yang panjang hingga pagi menjelang. Romantis sekali yaa..

Salam,

Dwi Septia

Senin, 15 Mei 2017

Review: Mendalami Cinta Anya dan Ale dalam Film Critical Eleven

"Ale jahat, ya."
"Ale tega bisa ngomong gitu sama Anya.."

"Tapi kan Anya nggak tahu kalau jadi Ale tu juga nggak gampang.."

"Tapi kamu harus tau jadi cewek dan merasakan posisi kayak Anya itu sakitnya bukan main.."

"Gitu yaa"
source image: Google

Dwiseptia - Pembicaraanku dan temanku selepas film Critical Eleven memang sedikit bertolak belakang. Maklum, dari sisi wanita maupun pria masing-masing memiliki perspektif sendiri. Critical Eleven. Ketika bandara menjadi lebih dari sekadar rumah. Saat kesibukan menjadi teman dan ketika cinta dipertemukan dari sebuah ketidaksengajaan. Lalu pernikahan menjadi labuhan.
Pertama kali disajikan bagaimana Anya dan Ale bertemu aku sudah jatuh cinta. Terlebih-lebih Critical Eleven mampu menampilkan kisah cinta yang manis ketika dua insan manusia jatuh cinta lalu memilih untuk bersama. Hingga mereka menikah dan Anya mengorbankan karirnya untuk menemani Ale ke New York, aku terhipnotis bukan main. Waaa baper abisss pas scene ini hahahaha.




Temenku bilang, siapin tissu katanya. Dari awal sampai tengah menuju akhir masih belum nemu. Semuanya baik-baik saja, hingga kemudian konflik muncul ketika Aidan meninggal sebelum sempat bernafas. Saat-saat Ale dan Anya terpukul, namun saling menyalahkan.

Saat mereka merasa diri merekalah yang paling benar dan mereka merasa bahwa pasangan mereka bersalah. Di situlah aku mulai merasa bahwa pernikahan itu bisa rusak karena ketidaksiapan diri kita untuk menerima setiap ketidaksesuaian yang kita dapatkan, terutama sesuatu yang negatif dalam dunia pernikahan. Aih, rasanya disini ngerasa banget kalau si Ale itu egois pol.


Dari Critical Eleven aku belajar bahwa tidak mudah untuk menjalin sebuah hubungan dan berharap mulus padanya. Satu dua tiga hingga beberapa kali indahnya pernikahan akan dipertemukan dengan permasalahan yang berat, yang menjadikan cinta lebih indah menjadi rumit seketika.

Baca Juga: Berteman dengan Komunitas: Local Guides Jakarta

Film ini reviewnya 7/10 menurut aku. Bagus, karena pemerannya Reza Rahardian dan Adinia. But, i think this movie is to vulgar for Indonesian people especially for teenager. Film Indonesia sekarang memang makin bagus kualitasnya dan ini didukung dengan pengemasan yang lebih buka-bukaan dan entahlah aku merasa rada-rada gimana pas liat adegan begituan wakakak. Ini bukan baper, malah lebih nahan pandangan soalnya setannya banyak huahahahha.

Oh ya, aku suka ketika Ibunya Ale bilang,

Kalau ada keluarga, kenapa harus sendirian?
Ini ketika Ale dan Anya sedang bertengkar dan Anya merasa bahwa kehidupannya setelah menikah yang terbiasa menjadi wanita mandiri harus ia lanjutkan sendiri ketika Ale menyalahkannya saat kepergian Aidan. Kalau aku jadi Anya pun akan sulit untuk menerima Ale kembali karena omongannya itu loh nyelekit hahahah. 

Beruntungnya, Ale hidup di keluarga penuh cinta di mana Ibu dan Bapak begitu menyayangi mereka berdua dan masing-masing menasehati dengan cara yang baik. Hingga munculah kalimat tersebut. Kalimat yang aku merasa jika menjadi Anya aku akan sangat bersyukur karena memiliki keluarga yang begitu peduli dengan kondisi mental anaknya yang tengah dirundung sedih karena kepergian Aidan.

Mereka akhirnya kembali, menjadi satu setelah melewati waktu yang cukup lama. Dan ini mengajarkanku untuk tetap tidak menjadi egois meskipun dalam kondisi apapun. Ini konteks halal lho ya nggak untuk pacaran hahahaha. Kalau pacaran mah aku nggak tanggung jawab. Tapi, untuk konteks menikah, ya itu. Jadi yang lebih punya penerimaan lebih karena nggak cuma cewek, cowok pun bahkan punya tingkat sensitivitas yang tinggi. Ah, film ini juarak abiiiisss.

Alenya Anya dan Anyanya Ale. Awwwwwww baper abiiisss!!! Recomended? Iya, tapi untuk 20an ke atas yaa. Anak SMA jangan dulu, adegannya berbahaya soalnya wkwkwk..

Salam,

Jumat, 05 Mei 2017

Gyproc: Solusi Utama Bangunan yang Ramah Lingkungan

Sepanjang perjalananku menelusuri kota metropolitan Jakarta, aku menemukan begitu banyak gedung-gedung pencakar langit yang tingginya bukan main. Sejauh mata memandang, bukan pohon yang membuatku teduh. Justru bangunan-bangunan yang terdirikan atas lantai dan jendela-jendela yang bisa kupandang dengan mata telanjang itulah yang membuat siangku yang terasa terik menjadi sedikit lebih bersahabat. Maklum, anak daerah kalau lihat bangunan tinggi suka 'ndeso' terkagum-kagum karena di daerah jarang sekali ada bangunan yang tingginya setinggi gedung-gedung di Jakarta.

Kagum, jelas. Tapi selain itu, ada yang rasanya membuatku bertanya-tanya:

"Berapa ya habis duit untuk bisa membangun bangunan model kayak bangunan A atau bangunan B deh yang sedikit lebih pendek. Pasti mahal banget."

Beginilah kalau otak anak daerah bercita-cita jadi milyuner. Lihat bangunan saja yang dipikirkan duit. Eh, belum sampai habis pikiranku menemukan berapa total biaya yang harus dibutuhkan aku justru mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam acara press release dari Gyproc tentang drywall system di Gumaya Tower Hotel di Semarang.

Seminar yang menghadirkan Hantarman Budiono, Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) ini mengangkat memberikan insight dunia pembangunan yang kian marak di Kota Semarang dan kota besar lainnya. Geliat pasar kontruksi dan bahan bangunan yang kian positif di kota besar, Semarang terutama menuntun perancangan konsep dan perencanaan rumah atau gedung yang kian mendukung kenyaman, kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan penghuninya. Untuk itulah Gyproc hadir untuk menjawab kebutuhan akan material bahan bangunan yang berkualitas serta dapat memenuhi standar performa dari sebuah bangunan.

Gyproc, Gypsum yang Diaplikasikan Tanpa Semen dan Air

Hantarman Budiono menjelaskan bahwa Drywall system atau GypWall merupakan pilihan yang tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia karena berbagai keistimewaan yang dimiliki, salah satunya adalah lebih efisien dalam pengaplikasiannya.


Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh para rekan media ini, Beliau menjelaskan tentang Drywall atau dinding kering. Adalah sebuah sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus. Drywall dalam pengaplikasiannya tidak menggunakan semen dan air, itulah mengapa disebut dengan dinding kering.

Dinding FireLine yang Tahan Api

Tidak hanya mudah untuk diaplikasikan karena tidak menggunakan semen dan air, ternyata Gyproc gypsum ini juga tahan api. Tipe Fireline dari gypsum ini bisa mencegah kebakaran yang terjadi di dalam gedung agar tidak menyebar ke sudut ruangan lain. Dengan demikian, gypsum dari Gyproc membantu proses penyelamatan dan pencegahan adanya korban saat terjadi kebakaran, bukan?


Won Siew Yee, Marketing Director PT Saint Gobain Construction Product Indonesia pun menambahkan bahwa dengan teknologi Fireline yang ada di Gyproc diharapkan penghuni suatu bangunan masih memiliki kesempatan untuk melakukan proses evakuasi saat terjadi kebakaran. Pasalnya, Gyproc memiliki daya tahan terhadap api hingga 4 jam lamanya. Daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dinding bata.

Fireline sendiri merupakan bentuk proteksi pasif terhadap api karena mampu mencegah perluasan api, penyebaran asap dan api ke bangunan lain, mempertahankan struktur bangunan, mempermudah penyelamatan diri dan pemadam kebaran serta menjaga keseluruhan aset dan kegiatan bisnis.

Selama menyimak press release lantas aku membayangkan bagaimana ya jika gedung-gedung itu nggak pake Gyproc dan ada kejadian kebakaran? Duh, pasti evakuasinya susah. Tetapi, semoga tidak. Oh ya, kalau misalkan tidak membutuhkan air dan semen saat proses pemasangan tentu saja hal ini bisa menghemat anggaran biaya perusahaan dalam bidang pembangunan, bukan?

Wah, ternyata ada juga ya inovasi baru seperti Gyproc yang menyediakan gypsum murah, tahan lama, dan tahan api. Kalau gini ceritanya sepertinya nanti kalau aku sudah punya cukup uang untuk bangun rumah (Aamiin) aku bakalan pakai gypsum dari Gyproc, nih hahahaha. Soalnya pasti kokoh dan tentu saja iriiiitttt *emakemakbangetpikirannya* :D

Banyak Varian Produk Untuk Berbagai Kebutuhan Bangunan


Apa harus bangun gedung mewah baru bisa beli gysum dari Gyproc? Tentu nggak. Jadi, produk gypsum dari Gyproc ini ada banyak banget variannya. Bahkan, rumah pun malah direkomendasikan menggunakan gypsum. Kenapa? Karena jika dengan batu bata memerlukan uang lebih banyak, sedangkan dengan gypsum hanya memerlukan uang lebih sedikit. Pasalnya, tanpa semen dan tanpa air saja sudah bisa diaplikasikan. Kan hemat tenaga juga, to?

Nah, uang yang sisa itu bisa dipakai untuk beli perabotan lain, deh! Hahahaha *nggaksabarmaubikinrumah* Aamiinin ajaa :D

Thanks to Blogger Crony yang telah memberikan kesempatan aku ikut serta hadir dalam press release Gyproc di Semarang, ya. Semoga nanti bisa tambah ilmu lagi di the next seminar atau press release ^^

Salam,